
Renoval menatap aneh pada Mobil yang baru saja bersejalan dengan Mobilnya yang masuk ke dalam lingkungan Istana, para pengawal itu berderet menyambut bersama pelayan yang berdiri dibelakang Ratu Lamoria dan Raja Hangton yang terlihat baru saja menyambut seseorang.
Mobil Renoval terhenti, hingga Asisten Kai keluar membukakan pintu untuk Tuannya hingga Raja Hangton menatap Renoval biasa selayaknya orang yang bertemu sanak saudara tapi bukan seorang anak.
"Salam, Yang Mulia!"
"Hm, apa kabarmu?"
"Baik!"
Jawab Renoval yang sudah keluar memberi salam hormat lalu mendekati mereka berdua, para pelayan sana membungkuk hormat menyambut Renoval yang mengangguk, mereka merasa sangat dekat dengan pria ini begitu juga Ratu Lamoria yang menatap lembut netra hitam ini.
"Nak, kau dari mana saja?"
"Aku mengurus pembangunan Kota Alison bersama Kakek Brent, yang tadi itu Mobil siapa, Yang Mulia?"
Tanya Renoval penuh keheranan.
"Itu Mobil Digo Harsya Wijaya, dia teman dan sekaligus Kerabat kita di Negara Nenek Sofea."
"Kenapa datang kesini?"
"Begini!"
Raja Hangton mengiring Renoval masuk kedalam Istana karna ini sangatlah intens untuk dibicarakan diluar, apalagi rencananya sangatlah besar.
"Ada apa?"
"Aku berencana menjodohkannya dengan Sofea!"
Degg..
Renoval terkejut mendengar ucapan Raja Hangton hingga langkahnya terhenti dengan Ratu Lamoria menyuruh para pelayan untuk pergi hingga suasana tak terganggu, dahi Renoval mengkerut menatap bergantian mereka berdua.
"Me..Menjodohkan?"
"Hm, Yah! aku berfikir Putriku sudah cukup mengenang Kematian Ardelof, kau tahu, kemaren dia melakukan percobaan bunuh diri."
Renoval bertambah terkejut mendengarnya, ia khawatir Sofea benar-benar ingin menyusul Ardelof.
"Bunuh diri?"
"Hm, aku takut jika dia terus dibiarkan larut sendirian dan tanpa teman, dia akan lebih parah dari itu! hanya ini yang dapatku lakukan, aku tahu Digo itu Pria yang sangat baik, dari keluarga dekat dengan kami, anak yang ceria dan aku yakin bisa membawa Sofea kembali."
"Bagaimana bisa kau berfikir seperti ini?"
Raja Hangton terkejut dengan reaksi Renoval yang tampak murka, netra hitam Renoval menguarkan ketidak setujuan yang kuat.
"Apa maksudmu?"
"Dia itu dalam suasana duka, baiklah kau mau dia melupakan Ardelof tapi itu tidak mudah! Cinta mereka sangat besar, bagaimana bisa kau ingin menjodohkannya!"
Ucap Renoval tanpa embel-embel rasa hormat, ia kehilangan kendalinya karna ia tahu Sofea dan Ardelof itu mempunyai rasa yang kuat, kematian Ardelof baru beberapa hari menuju minggu tapi dengan teganya melakukan semua ini.
"Lalu aku harus apa? dia mengurung dirinya sendiri seakan tak memikirkan kami! dia butuh teman, pengganti Ardelof yang bisa membawanya kembali ke tengah-tengah kita, aku hanya ingin Putriku kembali, hanya itu." ucap Raja Hangton mulai merasa pusing hingga Ratu Lamoria lansung mendekat.
"Sudahlah, kita bicarakan ini nanti! ayo, Sayang!"
Ratu Lamoria mengiring suaminya melangkah pergi meninggalkan Renoval yang mengepalkan tangannya dengan Asisten Kai yang hanya bisa diam didepan pintu sana.
__ADS_1
"Sial!!!"
Umpat Renoval lalu berlari menuju tangga kamar Sofea, ia sudah tak asing dengan Istana ini hingga ia sudah hafal semua tempatnya membuat Asisten Kai menghela nafas halus.
"Kau sibuk mengurus Kehidupan Adikmu, Tuan! sampai kehidupanmu pun terbengkalai."
Gumam Asisten Kai lalu melangkah menuju Mobil, ia harus mengurus Wanita itu agar Tuannya tak lagi marah besar padanya.
Sedangkan Renoval, ia telah sampai keatas lantai kamar Sofea yang telah membuka pintu kamarnya dengan sinaran cahaya mentari yang terlihat terang didalamnya.
"Sayang!!!"
Panggil Renoval masuk hingga ia melihat kamar yang sudah bersih dan wangi, ranjang King Size berwarna putih sana sudah ditata indah dengan Tirai Balkon dibuka lebar membuat suhu udara didalam sini sangat nyaman.
Dahi Renoval mengkerut, apa pria bernama Digo itu sudah merubah Sofea atau bagaimana?
"Kak!"
"Ha?"
Renoval tersigap saat suara lembut itu memanggilnya hingga terlihatlah Sofea yang memakai Dress selutut berwarna biru tanpa lengan tengah berdiri di depan ruang Walkcloset dengan menggendong Baby Aron yang sedang tidur baru selesai meminum Asinya.
"Dari mana saja, hm?"
"Aku menata pakaian suamiku!"
Jawab Sofea tenang menatap kebelakang dimana tadi Nenek Eliz mengirim pakaian Ardelof kesini hingga ia menata semuanya di lemari, tentu Renoval tak masalah selagi itu wajar.
