
Tidak akan ada salah paham, jika kita saling terbuka dan jujur. Tapi ingatlah, jangan pernah buat kepercayaan itu hancur hanya karena kebohongan kecil.
.
.
.
.
Memilih tidur di cafe saat dirinya enggan sekali untuk pulang dengan keadaan yang terlalu kacau dan tak ingin membuat orang rumah tau apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
Mencuci muka sebelum ia keluar dari ruang kerjanya. Masih terlalu pagi dan belum ada karyawan yang datang untuk membuka cafe dari depan, hingga dirinya memutuskan untuk pulang sebelum ada yang melihat keadaannya yang kacau.
Dalam perjalanan dirinya masih menguap dan masih mengantuk, ingin cepat-cepat pulang mengistirahatkan tubuh dan matanya yang membengkak karena terlalu banyak menangis.
Membuka pagar, memasukkan motornya di garasi dan berjalan masuk ke dalam rumah yang langsung di sambut dengan Alex duduk di sofa sambil nonton tv.
" Sudah bangun kak.?" sapa Dhira dan duduk di sampingnya.
" Dhila habis olahlaga ya, napa gak ajak Alex." gerutu Alex.
Mengerutkan kening saat Alex menggerutu karena tak di ajak olahraga, padahal ia baru saja pulang dari cafe dan belum sempat memberi alasan pada kakaknya. Mungkin Bik Minah yang memberikan alasan pada Alex dan membuatnys tidak marah serta khawatir dengan dirinya.
" Maaf ya kak." ucapnya " Janji dech besok Dhira ajak lari-lari kecil keliling komplek." ujarnya lagi dengan tersenyum
" Janji.?" ulang Alex.
" Janji." jawab Dhira, membuat Alex tersenyum senang.
" Dhira masuk dulu ya kak dan Dhira mau tidur, capek."
" Iya.?" jawab Alex singkat dan memilih fokus dengan tv.
Masuk ke dalam kamar, melepas jaket dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, memeluk guling dan menutup mata yang sudah terlalu lelah dan mengantuk.
Sempat mendengar ada pintu yang terbuka, tapi dirinya sudah tak bisa lagi membuka matanya, hingga dirinya benar-benar terlelap.
Revan yang baru saja keluar dari kamar mandi, membuatnya mengerutkan kening saat melihat tubuh kekasihnya yang sudah ada di tempat tidur. Berjalan ke arah Dhira, duduk di samping Dhira yang tertidur pulas.
__ADS_1
Ya, Revan memilih pulang ke kotanya saat acara pesta sudah selesai, memilih penerbangan di malam hari karena dirinya begitu sangat merindukan kekasihnya.
Tiba di rumah Dhira sekitar jam dua pagi, karena dirinya sudah mempunyai kunci cadangan hingga dirinya tak perlu mengganggu orang yang ada di dalam untuk bangun.
Rasa lelah begitu hilang saat ia melangkah masuk ke dalam kamar Dhira. Pandangan mata pertama kali yang ia tuju adalah tempat tidur Dhira, mengerutkan kening saat tak mendapati kekasihnya.
Mencoba ke lantai dua mungkin saja kekasihnya tidur di kamarnya, tapi lagi-lagi tidak ada menemukan kekasihnya hingga membuat dirinya sedikit bingung.
Memilih turun kembali, membuka pintu rumah melihat garasi yang tak ada motor Dhira di sana.
Sudah jam dua, kemana dia?" gumam Revan.
Mencoba menelpon nomer tak aktif membuatnya semakin penasaran, hingga dirinya menelpon Dika yang di telpon pun sama tidak tau keberadaan Dhira di mana.
Mencoba menunggunya di ruang tamu hingga ia ketiduran dengan posisi duduk. Sayup sayup mendengar suara bik Minah yang membangunkannya membuat dirinya terbangun dengan badan yang sakit karena tidur duduk.
" Maaf bangunkan mas Revan.?" ucap Bik Minah.
" Enggak papa Bik! makasih." Jawab Revan.
" Sama-sama Mas Revan, kalau begitu saya belanja dulu ke depan." Pamit Bik Minah.
" Tunggu Bik!" Cegah Revan, membuat Bik Minah berhenti.
