Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas
Pria aneh!


__ADS_3

Tatapan remeh Wanita paruh baya dengan pakaian Glamor dan Kipas ditangannya itu seketika meruak, ia duduk seperti biasa diatas Sofanya dengan dua pelayan yang tertunduk antara kagum dan ikut terpukau tapi mereka tak mampu melawan perintah Yang Mulia Ratu Rosmeryna untuk tak memuji Mahadewi Kesempurnaan ini dihadapannya lansung.


Yah, sekarang Sofea telah turun sendiri karna Ardelof tadi sudah pergi dini hari sekali, ia pun tak tahu kenapa selain surat yang ditinggalkan Ardelof di bawah Nampan makanannya yang telah siap. apalah daya Sofea yang hanya berharap suaminya baik-baik saja dan sekarang ia telah siap untuk kembali ke tempat Mister Hewlow dengan Tampilan berbeda menunjukan ke Dewasaan dari riasan dan rambut yang digulung indah hingga leher jenjangnya terexspos nyata, Sofea memakai Dress selutut berwarna merah dengan Mantel hitam senada dengan Heelsnya, ia terlihat bak Princess yang sangat cantik dengan bibir Pink segar dengan kulit putih berkilau memberi senyuman pada Ratu Rosmeryna.


"Selamat pagi, Yang Mulia!"


"Hm, rupanya kau mulai berani, di sini!" ketus Ratu Rosmeryna angkuh menatap sinis Sofea yang hanya membalasnya dengan senyuman dan gestur Elegan yang memang ia bisa.


"Tentu, Yang Mulia Ratu! Suamiku adalah Putra Mahkota disini, untuk apa aku takut di Kediamanku sendiri?!"


"Sangat berani." Ucap Ratu Rosmeryna mengipas wajahnya halus menatap penampilan Sofea yang memang sangat-sangat menawan.


"Terimakasih, mungkin saya akan berbincang lain waktu, Sampai Jumpa. Yang Mulia!"


Sofea pamit undur diri lalu melangkah menuju Pintu Utama, ia mengecek Ponselnya dimana ia sudah terlambat 5 menit dari sekarang. sebenarnya ia kesal karna Ardelof tak membangunkannya, biasanya pria itu selalu menariknya menjemput mentari.


"Nona!"


"Eh, Maaf! apa Mobil Suamiku telah lama keluar?" tanya Sofea pada dua Pengawal di pintu Utama yang saling pandang menunduk tak berani menatap Sofea.


"M..Maaf, Nona! Yang Mulia memang sedari Dini hari sudah pergi!"


"Baiklah, Terimakasih!"


Ucap Sofea ramah lalu melangkah menuju Garasi, Namun, Sofea cukup bingung melihat Mobilnya yang sudah terparkir disamping sana dengan Satu Pengawal berstelan Jas yang membungkuk hormat kearah Sofea.


"Silahkan, Nona."


"Apa kau yang mengeluarkannya?"


"Tidak, Nona! Yang Mulia Putra Mahkota yang menempatkannya disini!"


Sofea mengangguk lalu mengambil Kunci Mobilnya didalam Tas dan masuk kedalam Mobil Silver khusus untuknya. tak lupa saat ingin pergi Sofea menghidupkan Klakson pada Para Pengawal yang ada didekatnya, tentu semua itu membuat Panglima Lester yang tadi hendak menuju Istana Utama lansung terdiam membisu disamping Dermaga sana.


"Dia sangat berbeda! pantas saja Yang Mulia Putra Mahkota sangat mencintainya."


Suara kecil itu mengiringi Mobil Sofea yang telah keluar dari Gerbang besar Istana, hari ini sesuai Janji Sofea dikirim ke Gedung Agensi MJM yang disepakati Kemaren, ia sedikit gugup karna pasti nanti disana sangat ramai sedangkan ia masih takut-takut akan kesesakan manusia itu.


"Bagaimana ini? aku lupa kalau aku tak bisa terlalu bertemu banyak orang."


