
Jangan pernah membuat janji, karena kita tidak akan tau apa yang esok akan terjadi.
.
.
.
.
" Dhir.!" ucap Revan lagi saat tidak ada jawaban dari Dhira.
Menghembuskan nafas panjang, mencoba menetralkan detang jantungnya dan berusaha untuk tidak gugup.
" Maaf, bila lancang." ucap Dhira dan berbalik menatap Revan yang sedang duduk menatapnya. " Kamu demam dan aku membawa mu ke kamar, demam mu sudah hilang tapi kamu mengalami hipotermia dan aku harus melakukannya untuk membuat mu tidak kedinginan lagi." ujar Dhira dengan saling menatap satu sama lain.
" Istirahatlah, aku akan membuatkan mu minuman hangat." kata Dhira dan akan beranjak pergi dari hadapan Revan, tapi tertahan saat Revan memegang pergelangan tangannya.
tersentak kecil kala Revan mencekram pergelangan tangan Dhira tapi tidak begitu menyakitkan. berbalik badan untuk menatap Revan dan melihat Revan yang sudah berdiri di beakangnya.
" Ada apa.?" tanya Dhira.
" Apa kam-," ucap Revan yang di potong oleh Dhira terlebih dulu menjawabnya
" Apa kau pikir aku seperti wanita malam hanya karna mempunyai tato di punggung dan dengan gampangnya mau tidur dengan seorang pria." Kata Dhira dengan menatap Revan, membuat Revan tersentak kecil saat Dhira mengatakannya.
Ya, saat Dhira memakai bajunya kembali Revan melihat punggung sebelah kanan Dhira mempunyai tato lambang bulan sabit dan bintang yang transparan serta berukuran kecil dan itu sungguh membuat Revan membulatkan mata akan tidak percaya apa yang dia lihat.
Gadis yang ada di hadapannya ini mempunyai tato di bagian punggungnya dan pernah di lihat oleh satu orang yang ketika tidur dia lupa tidak memakai bajunya, yaitu bik Minah. Dan ini kedua kalinya seseorang melihat tato di tubuh Dhira yang dia simpan sendiri saat ayahnya pergi untuk selama-lamanya.
Tato lambang bulan sabit dan bintang yang tidak begitu terang dengan tinta hitam, bulan sabit dengan bintang menandai kekuatan ilahi dengan nuansa feminin. Bulan sabit yang melambangkan kemajuan, dan bintang menggambarkan pengetahuan serta cahaya.
tato itu dia buat setelah kepergian ayahnya dan lambang itu Dhira pilih untuk dia bisa bangkit lagi dengan adanya cahaya bintang yang seperti mirip dengan Alex, kekuatannya, cahayanya, untuk dia bisa menjalani hidupnya kembali dari keterpurukan.
__ADS_1
" Tidak masalah jika kamu menganggapku seperti itu." ucap Dhira dengan tersenyum sinis. " Karena aku memang seorang wanita yang suka berkeliaran di malam hari. Jadi kau bisa pertimbangkan lagi untuk nanti kamu mau menikah dengan ku." ujarnya lagi dengan melepaskan cengkraman tangan Revan dan pergi untuk turun ke bawah.
Menatap kepergian Dhira dengan rasa bersalah saat Dhira menjelekkan dirinya sendiri dan duduk kembali di ujung ranjang dengan memijat pelipisnya.
Berada di bar tander dengan menyandarkan tubuhnya di bawah dan menutup wajahnya untuk sesaat. Miris sekali saat orang akan tau jika dirinya mempunyai tato, pasti mereka mengira dia adalah wanita nakal. Apa lagi dengan posisi dia yang selalu pulang malam dan berteman banyak pria.
Tidak menangis dan tidak menyesal saat Dhira sudah memilih mentato tubuhnya, walaupun nanti akan banyak orang yang mencibirnya saat mereka sudah tau tato di punggungnya.
Berjalan ke arah dapur untuk membuatkan makanan dan minuman hangat untuk Revan yang ada di kamarnya.
