
Karena masa lalu cintaku, telah mengubah hidupku untuk lebih baik lagi.
.
.
.
.
" Boleh aku bertanya?" Ucap Dhira, saat mereka sudah berada di rumah dan mulai masuk ke dalam kamar.
" Hmm, iya apa?" Jawab Revan, bersandar di tempat tidur menatap istrinya yang sedang berjalan menghampirinya.
Duduk berhadapan dengan Dhira yang mulai gelisah dan takut.
" Ada apa?" Tanya Revan, menangkap gelagat Dhira yang sedikit aneh saat pulang dari rumah ibunya.
" Kamu mau berkata jujur?" Mengerutkan kening, seakan dirinya tak paham apa yang akan di bicarakan Dhira.
" Aku ingin kamu berkata jujur padaku, dan tidak boleh sedikit pun ada yang di tutupi." Ujar Dhira lagi.
" Hmm, baiklah." Jawab Revan tersenyum, karena dirinya juga mulai penasaran apa yang ingin istrinya tanyakan.
" Apa ... mbak Eva dulu pacar kamu kak?" Tanya Dhira.
Deg.
Terkejut akan pertanyaan istrinya, yang sudah di tutup rapat oleh dirinya, Arzan, Eva serta kedua orang tuanya.
Tapi, dia tidak bisa menyembunyikannya lagi jika istrinya sudah mengetahuinya dan ini sangat sulit untuk menceritakan masa lalu. Apa lagi jika dirinya takut jika istrinya akan marah dengannya.
" Jika aku berkata jujur apa kamu akan marah?" Tanya Revan.
" Tidak?" Jawab Dhira.
" Iya, dulu dia memang mantanku." Jawab Revan.
" Apa karena itu, dulu kakak galau selalu menerung di taman." Tanya Dhira, membuat masa lalunya kembali lagi dalam ingatannya dan bagaiman pertemuannya dengan Dhira waktu itu.
" Iya?" Jawab Revan. " Apa Eva memberitahukan kamu?" Tanya Revan.
" Tidak?" Jawab Dhira. " Aku tidak sengaja mendengar ucapan dari salah satu kerabat Mama Vani, saat aku sedang bersama dengan Arva." Ujarnya lagi dan memang benar yang di katakan Dhira.
__ADS_1
Eva yang kala itu sudah selesai memberi makan Arva dan meminta tolong pada Dhira untuk menjaga anaknya dan meninggalkannya menuju dapur untuk membersihkan mangkuk Arva.
Dua kerabat Nyonya Vani menyapa Dhira serta Arva yang ada di pangkuannya.
" Ini anak siapa?" Tanya Kerabat Nyonya Vani, mentoel dagu Arva dengan gemas.
" Putranya kakak ipar?" jawab Dhira.
" Oohh, anaknya Arzan dan Eva?" Ucap Kerabat Nyonya Vani.
" Iya?" Jawabnya dengan tersenyum.
" Cakep sekali?" Ujarnya, merasa sangat gemas akan pipi gimbul Arva, sempat mengobrol menanyakan kabar Revan dan kehamilan Dhira hingga dua ibu paruhbaya memutuskan untuk pergi.
Tapi, seorang ibu bertanya pada sebelahnya dan tanpa di mengerti Dhira mendengarkannya dan sedikit terkejut.
" Eva itu bukannya mantan Revan?"
" Iya, tapi sekarang sudah menjadi kakak ipar?" Jawab kerabat lainnya, dan tidak terdengar lagi saat mereka sudah menjauh.
percakapan dua ibu-ibu yang sangat membuatnya terkejut, dirinya tidak pernah mengerti sama sekali dan juga Revan tidak pernah bercerita padanya.
Hingga itu, dirinya mencoba sebisa mungkin untuk tidak bertanya terlebih dulu pada Revan saat dirinya masih di rumah mertua.
Menghembuskan nafas berat, menatap istinya yang sedang menatapnya dan menggenggan tangannya.
" Cemburu enggak." Tanya Revan.
" Sedikit?" Jawab Dhira, membuat Revan tertawa dan mengacak rambut istrinya.
" Ya sudah gak usah cerita."
" Tapi aku penasaran!" Rengek Dhira. " Ayo cepat cerita!" Paksanya lagi.
" Intinya itu semua kesalahanku, dan mungkin kita belum jodoh." Jawab Revan.
" Memang kesalahan kakak apa?" Tanya Dhira.
" Menyia-nyiakan wanita baik seperti istriku." Colek hidung Dhira dengan tersenyum.
