Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
Menolong kamu


__ADS_3

Karena dunia malam adalah kesenangan ku, tapi bukan berarti aku seorang wanita yang nakal. Menginjak di clubbing tidak pernah, apa lagi menimum wine.


.


.


.


.


Malam yang penuh dengan anak muda di jalan raya lingkar timur daerah yang sepi akan pengendara yang melintas saat jam malam. Menjadi bahan taruhan atau hanya melihat untuk mencari kesenangan dan ke kaguman akan seorang pembalab.


Balapan liar di malam hari, meskipun sudah beberapa kali polisi yang berpatroli di sana untuk membubarkan tetap saja mereka tidak jera dan akan tetap mengulanginya lagi saat polisi itu telah pergi.


banyak sekali club yang datang untuk ikut balapan, banyak sekali anak remaja yang melihat club kebanggaan mereka ingin bertanding.


Dhira wanita bukan satu satunya dalam ikut pertandingan, ada tiga wanita dari masing masing club yang ikut serta pertandingan rapi hanya dhira yang selalu menang dalam periode balapan dua tahun ini.


Banyak sekali fans Cowok Dhira yang datang hanya untuk melihat pertandingan itu, menatap kagum saat ia menjadi pemenang dan saat ia mengendarai motor sportnya.


Cowok mana yang tidak menyukai Dhira, wanita cantik, hidung mancung, mata lebar, dan bibir yang mungil.


" Kamu sudah siap." tanya kenzi, hanya acungan jempol serta mengangguk sebagai tanda menjawab.


" Hati-hati, semoga menang." Ucap kenzi dan pergi dari hadapan Dhira yang berada di garis start di saat mereka akan memulai pertandingan.


" Hati-hati Dhir." ucap Dika dan ikut pergi dari garis start.


Empat pembalap perempuan dengan sama sama memakai motor sport hanya berbeda warna, tiga perempuan yang memakai perlengkapan balap lengkap yang menempel di tubuh mereka motor yang identik dengan gaya cewek.


Hanya Dhira yang tidak pernah memakai perlengkapan balap motor, dia hanya memakai jaket hoody hitam, celana hitam sobek, serta sapatu sneakers putih.


Saat sang Mami Racing atau yang di sebut pemandu balap liar mulai memberi aba-aba dalam garis start semua pembalab sudah mulai menyalakan motor.


" Bersedia, siap, go.!" dengan mengibarkan dua bendera yang ada di tangannya.


Suara tarikan pedal gas begitu nyaring hingga balapan pun di mulai.


Dhira yang berada di posisi pertama dengan laju cepat meninggalkan tiga perempuan yang berada di belakang.


mengendarai motornya dengan laju cepat dan ingin segera berada di garis finist agar ia cepat segera pulang. Berada di pertengahan jalan ia sempat melihat dua motor menghadang mobil yang berada di depannya dengan membawa benda pukul dan senjata tajam.

__ADS_1


Ingin rasanya ia tidak berhenti, tapi naluri kemanusiannya begitu tinggi hingga ia menepikan motornya dan berbalik arah melawan arus untuk segera menolong mobil itu.


Melihat seorang pria yang melawan tiga preman yang sedang ingin merampoknya ia pun segera turun dati motor melepas helmnya dan ikut membantu pria itu untuk melawan perampok.


Memukul satu preman dengan helmnya dengan keras dari arah belakang yang sedang membawa senjata tajam hingga membuat preman itu jatuh tersungkur.


dua lawan satu dan satu lawan satu, preman yang membawa senjata tajam tidak terima dan mulai menyerah Dhira.


Pria yang akan di tolong Dhira sempat melihat wajah itu dengan masih bertarung dengan dua preman. Mendapati wajah gadis yang siang tadi menggodanya di cafe membuatnya sedikit terkejut dan ia mulai khawatir dengan gadis itu yang melawan preman dengan membawa senjata tajam.


Revan memukul habis dua preman hingga membuat mereka babak belur dan berlari meninggalkan satu teman yang sedang mencoba melawan Dhira.