Revan yang masih berada di kamar Dhira melihat ke arah laci yang terdapat baskom, minyak kayu putih, serta obat pereda panas membuat mengerti jika apa yang di katakan Dhira memang benar.
Mengambil kaos yang ada di bawah dan mendapatinya yang begitu basah hingga dia tidak bisa memakai kaos ataupun kemejanya.
Berdiri dari duduknya dan akan keluar kamar tapi berhenti saat pintu kamar terbuka oleh Dhira yang masuk dengan membawakan nampan berisi makanan dan minuman hangat.
" Aku membawakan makanan untuk mu. Makan lah dan minum obatnya." ucap Dhira tanpa melihat Revan.
" Beb?" sapa Revan lirih membuat Dhira berhenti memejamkan mata saat Revan memanggilnya sayang.
" Kamu marah dengan ku." kata Revan dengan memegang ke dua baru Dhira.
" Marah kenapa." jawab Dhira tanpa menatap Revan, menyentuh dagu Dhira dan mendongakkannya agar Dhira menatapnya.
" Apa yang kamu katakan tadi salah, itu bukan pemikiran ku. Aku hanya sedikit terkejut saja saat kamu mempunyai tato, dan aku tidak masalah dengan itu semua karena aku sungguh-sungguh mencintai mu." jelas Revan dengan menyentuh pipi Dhira dengan lembut.
" Kamu memang mencintai ku, tapi belum tentu orang tua mu akan menerima aku kan." sekak Dhira membuat Revan terdiam.
Mengingat kembali memori dia yang dulu pernah merasakan kehilangan wanita yang di cintainya, saat dirinya tidak mendapatkan restu dari orang tuanya karena orang lain menghasut dan menjelek-jelekkan kekasihnya dulu.
Dan kini dia mencintai lagi, seorang gadis joki balap motor, suka bergaul dengan teman pria sampai malam, dan mempunyai tato di tubuhnya walaupun itu tidak terlihat.
Diamnya Revan membut Dhira mengerti jika ke dua orang tuanya menginginkan menantu yang sempurna, yang baik dan idaman bagi kaum mertua.
__ADS_1
melepaskan tangan Revan dari bahunya " Aku tidak mau berharap lebih pada seorang pria, karena dia pasti akan memilih ora-."
" Aku akan memperjuangkan mu, walaupun nanti aku akan di usir." sahut cepat Revan, dan itu membuat Dhira menatapnya mencari celah kebohongan tapi tidak ia temukan hanya mata kejujuran yang ada di hadapannya sekarang.
" Aku pernah kehilangan cinta ku dan kali ini aku tidak ingin kehilangannya lagi." ujar Revan lagi.
" Apa kamu yakin ingin memperjuangkan ku." tanya Dhira.
" Iya, aku akan memperjuangkan mu." tegas Revan.
" Jangan membuat janji, karena kita tidak akan pernah tau esok apa yang akan terjadi. Jadi kita nikmati dulu perjalanan cinta kita." kata Dhira dengan tersenyum.
" Apa kamu menerima cinta ku." tanya Revan dengan mata yang berbinar, hanya anggukan dan tersenyum untuk menjawabnya.
Memeluk tubuh gadis tomboy yang ada di hadapannya dengan gemas dan mencium puncak kepala Dhira berkali-kali.
" I Love U." ucap Revan dengan mengurai pelukannya agar bisa menatap Dhira.
" Love u too." jawab Dhira dengan tersenyum dan mengalungkan ke dua tangannya di leher Revan dan sedikit menjijit kan kakinya untuk mencium bibir Revan.
Mendapatkan ciuman di bibir Dhira dan tidak di sia-siakan oleh Revan, hingga dia membalas ciuman itu dengan merapatkan tubuh Dhira, Menjadi dominan untuk memulai permainan yang baru saja di mulai dengan saling *******, saling memainkan lidah, dan bertukar seliva hingga mereka sama-sama terbuai.
.
.
.
.
🐨🐨🐨
Maaf keterlambatannya.🙏🙏
__ADS_1
Yang terakhir bonus ya, jangnga iri sama babang kadal.😅😅