" Ihh kakak!" Seru Dhira, mengerucutkan bibirnya.
" Sudah ayo tidur?" Ajak Revan mengacak gemas rambut Dhira, Mengangguk dan naik ke atas ranjang.
__ADS_1
Masih banyak yang sebenarnya ingin dia tau tentang suaminya dan kakak iparnya dulu, tapi karena Revan enggan meneruskan ucapannya lagi ia pun tak bisa memaksa. Mungkin karena Revan tau jika dia bisa saja akan menyakiti hati dirinya, dan bisa membuatnya cemburu.
Tidur berhadapan dengan Revan yang menyentuh pipinya.
" Jangan pernah cemburu dengan kakak ipar kamu, jangan pernah marah, karena itu sudah masa lalu dan dia sudah bahagia dengan kehidupan yang baru. Seperti aku yang sekarang sudah bahagia dengan kamu dan hanya kamu wanita yang ada di hatiku sekarang." Ucap Revan, masih mengusap pipi Dhira menatap lekat mata yang sendu.
Pipi yang bersemu merah mendengar ucapan suaminya, merasa dirinya sangat berharga di dalam hidup Revan.
" Hanya Anandhira yang aku cintai sekarang daj akan selamanya ada di sini." Ujarnya lagi mengambil tangan Dhira menyentuhkannya di dadanya dan dia bisa merasakan detak jantungnya.
Detak jantung yang sangat menenangkan dan sangat menghangatkan. Hanya kejujuran yang saat ini ia rasakan, hingga dirinya merasa terharu.
Menyandarkan kepalanya di dada Revan, menghirup aroma tubuh Revan yang sangat ia sukai semenjak hamil.
" Aku percaya dengan mu kak?" Ucap Dhira, membuat Revan tersenyum, mengusap kepala Dhira dan menciumnya berkali-kali.
Sulit jika dirinya bercerita pada istrinya tentang masa lalunya dengan Eva yang sekarang sudah menjadi kakak ipar. dirinya yang tidak ingin membuka masa lalu dan juga dirinya yang tidak ingin menyakiti hati istrinya.
Karena sebelum Dhira hadir dalam hidupnya, Eva lebih dulu menghiasi hatinya, mewarnai hari-harinya yang membuatnya menjadi pria tengil dan menyebalkan. Dan karena Eva membuat dirinya bisa lebih dewasa lagi saat mereka sudah tidak bersama dengan Eva yang memilih Arzan menjadi pendamping hidupnya.
Bukan tidak terima akan perpisahan dirinya dengan Eva, hanya saja dirinya kecewa dengan keadaan yang tidak mendukungnya sama sekali saat berpacaran dengan Eva, wanita ular yang selalu berusaha menghancurkan kekasihnya dan ibu yang dulu terpengaruh dengan ucapan orang hingga membuatnya harus mengalah, memutuskan Eva. Dan itu membuat dirinya berubah menjadi pria lebih dewasa serta dingin dengan para wanita.
Tapi, ketika bertemu dengan Anandhira. Ia yang dulu dingin dengan wanita, perlahan luntur dan mulai hangat serta kembali tersenyum. Gadis yang tomboy, tangguh dan penyayang. Gadis yang selalu bertemu dengannya, yang selalu menggodanya dan selalu membuatnya sebal dan juga ngangenin.
Gadis yang mandiri, tidak pernah takut pada siapapun dan gadis yang pekerja keras untuk menghidupi keluarga kecilnya.
Dia, gadis yang sudah mencuri hatinya, yang sudah membuatnya jatuh cinta ke dua kali dan dia yang sudah membuat hari-harinya kembali menjadi dulu lagi.
Anandhira, istrinya, calon dari anak-anaknya, kehidupan barunya dalam keluarga kecilnya, semangat hidupnya dan hatinya sudah sepenuhnya untuk Anandhira. Tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya, dan akan menjaganya hingga maut memisahkannya.
Semoga keluarga kecilnya di jauhkan dari gangguan orang jahat dan semoga keluarga kecilnya bahagia selalu.
.
.
.
.
🍃🍃🍃
Wahh!! Babang kadal tinggal detik-detik akhir acara nich.😁😁
__ADS_1
Maaf aku jarang sekali update, bukan karena malas. Memang akhir-akhir ini sangat sibuk, sibuknya bukan seperti sultan andara ataupun sultan bintaro.😂😂
Insyaallah bulan besok sudah mulai aktif kembali dan rutin untuk update, jika enggak ada halangan.