Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
kamar penjelasan


__ADS_3

Tidurku tidak begitu nyenyak hanya karena kamu yang selalu di kelilingi pria lain.


.


.


.


.


Pagi yang belum terlihat matahari, dirinya sudah terbangun dengan wajah muram dan tidak bisa tidur nyenyak karena semalam, yang masih memikirkan siapa pria itu berada di rumah kekasihnya di malam hari dengan terdengar sangat akrab di balik telpon.


Revan ingin sekali ke rumah Dhira tapi di larang oleh dia, dengan alasan jika Dhira tidak ingin orang tau dulu jika Dhira sudah mempunyai pacar. Bukan karena malu atau takut semua temannya menghindarinya, tapi memang Dhira tidak suka mengumbar tentang hubungan mereka pada siapa pun termasuk teman-temannya.


Cukup biarkan Dhira dan Revan yang menjalaninya, tanpa harus ada orang yang ingin mengompori tentang buruk baiknya pasangan kekasih ini. Biarkan mereka saling menjaga kepercayaan dan saling mengerti satu sama lain, walaupun nanti salah satu dari mereka akan ada yang kecewa dan memafkannya.


Bila sudah waktunya, Dhira sendiri akan bilang pada semua orang, akan bilang jika dia tidak mempunyai kekasih, tapi seorang calon suami yang akan menikahinya dan menjadi pembimbing dalam hidupnya.


Kelak dia akan meninggalkan satu persatu hoby dan mulai menjaga jarak dengan teman pria jika sudah menikah agar dirinya tidak melukai suaminya nanti.


Pagi sekali Revan meninggalkan rumah orang tuanya tanpa sarapan bersama dengan ke dua orang tuanya terlebih dulu, hanya meminta tolong pada salah satu pelayan rumah, jika orang tuanya bertanya tentang dirinya, sampaikanlah jika dirinya pulang kerumah karena ada berkas klaen penting yang harus di bawa ke kantor.


Bukan ke arah rumahnya, melainkan dirinya berbelok arah untuk ke rumah kekasihnya, dirinya sungguh penasaran, sungguh cemburu dan ingin sekali meminta penjelasan.


Pagi yang belum terlihat sinar matahari ia sudah berada di depan rumah kekasihnya dengan melihat bik Minah yang baru saja belanja sayur keliling.


" Mas Revan.?" sapa bik Minah dengan ramah.


" Dhiranya masih tidur bik.?" tanya Revan.


" Iya mas, non Dhira masih tidur. Silahkan masuk mas Revan." jawab bik Minah dengan membuka pintu gerbang, Revan pun masuk ke dalam rumah dan di ikuti bik Minah dari belakang dan berbalik menatap bik Minah.


" Bik, saya boleh tanya.?" ucap Revan, membuat bik minah mengangguk


" Semalam yang ke rumah siapa bik." tanya Revan dengan nada pelan.


" Oh? semalam yang ke rumah mas Dava, mas." jawab bik Minah.


" Dava?" gumamnya dengan lirih dan di anggukkan oleh bik Minah " Apa dia teman club Dhira bik." tanyanya.

__ADS_1


" Bukan mas, Mas Dava sahabat Non Dhira dan Den Alex sejak kecil." jawab bik Minah, membuat Revan mengerutkan kening karena Dhira tidak pernah menceritakannya.


" Terima kasih bik." ucap Revan dengan menyudahi tanyanya pada bik Minah, bik Minah pun mengangguk dan pergi menuju dapur untuk masak sarapan pagi.


Revan pun bergegas ke kamar Dhira yang selalu tidak di kunci hingga dirinya bisa masuk begitu saja.


Masuk ke dalam kamar Dhira dengan pelan dan menguncinya agar nanti Alex tidak masuk saat dia ingin membangunkan Dhira.


Tersenyum saat kekasihnya masih tertidur pulas dengan miring ke samping memperlihatkan wajahnya yang manis dan damai. Perlahan ia naik ke dalam ranjang Dhira dan memeluknya dari belakang serta mencium bahu kekasihnya dan ikut tidur dengan menempelkan wajahnya di punggung kekasihnya karena dirinya masih merasa ngantuk.


Perlahan Dhira terbangun karena mendengar suara Alex dan ketukan pintu beberapa kali hingga dirinya terkejut saat melihat tangan yang melingkar di perutnya. Segera berbalik untuk menatap tangan yang melingkar di perutnya membulatkan mata melihat kekasihnya tidur di kamarnya.


Dhira pun bangun dengan hati-hati menyelimuti kekasihnya hingga ujung kepala, beranjak dari ranjang menuju pintu membukanya dan segera keluar kamar untuk menemui Alex.


