Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
di ujung pantai


__ADS_3

Bulan dan satu bintang akan menjadi saksi, dimana aku dan kamu saling menginginkan.


.


.


.


.


Terik matahari menyengat kulit, tidak membuat dua sejoli merasa gerah. Justru mereka sangat bersemangat kala mobil sudah tiba di parkiran.


" Sudah sampai?" Tanya Citra.


" Iya." Jawabnya tersenyum, mematikan mesin mobil, membuka sabuk pengaman dan sedikut menghadap Citra.


" Kamu capek?" Tanya Rizal.


" Enggak!" Elaknya, karena merasa senang saat dirinya sudah tiba di pantai.


" Ayo turun?" Rengek Citra, membuat Rizal tersenyum dan mengangguk. Melihat Citra yang begitu semangat membuatnya merasa senang, kini dirinya bersyukur mengajak Citra ke pantai merasa bahagia melihat Citra yang begitu senang.


Turun dari mobil bersamaan, Citra yang terlebih dulu terpesona akan keindahan lautan biru dari jauh dan ombak yang tidak terlalu tinggi.


Tidak terlalu banyak pengunjung hingga mereka bisa menikmatinya dengan leluasa.


" Masih panas, kita cari tempat makan dulu. Sudah siang?" Kata Rizal, menghampiri Citra yang masih menatap lautan biru.


" Hmm, iya?" Jawab Citra dengan senyum, dan memang memaklumi jika matahari sangatlah terik dan menyengat kulit. Hingga mereka memutuskan sejenak rehat di tempat makam pinggir pantai dan masih sama, memperlihatkan pemandangan laut biru yang cerah dari pantulan sinar matahari.


" Mau makan apa?" Tanya Rizal, duduk di tempat lesehan warung makan.


" Kakak sendiri mau makan apa?" Tanya balik Citra.


" Kamu sukanya apa?" Tanya balik lagi Rizal, menatap Citra yang sedang melihat buku menu makanan. sedangkan seorang penjual makanan menggelengkan kepala tersenyum-senyum sendiri melihat keuwukan sejoli di depannya.


" Bakso saja kak?" Jawabnya


" Dua bakso, sama dua es kelapa muda pak?" Kata Rizal dan di catat baik oleh penjual.


Menikmati semilir angin sedikit serasa panas dan dingin. Pemandangan yang sangat indah, hanya ada beberapa anak muda yang sedang melakukan foto dan bermain air di tepian pantai.


Tidak mempedulikan sinar matahari yang masih menyilau dan panas. Semua orang yang ada di tepian pantai menikmatinya.


" Makan dulu? Habis itu kita akan ke sana." Ucap Rizal, memperhatikan Citra yang sedang melihat ke arah pantai.

__ADS_1


" Hmm, iya.?" Jawabnya dengan tersenyum. Dan tidak membutuhkan waktu lama, pesanan pun datang. Dua bakso hangat di padu es kelapa muda di siang hari.


Makan bersama untuk pertama kalinya di luar, berdua dengan tema pemandangan pantai. Suasana yang sangat romantis.


Menyelesaikan makanan hingga tandas, minuman yang pas untuk perjalan jauh. Kelapa muda menyegarkan tubuh.


" Kak?"


" Iya?" Jawab Rizal, mendongakkan kepala menatap Citra hingga sedikit terkejut saat Citra mengusap ujung bibirnya.


" Jorok ih!" Serunya sambil tertawa, bukan malu dan bukan marah yang ada di diri Rizal. Tapi justru dirinya terbawa perasaan akan perlakuan Citra yang bisa membuat jantungnya berdetak kencang.


Sentuhan yang sangat lembut untuk beberapa detik, hingga bisa membuatnya gugup.


Sial! Biasanya perempuan yang akan terbawa suasana tapi justru sebaliknya, malah dirinya lah yang sekarang terbawa perasaan


Menundukkan kepala, menggigit bibir bawah menahan senyum malu saat Citra tersenyum padanya.


Berdehem sebentar, menatap Citra yang kembali melihat birunya pantai.


" Mau ke sana sekarang?" Ajak Rizal, yang melihat pergelangan jam menunjukkan pukul dua dan tidak terlalu panas untuk mulai berpantai.


" Iya!" Semangat Citra, tersenyum merekah di bibir tipisnya.


" Tunggu sebentar, aku bayar makanannya dulu. " Kata Rizal dan di anggukkan Citra.


" Ayo!" Kata Rizal, berdiri dari duduk menghampiri Rizal yang sedang menunggunya.


Berjalan beriringan bersama menuju ujung pantai yang akan menyambutnya dengan ombak tidak terlalu tinggi.


