
Aku tidak akan melarang mu berteman pada siapa pun, asal kamu masih bisa menjaga batasannya.
.
.
.
.
Hari-hari yang di lewati pasangan kekasih ini begitu indah dan sangat romantis, walaupun kadang mereka jarang bertemu karena kesibukan mereka sendiri, tapi mereka tetap masih berkomunikasi untuk saling memberi kabar dan perhatian lebih.
terlebih saat sore ini Dhira yang sedang vidio call dengan kekasihnya karena dia sedang berada di luar kota untuk memantau cabang pabriknya.
" Aku nanti akan balapan." ucap Dhira untuk memberitahukan Revan.
" Iya, hati-hati. Langsung pulang jika sudah selesai balapannya." jawab Revan membuat Dhira tersenyum dan mengangguk.
" Apa kamu tidak cemburu aku bersama dengan teman cowok ku." tanya Dhira
" Apa aku boleh jujur." kata Revan membuat Dhira mengangguk. " Sejujurnya aku memang cemburu dan tidak suka kamu balapan lagi. Tapi itu karena hobby kamu, jadi aku tidak bisa melarangnya dan aku percaya pada mu, jika kamu bisa menjaga batasannya." kata Revan dan itu membuat Dhira tersenyum karena Revan mempercayainya, tidak melarangnya saat ia masih ingin bebas dalam hobbynya.
" Terima kasih Beb, sudah mempercayai ku dan aku tidak akan mengecewakan mu." ucap Dhira dengan senang membuat yang di sebrang sana juga ikut tersenyum.
" Ya sudah aku tutup dulu ya." kata Dhira.
" Iya, ummuach." jawab Revan dengan mencium Dhira melalui vidio call, membuat Dhira tertawa karena tingkah Revan.
Mematikan telponnya, bergegas keluar dari ruang kerjanya dan menemui Dika yang sedang berada di bar tander.
" Dika, ayo.!" ajak Dhira membuat Dika menatapnya.
" Sekarang.?"
" Iya.? enggak enak nanti di tunggu sama yang lain." kata Dhira dan di anggukkan oleh Dika.
Melepas aprond dan menaruhnya di gantungan baju, serta menyuruh temannya untuk meneruskan pekerjaannya.
Dhira menyuruh salah satu karyawan lamanya untuk menjaga cafe barunya dan kasirnya saat Dika dan dirinya sedang pergi untuk balapan.
Mengendarai motornya masing-masing untuk menuju bacmse camp saat semua teman clubnya sudah berkumpul di sana.
Duduk di samping Dika untuk menjaga jarak dari semua teman lelakinya walaupun tidak ada yang tau jika Dhira sudah mempunyai kekasih.
__ADS_1
" Gimana cafe baru kamu Dhir." tanya Kenzi yang duduk di sebelah Dhira.
" Aman dan lancar." jawab Dhira dengan tersenyum
" Kamu siap untuk melawan club Jaguar lagi." tanya Kenzi ." Atau kamu tidak usah ikut balap biar di gantikan Dika saja." ujarnya lagi. mungkin Kenzi khawatir saat Dhira melawan club Jaguar lagi, karena Dhira sudah pernah terjatuh saat club Jaguar berbuat curang.
" Tidak papa, biar aku saja yang melawan betina tutul. Lagian enggak imbang jika cowok lawan cewek kan." jawab Dhira, dan di anggukkan oleh Kenzi yang memang benar jika perempuan lawan pria tidak akan imbang.
Malam yang begitu pekat dan masih sama saat semua muda-mudi menikmati pertandingan balapan.
Club Dhira yang sudah datang terlebih dulu memilih untuk mengecek kembali motor Dhira yang akan di adu balap.
Menyadari jika ada yang berbeda di malam ini, saat club lawannya datang terlambat dan ada yang berbeda dari betina tutul.
Dhira menatap betina tutul yang tidak seperti biasanya, wanita itu lebih banyak diam tidak seperti biasanya yang selalu menyombongkan diri dan ganjen. Tidak mempedulikan itu lagi hingga Dhira memilih lagi untuk fokus pada kendaraannya.
Dava yang melihat Dhira sudah membaik dan kembali untuk balapan lagi merasa lega dan senang jika wanita ini begitu kuat dan tidak ada rasa takut sama sekali, tersenyum tipis hingga tidak ada yang tau jika dia tersenyum menatap Dhira.
