Sad Boy With Gadis Tomboy

Sad Boy With Gadis Tomboy
cinta segi empat


__ADS_3

Aku seperti mempunyai saingan baru untuk mendapatkan hati mu. Dia yang baru datang saja sudah mendapatkan tempat di sisi mu.


.


.


.


.


" Cit?" sapa Kenzi saat berada di cafe Dhira dengan duduk tenang di depan barr tander


Mengerutkan kening saat mendapati Kenzi yang ada di hadapannya sekarang, dengan datang di pagi hari. Karena biasanya kenzi akan datang saat siang hari untuk mengajak Dhira pergi bersama ke base camp


" Pagi sekali datang ke cafe.! Ada apa." tanya Citra dengan memberhentikan aktivitasnya yang membersihkan meja kasir.


" Dhira belum datang.!" tanya Kenzi dengan melihat seluruh cafe.


" Dia tidak akan datang." jawab Citra membuat Kenzi menatapnya dan mengerutkan keningnya.


" Tidak datang.? ulangnya " kenapa." tanya Kenzi.


" katanya nemenin kak Alex ke taman, kakaknya minta jalan-jalan." jawab Citra dan hanya bergumam o dalam bibirnya.


" Mau kemana?" tanya Citra yang melihat Kenzi sudah berdiri dari duduknya.


" Mau ke rumah Dhira.!" jawab Kenzi dengan berjalan cepat ke luar cafe.


Menatap kepergian Kenzi saat berjalan begitu cepat untuk menemui Dhira di rumahnya, tersenyum miris saat Citra tidak mengerti kenapa harus suka dengannya dalam diam dan tidak berani untuk mengungkapkannya.


Dan Citra mengerti jika Kenzi menyukai Dhira, dan entah Dhira menyukainya atau tidak, entah Dhira tau atau tidak, atau hanya berlagak cuek agar Kenzi tidak menyukainya.


Tapi jika boleh berharap, Citra ingin Dhira mendapatkan pria yang lain agar dia tidak akan merasa patah hati nantinya jika Dhira menerima cinta Kenzi.


Cinta segitiga atau cinta segi empat dalam dua wanita satu pria, di tambah lagi satu pria yang baru datang di kehidupan Dhira saat ini.


sungguh rumit menjalin cinta yang belum terungkapkan pada seseorang yang kita cintai apa lagi sekarang dia dekat dengan seseorang yang baru di kenalnya.


Menghembuskan nafas berat dan memulai pekerjaannya lagi tidak ingin mengambil pusing akan apa cinta dia yang bertepuk sebelah tangan karena hidup Citra lebih sulit daripada cintanya.

__ADS_1


****


Mengendarai motor sport dengan kecepatan sedang saat sebelum sampai ke rumah Dhira Kenzi berhenti ke toko kue membelikan buah tangan saat akan berkunjung ke rumah orang yang dia sukai. Berharap Dhira akan suka dengan kedatangannya di pagi hari dan bisa mengajaknya untuk pergi bersama.


Mengetuk pintu pagar beberapa kali saat sudah sampai di rumah Dhira. Mendaati bik Minah yang membukakan pintu membuat Kenzi tersenyum.


" Eh, mas Kenzi." sapa bik Minah ramah dengan membukakan pintu pagar.


" Dhiranya ada Bik.?" tanya Kenzi dengan tersenyum.


" Non Dhira lagi keluar mas Kenzi sama mas Alex dan mas Revan.?" jawab bik Minah.


" Revan.?" dengan mengerutkan kening.


" Iya, mas Revan yang kapan hari datang bersama mba Cita untuk menjenguk non Dhira yang sakit." ucapnya. " Ayo masuk mas Kenzi." tawar bik Minah.


" Ah tidak usah bik terima kasih." tolak halus Kenzi. " Kalau begitu saya nitip ini untuk Dhira ya bik." ucapnya dengan tersenyum paksa untuk menutupi rasa kecewa dan memberikan bingkisan kantong plastik pada bik Minah.


" Iya mas Kenzi." jawab bik Minah dengan Menerimanya serta menganggukkan kepala dan tersenyum.


