Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
tidak malu


__ADS_3

Aku tidak malu dengan keadaannya, justru aku bangga dan terharu saat dia berani menunjukkan siapa dirinya.


.


.


.


.


Setelah semalam tidur di rumah Dhira dan menghabiskan waktu malamnya di balkon atas dengan canda tawa serta kecupan manis saat mereka akan tidur.


Dhira yang sudah menyiapkan tempat tidur di kamar atas untuk Revan dan Dhira masuk ke kamarnya sendiri di lantai bawah.


Meskipun menginap di rumah Dhira, Revan masih menjaga batasan untuk tidak tidur bersama Dhira di malam hari, ya walaupun kadang ia masih mencuri kesempatan untuk menyelinap tidur sebentar saja di samping Dhira.


pagi hari yang membuat penghuni rumah sudah tidak terkejut lagi akan kehadiran Revan di rumah Dhira, karena bik Minah dan Alex sudah menerima kehadiran Revan di rumahnya dan membuat suasana rumah menjadi ramai.


Sarapan bersama dengan Alex yang merasa senang akan kehadirannya dan terkadang di pagi hari Revan mengantarkan Alex ke minimarket terdekat seperti biasa yang Dhira lakukan.


Hari libur, Revan ingin sekali menghabiskan waktunya di rumah Dhira. Tapi ia sudah terlanjur mengiyakan pada ibunya untuk datang menemuinya saat semalam ibunya mengirim pesan padanya untuk bertemu di suatu tempat.


Mengantarkan Revan ke pintu gerbang saat dia akan pulanng, tersenyum dan melambaikan tangan saat Revan sudah berada di dalam kemudi mobilnya.


Masuk ke dalam rumah dengan tersenyum dan duduk di samping kakaknya yang sedang menonton film kartun.


Hari libur biasanya Dhira ke cafe membantu karyawannya yang mungkin saja mereka sedang sibuk dengan pelanggan, tapi hari libur ini Dhira ingin libur karena dirinya sudah mempercayakan pada teman-temannya untuk menjaga cafenya.


" Kak Alex ke moll yuk kita nonton.?" ajak Dhira membuat Alex menatapnya, tersenyum dan mengangguk cepat.


" Ayok." jawabnya dengan semangat, membuat Dhira tersenyum dan mengangguk.


Rasanya Dhira sudah lama tidak mengajak kakaknya jalan-jalan ke moll, dirinya selalu sibuk sekali dengan dunianya. Tapi kini sekali-kali tidak ada salahnya dia meluangkan waktu untuk kakak tersayangnya.


Menyuruh kakaknya ganti baju dan dirinya pun juga bersiap mengganti bajunya. Selesai berganti baju dan keluar dari kamar ia sudah melihat kakaknya ada di ruang tamu duduk dengan tersenyun dan sedikit menggoyangkan badannya, karena senang di ajak Dhira jalan-jalan.


Berpamitan pada bik Minah yang sudah dia anggap sebagai keluarganya dan menyuruh bik minah untuk istirahat dan tidak boleh memasak, karena dia akan makan di luar bersama Alex.

__ADS_1


Memakaikan helm kakaknya dan menaiki motor sport bersama kakaknya untuk menuju moll terbesar di tengah kota. Dalam perjalanan Dhira menyuruh kakaknya untuk berpegangan di pinggangnya dengan erat, sekali-kali Dhira menyentuh tangan kakaknya takut bila kakaknya terjatuh karena pertama kali Dhira membawa jauh kakaknya menaiki motor sport. Banyak orang yang melihat Dhira menggonceng seorang pria dengan motor sportnya, seperti biasa Dhira hanya acuh dan tidak memperdulikannya.


Sampai di parkir motor moll, Dhira dan Alex turun dari motor berjalan bersama menuju dalam moll dengan bergandengan tangan.


Lagi-lagi banyak yang melihat ke arah Dhira dan Alex dengan bergandengan tangan, menatap Alex yang seperti kasihan atau ada sebagian orang menatapnya mencela Dhira karena mau berjalan dengan pria yang berkebutuhan khusus.


" Mau makan apa nonton kak." tanya Dhira


" Nonton bioskop." jawab Alex dan di anggukkan oleh Dhira.


Melihat jadwal bioskop yang akan di putar dan berakhir di pilihan film fiksi yang di sukai Alex dan Dhira.


Menonton berdua memilih duduk di baris ke lima dengan berada di tengah-tengah. Menikmati nonton layar lebar sambil makan pop cron.


Selesai dari menonton, kini mereka berjalan mencari restoran korea. Makanan yang Dhira suka dan lama sekali mereka tidak makan makanan korea, memesan kimbab, bibimbap buat Alex, dan ramen untuk dhira, serta dua banana milk dan air putih kemasan.


