
Mata Sofea membulat menelan ledakan diatas sana sampai memantik api kebawah sini, kobaran api itu seakan menelan langit yang bergelombang akibat dentuman dahsyatnya.
Begitu juga yang lainnya, mereka menatap langit itu datar dengan Ratu Rosmeryna yang tumbang melihat sendiri bagaimana Portal itu meledak bersama Putranya.
"A..Ard."
Lirih mereka semua tak percaya hingga kembali menatap Sofea yang sudah tumbang dengan pandangan nanar keatas sana, wajahnya kosong dengan raut tak percaya.
"T..Tidak dia.."
Sofea menggeleng lemah masih menghunus langit dengan netra berairnya, Mama Netty sudah tak kuasa menahan rasa sesak tapi si kecil ini membuka matanya juga menatap langit yang sama.
"Ard!!!!!"
Teriak Sofea lantang memecah tenggorokannya berdiri menatap keatas, terlihat seulet bayangan dimana masih ada Klan Black-Clover yang sudah terpanggang dengan Portal yang akan tertutup.
Cakram itu bergerak memutar menjatuhkan abu yang bercucuran hingga Kakek Brent hanya diam, keputusan besar ini sangat membuatnya menjadi pria tak berguna. begitu juga Renoval dan Raja Hangton yang menundukan kepalanya dengan rasa kehilangan yang teramat.
"Selamat atas Kehancuran kalian!"
Suara dari dalam sana membuat Sofea menggeram dengan tatapan penuh kemurkaan.
"Kembalikan suamiku!!!!"
Teriak Sofea melengking saat Portal itu sudah ingin menghilang, jantung Sofea berdebar kuat merasakan Klan gelap itu ingin melarikan diri setelah membuat kekacuan besar di Tanah ini.
Air mata Sofea menetes menatap abu yang terus berguguran bak daun kering tepat dihadapannya, kepalan tangannya menguat dengan mata berair menahan kesesakan.
Entah apa yang terjadi, Sofea merasakan darahnya mendidih.
"Kaliann!!!!"
Geram Sofea menatap keatas sana dengan tatapan tak biasa membuat Kakek Brent memperhatikan betul garis petir di kening Sofea.
Tanah ini mulai bergetar membuat Raja Hangton dan yang lainnya saling pandang bingung, bahkan gejolak angin juga sudah mulai kembali berputar seakan sedang mengiringi sesuatu.
"A..Apa yang terjadi?"
Ratu Lamoria berpeggangan ke lengan suaminya merasakan gempa dikaki mereka, getaran tanah ini membuat sebuah guncangan yang menimbulkan retakan yang kuat dari tanah itu, Kakek Brent mengarahkan mereka menjauh dari Sofea yang tengah dikuasai rasa sakit dan amarah yang besar.
Whusss..
Angin itu mengelilingi tubuh Sofea yang tengah diambang badai, Renoval ingin mendekat karna takut ini menyakiti Adiknya tapi Kakek Brent menariknya menjauh.
"Dia.."
"Biarkan dia melepas semuanya!"
__ADS_1
Ucap Kakek Brent mengiring mereka menjahui Sofea bersama Mama Netty yang takut-takut Sofea juga akan melakukan hal nekat saat Ardelof pergi dihadapan matanya sendiri.
Angin ini semangkin berkabut dengan Portal diatas sana membuka Cakram yang tadi ingin tertutup, kepalan tangan Sofea menguat dengan mata mengigil memandang abu yang bertebaran tepat didekat kakinya.
Cetassss...
Suara petir kembali menyambar kuat dengan kilatan merah yang kembali menyambar bersama kilat biru ditengah-tengah poros Cakram itu, rambut panjang Sofea berterbangan didesiran angin dengan sinaran biru dan merah dari kilat diatas sana lansung menyambar tubuh Sofea yang membuat kilauan tajam.
"Jangan menatapnya!"
Mereka bertiarap menghindari puing-puing bangunan yang berterbangan kearah mereka, kilauan biru dan merah ini menyatu hingga membuat mata mereka tak mampu melihat jelas apa yang telah terjadi pada Sofea.
Whusss...
Hembusan angin ini berganti dengan aroma harum yang sangat identik, harum bunga yang mekar ketika musim semi dengan rona cinta dan kemarahan didalamnya.
Deggg..
Mata mereka membulat saat cahaya ini mengecil hingga mereka melihat kibaran dari seutas kain berwarna merah segar yang berkibar mengiringi rambut panjang nan hitam itu menguarkan keharuman.
"Y..Yang Mulia!"
Gumam Kakek Brent berbinar melihat Grimoire berdaun lima emas seperti bunga teratai kecil itu bersinar dikening Sofea dengan garis petir yang menjadi sumbunya, mata Sofea berubah menajam dengan rona kecantikan yang mempesona, bibir mungil sensual yang tadinya memucat berganti dengan rona merah mengimbangi kulitnya yang benar-benar mulus dan putih bercahaya.