Dhira yang selalu menghindar saat preman itu mencoba untuk melukainya tapi kali ini dia lengah karena mendapatkan teriakan dari pria yang ia goda siang tadi di cafenya hingga membuat lengan Dhira tergores dengan senjata tajam dari preman itu.


" Shit." umpat Dhira dengan memegang lengan kirinya, dan preman itu kabur saat Revan berlari ke arah Dhira.


" Bocil.?" ucap Revan dengan nafas terengah-engah.


" Kau terluka.!" ujarnya lagi dengan nada khawatir saat melihat tangan Dhira yang menutupi lengannya.


" Kak sad boy kenapa di sini.!" tanya Dhira tidak menjawab pertanyaan Dhira, Revan membawa Dhira untuk berjalan ke arah mobilnya.


" Tunggu.!" ucap Revan


Memperhatikan cowok yang ada di hadapannya sekarang seperti menghawatirkannya membuat dia tersenyum.


" Kita ke rumah sakit" ujar Revan.


" Tidak perlu hanya lu-." belum sempat menjawab gerombolan motor sport berhenti tepat di depan Dhira dan Revan.


" Dhira.?" Ucap Kenzi serta beberapa temannya berlari kecil menghampiri Dhira.


" Dhir, kamu enggak papa." tanya Kenzi saat berada di hadapannya, memperhatikan seluruh tubuh Dhira hingga dia beralih menatap lengan Dhira yang terbalut oleh kain dengan bercak darah.


" Kamu terluka." ujarnya lagi,


" Kamu terluka dhir.! kok bisa." ucap dika dan beberapa temannya.


" Hanya luka kecil." jawab Dhira dengan tersenyum. " Kalian ke sini kenapa.!"


" Kami khawatir dengan mu bod*h." sahut teman Dhira

__ADS_1


" Ayo kita ke rumah sakit." ujar Kenzi, hanya anggukan kecil serta tersenyum.


" Dik, tolong bantuin kakak ini keliatannya dia sedang butuh bantuan kamu." ucap Dhira yang memperhatikan ban mobil Revan bocor.


" hhmm iya, kamu cepat ke rumah sakit dan obati itu luka mu." ujar Dika, hanya mengangguk dan tersenyum mengambil kunci motor dari sakunya dan memberikannya pada Dika.


" Aku tinggal dulu kak." kata Dhira pada Revan yang sedikit bingung serta menatapnya.


" Terima kasih." kata Revan.


" Iya." jawab Dhira dengan tersenyum, berjalan melangkah bersama teman clabnya.


Menatap kepergian Dhira yang di bonceng dengan salah satu temannya hingga mereka menghilang.


" Mari mas saya bantu." ucap Dika, membuat Revan tersentak kecil.


" Ah iya, Terima kasih." jawab Revan.


Dika mulai membantu Revan mengeluarkan dongkrak dari bagasi. mengganti ban mobil depan yang bocor dengan mengganti ban cadangan.


" Cewek itu teman kalian.?" tanya Revan.


" Iya, dia wanita satu satunya di clab kami" jawab Dika,


" Clab? apa kalian genk motor." tanyanya lagi, membuat Dika menatapnya.


" Iya anggaplah begitu." ujarnya dengan tersenyum. " dan dia adalah seorang juki."


Juki! apa dia cewek nakal." gumam Revan dengan menatap Dika.


" Meskipun dia juki, bukan berarti dia cewek nakal.!" seru Dika yang tau apa dalam pikiran Revan. " itu hooby dia dari dulu, dia cewek yang mandiri, tidak banyak bicara dan suka menyendiri." ujarnya lagi


Tidak banyak bicara, tapi suka menggoda ku." gumam Revan karena setiap bertemu dengan Dhira, dia selalu menggodanya hingga membuat Revan merasa jengkel. Tapi apa yang di katakan teman Dhira ini ada benarnya juga.


Saat bertemu dengan teman temannya Dhira tidak banyak bicara dan hanya seperlunya saja dia menjawab, seperti dia mempunyai kepribadian ganda. pikir Revan?


.


.


.

__ADS_1


.🍃🍃🍃🍃


Yuk kasih vote, like, komen jika kalian suka dengan cerita babang kadal.😇😇


__ADS_2