Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
akhir bahagia


__ADS_3

Semua rintangan sudah kita lalui dan semua cerita sudah kita bagi dengan penuh suka cita.


.


.


.


.


Kabar kehamilan yang di tunggu-tunggu cukup lama membuat suaminya menangis bahagia, mendapatkan kado yang terindah dan sangat spesial di hatinya.


Sungguh, beginikah rasanya menjadi wanita yang sempurna. Wanita yang bisa memberikan keturunan pada suami dan keluarganya. Memberikan apa yang selama ini mereka harapkan.


Rasa bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan terasa belum cukup untuk mereka saat ini, dimana suami istri tak henti-hentinya tersenyum dan mengusap perut yang terdapat benih cinta mereka.


Rasa bahagia dan kabar baik tidak akan mereka simpan sendiri. Pagi hari, mereka memutuskan untuk ke rumah orang tua Rizal memberi kabar yang akan membuat ke dua mertuanya senang.


Kehadirannya tepat saat ke dua orang tua Rizal akan memulai sarapan pagi, di sambut hangat dengan pelukan ibu mertua lalu menggiringnya untuk ikut sarapan bersama.


Kehangat keluarga yang sudah lama tidak pernah ia dapatkan dari keluarganya sendiri.


Meja makan yang biasanya berdua, kini kehadiran putra dan menantunya membuat Nyonya Rani sangat senang dan hangat di pagi hari.


Sarapan pagi dengan mereka yang saling bercerita akan kerinduannya dan kesibukan ayah mertuanya yang seharusnya sudah pensiun dalam mengelola perusahaannya, dan sudah harus di gantikan oleh suaminya, penerus perusahaan ayah mertuanya.


Aneh ya! Kehidupan Rizal sama seperti Revan tapi Rizal lebih memilih untuk bekerja di luar dari pada di kantornya. Dan sudah lama sekali Rizal bekerja dengan Revan.


Ayahnya pun juga tidak pernah melarang atau mengekang anaknya untuk meneruskan perusahaannya. Jika putranya mau, ia malah bersyukur dan tidak lagi mengurus perusahaannya sendiri.


Tapi Rizal ingin memulai semua dari nol, bekerja di perusahaan temannya terlebih dulu, sebelum dirinya benar-benar siap untuk menjadi seorang atasan dan akan mendapatkan pekerjaan yang lebih padat dari sebelumnya. Bukan menghidupi keluarganya saja, tapi juga menghidupi seluruh karyawannya nanti jika sudah menjadi atasan, tanggung jawab yang besar dan resiko yang sangat menakutkan baginya.


" Ada yang ingin aku sampaikan pada Papa dan Mama." Ucap Rizal, dengan wajah yang mulai serius. Membuat ke dua orang tuanya menatapnya dengan lekat.


" Sudah waktunya Papa pensiun." Ucap Rizal.


" Pensiun!" Ulang Tuan Rama, hanya mengangguk dan tersenyum.


" Apa itu artinya kamu akan-,"


" Iya, aku siap untuk menggantikan Papa." Potong Rizal.

__ADS_1


Tersenyum menatap Putranya, yang sudah mengajukan sendiri untuk meneruskan perusahaannya tanpa paksaan dan tanpa ancaman. Nyonya Rani yang mendengarnya pun juga ikut tersenyum karena putranya sudah mau meneruskan perusahaan suaminya dan itu artinya, suaminya bisa menikmati hari tuanya di rumah berdua dengannya.


" Dan Papa harus juga sudah siap untuk mengurus pewaris Papa di rumah bersama Mama." Ujarnya lagi.


Mencerna ucapan Rizal, menatapnya dengan alis yang mengerut dan membulatkan mata saat mereka baru mengerti kata pewaris dan menatap kembali Putra dan menantunya itu yang tersenyum lebar menatapnya.


" Citra hamil!" Kata Nyonya Rani dan di anggukkan putra dan menantunya bersamaan.


" Ahh!! Papa!!" Sorak gembira Nyonya Rani yang membuat Tuan Rama ikut senang dan saling memeluk.


Sangat menggelikan dan juga tertawa melihat mamanya yang memeluk papanya dengan erat dan mengayunkan tubuh ayahnya dengan kencang hingga Expresi wajah papa yang memerah akibat sesak untuk bernafas.


" Ma, nanti bisa janda kalau meluknya seperti itu!" Tegur Rizal, yang langsung mendapatkan tabokan di pahanya.


" Eh!" Pekik Nyonya Rani, melepas pelukannya dan menatap suaminya yang langsung batuk saat sudah terlepas.


" Dasar kurang ajar mau doakan mama menjadi janda!" Gerutu Nyonya Rani melototkan mata menatap Putranya.


" Mama senang tau gak, akhirnya mama mau punya cucu!" Ujarnya lagi, terharu meneteskan mata. Menghampiri Citra dan memeluknya.