"Tenang saja!"


"Kau!!!"


Sofea terkejut saat Quxi yang telah duduk di kursi sampingnya dengan cengiran dibibir pucat itu, ia menggerutu kesal seraya mengelus dadanya yang terkaget.


"Kau kalau datang itu jangan tiba-tiba, jantungku bisa darurat karnamu!"


"Maaf, Fea. aku tadi bersemangat." Cengir Quxi menunjukan Kartu ditangannya membuat dahi Sofea menyeringit lalu melihat ke jalan.


"Itu apa?"


"Kau tak ingat? Bukannya Mister Hewlow itu memberikan ini kemaren, tapi kau hanya keluar dan aku mengambilnya diatas Meja!"


"Shitt, aku lupa."


"Disini kau punya ruangan Khusus dan kebetulan hari ini Gedungnya tak ramai karna ada Konser di Daerah Lain!"


Jelas Quxi yang sudah memberikan ini pada Yang Mulianya, Ardelof bilang kalau hari ini ada Team khusus yang bekerja di tempat itu. jadi Sofea hanya akan bertemu dengan beberapa orang saja, itupun sudah dipilih oleh Ardelof sendiri.


Mendengar itu Sofea jadi lega, ia melajukan Mobilnya Stabil menuju Gedung yang ada di alamat Kertas Lagunya kemaren, untung saja Sofea tak begitu dungu soal hiruk-pikuk kota hingga ia tak begitu Mreepotkan Ardelof yang sedang sibuk.


Setelah beberapa lama, Sofea mulai memasuki Daerah Elite dimana disini tempat Proyek besar yang tampak baru dibangun seperti sebuah Apartement.


"Apa disini?"


"Dari Tulisannya, iya."


Jawab Quxi melihat Gedung pencakar langit berwarna biru pekat berbentuk Balok tinggi yang diatasnya Petak meruncing seperti bintang yang berkilau karna pantulan cahaya mentari redup karna masih saja mendung, sungguh Sofea kagum karna ini sangatlah besar dan luas.


"Fea, kau..kau benar akan memimpin Benda sebesar ini?"


"Kalau mengangkatnya aku tak kuat!" ketus Sofea dengan pertanyaan Quxi yang tak masuk akal, mana bisa ia memimpin Bangunan ini, kalau orang-orangnya mungkin akan ia usahakan.


"Maknanya sama saja."


"Menurutmu, tapi menurutku beda!"

__ADS_1


Quxi hanya menggerakan mulutnya nyinyir karna Sofea memang sangat menyebalkan, setibanya mereka keluar Mobil Sofea lansung dihadapkan dengan Kru dan Team yang sedang bertugas berjumlah 5 Orang.


"Anda Nona Sofea Ratna Mahadewi?"


"A.. Iya, kalian mengenalku?" tanya Sofea bingung tapi salah satu Kru berseragam Khusus Agensi MJM ini menunjukan Kartu ditangannya.


"Ini, Master Composer bilang kalau dia sudah Pensiun!"


"Apa??"


Pekik Sofea tak percaya, ia pikir ia hanya akan menghendel dalam beberapa waktu saja tapi kenapa jadi begini. Pria dengan rambut Plontos klimis dan kumis tipis itu menatap penuh kagum Sofea yang sangat cantik membuat mata mereka tak mampu berpaling.


"Maaf, tapi aku rasa kalian salah. aku disini hanya mewakilkan saja."


"Tapi yang Master perintahkan kepada kami adalah anda yang akan datang menggantikannya." ucap Ekile seorang Ketua Team Kru yang menyambut Sofea.


"B..Baiklah, tapi aku harus kemana?"


"Ikuti saya, Nona!"


Ekile menuntun Sofea untuk masuk kedalam Gedung dengan Quxi yang sibuk memperhatikan langkah Sofea yang memakai Heels, wanita ini sangat ceroboh bisa saja nanti dia terjatuh dan membuat Dunia ini Kiamat.


