Sebuah Ikatan Hati

Sebuah Ikatan Hati
Sekar


__ADS_3

"Sekarang, ceritakan kisah Ibu dan Tuan Wiliam!" Pinta Naina manja untuk mengalihkan perhatian Sekar.


"Kisah apa?" Jawab Sekar malu-malu.


"Bagaimana Ibu bisa menikah dengannya? Bukankah Ibu ikut ke Amerika bersama Tuan Wiliam enam tahun lalu?" Goda Naina.


"Ah, tentang itu,,"


"Aahh, sepertinya kalian sangat saling mencintai." Timpal Naina.


Flashback On


Malam yang gemerlap di kota terpadat kedua di Amerika Serikat, Los Angeles. Suasana malam yang begitu asing bagi beberapa orang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di sana. Termasuk Sekar dan Rendi.


Sekar dan Rendi benar-benar ikut ke Amerika bersama Wiliam dan Joe. Sekar benar-benar ingin merubah hidupnya. Melupakan masa lalu kelamnya dan memulai hidup baru. Di tempat yang jauh dari masa kelamnya.


"Naina? Astaga, aku melupakan putri dan cucuku. Aku harus bagaimana? Tidak mungkin aku kembali ke Indonesia sekarang. Pasti akan sangat memalukan dan merepotkan Tuan Wiliam."


Sekar mulai menyesali keputusannya ikut Wiliam ke Amerika. Ia mulai mencemaskan keadaan Naina dan Rissa di Indonesia. Tapi, ia juga tidak bisa kembali ke Indonesia sekarang, karena baru saja tiba di negeri yang sangat asing baginya. Dan ia pun ikut seseorang yang telah berbaik hati menolongnya tempo hari


"This is my house. You guys stay here!" Ucap Wiliam tulus setelah mereka sampai di kediaman Wiliam.


"Terima kasih Tuan. Lalu, apa yang harus kami kerjakan Tuan?" Ucap Sekar sungkan.


"Joe will explain everything." Jawab Wiliam singkat.


"Baik Tuan, terima kasih." Jawab Rendi dan Sekar bersamaan.


Wiliam lalu pergi ke kamarnya. Meninggalkan Joe yang menjelaskan beberapa hal pada Sekar dan Rendi. Wiliam tidaklah begitu pandai berbicara Bahasa Indonesia seperti Joe, tapi dia cukup paham dengan apa yang Sekar dan Rendi katakan.


Wiliam Frederick Robert. Seorang pengusaha properti dari Los Angeles. Namanya sudah cukup dikenal dikalangan para pebisnis di Negeri Paman Sam ini. Usaha Wiliam memang belumlah lama ia geluti, tapi sudah cukup berjalan lancar dan berhasil menembus pasar internasional.


Dia adalah seorang duda dengan dua orang anak. Istrinya pergi meninggalkannya sepuluh tahun lalu, tepat satu tahun setelah ia melahirkan anak keduanya. Dia meninggalkan Wiliam karena bisnis Wiliam yang bangkrut kala itu. Ia memilih pergi bersama laki-laki lain yang lebih kaya dari Wiliam. Dia menyerahkan dua anaknya pada Wiliam.


Wiliam sempat terpuruk karena kepergian istrinya. Tapi ia juga sadar, ada dua malaikat yang harus ia jaga dan rawat. Ia pun mulai bangkit dan kembali memulai bisnis barunya.


Dan Wiliam pun dipertemukan dengan Johanes Raymond. Seorang mantan nara pidana yang memiliki beberapa catatan kriminal. Dan ia kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan saat itu. Wiliam pun akhirnya menerimanya menjadi anak buahnya. Dan atas kepintaran dan kesungguhan hati Joe dalam bekerja selama beberapa bulan, Wiliam akhirnya menjadikan Joe sebagai asisten pribadinya.


Sekar dan Rendi diberi pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumah Wiliam. Mereka berusaha melakukan yang terbaik demi membalas kebaikan Wiliam karena telah menolong mereka dari anak buah Joko kemarin. Sekar dan Rendi pun belajar berbicara Bahasa Inggris agar bisa berkomunikasi dengan baik.


"Terima kasih Mbak. Mbak Sekar telah membantu saya keluar dari rumah Pak Joko." Ucap Rendi tulus.


"Sama-sama Ren. Aku hanya tak bisa meninggalkanmu di sana, apalagi kamu lupa ingatan. Suatu saat jika kamu mendapatkan kembali ingatanmu, dan kamu masih bekerja untuk Joko, kamu pasti akan sangat menyesalinya." Ucap Sekar perhatian.


