Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
teman clab ke rumah


__ADS_3

Ada sisi lain yang baru aku tau dari diri mu dan aku menikmatinya ketika kau tertawa, seakan beban yang kau miliki hilang sekejab.


.


.


.


.


Rumah yang selalu sepi dan tidak pernah terdengar suara tertawa dari pemilik rumah, kini berubah sekejab. Alex menikmati suasana seperti ini, dimana rumahnya terdapat banyak orang yang sedang ingin bertemu dengan Dhira.


Beberapa jam yang lalu segerombolan anak geng motor ke rumah Dhira, untuk menjenguk teman ceweknya yang sedang terluka akibat menolong orang dari preman yang akan merampoknya.


Dan ini pertama kalinya teman clab motor Dhira datang ke rumah tanpa memberi kabar dahulu, karena Dhira selalu melarangnya untuk datang ke rumahnya dan mereka tidak tau alasannya apa. Dan mereka tidak keberatan dengan keputusan Dhira karena itu adalah privasinya, tapi kali ini mereka tidak peduli dengan perkataan Dhira meskipun nanti mereka akan di usir.


Ruang tamu yang tidak terlalu luas itu penuh dengan teman clab Dhira hingga terpaksa Dhira menyuruh mereka duduk berlesehan dengan karpet yang ada tapi mereka menikmatinya dan mereka begitu heboh sendiri.


sekitar tujuh orang termasuk Kenzi juga ikut datang untuk melihat kondisi Dhira, tapi dia sedikit terkejut karena melihat orang yang di tolong Dhira ada di rumah Dhira sedang menemani Alex dan Citra bermain ular tangga.


Teman clab Dhira sedikit terkejut jika Dhira mempunyai kakak yang autis karena Dhira tidak pernah bercerita apa pun tentang dia, tentang keluarganya. Tapi mereka tau jika Dhira adalah orang yang tertutup dan tidak banyak bicara.


" Kenapa kamu tidak bilang jika kamu mempunyai kakak.?" tanya Dika.


" Buat apa aku bercerita pada kalian."


" Apa kamu malu untuk memperkenalkan kakak mu pada kita." tanya Kenzi.


" Aku tidak malu, hanya saja aku ingin melindungi privasi kakak ku." jawab Dhira dengan jujur, karena memang kenyataannya Dhira ingin melindungi Alex.


" Kita sudah anggap kamu sebagai adik perempuan kita, begitu juga dengan kakak mu yang juga pasti akan kita anggap sebagai saudara bagaimana pun itu keadaannya." selat Dika.


Memang benar teman clab Dhira sudah menganggap dirinya sebagai adik dan selalu memperlakukan baik serta melindunginya.


Menatap ke arah mereka satu persatu dengan bibir mereka yang tersenyum dan mengangguk setuju apa yang baru saja di ucapkan oleh Dika membuat Dhira merasa terharu serta tersenyum.


" Terima kasih." ucap Dhira tulus. " Kalian sudah makan.?" tanya Dhira


" Belum.!" jawab serempak teman cowok Dhira dan tertawa bersamaan hingga terdengar oleh Alex, Citra dan Revan hingga mereka menatapnya.


Berlari kecil untuk menghampiri adiknya karena merasa penasaran dan ingin berkumpul dengan yang lain serta di ikuti oleh Citra dari belakang.


" Apa.?" tanya Alex.

__ADS_1


"Eh, tidak ada apa-apa" jawab Dhira dengan menyuruh Alex duduk di sampingnya.


" Geser aku juga mau ngumpul." pinta Citra pada Dhira.


"Ih. kepo.!!" seru Dika.


"Biarin." sewot Citra dengan menjulurkan lidahnya.


Citra memang sudah kenal dengan teman clab Dhira saat mereka pernah beberapa kali datang ke cafe hanya untuk nongkrong dan kadang nobar bersama.


Terkadang Citra juga ikut untuk melihat Dhira bertanding balab motor, meskipun dia tidak mau ikut masuk dalam clab Dhira.


Menatap ke arah belakang mendapati Revan yang sedang menatapnya, dan dia tersenyum saat Revan tersenyum dengannya.


" Tunggu sebentar." ucap Dhira pada temannya dan berdiri untuk menghampiri Revan.