" Setau Bibik, Non Dhira semalam enggak kemana-mana Mas, di rumah saja." Jawab Bik Minah, hanya diam dan mengangguk.
" Kalau begitu saya permisi Mas."
" Iya Bik, makasih." Ucap Revan dan di anggukkan oleh Bik Minah.
Termenung memikirkan kekasihnya yang pergi tanpa memberitahu Bik Minah atau dirinya, membuat dirinya sedikit curiga dan khawatir.
Menghembuskan nafas berat, merasa lelah hingga ia memutuskan untuk ke kamar Dhira menyegarkan tubuh sebelum dirinya merebahkan badannya.
" Levan?" sapa Alex saat melihat Revan akan masuk ke kamar Dhira.
" Dhila mana?" tanya Alex
" Dhira lagi olahraga." Bohong Revan tak tau harus menjawab apa lagi. " Nonton tv sana, di meja cemilan, Revan belikan buat Alex." ujarnya lagi membuat Alex mengangguk senang.
__ADS_1
" Makasih." jawabnya dan di anggukkan oleh Revan
Memperhatikan Dhira yang sudah tertidur pulas dengan mata yang membengkak, membuat hatinya bertanya akan apa yang sebenarnya terjadi.
Ikut membaringkan tubuh di samping kekasihnya, menggeser tubuh Dhira untuk lebih mendekat padanya, mencium puncak kepala dan memeluk tubuhnya dan tidur bersama dengannya.
***
" Sudah kamu mengirimkan fotonya."
" Sudah Nona.?"
" Bagus." Ucap gadis seusia Dhira. " Kau boleh pergi." ujarnya dengan mengibaskan tangan, mengusir pelayan wanita.
Memandangi foto Dhira bersama Kekasihnya saat mereka sedang jalan bersama. dan mamandangi foto dirinya saat ada di pesta bersama kekasih Dhira.
Gue gak nyangka selera loe ternyata tinggi, meskipun loe sudah jatuh miskin!" gumamnya, dengan senyum ejek.
Ibu loe sudah menjadi mama tiri gue, dan sekarang giliran kekasih loe yang akan jadi milik gue.! ujarnya lagi, merobek foto Dhira dan meninggalkan foto Revan sebagai icarannya.
Kinan, mantan sahabat Dhira sejak duduk di bangku smp hingga sma. Empat sahabat yang selalu bersama, hingga menjauhi Dhira saat Dhira jatuh miskin.
Dhira yang banyak di sukai para cowok satu sekolah, karena mempunyai wajah cantik alami dan tomboy, membuat Kinan iri dan kalah popularitas dengannya.
Sejak dulu cowok yang Kinan sukai lebih mengagumi Dhira dan terang-terangan mengungkapkan cintanya di hadapan dirinya. Terlebih lagi jika dulu Dhira lebih kaya daripada dirinya. Setiap nongkrong Dhira yang selalu bayar makanan, nonton, terkadang juga traktir pakaian hingga dua sahabatnya selalu memuji Dhira hingga membuatnya semakin benci dan iri, karena dirinya tidak pernah di puji oleh sahabat, dan para cowok.
Mengetahui Ayah Dhira sudah bangkrut, Kinan mulai beraksi dengan mentraktir dua sahabatnya, mulai dari nonton dan nongkrong bersama hingga Kinan pun juga memprovokator dua sahabatnya untuk menjauhi Dhira, saat Dhira ingin meminjam uang pada para sahabatnya.
Picik sekali Kinan memanfaatkan situasi yang bagus untuk balas dendam. Kinan yang marah saat Papanya diam diam menikah lagi tanpa memberitahukannya terlebih dulu dan terlebih terkejutnya lagi istri baru Papanya adalah Ibu Dhira
Semakin marah dan benci dengan Dhira, karena Ibu Dhira sudah menggeser Mamanya di hati Papanya.
Memanfaatkan situasi dengan mengirimkan foto pernikahan papa dan ibu tirinya ke nomer Dhira agar dia juga merasakan sakit hati, sama seperti dirinya yang sakit hati pada ayahnya. dan menyuruh mama tirinya untuk tidak membawa anak-anaknya ke rumah karena dirinya enggan untuk berbagi.
Dan kini mereka akan di pertemukan lagi, membuat Kinan ingin sekali membalas dendam.
.
.
__ADS_1
.
.🍃🍃🍃