Sebuah Ikatan Hati

Sebuah Ikatan Hati
Terbongkarnya Rahasia Part 1


__ADS_3

Siang berganti malam. Langit yang terbentang luas pun telah dihiasi oleh cahaya jutaan bintang dan sang rembulan. Suara-suara binatang malam, juga mulai mendominasi suasana.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Naina masih belum merasakan kantuk sedikitpun. Suasana rumahnya sudah sepi. Para penghuni rumahnya yang lain, sudah beristirahat di kamar masing-masing setelah hari yang panjang dan indah tadi.


"Kamu belum tidur Na?" Sapa Sekar saat ia berjalan mendekati Naina yang sedang duduk sendiri di teras belakang rumahnya.


Naina pun segera menoleh ke sumber suara.


"Eh, Ibu? Belum Bu'. Ibu juga kenapa belum tidur? Kangen sama Daddy ya?" Goda Naina cekikikan.


"Kamu ini, ada-ada saja." Sahut Sekar malu-malu seraya duduk di kursi seberang Naina.


"Kamu mungkin yang kangen sama daddy-nya Rissa." Imbuh Sekar.


Naina menghela nafas pendek sambil tersenyum kecil.


"Iya Bu'. Entah mimpi apa Naina kemarin, sampai bisa dilamar olehnya." Gumam Naina dengan tatapan lurus ke arah tamannya.


"Ini buah kesabaranmu selama ini Na. Apa kamu bahagia?"


"Sangat Bu'. Naina sangat bahagia."


Tanpa terasa, buliran bening itu keluar begitu saja dari kelopak mata Naina. Meluncur indah membasahi pipi mulusnya yang saat ini sedang dalam keadaan polos tanpa riasan.


"Ibu ikut bahagia, jika kamu bahagia Na." Jawab Sekar haru.


Naina menoleh pada Sekar. Mereka saling mengulas senyum di wajah masing-masing. Naina segera beranjak dari kursinya dan menghampiri Sekar. Ia langsung memeluk Sekar dengan eratnya.


"Terima kasih Bu'."


"Untuk apa?"


"Semuanya."


Naina menumpahkan perasannya dalam pelukan Sekar. Ia menangis haru dalam pelukan sang ibu angkat. Sekar pun membalas pelukan itu dengan hangat dan tulus.


"Masuk yuk Bu'! Ini mulai dingin." Ajak Naina setelah melepaskan pelukannya.


Sekar pun mengangguk setuju. Mereka lantas masuk ke rumah dan duduk berdua di ruang keluarga. Naina pun langsung bergelayut manja di bahu Sekar.


"Bu', bagaimana Ibu bisa tahu kalau Dean ayah Rissa?" Tanya Naina penasaran.


"Oh itu. Rendi yang awalnya curiga." Jujur Sekar.


"Pak Rendi?"


"Iya. Dia di Indonesia bersama istrinya selama beberapa bulan kemarin. Karena ada urursan keluarga di sini yang harus dia selesaikan. Dan saat itulah dia mulai curiga dengan Tuan dan Nyonya Jonathan."


"Papa dan Mama?"


"Ibu sebenarnya juga sedikit curiga dengan sikap mereka padamu. Tapi Ibu tak ingin berpikir yang macam-macam."

__ADS_1


Flashback On


Siang yang cukup terik di kota dengan sejuta kesibukannya. Sekar sedang bersantai di halaman belakang rumahnya sendirian. Ia sedikit terkejut dengan kedatangan Rendi yang sedikit tergesa-gesa.


"Mbak Sekar, ada yang ingin aku sampaikan padamu. Ini mengenai Naina dan Rissa." Ucap Rendi tak sabaran saat ia baru saja sampai di kediaman Wiliam di Los Angeles.


"Ada apa dengan Naina dan Rissa?" Tanya Sekar khawatir.


"Saat aku di Indonesia kemarin, beberapa kali aku melihat Naina dan Rissa bersama Nyonya Jelita. Mereka mengobrol santai di sebuah tempat makan." Aku Rendi.


"Oh, masalah itu. Naina juga sudah cerita tentang itu."


"Apa kamu tidak curiga? Kenapa Nyonya Jelita bisa sangat akrab dengan Naina dan Rissa? Padahal ia menolak mentah-mentah masa lalu Naina kemarin."


"Dan dari pengamatanku, Tuan dan Nyonya Jonathan, selalu menemui Naina dan Rissa jika mereka kembali ke Indonesia. Bukankah itu aneh?" Imbuh Rendi bersemangat.


Sekar terdiam. Ia sebenarnya tahu tentang kebiasaan Jonathan dan Jelita yang satu itu dari Naina. Naina selalu menceritakan hal itu padanya.


Tapi, Sekar tak mau berpikiran yang aneh-aneh. Jadi ia hanya mengambil kesimpulan, bahwa sikap Jonathan dan Jelita pada Naina dan Rissa hanya sebagai rasa simpati semata. Mengingat, Jelita sudah menyayangi Naina seperti putrinya sendiri.


"Aku rasa, ada yang Tuan dan Nyonya Jonathan sembunyikan." Ucap Rendi yakin.


"Apa maksudmu?"


"Aku juga tak tahu apa itu. Hanya saja, mereka seperti memiliki rahasia yang mereka tutup rapat dari mata dunia." Jelas Rendi lagi.


Sekar terdiam.


Sekar dan Rendi menoleh pada Wiliam yang baru saja tiba di ruang tamu, dimana Sekar dan Rendi tadi sedang berbincang.


"Untuk apa Mas?" Tanya Sekar bingung.