Menyantap makanan dengan lahap di bantu Dhira yang selaten membersihkan makanan kakaknya yang belepotan dan sedikit berantakan, tidak peduli jika orang di sekitar memperhatikannya.


Melihat Alex yang begitu lahap makan-makanan korea membuatnya teringat akan ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya makan di restoran asia dan Ayah pun sama seperti dirinya, tidak mempedulikan, tatapan cemooh orang.


" kangen Ayah." ucap Alex, membuat Dhira terdiam dan mulai berkaca-kaca karena dirinya juga merindukan Ayahnya.


" Mau ke rumah Ayah." ajak Dhira dengan tersenyum, membuat Alex menatapnya dan mengangguk pelan menyetujui ajakan adiknya.


Menyelesaikan makanannya, menyuruh kakaknya untuk diam di meja makannya sedangkan dia ingin membersihkan tangannya terlebih dulu sebelum pulang.


Alex yang tidak bisa diam karena di tinggal Dhira cukup lama membuatnya berdiri dan akan menyusul Dhira yang terlihat di pojokan sedang membersihkan tangannya. Mungkin karena Alex tidak melihat kanan kiri saat akan berjalan ia tanpa sengaja menabrak perempuan dan membuat baju perempuan itu basah karena minuman yang dia bawa.


" Cowok idiot! lihat baju ku jadi basah gara-gara kamu." ucapnya saat berdiri dan menatap tajam Alex.


"Maaf." ucap Alex dengan menundukkan kepala karena takut, sedangkan semua orang menatap Alex yang sedang di marahi dan di caci maki oleh wanita


" Maaf, maaf kau tidak tau ini bajuku mahal, dan kau kenapa juga bisa masuk ke restoran seperti ini sih. Mengganggu pembeli saja." geram perempuan itu.


" Ada apa Tasya?." tanya wanita tua yang menghampiri wanita itu dan Alex.


" Tante Vani.!" sapa Wanita itu saat melihat tante Vani menghampirinya. " Lihat ini tante baju ku basah karena pria idiot ini." ujarnya lagi, dan mengadu pada pada Nyonya Vani, melihat ke arah Tasya yang memang bajunya basah dan beralih menatap Alex yang menundukkan kepala karena takut, dan menatapnya lebih jelas seakan pria yang ada di hadapannya ini memang anak berkebutuhan khusus.

__ADS_1


" Di mana orang yang membawa mu kesini, kau harus ganti rugi idi-!"


" Dia bukan pria idiot! dia pria yang sempurna." sela Dhira dari samping membuat semuanya menatap ke arah Dhira.


" Dhila.?" sapa Alex dengan mata yang mulai menggenang.


" Kakak?" sapa balik Dhira dan menghampiri kakaknya, menggenggam tangan kakaknya yang berkeringat dan gemetar. " Tidak papa, ada di Dhira di sini." ujarnya lagi dengan menenangkan Alex.


Menghadap perempuan yang sedang menatapnya.


" Berapa yang harus aku ganti." ucap Dhira dengan menatap tajam.


" Lima juta" ucap Tasya, membuat Nyonya Vani melihatnya. "


" Lima juta.!" jawab Dhira dengan mengerutkan kening nya. " Apa aku tidak salah." imbuhnya.


" Kenapa, apa kau tidak mampu menggantikan baju mahal ku ini!" ejek Tasya " Mangkanya jangan sok-sokan makan di tempat mewah kalau enggak punya uang, apa lagi bawa pria idiot." tambahnya, membuat Dhira menatapnya tajam.


Mengambilkan uang di tasnya, yang beruntung Dhira membawa uang cash banyak hingga dia tidak perlu ke atm untuk mengambil uang.


Mengulurkan uangnya pada wanita itu yang melihatnya sedikit terkejut.


" Ini ambil lima juta." kata Dhira, dan akan di ambil oleh wanita itu tapi Dhira sudah menjatuhkan uangnya, membuat tasya terkejut dan melihatnya.


" Ups, maaf tangan saya licin." kata Dhira dengan senyum ejek. " Baju kamu terlalu murah dan tidak ada harganya di banding dengan kakak saya." ujarnya lagi dengan mata yang tajam, membuat wajah Tasya memerah karena Dhira tau yang di pakai baju Tasya tidak terlalu bermerek.


" Ayo kak kita pulang kak." ajak lembut Dhira dan di anggukkan oleh Alex, berjalan bersama dengan bergandengan tangan dan di tatap begitu banyak orang, termasuk nyonya Vani yang menatapnya dengan rasa iba dan terharu melihat gadis yang mau berjalan bersama dengan pria berkebutuhan khusus.


Menatap ke arah Tasya yang sedang mengambil uang di lantai tanpa rasa malu, membuat Vani mengerti, berjalan pergi dari restoran mengurungkan niatnya untuk makan bersama dengan anak teman arisannya.


.


.


.


.🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2