Balapan yang di mulai dengan pria lawan pria, dan balapan terakhir melawan wanita sama wanita.
Lagi-lagi Dhira merasa bingung akan sikap Betina tutul yang tidak banyak bergaya saat sudah berada di garis start.
Dhira yang memenangkan pertandingan merasa puas dan senang akan kemenangannya. Beranjak akan pulang tapi di tahan oleh ketua Jaguar yang datang menghampirinya.
Dhira dan teman clubnya memicingkan mata akan kehadiran ketua Jaguar yang ada di hadapannya.
" Ada keperluan apa." tanya Kenzi
" Aku ada perlu dengannya."
" Bicara saja pada kita, tidak perlu berdu-."
" Tidak jauh dari sini ada swalayan, aku akan menemui mu di sana." kata Dhira, membuat semua teman clubnya menatapnya terutama Kenzi yang sedikit terkejut akan perkataan Dhira yang mau menemui ketua Jaguar.
" Hmm, aku tunggu." jawab Dava dan berjalan kembali ke arah clubnya yang sedang menunggunya untuk pulang ke bace camp bersama.
" Dhir.!" pekik Kenzi.
" Tidak papa, aku bisa jaga diri." ucap Dhira untuk menenangkan mereka yang merasa khawatir bila ketua Jaguar akan menyakiti Dhira.
" Kita akan mengikuti ka-."
" Kalian pulang saja, aku juga akan pulang nanti setelah berbicara dengan dia." perintah Dhira yang tidak ingin ada siapa pun mengikutinya.
__ADS_1
" Baik lah, tapi jika dia macam-macam kamu langsung hubungin kita." kata salah satu teman Dhira dan di anggukkan Dhira dengan tersenyum.
Kenzi menatap Dhira dengan rasa khawatir dan Dhira pun hanya memberikan isyarat tersenyum serta mengangguk kecil untuk tidak terlalu khawatir.
Menjalan motornya dan berpisah dengan Dhira yang memberhentikan motornya di supermarket mini sedangkan clubnya memilih untuk kembali ke bace camp.
Melihat ketua Jaguar yang sudah duduk di depan swalayan dengan dia yang meminum minuman kaleng bir.
" Maaf lama." ucap Dhira yang menghampirinya dan duduk di depan Dava.
" Tidak apa-apa." jawabnya dengan sedikit tersenyum dan ini pertama kalinya Dava tersenyum pada wanita.
" Kamu ingin berbicara apa." kata Dhira to the poin.
Mengambil camera vlog yang ada di saku hoodynya dan menaruhnya di atas meja serta menggesernya ke arah Dhira.
" Aku hanya ingin mengembalikan ini, dan Aku minta maaf untuk anak buah ku yang sudah berbuat curang dan sudah menyelakai mu." ucap permintaan maaf Dava dengan tulus.
" Tidak masalah dan aku sudah memafkannya." jawab Dhira dengan tersenyum dan mengambil camera vlognya, hanya mengangguk dan kembali meminum kaleng birnya.
" Apa luka mu sudah sembuh." tanya Dava.
" Sudah." jawab Dhira " boleh aku bertanya." ujar Dhira, hanya mengangguk dan menatap Dhira.
" Apa kau melakukan sesuatu pada wanita itu." kata Dhira, Dava yang tau dengan kata 'wanita' yang di ucapkan oleh Dhira.
" Aku hanya memberikan luka yang sama dengan mu." jawabnya dengan jujur, membuat Dhira menatap tajam.
" Kenapa kau menghukumnya, aku kan sudah memberi peringatan malam itu." tegas Dhira dengan mata yang tajam.
" Dia melukai mu." jawabnya dengan santai
" Tidak seharusnya kau melukai wanita, dia sungguh terluka. Bukan hanya fisiknya, tapi juga hatinya." saut Dhira " Aku sungguh kecewa." ujarnya lagi dengan berdiri dan akan pergi.
" Apa kamu masih marah dengan ku Dhir.!" ucapnya yang membuat Dhira berhenti dan berbalik menatapnya.
.
.
.
.
__ADS_1
🐨🐨🐨
Maaf atas keterlambatannya.🙏🙏