Di saat mereka berjalan, Rizal melihat Citra menatap ombak dengan senyum. Perlahan Meraih tangan Citra, membuat Citra sedikit terkejut.


Mendongakkan kepala, menatap Rizal yang sedang menatap depan dan beralih menatap tangannya yang di genggam Rizal. Tersenyum dan memberanikan diri membalas penggaman tangan Rizal berjalan bersama menelusuri pasir putih.


Mendapatkan balasan genggaman lembut dari Citra, membuat Rizal tersenyum merekah, merasa senang akan balasan Citra yang tidak menolaknya.


Berjalan menelusuri pantai, merasakan ombak yang menerpa kakinya. Untuk pertama kalinya, ini adalah impian yang nyata. Impian yang ia inginkan untuk bisa merasakan keindahan pantai, pasir putih yang ia pijak, ombak yang menerpa kakinya dan nyata! Dirinya bersama dengan seorang pria yanh menggengam tangannya, menemaninya di setiap langkah menuju ujung pantai.


" Kamu senang?" Tanya Rizal, membuat Citra menatapnya.


" Iya." Jawabnya tersenyum. " Terima kasih sudah membawaku ke sini, ini pertama kalinya aku menginjak pasir putih? ." Ujarnya lagi.


" Pertama kali?" Ulang Rizal, menatap lekat Citra yang menundukkan kepala memainkan air laut yang menerpa kakinya sambil berjalan.


" Iya, dan kamu orang pertama yang membawaku ke tempat di mana aku inginkan dari dulu." Jawab Citra.

__ADS_1


Aku pria pertama yang membawanya ke pantai?" Gumamnya dalam hati dan tersenyum kembali.


Masih asyik berjalan menelusuri pantai, tenang dan menyenangkan. Perlahan tangan Citra terlepas dari genggamannya, membuatnya mengerutkan kening dan berhenti berjalan.


" Foto?" Ajak Citra mengambil ponselnya di tas dan mengarahkan kamera depannya untuk foto bersama dengan Rizal.


" Sekali lagi?" Pinta Rizal, dan di anggukkan Citra.


Saat Citra sedang memposisikan dirinya untuk berselfi bagus dengan Rizal yang ada di belakang, dan ketika dirinya akan memotret. Ia begitu terkejut saat Rizal mencium pipinya.


" Sekali lagi." Pinta Rizal lagi, mengambil ponsel Citra yang masih terkejut.


Mengabadikan foto beberapa kali dengan Citra dan mulai tersadar saat foto terakhir Rizal mendekatkan tubuhnya saling berhadapan dan saling bertatapan.


" Nanti aku pinjam hpnya, untuk ngirim foto kita." Kata Rizal, mematikan ponsel Citra kembali menaruh ponsel Citra dan dirinya di dalam tas mungil di punggung Citra.


" Dia menciumku, apa ini nyata atau ini mimpi? Tuhan, jangan biarkan ini berakhir." Gumamnya dalam hati, mengerjabkan mata saat tersadar Rizal memercikkan air laut di wajahnya.


" Kak Rizal!" Serunya, mencoba menghindar kala Rizal masih saja memercikkan air laut ke seluruh tubuhnya.


Tidak ingin kalah, Citra pun membalasnya, saling balas membalas dan saling mengejar, tertawa bersama hingga mereka merasa lelah.


Persis di ujung pantai, mereka mulai duduk berselanjar. menatap langit yang mulai berubah warna.


" Capek?" Tanya Rizal.


" Sedikit. Kak Rizal capek.?"


" Sedikit." Jawab Rizal. " Sebentar lagi senja, mau lihat sampai matahari terbenam gak." Ujarnya lagi.


" Boleh? Kalau kakak gak keberatan." Ucap Citra menatap Rizal yang tersenyum ke arahnya.


" Tidak." Jawabnya sambil membenarkan anak rambut Citra yang berantakan. Mendapatkan perlakuan Rizal yang sangat perhatian, membuatnya tersipu malu.


Perlahan senyuman itu mulai pudar, mengingat kembali dimana mereka sudah sepakat untuk mengakhiri hubunganya ketika pernikahannya sudah berjalan satu tahun.


" Makasih sudah membuat impianku menjadi nyata." Kata Citra, menatap lekat Rizal seakan dirinya enggan untuk berpaling dan mengucapkan hal yang berat. " Aku akan menyimpan kenangan ini, Jika suatu saat kita sudah berpisah dan aku berharap kita tidak akan saling membenci." Ujarnya lagi saat senja mulai bersinar, dan membuat mata Rizal langsung menatap Citra.


.


.


.


.

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2