Rendi menatap sekar dengan penuh kekaguman. Ia tak menyangka, ia pernah memiliki teman sebaik itu. Dan sekarang, ia merasa beruntung untuk itu.


Rendi dan Sekar akhirnya kembali ke kamar mereka untuk beristirahat setelah mengobrol sejenak di taman belakang rumah Wiliam. Mereka pun memulai hidup baru mereka dengan harapan yang baru.

__ADS_1


Putra dan putri Wiliam menyambut baik kehadiran Sekar dan Rendi. Mereka bahkan membantu Sekar dan Rendi belajar berbicara dengan Bahasa Inggris.


Seiring berjalannya waktu, Wiliam yang seorang duda, tak bisa menampik pesona Sekar yang masih nampak begitu cantik di usianya yang ke tiga puluh enam. Tubuh yang masih segar bugar, proporsional dan terawat, dan juga sikap keibuannya pada putra putrinya, sungguh menggoyahkan hati sang duda.


Wiliam pun sudah mencari tahu tentang masa lalu Sekar dan Rendi di Indonesia. Meski sebelumnya, Sekar sudah menceritakan kisah mereka pada Wiliam dengan sangat jujur padanya.


Dan ternyata, semua yang Sekar ceritakan benar adanya. Dan Wiliam pun juga menemukan tentang Naina. Wanita yang fotonya ada di kamar Sekar.


Tiga tahun, bukanlah waktu yang singkat untuk menumbuhkan benih cinta di hati seseorang. Dan itulah yang terjadi pada Sekar dan Wiliam.


Wiliam perlahan mendekati Sekar. Sekar yang sadar akan posisinya, berusaha keras membuang perasaan cinta yang mulai tumbuh untuk Wiliam, meski Wiliam sendiri juga mendekatinya.


Satu tahun kemudian, Wiliam akhirnya mengungkapkan perasaannya pada Sekar, setelah ia yakin, bahwa Sekar juga memiliki perasaan yang sama padanya.


"Sekar, menikahlah denganku!" Pinta Wiliam tulus saat acara ulang tahunnya yang ke empat puluh empat.


Sekar yang tengah melakukan tugasnya seperti biasa di acara kecil-kecilan yang dibuat oleh Wiliam di rumahnya, terkejut bukan main. Ia terpaku saat melihat Wiliam berjalan perlahan ke arahnya dengan senyum tampannya yang mampu menggetarkan hatinya dalam beberapa tahun terakhir.


Tepuk tangan dan sambutan meriah dari teman-teman Sekar serta kedua anak Wiliam, membuat Sekar makin membeku. Hatinya bergejolak tertahan. Sungguh, ia tak pernah menyangka, akan dilamar oleh orang sehebat Wiliam. Yang sejujurnya, ia pun mengharapkannya dalam hati kecilnya.


"Anda sudah tahu masa lalu saya Tuan. Saya tidak bisa menjadi aib bagi keluarga Anda. Maaf Tuan, saya permisi!" Ucap Sekar cepat, setelah Wiliam tepat berada dihadapannya.


Sekar segera berbalik badan untuk pergi dari ruang tamu rumah Wiliam. Ia tak ingin, semua orang melihatnya menangis karena menolak lamaran dari orang yang ia cintai.


"Aku menerima semuanya." Ucap Wiliam sebelum Sekar sempat melangkahkan kakinya.


Tanpa diduga, kedua anak Wiliam pun ikut merayu Sekar agar mau menjadi ibu sambung bagi mereka. Ya, mereka sudah mengetahui niat hati sang ayah untuk mempersunting Sekar malam ini. Dan mereka ternyata menyambut baik hal itu.


Wiliam adalah seorang muslim. Dan itu juga yang menjadikan Sekar bisa jatuh hati padanya. Wiliam adalah seseorang yang taat dalam beribadah, meski berada dalam lingkungan yang penuh dengan gemerlapnya dunia.


Flashbask Off


"Naina benar-benar bahagia Bu', bisa melihat Ibu bahagia dengan keluarga Ibu sekarang." Ucap Naina tulus.


"Sekarang giliranmu Na! Ibu juga ingin melihatmu bahagia dengan keluargamu." Sahut Sekar cemas.


Senyuman Naina seketika menghilang. Ia sedikit membuang muka dari Sekar.


"Naina sudah bahagia Bu', hidup seperti ini dengan Rissa. Rissa adalah kebahagiaan Naina." Ucap Naina getir.


Air mata Naina tak bisa dibendungnya. Kenangan Dean masih melekat di hatinya dengan sempurna. Kepergian Dean, sungguh masih menyiksanya hingga kini. Meski, ia tahu itu akan terjadi.