" Dhila pintu gak bisa di buka." tanya Alex dengan cemberut.


" Ah, maaf ya kak Dhila semalam menguncinya." jawabnya dengan tersenyum " Selamat pagi kak Alex." sapa Dhira.


" Selamat pagi." sapa balik Alex dengan tersenyum, Alex selalu terbiasa ke kamar Dhira setiap pagi hanya untuk membangunkan adiknya dan menyapanya.


" Sudah mandi kak." tanya Dhira.


" Kalau gitu kakak nonton tv saja dulu, Dhira mau mandi." ucap Dhira, di anggukkan oleh Alex dan berjalan menuju ruang keluarga.


Dhira kembali masuk ke dalam kamar, dan menghembuskan nafas panjang saat ia menatap kekasihnya yang tertidur di ranjangnya.


Berjalan menuju ranjang dan membuka selimut yang menutupi kepala Revan, mengerutkan kening dengan melihat kekasihnya yang masih tertidur.


" Sejak kapan kamu tidur di kamar ku." ucap Dhira lirih dan menyentuh rambut kekasihnya yang berantakan membenarkannya dengan tersenyum.


Revan yang mendapatkan sentuhan dari Dhira mulai membuka mata, menggenggam tangan kekasihnya membuat Dhira sedikut terkejut.


" Selamat pagi Beb." ucap Revan dengan suara seraknya dan mencium tangan Dhira.


" Selamat pagi.?" jawab Dhira dengan tersenyum. " Jam berapa kamu di sini.?" tanya Dhira.


" Tadi jam lima." jawabnya dan menarik Dhira untuk tidur kembali di sampingnya.


Memeluk tubuh kekasihnya dengan erat membuat Dhira tersenyum.

__ADS_1


" Sudah marahnya Beb.?" tanya Dhira, mendongakkan kepala menatap kekasihnya. Ya Revan semalam marah dengan Dhira tidak menghubunginya sama sekali saat Dhira melarangnya untuk tidak ke rumah.


" Masih, hanya sedikit saja." jawabnya, dengan mencium puncak kepala Dhira.


" Ingin aku jelaskan.?" kata Dhira.


" Jika kamu tidak keberatan.?" jawab Revan, Dhira pun tersenyum dan memberikan kecupan sekilas di bibir kekasihnya, membuat Revan tersenyum dan membalas kembali mencium Dhira hingga sedikit bermain.


" Ih.. aku akan cuma kasih kecupan kenapa kamu membalasnya sih Beb.!" gerutu Dhira, saat mereka sudah melepaskan ciuman paginya.


Tersenyum dan mengusap bibir Dhira yang basah " Karena aku menyukainya." jawab Revan, membuat pipi Dhira merah merona.


" Tapi bau Beb? kan bangun tidur." ucap Dhira.


" Masak sih? coba sini." kata Revan dengan mencoba kembali mencium Dhira, membuat Dhira segera menghalang bibir Revan dengan tangannya.


" Mulai cari kesempatan saja." cibik Dhira, dan Revan langsung tertawa.


" Habisnya, kecanduan?." jawab Revan dengan jujur dan memeluk kekasihnya.


" Aku tidak bisa tidur semalaman, karena memikirkan kamu bersama pria itu." ucap Revan.


" Dia teman lama kak Alex mulai dari kecil, dan aku menjaga jarak dari para pria hanya karena kamu." jawab Dhira tersenyum, dengan menatap Revan.


" Hmm, aku tau." ucap Revan dan mencubit hidung Dhira gemas, dengan Dhira yang meringis kesakitan. " Tapi tetap saja aku cemburu dan khawatir karena kamu wanita." ujarnya lagi, tersenyum saat kekasihnya cemburu dan bisa mengontrol kecemburuannya.


Dava orang yang dulu selalu ada di saat ia membutuhkannya, melindungi dirinya dan kakaknya, jasa dia selalu banyak. Masih sedikit menghargai, tapi dirinya mulai menjaga jarak dengan sahabat lamanya saat Dava mencoba kembali dalam kehidupannya.


Belum saatnya Revan tau, tentang Dava yang pernah mencoba memerkosanya karena pengaruh alkohol. Cukup biarkan saja ia pendam dulu karena itu juga bukan kesalahan Dava sepenuhnya.


" Tetap seperti ini ya kalau cemburu, jangan berlebihan." pinta Dhira. " Love you." ucap Dhira dengan memeluk Revan, membuat Revan membalas pelukan kekasihnya.


" Love you too." jawab Revan dan mencium puncak kekasihnya.


.


.


.

__ADS_1


.🍃🍃🍃


__ADS_2