"Ini adalah Gedung besar Agensi Naunganmu, Nona! sedangkan Ruangan anda khusus kami sediakan di tempat yang agak tersembunyi, kami memaklumi anda yang pasti risih dengan Keramaian Suasana disini nantinya!"


"Dari mana kau tahu aku tak suka ramai?"


"Master mengatakannya kepada kami!" Jawab Ekile ramah menyebutkan semua lantai dan ruangan luas ini, sungguh Sofea sangat merasa takjub. tapi ia rasa Perusahaan ACB(Alison Corporation Buseness) milik Suaminya lebih Mewah dan Menakjubkan lagi tapi ini sudah sangat bagus.


"Ini ruangan anda!"


Ekile membuka Pintu berwarna abu itu hingga Sofea melihat ruangan luas dengan Fasilitas lengkap, ada Sofa panjang dan empuk beserta bantal dan ada TV juga, tak lupa disana ada Kursi kerja yang biasa digunakan seorang Pembisnis dan Meja Kerjanya hanya ada Laptop dan beberapa buku.


"Apa kau tak salah ruangan?"


Tanya Sofea saat melihat Lemari disamping Sofa tepat disudut sana, ada Lemari besar yang menurut Sofea bukan lemari buku atau sejenis alat Musik.


"Ini adalah ruangan anda, Nona! Ruangan satu itu adalah Tempat Peralatan Musik, dan ada Toilet juga disini."


"Kalau itu?" Sofea menunjuk Pintu Coklat didekat Lemari tadi membuat Ekile tersenyum agak malu, ia saja sudah berkeringat dingin satu ruangan dengan Sofea yang sangat cantik.


"Ha? untuk apa? aku tak butuh itu!"


"Tapi, Master bilang! setiap Petinggi di Agensi ini akan diberi Fasilitas VVIP, anda salah satunya!"


Akhirnya Sofea mengangguk memijat pelipisnya pusing, hari pertama bekerja tapi ia sudah dilayani bagaikan Putri Raja. padahal ia kira nanti ia akan disidang atau diberatkan dengan Pekerjaan seperti kemaren.


"Baiklah, kau bisa pergi dan Terimakasih."


"Jika anda butuh apa-apa, anda bisa memanggilku atau Staf lain!"


Sofea hanya mengangguk memberi senyuman membuat Ekile memerah malu lalu melangkah pergi, sungguh ia pria normal sangat menyukai yang namanya Wanita cantik berparas sempurna.


"Kau suka?"


"Kau!!"


Sofea menoleh kearah pintu, seketika ia melihat seorang wanita berambut pirang dengan mata kecoklatan menatapnya datar terlihat sangat menghakimi tapi Sofea santai saja.


"Kenapa kau kesini?"


"Saya diperintahkan Mister Hewlow mengawal anda sampai Jam Kerja habis."


"Oh, em! tapi apa pekerjaanku?"


"Anda sekarang ada jadwal bertemu dengan Seorang Pemimpin Produser Filim 10 menit lagi." itu semua membuat Sofea menelan ludahnya kasar, apa yang ku tahu soal Filim? aku hanya tahu Musik dan lagu saja, Pisang.


Geram Sofea membatin menjuluki Renin pisang karna rambutnya yang memang kuning tapi tampak manis dengan kulit Kuning langsat nya.


"Ba..Baiklah, aku bisa melakukannya!"


"Hm, anda bisa menunggu!"


Sofea mengangguk melangkah menduduki Kursinya, disini ada Kertas dan Buku Panduan semua macam Pekerjaan di Dunia Maya. ada Filim, Iklan, Industri Musik dan Bisnis juga ada.


"Tuan Renoval itu siapa?"


"Dia Pemimpin sekaligus Produser Filim's ternama di Negaranya, dia sudah lama bekerja sama dengan Agensi kita mencari Aktris sekaligus Aktor atau Musik pengiring lagunya, anda bisa merekomendasikan pilihan yang menurut anda sesuai nantinya."