Menaiki motor sportnya melaju dengan pelan dan mengingat ucapan bik Minah jika Dhira pergi bersama dengan Revan orang yang baru Dhira kenal, orang yang Dhira tolong saat akan di rampok.


Begitu mudahnya pria itu mengajak Dhira pergi jalan-jalan, begitu mudahnya Dhira menerima pria yang baru dia kenal datang ke rumah.


Entah dia harus marah atau kecewa saat ini tapi yang paling terpenting dia begitu cemburu saat Dhira bersama pria lain selain dirinya.


Melajukan kecepatan tinggi, membelah jalanan dengan suara motor yang begitu kencang tarikannya. Pergi ke bace camp untuk menunggu Dhira di sana, karena nanti malam meraka akan bertanding.


****


Datang dengan keadaan yang begitu lelah serta membawa beberapa kantung plasting yang penuh dengan belanjaan Dhira dan Alex.


Bik Minah turut membantu mengambil barang belanjaan di bagasi mobil Revan, menggelengkan kepala saat mengetahui barang belanjaan yang begitu banyaknya.


Menaruhnya di ruang tamu dengan tujuh kantong plastik putih yang penuh. Satu kantung plastik punya Alex sudah di sendirikan dan di buka oleh alex sendiri karena tidak sabar akan mainan barunya.


Tersenyum saat mendapati Revan yang duduk bersandar di sofa, berjalan ke arah dapur untuk mengambil air dingin di dalam kulkas dan mengambil gelas.


" Di minum dulu kak.?" tawar Dhira saat sudah berada di depan Revan dengan menuangkan air dalam gelas untuk Revan.

__ADS_1


" Terima kasih." ucap Revan dan mengambil minuman itu serta meneguknya dengan habis.


" Lelah ya." tanya Dhira.


" Sedikit." jawab Revan


" Makan yuk kak, bik Minah sudah menyiapkan makanan." ajak Dhira.


" Boleh ambilkan aku makanan, aku ingin makan di sini." pinta Revan dengan sedikit memelas.


Tidak memaksa hanya mengangguk dan tersenyum karena Dhira tau jika Revan pasti lelah, sudah bermain di taman dengan Alex serta membawa barang belanjaan begitu banyak dan belum lagi Revan tidak makan sedari tadi pagi.


Mengambilkan makanan untuk Revan, dan melihat kakaknya yang juga makan dengan lahap di meja makan, mungkin Alex begitu tidak sabar ingin cepat-cepaat bermain dengan mainan barunya.


Meninggalkan Alex yang makan dengan di temani bik Minah membawakan nampan berisi makanan untuk Revan yang berada di ruang tamu.


" Kak ini makanannya." ujar Dhira dan menaruhnya di meja.


" Cil sini deh." pinta Revan agar Dhira mendekat dengannya, tidak ada curiga sama sekali dengan Revan hingga Dhira duduk di sebelah Revan yang sedang memegang ponselnya.


" Ada apa.?" tanya Dhira.


" Suapin ya.?" kata Revan dengan tersenyum, membulatkan mata saat Revan memintanya untuk menyuapinya.


" Enggak ma-."


" Tangan ku kram cil.!" sahut cepat Revan. " kamu tadi bilang akan menuruti permintaan ku saat belanjaan kamu aku bayar semua." ujarnya lagi dengan mengingatkan perkataan Dhira yang akan menuruti satu permintaan Revan asalkan bukan yang macam-macam.


" Ya tapi kan kakak punya ta-."


" Kalau sudah berjanji tidak bisa di ingkari. Nanti berdosa lho cil, mau masuk kuburan yang sempit.!" kata Revan dengan menakuti Dhira.


" Kamu.! iihh.!!" saru Dhira yang tidak bisa berkutik saat Revan mengingatkannya dan mulai berceramah.


Dan dengan rasa terpaksa dan muka yang cemberut Dhira pun menyuapi Revan, sedangkan Revan merasa senang karena bisa mengerjai Dhira serta menggodanya.


.


.

__ADS_1


.🐨🐨🐨


Yuk vote like dan komen untuk babang kadal.😇😊


__ADS_2