"Kau sangat cantik hari ini, apa ada sesuatu?"
Tanya Renoval bermakna ambigu mendekati Sofea yang memang sangat berbeda dari hari dimana ia datang sebelumnya, raut binarnya juga lebih hidup.
"Hm, Tidak ada! aku suka saja melihat barang-barang Suamiku disini."
Sofea menggeleng tersenyum membuat Renoval menghangat menarik lembut pinggang Sofea kearahnya hingga ia memeluknya hangat, Baby Aron tak terbangun karna Renoval melonggarkan pelukannya.
"Sudahlah, Kakak suka kalau kau tersenyum lagi! jangan menangis terus, suamimu pasti tak senang melihatnya."
"Kak!"
"Hm?"
Jawab Renoval menatap Sofea yang mengadah memandangnya, tatapan Sofea berubah sendu seperti menyimpan sesuatu.
"Ada apa?"
"Aku ingin kembali ke Istana Alison!"
"Kenapa? apa disini tak nyaman?" tanya Renoval merapikan separuh Poni Sofea yang menutupi separuh dahinya.
"Bukan begitu, aku mau kesana karna disanalah tempatku pertama kali hidup dan merasakan Cinta! disini aku menjadi asing, tak ada tempat bagi Ardelof disini."
Yah, Sofea merasa semua orang disini seakan melupakan Suaminya, tak ada kenangan yang bisa ia renungkan kecuali masalah baru yang menyiksa batinnya.
"Apa kau setuju dengan keputusan Ayah?"
"Tidak!"
"Apa dia memaksamu?"
__ADS_1
"Aku tak tahu, tapi Ayah dan Ibu selalu menekanku untuk bahagia, tapi aku hanya mau dengan Ardelof, bukan orang lain!"
Jawab Sofea bergetar hingga Renoval kembali menyandarkan kepala Sofea ke dadanya, rumitnya hidup dengan tahtah dan wibawah, semuanya disorot dengan keinginan orang lain.
"Baiklah, akan Kakak Usahakan besok kau pindah ke Istana Alison."
"B...Benarkah?"
Tanya Sofea berbinar hingga Renoval menyunggingkan senyum pelitnya mengecup kening mulus ini.
"Hm, benar! tapi berjanjilah jangan pernah menyiksa dirimu sendiri, dan kau harus Wujudkan Mimpi Ardelof selama ini."
Sofea terdiam sesaat, ia baru ingat kalau Ardelof ingin ia memimpin Tanah Alison kembali jaya seperti semula, dan itu akan ia lakukan selama menunggu Ardelof kembali hingga penantiannya tak sia-sia.
"Kau harus membuat Ardelof bangga mempunyai Istri sepertimu, dia menyerahkan Tanah Alison padamu dan Putra kalian, Kakak Yakin, Sang Mahadewi ini akan membuat Dunia tahu bahwa Sofeanya Ardelof sudah berubah menjadi wanita yang mandiri, buat suamimu bangga, hm?"
Sofea mengangguk cepat dengan semangat diwajahnya terpancar cerah, jika Ardelof kembali maka pria itu akan ia kejutkan dengan semua ini.
"Kak, kau cinta pertamaku, kan?"
"Aku rasa tidak!"
Sofea memanyunkan bibirnya membuat Renoval terkekeh kecil dibuatnya, entahlah kalau bukan karna ikatan saudara ia pasti sudah menikahi Sofea.
"Hm, tapi kau dan Ardelof dijodohkan sedari kandungan! Kakak harus apa?"
"Benar juga. sepertinya posisi kalian agak menyempit."
Jawab Sofea membuat bincangan kecil mereka menjadi renyah, Sofea menerima semua nasehat Renoval yang mengatakan kalau ia tak boleh terlihat lemah didepan semua orang, dan ia tahu harus apa.
"Kak, apa kau melihat anak kecil saat di sana?"
"Siapa?"
"Beclie!"
Renoval terdiam mencoba mengingat, lalu menggeleng tak tahu hingga Sofea mengangguk memahami, sejak badai itu Beclie menghilang dari lingkungan mereka.
Sedangkan di Dimensi Alam sana, Raja Petra dibuat naik pitam dengan Ardelof yang sangat marah bahkan sampai tak berwajah baik padanya.
"Sialan!!! aku belum mati sepenuhnya tapi dia berniat menjodohkan Istriku!!!"
"Bocah sialan!! berhenti mengoceh dan masuk dalam Tubuhmu!"
Geram Raja Petra menatap Ardelof yang ia rantai karna ingin membunuh Pria itu, Raja Petra sengaja memanas-manasi Jiwa Pria pencemburu ini karna ia tahu Ardelof akan membuat kegaduhan saat kembali.
"Aku tak bisa, bagaimana kalau aku tak kembali? bisa saja Sofea diambil orang lain!!"
"Itu resikonya! dia sudah dijodohkan dan sebentar lagi menikah, ingat kalau waktumu hanya sedikit."
Ardelof sungguh dibuat ingin mencabik wajah Tampan Ayahnya, entah kenapa bersama pria ini ia selalu dibuat naik darah.
"Kalau Istriku sampai menikah dengan orang lain, aku bersumpah kau tak akan ku lepaskan!!"
"Itu salahmu, cepat masuk!!"
"Ingat perkataanku!!!"
Geram Ardelof yang memberontak dari belenggu ditubuhnya, Raja Petra mengunci pergerakan Ardelof yang tak bisa tenang kalau menyangkut tentang Dewi kesempurnaan itu, ia sendiri kualahan menanganinya.
__ADS_1
......
Vote and Like Sayang..