Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas
Penolakan Sofea!


__ADS_3

Tatapan tegas Sofea lansung meruak saat satu pertanyaan yang menurutnya itu diluar Jam kerjanya, yang ia tahu dan sangat adalah memantau dan mengatur Agensi ini. bukan malah menerima ajakan Makan siang untuk memperjelas Pekerjaan tadi, menurutnya semuanya sudah jelas kalau ia akan mencari Model baru atau Musik pengiring yang tepat. lalu untuk apa diperbincangkan dengan makan siang?


"Kau keberatan?"


"Sangat!" Tekan Sofea tak suka membuat Renin terkejut, ia benar-benar tak habis pikir dengan wanita ini. senyum aneh itu terukir kecil diwajah datar Renoval yang cukup terhibur hari ini.


"Hm, kau menolak?"


"Apa tak cukup jelas, Tuan? Saya tak bisa MAKAN SIANG dengan anda, karna ada yang lebih penting dari itu!"


"Apa?"


"Aku rasa ini diluar Pekerjaan, dengan segala hormat saya sangat berterimakasih atas kebaikan anda hari ini, Terimakasih!"


Ucap Sofea ingin cepat menyelesaikannya, lama mereka berbincang disini sejak pagi tapi yang dibahas Pria ini terus menjerumus pada hal-hal Pribadinya, dan ia tak suka itu walau memang ia akui Pria ini Tampan tapi Suaminya lebih dari apapun.


"Baiklah, Senang bertemu dengan anda."


"Hm, Saya juga, Tuan!"


Sofea mengakhiri peetemuan dengan Kerjasama yang menguat, ia menatap Tuan Renoval yang sudah keluar dari pintu sana diantar Renin membuat ia lansung meletakan Dokument ditangannya secara kasar diatas meja.


"Dia pikir dia siapa? bisa-bisanya membawaku makan siang!"


"Kau sombong, Fea!" Ketus Quxi yang memang tak suka pria itu.


"Bukan itu maksudku, dia itu kaya, Tampan, dan juga punya aura. tapi sikapnya yang memojokanku begitu menjijikan."


Geram Sofea bersandar kekursi kerjanya seraya memejamkan mata merilekskan tubuh dan pikirannya. yang sedang bergelut resah, sepertinya ia harus turun lansung melihat beberapa Model naungan disini.


"Mis"


"Renin aku minta Model-Model yang lain tolong panggilkan kesini, ya? satu-satu masuk ke sini."


Sofea menatap Renin yang baru saja datang seketika lansung kengangguk menelfon Ekile yang bertugas mengarahkan para Model Agensi ini untuk pemotretan diberbagai tempat tapi ia hanya butuh Model yang tak di Foto yang tadi ditolak.


"Sudah, mereka akan datang 10 menit lagi."


Sofea mengangguk kembali Fokus pafa pekerjaannya, ia sedang memasang Record diLaptopnya dimana ada beberapa Lagu yang menurutnya cocok memenuhi Permintaan Tuan Renoval yang sudah memberikan Berkas Karakteristik Filimnya.


"Mis!"


"A.. iya, Masuk saja."


Salah satu wanita yang diloloskan itu lansung masuk, kulit Sawo matangnya sangatlah pekat tapi segar dan berkilau, rambut gimbal dan Tubuh tinggi yang terawat menampakan aura dan Inner dari bibir agak tebalnya. Sofea memperhatikan betul dari lekuk tubuh dan Posenya berdiri, menurutnya Wanita ini bangsa Amerika Selatan yang memang agak berkulit gelap tak sesuai dari Kriterianya.


"Siapa namamu?"


"Cestiler, Mis Composer!" jawabnya lembut, ia sangat kagum dengan Kecantikan Sofea yang benar-benar sangat beraura memancarkan Inner Beauty yang kuat.


"Em, Baiklah! kau bisa keluar, nanti akan saya berikan hasilnya."


"Baik!"