__ADS_1


Sofea lansung mengerti, berarti yang ia lihat ini cukup jelas kalau nanti akan ada Aktris atau Aktor yang harus ia keluarkan untuk Lounching kesana.


"Quxi, kau bisa bantu aku menyusun ini?"


"Baik!"


Quxi membantu Sofea menyusun beberapa Foto yang ada di Dokument miliknya, disini terlihat para Aktris dan Model Naungan Agnesi yang terlatih berpose didepan Kamera serta beberapa Telent mereka didunia Hiburan.


"Selamat Datang, Tuan!"


Sofea tak menyadari itu hingga ia hanya fokus pada pekerjaannya membuat Seorang Pria yang sudah berdiri didepan pintu sana lansung terdiam menatap kearahnya dengan datar.


"Fea!"


"Hm?" tanya Sofea masih belum sadar hingga Quxi lansung menaikan dagu Sofea keatas hingga mata Sofea membulat melihat Pria berwajah sangar itu telah berdiri didepan pintu sana dengan tatapan tajamnya.


"T..Tuan.."


Gugup Sofea berdiri kaku menatap Sesosok Pria dengan Stelan Jas Hitam pekat dengan potongan rambut yang rapi selayaknya seorang Pelopor muda yang bergengsi, tatapan netra Hitam legamnya begitu tajam sampai Sofea jadi gugup, bukan karna terpesona atau apa. ia gugup dengan Renin yang sudah seakan menelannya habis.


"Kau siapa?"


"Dia.."


"Perkenalkan, aku Sofea Ratna Mahadewi Composer baru di Agensi ini!"


Ucap Sofea tegas kembali menjadi dirinya yang ingin Profesional, wajahnya yang sangat cantik membuat pria dibelakang Tuan Renoval itu bersemu sendiri hingga membuat Sofea merasa aneh.


"Maaf, atas kelalaian ku! silahkan duduk."


"Hm!"


Pria itu lansung melangkah menuju Kursi dihadapan Meja Sofea yang menghela nafas halus untuk menetralkan kegugupannya lalu melangkah ke Kursinya lagi, duduk dengan Anggun dan penuh aura tapi ia tak bisa menyembunyikan raut Menggemaskan dari mata indah itu.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Fea!" tegus Renin, sudah jelas ia sudah bilang Pria ini menginginkan lagu atau sejenis Aktris naungan mereka.


"A.. maksudku, anda bisa memilih!"


Sofea menyodorkan beberapa Foto tadi kehadapan Renoval yang lebih tertarik menatap gelagat dan wajah Sofea yang tampak kikuk, ia baru tahu ada Wanita secantik ini tapi sangatlah ceroboh.


"Namamu!"


"A..Aku.."


"Hm."


"Aku Sofea, dan silahkan pilih!"


Sofea kembali memfokuskan ke Objek pertemuan tapi ia mulai kesal karna Pria ini malah terlihat memperhatikannya berulang kali dari pada Fotonya hingga membuat Sofea mulai merasa risih.


"Aku bukan pilihan, Tuan! anda bisa fokus ke Fotonya!"


Renoval hanya diam lalu kembali melihat Foto-foto ini, semuanya tak ada yang beraura dan mempunyai nilai yang ia inginkan dalam Karakter Filimnya, tapi ia lebih tertarik pada wanita ini.


"Apa sudah ketemu?"


"Tidak semuanya!"


"Apa?"


Sofea terkejut memekik membuat Renin melotot, ia terbiasa seperti ini bersama Ardelof hingga ia terbawa hingga keluar.


"Maaf, tapi maksud anda tak ada yang dipilih?"


"Hm, semuanya diluar Karakter!"


"Ouh, kalau begitu saya akan berusaha mencarikannya." Jawab Sofea sungguh-sungguh, raut aneh pria itu membuat Sofea hanya menduga hal baik saja.


"Baiklah! 3 hari, waktumu!"


"Baik!"


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2