"Aku sependapat dengan Rendi. Sikap Nyonya Jelita cukup aneh. Jadi, selidiki dia. Cari apapun yang mungkin dia sembunyikan. Dan juga, selidiki asisten pribadi Dean, Niko." Imbuh Wiliam.


"Baik Tuan." Jawab Rendi patuh.


Sekar akhirnya mengalah. Ia sebenarnya juga ingin menyelidiki keanehan sikap Jelita, tapi ia urungkan. Ia tak ingin membuat Naina kembali gelisah dan bersedih, jika sampai ada hal yang disembunyikan oleh Jelita yang ternyata itu berhubungan dengan Naina.


Rendi dibantu oleh Joe dan anak buahnya langsung menyelidiki Jonathan dan Jelita. Bahkan, Dean pun tak luput dari penyelidikan mereka. Termasuk Niko dan Sinta.


Setelah dua minggu penyelidikan, Joe dan Rendi membawa kabar mengejutkan untuk Wiliam dan Sekar.


"So, how did it go?"Tanya Wiliam santai saat Joe dan Rendi menemuinya dan Sekar seusai sarapan.


"This is Sir."


Joe menyerahkan sebuah amplop berisi selembar kertas. Wiliam pun segera membukanya.


Ekspresi wajah Wiliam berubah seketika. Ia nampak sedikit kesal saat membaca lembaran kertas itu.


"Ada apa Mas?" Tanya Sekar penasaran.

__ADS_1


"Rissa is Dean's daughter." Jawab Wiliam kesal.


"And Mr Dean doesn't know that yet." Imbuh Joe yakin.


"Are you sure about that?" Tanya Sekar tak percaya.


"Nyonya Jelita diam-diam melakukan tes DNA antara Rissa dan Tuan Dean setelah batalnya pernikahan Nona Naina saat itu. Tuan Jonathan dan Nyonya Jelita merahasiakan itu dari putranya. Bahkan, Niko pun mengetahui hal ini." Jelas Rendi.


"Pantas saja, sikapnya begitu lembut pada Rissa. Ia bahkan bersikap seperti biasa pada Naina. Jadi ini alasannya." Gumam Sekar kesal sembari membaca hasil tes DNA antara Rissa dan Dean yang tadi dibaca oleh Wiliam.


"We have to tell this to Naina." Ucap Wiliam cepat.


"I'll check the DNA test results first. Only then shall we tell Naina everything." Jawab Sekar yakin.


"Joe! Get a sample of Dean's DNA for Sekar as soon as possible!" Pinta Wiliam tanpa ragu.


"Yes Sir."


Joe pun segera meminta anak buahnya yang berada jauh di Jerman untuk mendapatkan sample DNA Dean secara diam-diam. Dan tak butuh waktu lama bagi Joe untuk mendapatkan itu. Sekar pun langsung membawa sample DNA milik Dean dan Rissa ke dua rumah sakit yang berbeda untuk memastikannya.


Dua minggu kemudian, hasilnya pun keluar. Dan hasilnya pun sama dengan hasil yang didapatkan oleh Joe dan Rendi kemarin. DNA mereka cocok.


Sekar dan Wiliam segera terbang ke Jerman. Ya, ke Jerman. Untuk menemui Jonathan dan Jelita. Mereka ingin mengetahui alasan apa yang membuat mereka merahasiakan itu dari putra mereka sendiri. Dan juga dari mata dunia.


Flashback Off


"Jadi maksud Ibu, Papa dan Mama sudah mengetahuinya sejak lama?" Sela Naina saat Sekar bercerita.


"Iya. Bahkan Niko juga mengetahui hal itu." Jawab Sekar yakin.


"Niko?" Ucap Naina tak percaya.


Sekar pun mengangguk pelan.


Hati Naina merasa sangat kecewa secara tiba-tiba. Ia tidak menyangka, orang-orang yang ia percayai, ternyata menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya.


"Kenapa Ibu tidak segera memberitahuku saat itu?"


"Ibu ingin tahu, alasan Tuan Jonathan dan Nyonya Jelita merahasiakan itu dari dunia lebih dulu. Karena Ibu yakin, kamu pun akan menanyakan itu pada Ibu nantinya." Jelas Sekar pelan-pelan.


Tubuh Naina mendadak lemas. Tubuhnya bersandar sempurna pada sandaran sofa yang ia duduki bersama Sekar.


"Kenapa mereka merahasiakan itu dariku Bu'? Mereka bahkan tahu, bagaimana aku berusaha sangat keras mencari sosok ayah kandung Rissa demi kebahagiaan Rissa selama ini." Gumam Naina dengan tatapan kosong ke arah langit-langit rumahnya.


"Tenanglah Na!"


Sekar segera merengkuh tubuh Naina ke dalan pelukannya. Sekar memeluk Naina dengan begitu hangatnya. Ia tahu, hati putrinya itu sedang sangat kecewa dengan calon mertuanya.


Naina akhirnya menumpahkan perasaannya dalam pelukan Sekar. Hatinya benar-benar kecewa dengan sikap calon mertuanya yang merahasiakan kebenaran itu selama dua tahun. Bahkan pada Niko, yang hampir setiap hari ia temui.


Setiap hal pasti memiliki alasan untuk terjadi. Memiliki sebab dan akibat yang akan selalu mengikutinya. Semua kembali pada kita. Bagiamana kita akan memandang dan menilai sebab dan akibat itu. Dari sudut pandang manakah kita akan menilainya. Hingga akhirnya, semua yang terjadi, akan menjadi seperti bagaimana kita melihat dan menilainya.

__ADS_1


__ADS_2