Melihat kepergian Dhira dan menatapnya saat Dhira menghampiri pria itu hingga membuat hati kenzi panas dan mulai cemburu.


" Kamu tidak mau berkumpul?" tanya Dhira.


" Tidak terima kasih." dengan melihat jam di tangannya. " Aku pulang dulu, karena masih ada pekerjaan." ucap Revan.


" Hmm, terima kasih sudah mau ke rumah ku." kata Dhira.


" Kenapa pipi kamu kayak tomat." tanya Revan membuat Dhira menatapnya.


" Salting nich gara-gara kamu!" jawab Dhira dengan menahan senyum, dan sukses membuat Revan tertawa.


" Salting. Astaga.!!" dengan menggelengkan kepala


" Ih, tertawa" ucap Dhira " Kamu kalau tertawa cakep ya." godanya.


" Sudah cakep dari dulu." jawab Revan dengan gaya tengilnya.


" Ih.!! sok Yes. " kata Dhira


" Emang." jawab Revan lagi, hingga membuat Dhira merasa sebal.


" Udah sana kerja, cari uang yang banyak buat modal nikahin aku.!" ucap Dhira.


"Masih bocil, belum Enak di pegang." jawab Revan dengan gamplang dan berjalan meninggalkan Dhira yang melototkan mata saat Revan berbicara sedikit vulgar. tersenyum saat Revan berhasil membuat Dhira menggerutu sendiri.


" Belum enak di pegang? ." dengan menunduk menatap dadanya " Dasar pria cabul." gerutunya dengan gemas dan berjalan mengikuti Revan dari belakang

__ADS_1


Revan berpamitan dengan teman teman Dhira yang sedang berkumpul di ruang tamu, dan teman Dhira membalasnya dengan sopan tapu tidak pada Kenzi yang menatapnya dengan tatapan dingin serta tidak menjawab perkataan Revan.


Mengantarkan Revan hingga ke depan rumah dengan wajah yang asam.


" Aku pulag.?" kata Revan.


" Iya, hati-hati." jawab Dhira, hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


masuk ke dalam mobil membuka kaca sedikit untuk melihat wajah Dhira dan tersenyum saat tangan Dhira melambaikan tangan.


Menatap mobil yang melaju pelan hingga tak terlihat membuat Dhira tersenyum entah kenapa dia bisa sedekat ini dengan orang yang baru dia kenal.


Jika mengingat dulu ia tidak pernah menghiraukan cowok yang mencoba mendekati dirinya, apa lagi mengajaknya berbicara Dhira tidak pernah menghiraukan.


Tapi saat bertemu dengan Revan di taman dia lah yang pertaman kali mengajaknya berbicara, Dhira yang selalu menggoda Revan hingga membuat Revan merasa sebal dan itu sukses membuat Dhira senang serta bisa tertawa kembali.


Berbalik ke belakang untuk masuk ke dalam rumah sedikit tersentak kecil saat mendapati tubuh Kenzi ada di hadapannya sekarang.


" Kenzi.!" pekik Dhira " Ngagetin saja." ujarnya lagi, tersenyum melihat expresi Dhira.


" Dia bukannya yang semalam kamu tolong." tanya Kenzi.


" Iya.?" jawab Dhira


" Kok dia tau rumah kamu." tanyanya lagi.


" Dia pelanggan cafe dan tadi ke sini sama Citra." kata Dhira dan berjalan ke dalam rumah di ikuti Kenzi dari belakang.


" Kamu suka dengannya." ucap Kenzi hingga membuat Dhira berhenti jalan dan berbalik menatapnya.


" Suka.? yang benar saja, orang aku baru kenal." jawab Dhira dengan tersenyum dan menggelengkan kepala dan berjalan kembali untuk bergabung dengan teman clabnya meninggalkan Kenzi yang tidak bergerak dan menatapnya.


Mungkin saja kamu suka dengannya. Karena aku tidak pernah melihat mu seperti ini sebelumnya.! tertawa serta tersenyum dengan orang yang baru kamu kenal." gumam Kenzi, dan tersentak kecil saat mendengar suara temannya yang memanggilnya.


.


.


.


.🐰🐰🐰


ciye ciye nungguin babang kadal ya 😀😀

__ADS_1


__ADS_2