"Y..Yang Mulia, Afhordite!"
Mereka menunduk tak bisa menatap lama Sofea yang telah berubah menjadi Dewi Afhordite si Dewi kesempurnaan Rupa dan Kebijaksanaannya, ia Dewi Cinta dan kasih sayang tapi, dia juga Dewi kehancuran.
Kelopak mata indah Sofea lansung menatap keatas langit sana, para Kawanan Klan Black-Clover yang tak akan pernah hancur selagi ia belum menghancurkan semua hal yang telah membuat Suaminya yang sangat ia cintai malah pergi darinya.
"Brengsek kalian semua!!!!"
Whussss..
Sofea lansung melesat bak kilat dengan tangan lentik yang tadinya kosong seketika memeggang sebilah pedang berwarna emas menyabit semua yang ada dihadapannya hingga membuat ledakan besar.
"S..Sofea."
"Mahluk tak berguna!!!"
Duarrrr..
Sofea seakan membabi-buta menebas semuanya hingga hangus mengurai menjadi abu, mata Sofea sudah berubah merah hingga menimbulkan deru angin dan gelombang dari langit ini mengiringi teriakan para Mahluk iblis itu.
Mata mereka tak terlepas dari kilatan merah mengiringi tubuh indah itu meliut bebas menghancurkan apapun yang ia mau, Cakram itu Sofea tebas menimbulkan suara seperti hantaman besi.
__ADS_1
"N..Nak."
Mama Netty menutup mulutnya tak percaya, Sofea telah menjelma dengan Wujud tertingginya yang akan menebas semua hal yang telah menghancurkan Tanah ini.
"Y..Yang Mulia!"
Wajah Sofea merah padam menggenggam erat pedang ditangannya melihat kumpulan Mahluk kotor ini berterbangan tak tahu arah.
"K..Kami, tak tahu apapun! Deugon yang menghasut kami untuk menentangmu!"
Namun, mata Dewi Afhordite telah terkelabui rasa sakitnya yang teramat akan bayangan dimana semua orang menangis darah akan pertempuran yang tak berujung ini.
"Disini, bukanlah tempat. bagi Mahluk kotor seperti kalian, ENYAHLAH DARI HADAPANKU!!!!"
Sofea lansung menebaskan pedang ditangannya hingga kembali memicu ledakan, tak cukup disitu saja. karna keggeramannya Sofea mengulur satu tangannya keatas memeggang kilatan biru yang menyambar ditangannya.
"L..Lari!" gumam Kakek Brent berdiri melihat Sofea sudah mengeluarkan Pertametogi yang akan menghancurkan Dimensi Black-Clover sampai ke akar-akarnya.
"A..Apa maksudmu?"
"S..Sofea akan menghancurkan semuanya! kita tak bisa lagi mengendalikannya."
Kakek Brent menarik Nenek Eliz berlari keluar dari wilayah Istana dengan Renoval yang masih mematung diam menatap ke langit sana, Sofea benar-benar berubah menghancurkan Cakram itu hingga menimbulkan butiran lahar yang menetes seperti hujan api.
"Ayo!"
"A..Adiku i.."
"Dia tak akan mengenalimu dalam wujud kemarahan itu!!"
Raja Hangton menarik Renoval menjauh dari wilayah Istana yang sudah retak bahkan hampir sana dipenuhi bebatuan seperti bara yang jatuh dari atas sana.
Kegelapan malam ini dihiasi Gemuruh langit yang seakan ada pertenpuran 3 Armada tempur, kobaran api itu menimbulkan asap yang menyelimuti daerah Istana, tapi Sofea tak puas. ia terus menarik semua Mahluk di Dimensi atas sana untuk keluar dari persembunyiannya.
"Keluar kalian semua!!!!"
Sofea tak bisa menahan hingga ia meratakan segalanya, dikepalanya hanya ada wajah Suaminya yang memantik api kemurkaan dihati Sofea agar menghancurkan semua yang ia lihat.
Perlawanan dari Kaln gelap itu tak bisa menandingi kekuatan Sofea yang menghisap energi mereka lalu diledakan kedalam Portal hingga membuat kilauan cahaya menajam.
Kakek Brent tetap membuat pelindung disekitar mereka karna pasti ledakan kali ini akan lebih dahsyat dari yang sebelumnya.
Akar Petir itu ia lilit mengelilingi Cakram dengan Grimoire dikening Sofea menguarkan cahaya kuning yang membuat langit berwarna-warni, sangat indah dari Tubuh Sofea tapi juga menakutkan karna dentumannya.
"Aku mengutuk kalian!!!!"
Sofea melempar Cakram itu dengan petirnya hingga Kakek Brent lansung melindungi semua orang didekatnya karna ledakan itu lansung memecah tanah yang mereka pijaki.
__ADS_1
......
Vote and Like Sayang..