
Pagi ku saat mendapatkan notif dari mu, membuat ku tersenyum dan semangat untuk selalu membalas chat kamu.
.
.
.
.
Pertama kali merasakan tembakan cinta langsung dari seorang pria yang baru beberapa bulan dia kenal dan sudah mencuri hatinya kala pria itu selalu perhatian kecil dengannya.
Berpacaran, no.!! Dhira belum pernah sekali berpacaran atau pun merasakan punya kekasih untuk sekedar jalan bersama saja tidak pernah.
Bukan dia cupu, tidak.! dia gadis tomboy tidak suka dandan, tapi modis. Pria mana yang tidak suka dengan Dhira, gadis yang cantik natural tanpa make up, dan apa adanya.
Pakaian terbuka, tidak.! dia lebih suka memakai baju yang longgar dan panjang, serta celana pansil yang sobek di bagian lututnya. Gadis ini sungguh berbeda dari yang lain dan ada ketertarikan sendiri saat seorang pria menyukainya.
Bangun pagi dengan wajah yang tersenyum cerah dan menyapa kakaknya yang berada di sampingnya saat Alex yang selalu membangunkan dirinya.
Merenggangkan badan dan akan beranjak berdiri dari duduknya tapi terurungkan saat mendengar ponselnya berbunyi.
Tersenyum menatap ponselnya yang berdering panggilan dari nama Revan dan segera mengangkatnya.
" Selamat pagi.?" sapa Dhira lebih dulu untuk Revan di sebrang sana dengan tersenyum
" Selamat pagi juga.?" sapa balik Revan." Baru bangun Beb." tanyanya
" Iya, masih ngantuk.!" keluh Dhira.
" Ya sudah tidur lagi sana Beb, enggak usah bekerja, cukup aku saja yang mencari uang." jawab Revan, membuat Dhira tersenyum.
" Maunya gitu.!! tapi belum halal.! takut nanti uangnya di minta lagi kalau udah enggak bersama." jawab Dhira.
" Mau enggak Beb aku halalin sekarang." kata Revan. " Biar kita enggak jauh begini.?" ujarnya lagi.
" Udah deh Kak.!! Aku mau mandi dulu, jangan lupa sarapan ya, hati-hati kalau berangkat bekerja.?" kata Dhira karena merasa malu.
" Iya, kamu juga." jawab Revan dan Dhira mematikan telpon setelah menjawab perkataan Revan.
Tersenyum menatap ponsel yang sudah mati dan mengingat kembali ke dua kalinya Revan mengajaknya menikah. Tapi entah itu beneran atau hanya bercanda.
__ADS_1
Aku takut kamu hanya bercanda kak, tidak ada niat untuk nikahin aku.!" ucap Dhira dalam hati, dan berjalan menuju kamar mandi.
sedangkan pria yang ada di sebrangnya tersenyum saat panggilan itu mati setelah ia puas mendengar suara Dhira di pagi hari.
Aku tidak bercanda Cil, aku ingin cepat menikahi mu.!" gumam Revan dan mulai beranjak dari ranjangnya untuk pergi ke kamar mandi.
****
" Pagi Dhir.?" sapa Citra dengan semangat, saat mendengar lonceng pintu kaca berbunyi dan memperlihatkan Dhira yang tersenyum di pagi hari.
" Pagi juga." sapa balik Dhira dan menghampiri Citra yang berada di kasir.
" Nanti ikut ya Cit." kata Dhira.
" Kemana.?" tanya Citra dan berhenti untuk menatap sahabatnya.
" Hari ini pembukaan cafe baru." jawab Dhira membuat Citra tersenyum senang.
" Waahh!! sudah selesai ya renovasinya." ucap Citra dan di anggukkan oleh Dhira " Ayo aku tidak sabar untuk ke cafe baru kamu." semangat Citra.
" Di bawain apa dari sini." tanya Citra.
" Tidak usah di sana sudah ada semua." tolak Dhira dan di angguk-anggukkan oleh Citra. " Aku ke ruangan ku dulu ya." ujarnyanya lagi dan beranjak pergi untuk ke ruangannya.