Pergantian itu terus dilakukan, tapi sayang semuanya tak ada yang masuk dalam Keiteria pilihan ini. dimana Memiliki Tinggi 179 Cm, Rambut Hitam, Mata bening dan kulit bersih, semuanya memiliki kelebihannya sendiri tapi ada yang tak melengkapi membuat Sofea pusing.


"Renin!"


"Iya, Mis!"


"Apa ada Model Senior disini? aku rasa ada beberapa tingkatan disetiap Agensi." tanya Sofea mengetuk mejanya pelan menatap Renin yang mengangguk.

__ADS_1


"Ada, Mis! tapi hari ini mereka sedang ada Jadwal, para Selebritis disini juga ada, saya akan mengatur Jadwal anda besok!"


"Baiklah, katakan pada para Model diluar kalau Kinerja mereka sangat memuaskan dan bagus hingga sulit memilihnya!"


"Baik!"


Sofea kembali menghela nafas menatap Quxi yang asik tertidur diatas Sofa sana, ia tersenyum kecil melihat bocah ini sangat patuh padanya.


"Mis!" Renin yang masuk dengan wajah anehnya. suara riuh diluar sana juga membuat Sofea menyeringit bingung.


"Ada apa?"


"Kita kedatangan Tamu Spesial!"


"Siapa? aku sudah mau pergi!" Decah Sofea menatap Quxi yang masih tidur.


"Silahkan, Yang Mulia!"


Degg..


Sofea terkejut mendengar sambutan Renin didepan pintu sana hingga mata Sofea termenung kosong melihat netra biru dan Tubuh kekar yang sangat ia rindukan itu telah ada disini, senyum Sofea mekar berdiri dari duduknya ingin berucap manja .


"Sa.."


Sofea terhenti saat melihat keluar dimana para Model tadi masih ada, mereka tampak berjingkrat memeggangi Pipinya yang bersemu seraya curi-curi pandang menatap Siapa yang baru saja mereka lihat untuk pertama kalinya mengunjugi Perusahaan Agensi ini, sungguh mereka sangat menggila.


"Ouhh, apa aku sudah cantik?"


"Aku rasa Yang Mulia kesini karena aku!"


Bisik-bisik mereka yang terdengar sangat senang membuat Sofea terdiam beberapa saat lalu mendekati Ardelof dengan gestur biasanya seakan mereka hanya sebatas Rekan kerja.


"Selamat Siang, Yang Mulia!"


"Yang Mulia, apa anda ada urusan?"


"Yah, Mis COMPOSER!" suara Ardelof sangat datar penuh penekanan diintonasinya yang membuat para Model diluar sana berjingkrat kegirangan meleleh mendengar suara bariton berat Ardelof yang sangat Sexsi mengalun, sungguh Piria ini memang luar biasa.


"Renin, bisa kau suruh mereka pergi?"


"Baik!"


Sofea mengintip kecil hingga saat para Penggila itu sudah bersuara mengecil tertelan jarak barulah Sofea bernafas lega menatap Ardelof yanga tetap setia dengan wajah datarnya.


"Sayang, kau.."


Grep..


Ardelof menarik pinggang ramping ini ringan merapat kearahnya hingga dada sekang Sofea yang tampak menyesakan dibalik Dressnya itu lansung merapat ke dada bidang Ardelof yang menatap semua lekuk wajah Sofea hingga membuat Kristof canggung menggaruk tengkuknya yang tak gatal lansung berbalik melangkah keluar seraya menutup pintu.


"A..Ard!"


"Kau sangat berani!"


"A..Apanya, Sayang?" Gugup Sofea saat wajah tampan Ardelof sudah mendekat kearahnya dengan hidung yang sudah saling bersentuhan dan mata yang bersitatap dengan guratannya sendiri.


Satu tangan Ardelof yang tadi masuk ke saku celananya lansung terulur memeggang leher jenjang, bening dan mulus Sofea yang tengah terexspos nyata membangkitkan hasrat para lelaki manapun.


"A..Ard aku.."


Cup..

__ADS_1


"Ard!!!"