" Selamat ya sayang?" Ucap Nyonya Rani, mulai meningis bahagia di pelukan menantunya.


Mempunyai mertua yang sangat baik, menganggapnya sebagai anaknya sendiri dan tidak membeda-bedakan antara anak atau menantu.


Tuan Rama pun juga memeluk putranya mengucapkan selamat untuknya dan juga turut bahagia atas apa yang mereka inginkan terwujud. penantian selama satu tahun pernikahan untuk mempunyai keturunan cukuplah tidak lama walaupun mereka sangat menginginkannya dengan cepat.


Memberikan foto usg pada ibu mertuanya yang sangat bahagia akan kehadiran cucu pertama dari anak semata wayangnya.


Kehadiran calon cucu sangatlah di tunggu selama ini, meskipun mertuanya tak pernah memaksa ataupun menghina Citra yang lama mempunyai keturunan.


Mertua yang baik, akan peduli pada menantu, memberinya semangat, kasih sayang padanya serta menutupi kekurangan menantu dan tidak membedakan antara menantunya dan menantu orang lain.


Bukan begitu tipe mertua yang baik!


****


Kehamilan Citra membuat ke dua sahabatnya juga merasa senang. Dhira dan Dika tau bagaimana Citra dan Rizal sangat menginginkan seorang anak, mereka telah berusaha dan telah melakukan apapun untuk mendapatkan keturunan.


Dari konsultan ke dokter kandungan, mendapatkan resep kesuburan dan berbagai jamu sudah Citra lakukan. Dan hasil tetap sama, tidak mendapatkan dua garis, hingga akhirnya Citra sudah bosan untuk meminum resep obat dari dokter dan memberhentikannya selama beberapa bulan.


Melihat Citra yang menggendong bayinya, Dhira pun merasa kasihan. Seakan dirinya juga akan merasakan hal yang sama, marah pada dirinya sendiri tak kunjung mempunyai keturunan dan merasa dirinya wanita yang tak sempurna.

__ADS_1


sama halnya dengan Dika, ada rasa iba waktu melihat Citra menggendong bayi Dhira. Dan dirinya berdoa semoga sahabatnya cepat mempunyai keturunan agar ia bisa melihat Citra tersenyum kembali.


Dan kehamilan Citra membuat Dika menjadi pria yang sangat super sibuk dan menyengsarakan baginya. Seperti kehamilan Dhira waktu itu.


Dimana dia yang bukan suaminya dan yang bukan membuatnya bunting harus turut dalam ngidamnya seorang sahabat.


Jika Rizal sedang di luar kota, Citra pun meminta tolong pada Dika dan tidak mau yang lain padahal di rumah Citra sudah ada art dan sopir yang siap mengantarkannya kemanapun.


Ya, semenjak Citra hamil, Rizal sudah memutuskan untuk berhenti bekerja di perusahaan Revan dan memilih untuk meneruskan perusahaan ayahnya, hingga itulah Rizal sering sekali keluar kota ataupun selalu pulang malam. Walaupun sibuk yang luar biasa, Rizal tak pernah melupakannya.


Dia selalu menelpon atau pun mengirim pesan dan memberikan kabar serta perhatian pada istrinya. Hingga membuat istrinya tidak merasa khawatir dan marah dengannya hanya karena kesibukannya.


Kehidupan rumah tangga harus saling mengerti dan saling terbuka untuk menjaga kepercayaan. Bukankah begitu!


Dua sahabat sudah menikah, sudah mempunyai pasangan yang sangat mencintainya, sudah mempunyai kehidupan baru dan dua sahabat sudah mempunyai keluarga kecil yang sangat bahagia.


Kini giliran Dika yang akan memulai kehidupan baru dan akan mulai perjalanan cinta yang sangat rumit dan membuat emosionalnya naik turun, seperti jet coster memicu adrenalin.


Pantang menyerah sebelum mendapatkannya? mendekati yang kecil untuk mendapatkan yang besar. Rintangan apapun ia hadapi walaupun di tolak berkali-kali.


Sangat menyakitkan, tapi tak membuatnya menyerah. karena hasilnya akan sangat memuaskan jika sudah mendapatkannya.


Dan terima kasih untuk kalian semua yang sudah mengikuti cerita Sad boy wiht gadis tomboy.


Salam hangat dari Kita. Revan dan Dhira.


.


.


.


.🍃🍃🍃🍃


Yee, akhir bahagia nich. rasanya sedih juga udah berakhir, maunya season dua tapi apalah daya takut alurnya gak nyambung dan takut berantakan.


Terima kasih buat kalian atas dukungannya selama ini. tanpa kalian aku tidak akan menjadi seperti ini, menyalurkan hoby yang selama ini aku inginkan.😊


Dan buat cerita bang Dika akan aku pindahkan disini buat kalian.😊😊


salam hangat dari Cuuzie.

__ADS_1


__ADS_2