Dhira Membangun dan mengembangkan cafenya bersama Citra tidak pernah dirinya bertindak semena mena pada Citra. Usaha yang sudah mulai maju dan berjalan lancar membuat Citra pun merasa senang akan keberhasilan temanya itu.
Hadiah untuk Citra sepeda metic yang dia pakai sekarang pemberian dari teman sekaligus bosnya saat ulang tahunnya. Bertemu dengan Dhira adalah keberuntungan baginya karena Citra bisa sedikit mengubah perekonomian keluarganya.
Dhira yang sudah dudum di meja kerjanya dan akan memeriksa penjualan dan pengeluaran cafenya sempat berhenti saat melihat foto ayahnya.
Mengambil foto ayahnya dan mengusap lembut fotonya.
Hari ini cabang cafe Dhira akan buka, Doain semoga cafe Dhira berjalan lancar ya yah.!" gumam Dhira dengan menatap foto ayahnya dan menciumnya sebelum ia kembalikan ke semula dan mulai memeriksa penjualan cafe
****
Membuka cabang cafe baru adalah keinginan Dhira selama ini, bukan untuk bergaya tapi untuk dirinya investasi di masa tua nanti. karena dia sudah begitu tau kerasnya hidup saat masa sulit bersama ayahnya yang mengalami kebangkrutan dan harus menjual semua aset anak-anaknya untuk membayar hutang.
Berada di depan cafe bersama teman club serta Citra yang juga ikut dalam pembukaan cafe baru dengan memotong pita bersama.
" Selamat sayang.!!" ucap Citra dengan bahagia dan memeluk Dhira, membuat Dhira juga ikut memeluknya.
__ADS_1
" Terima kasih.? jika bukan berkat mu juga aku tidak akan seperti ini." jawab Dhira
" Ini kerja keras mu Dhira, aku bangga mempunyai teman seperti mu semangat untuk membuka cabang baru lagi." ujar Citra dan di anggukkan oleh Dhira serta tersenyum
" Selamat bos pembukaan cabang cafe barunya." ucap Dika membuat Dhira tersenyum.
" Apaan sih Dik.!! panggil seperti biasa saja." kata Dhira dengan mengerucutkan bibirnya karena Dhira tidak suka akan panggilan Dika tersenyum dan mengangguk untuk menjawab.
" Terima kasih ya, ini juga hasil karya mu yang desain cafenya." ucap Dhira dengan tersenyum.
" Selamat ya Dhir." ucap Kenzi dengan mengulurkan tangannya ke hadapan Dhira.
" Terima kasih Ken." jawab Dhira dan membalas jabatan tangan Kenzi dengan tersenyum.
Masuk ke dalam cafe dan melihat interior serta menyuruh semua temannya untuk mencicipi minuman dan makanan gratis dalam pembukaan cafenya yang khusus untuk teman clubnya.
Berada di bar tander dengan Dika dan Citra sebagai barista yang mencoba mesin pembuat minuman untuk teman-temannya Dhira dan kenzi sebagai pelayan untuk mengantarkan makanan serta minuman. Karena awal buka Dhira masih mempunyai Dua karyawan pelayan.
Menikmati minuman bersama dan bercanda bersama dengan temannya hingga sore hari dan mereka pun mulai berpamitan pulang.
" Kamu tidak pulang Dhir.?" tanya Dika yang kini tinggal Dika, Citra dan Dhira sedangkan Kenzi sudah pulang saat mendapatkan telpon dari mamanya.
" Kalian pulang saja dulu, aku lagi ingin di sini." kata Dhira. " Folding gatenya tolong tutup setengah saja." perintah Dhira pada Dika.
" Oke, kalau gitu aku pulang dulu." ucap Dika dan di anggukkan oleh Dhira.
" Aku juga pulang dulu ya Dhir." ucap Citra.
" Iya hati-hati." kata Dhira dan di anggukkan oleh Citra.
Berada di cafe sendiri dengan menikmati suasana cafe barunya serta tersenyum bahagia saat semua sudah tersampaikan.
Mendengar sura ponselnya yang berbunyi segera mengambilnya dan mengangkatnya dengan cepat.
" Aku sudah ada di depan." ucapnya dari sebrang sana.
.
.
.
__ADS_1
.🐨🐨🐨
Maaf atas keterlambatannya.🙏🙏