Sekar bisa membaca gelagat Naina yang ditutupinya. Perlahan, Sekar menarik kedua bahu Naina dengan lembut. Wajah Naina pun tertunduk demi menutupi air matanya yang mengalir deras.


"Apa yang kamu sembunyikan dari Ibu Na? Ceritakanlah! Aku masih Ibu Sekar yang dulu." Rayu Sekar.


Naina tak dapat berucap. Hatinya masih terlalu pedih mengingat kegagalan hubungannya dengan Dean. Ia hanya menunduk dengan air mata yang tak henti mengalir.

__ADS_1


Sekar akhirnya menarik tubuh Naina dalam pelukannya. Ia bisa merasakan, tangis Naina yang teramat dalam karena suatu hal. Tapi ia tidak tahu apa itu.


"Tenanglah Na! Ibu di sini sekarang." Ucap Sekar menguatkan.


Naina hanya menganggukkan kepalanya. Ia sungguh rindu pelukan dari ibunya. Pelukan yang sungguh bisa menenangkan dan melegakan hatinya.


Malam pun berganti pagi. Sekar dan Naina sudah kembali menyambut hari dengan semangat baru setelah obrolan mereka semalam.


Dan pagi ini, Sekar ikut mengantar Rissa ke sekolah. Gadis kecil Naina itu, bisa dengan cepat dekat dengan Sekar. Meski, ia tidak menyukai kehadiran orang asing di sekitarnya. Mungkin, karena ikatan hati yang telah terbentuk antara Rissa dan Sekar dulu, hingga membuat Rissa bisa dengan mudah dekat dengan Sekar kini.


Dan saat siang, Naina dan Sekar menjemput Lea, Hera dan keluarganya ke bandara. Mereka benar-benar datang ke ibukota dengan segera untuk bisa bertemu dengan Sekar secepatnya.


Dan betapa terkejutnya Sekar saat mengetahui bahwa Lea dan Hera menjadi istri dari orang yang sama.


"Kalian memang gila!" Sindir Sekar tanpa ragu.


Lea dan Hera hanya tertawa mendengar sindiran Sekar. Mereka lantas menghabiskan waktu bersama di rumah Naina. Dan selepas makan siang, Naina harus pergi bertemu dengan kliennya. Ia pun meninggalkan para tamunya di rumah. Dan bertepatan dengan itu, Wiliam juga tiba di rumah Naina. Sekar pun segera memperkenalkan Wiliam pada Lea dan Hera.


Lea dan Hera juga tak kalah bahagia setelah mendengar Sekar telah memiliki keluarga kini. Mereka sangat bersyukur, ada seseorang yang bisa menerima Sekar dengan semua masa lalunya.


"Apa yang terjadi pada Naina? Apa ia pernah gagal menjalin hubungan dengan seseorang?" Tanya Sekar penasaran, setelah mengingat kejadian semalam.


Lea dan Hera saling pandang.


"Apa Naina tidak menceritakannya Mbak?" Tanya Lea penasaran.


"Tidak. Dia malah menangis begitu dalam saat aku membicarakan tentang hal itu semalam." Jelas Sekar.


Lea dan Hera masih diam. Mereka berusaha memahami sikap Naina yang belum menceritakan hal itu pada Sekar.


"Katakan padaku, apa yang terjadi padanya?" Cecar Sekar.


"Naina baru saja ditinggal pergi oleh kekasihnya. Ibunya menolak masa lalu Naina dan kebenaran ayah biologis Rissa." Jawab Hera perlahan.


"Apa maksudmu?" Tanya Sekar tak sabar.


Lea dan Hera lantas menceritakan kisah Naina, Delvin dan Dean. Dan kemelut kisah Naina dengan Dean yang akhirnya harus terkalahkan oleh fakta bahwa Rissa adalah putri dari Delvin.


"Zia bukan putri Naina dan Delvin." Ucap Sekar yakin.


"Maksud Mbak Sekar bagaimana?" Tanya Lea yang kini mulai penasaran.


Sekar pun gantian menceritakan tentang Rendi yang telah mendapatkan kembali ingatannya dan kini tengah hidup bahagia di Los Angeles bersama istri barunya.


"Mas Rendi?" Ucap Hera tak percaya.


"Iya. Dia sekarang sedang menikmati masa indah pernikahannya." Sahut Wiliam.

__ADS_1


Lea dan Hera mulai memahami apa yang Sekar ungkapkan. Mereka pun mulai mengingat tentang satu hal yang cukup menyita perhatian mereka saat bertemu pertama kali dengan Dean.


"Jangan-jangan, Rissa adalah putri,, Dean?" Ucap Hera dan Lea bersamaan.


__ADS_2