Pekik Sofea keras saat Ardelof lansung menyambar lehernya selayaknya Drakula hingga mengigit kecil setiap kulit putih itu dengan hisapan kuat dari bibirnya meebuat Sofea lansung meremang tapi juga meringis kecil. Quxi yang tersadarpun lansung membuka matanya yang terkejut melihat apa yang terjadi dihadapannya.


"I..Ini Khusus Dewasa!"


Ucap Quxi menutup matanya lalu menghilang meninggalkan Sepasang Manusia sempurna itu tengah menjalin ikatan Cintanya sendiri.


"A..Ard, sayang kau..kau kenapa?"


"Menurutmu?"


Jawab Ardelof yang masih menempatkan bibirnya diceruk leher Sofea hingga Sofea pasrah merasakan gigitan maut pria ini, ia yakin setelah ini lehernya akan seperti sisik ikan lebam.


"S..Sayang, sudah!"


"Hm, lihatlah!"


Ardelof mengarahkan Sofea untuk menatap Cermin tepat didekat dinding dipintu Toilet, mata Sofea membelalak sempurna melihat lehernya yang sudah memar-memar biru bahkan Ardelof belum puas melihat itu sampai ia melakukan hal yang sama ke pipi Sofea yang merenggut.


"Sayang, kau..kau keterlaluan!"


"Cih, kau lupa, hm?"


Tekan Ardelof lansung menarik simpulan rambut Sofea hingga surai hitam itu terlepas menjuntai panjang menutupi bagian belakang punggung berlekuk Istimewanya serta menutupi tengkuk dan leher Sofea yang sangat nikmat.


"Sayang, tadi aku pikir aku hanya akan di ruanganku saja! aku tak tahu kalau ada yang datang."


"Siapa?"


"Itu para Model tadi!"


Jawab Sofea memperbaiki tatanan rambutnya, sayangnya ia tak bawa pitanya hingga Surai lurus nan lebat ini hanya tergerai indah begitu saja.


"Laki-laki?"


"A.."


"A?"


Tanya Ardelof dingin membuat Sofea menunduk meremas jari-jemarinya gugup, tentu Ardelof sudah tahu itu hingga ia datang kesini karna ulah Pria tua itu.


"I..Iya, tapi..tapi kami hanya bicara Pekerjaan, Sayang! hanya itu."


"Kau yakin?" tanya Ardelof lagi menarik tubuh Sofea mendekat hingga ia dudukan diatas Meja kerja wanita ini, mata bening penuh binar lembut itu menatap Ardelof yang menyelipkan satu helai rambut kebelakang daun telinganya agar lebih berlihat rapi.


"Hm, iya! tadinya dia mau mengajakku makan siang dan.."


"Kau menyetujuinya!"


"Tidak, bukan itu sayang! dia mengajakku tapi aku menolak, karna aku pikir kau juga belum makan siang!"


Jawab Sofea jujur membuat sudut bibir Ardelof terangkat kecil, ia pikir tadi Pria tua itu sengaja menjebak Istrinya agar bisa menjatuhkan harga diri Sofea, tapi sayangnya walau ia memang tak suka jika ada laki-laki lain melihat wanita ini tapi Ardelof sudah sangat senang jika Sofea bisa memebatasi dirinya.


"Maafkan aku, lain kali aku tak akan menemui siapapun."


"Hm, tidak juga!" jawab Ardelof menarik dagu Sofea pelan menatapnya dengan penuh rasa bersalah.


"Jalani saja apa yang menurutmu itu penting, tapi jangan lupakam batasan, hm?"


Senyum Sofea mekar lansung mengangguk mengecup kilas bibir Ardelof yang sudah tahu siapa sebenarnya Sofea, dan kenapa wanita ini bisa jatuh ketangan yang berbeda. memang Ardelof agak terkejut tapi menurutnya itu sesuatu yang sangat mengejutkan semua orang nantinya.

__ADS_1


...


Vote and Like Sayangku..


__ADS_2