
Ardelof lansung menarik Sofea untuk pergi dari Dimensi ini tapi Sofea enggan hingga melepas cengkraman Ardelof ketangannya.
"Kau.."
"Aku akan melakukannya, Sayang!"
"Sofea, ini bukan semudah yang kau pikirkan! aku tahu kekuatanmu sangat besar tapi untuk mengembalikan Kesehatanku butuh tenaga yang sangat-sangat banyak dan aku tak ingin terjadi apapun padamu, kau menyusui putra kita. Sayang!"
Resah Ardelof menatap tak setuju Sofea yang memberi senyum hangatnya menggenggam tangan Ardelof, ia tak bisa menahan untuk tak melakukan apapun yang bisa membantu Suaminya.
"Hey, aku sudah kuat sekarang, tak usah mengkhawatirkan aku. hm?"
"Tapi.."
"Kau ingin sehat sekarang atau kau mau istrimu bersanding dengan orang lain."
Sambar Raja Petra membuat Ardelof lansung memeluk Sofea erat menatap tajam netra biru ayahnya.
"Maksudmu?"
"Lihatlah!"
Raja Petra menghempaskan tangannya hingga separuh Dimensi ini lansung menyatu dengan area luar Istana Hangalay dimana Mobil mewah berwarna biru itu baru saja datang terparkir didepan sana.
Terlihat Raja Hangton menyambutnya dengan sumeringah bersama para Pelayan dan Anggota Kerajaan menunggu didekat tangga Mar-mar mewah menuju pintu utama.
"S..Siapa?"
Gumam Sofea melihat pria dengan kulit kuning langsat dan bersih, matanya begitu ceria dan sangat damai melengkapi wajah Manis nan Tampan khas orang Asia membuat Sofea mematung melihatnya.
Wajah Ardelof mengeras memeluk Sofea erat bahkan sangat erat membuat nafas Sofea tercekat dibuatnya, terlihat sekali aura tak suka dan wajah mendingin Ardelof meruak.
"Kau tak usah pulang!"
"Sayang, kenapa?"
Ardelof hanya diam, walau memang tak ada yang bisa menandingi ketampanannya tapi, di kondisinya yang sekarang tak bisa dilihat banyak orang dan ia tengah lemah bisa saja ada seseorang yang mengambil Sofea darinya.
"Lihatlah, dia sangat bisa berbaur dengan Keluarga Istrimu."
"Sepertinya dia dekat dengan Ayah."
"Jangan membahasnya."
Ardelof membenamkan wajah Sofea ke dadanya agar tak melihat bagaimana pria itu bisa mengambil hati semua orang dengan raut ramah nan bersahabat, jantungnya sangat memberontak membuat Sofea tersenyum kecil mengadah menatap wajah dingin Ardelof.
"Dia memang tampan."
"Sofea!"
"Aku benar, Sayang! orang asia memang manis-manis."
Whusss..
Atdelof lansung mengembalikan semuanya hingga separuh Dimensi yang tadi memperlihatkan area luar Istana Hangalay lansung berganti dengan ruang Dimensi ini kembali, raut wajah Ardelof tak bersahabat menatap Sofea dengat sangat tajam dan tak suka.
"Kau bilang apa?"
"Dia Tampan!"
"Sekali lagi!"
"D..Dia..Dia Tamp.."
Cup..
Ardelof menyambar bibir Sofea liar bahkan kasar membuat Raja Petra menggeleng dibuatnya, tubuh Sofea terpadat kedekat batu besar dibelakangnya dengan tangan yang dikunci Ardelof keatas kepala.
__ADS_1
"Ehm!!!!"
Pekik Sofea tertahan saat bibirnya Ardelof hisap dengan kuat bahkan Ardelof mengigitnya ganas menyampaikan keggeraman dalam hatinya menghisap kuat membuat bibir Sofea kebas dan kaku barulah ia melepasnya.
Plup..
"Hoss..!"
Sofea terengah-engah masih tersandar ke batu besar itu dengan wajah merah karna kehabisan pasokan udara, sementara Ardelof masih mengungkung separuh tubuhnya dengan satu tangan memeggang lengan Sofea yang ia kunci.
"S..Sayang, k..kau..kau.."
"Hm, katakan sekali lagi!"
"A..Ampun!"
Ucap Sofea dengan nafas tak stabil hingga barulah Ardelof melepasnya tapi tak bisa disebut lepas, lengannya masih membelit pinggang ramping penuh lekukan Sofea yang menghirup udara dengan leluasa dan meraba bibirnya yang bengkak.
"Kau mau membantu, maka lakukan sekarang!"
"Tapi.."
"Ard, percaya padaku, hm?"
Ucap Sofea menatap Ardelof yang akhirnya mengangguk mengikuti langkah Sofea mendekati peraduan dimana raga Ardelof terbaring kaku dengan pucat pasih.
"Kalau kau merasa sudah tak kuat atau tak bisa kau hentikan saja, aku tak masalah."
"Hm, baiklah!"
Jawab Sofea lansung duduk disamping Tubuh Ardelof seraya bersila, Raja Petra juga duduk dibelakang tubuh Sofea yang menghela nafas halus menormalkan pernapasannya sementara Ardelof menatap wajah cantik istrinya dalam.
"Sayang!"
"Kau juga harus melakukan hal yang sama, agar kau juga bisa menyesuaikan Energiku!"
Ardelof mengangguk duduk bersila dihadapan Sofea yang meneggapkan tubuhnya dengan kedua tangan diatas pahanya hingga mata Sofea bersitatap dengan mata elang Ardelof yang berposisi sama hingga ia tersenyum memberi kehangatan dan ketenangan dihati Ardelof.
Whusss..
Suara Sofea berucap tegas hingga hembusan angin itu lansung menerpa tubuh mereka, Peraduan ini mulai disinari cahaya merah dari tubuh Sofea yang perlahan berubah menjadi Wujud aslinya menjadi Dewi Afhordite.
Pakaian Sofea berubah menjadi Gaun merah seperti Anfu dengan wajah berbinar bahkan sangat cantik dengan rambut ditata bermahkota, Grimoire berdaun lima emas itu muncul dikeningnya dengan tanda petir biru yang juga dikeluarkan dikening Ardelof yang memejamkan matanya merasakan Energi kuat dari tubuh Sofea mengambang tubuhnya.
"Ini sangat kuat!"
Batin Raja Petra dan Ardelof yang membuka dirinya agar Kekuatan Sofea tak melawan Energi dalam tubuh mereka, dahi Ardelof menyeringit mencium aroma wangi yang sangat memantik jiwa kelelakian dan aura seksual yang pas.
Degg..
Mata Ardelof terbuka menatap terpesona pada objek dihadapannya, wajah cantik dengan bulu mata lentik dan garis wajah tirus menyempurnakan bentuk bibirnya yang merah bak delima begitu sensual dimata kaum pria, wajah Ardelof bersemu melihat paras Sofea yang luar biasa cantik menyapa hatinya.
"Kendalikan dirimu!"
Ardelof tersigap dengan geraman Ayahnya hingga ia kembali fokus memejamkan matanya dengan tangan Sofea yang terulur memeggang tangan Ardelof yang terbuka menggenggamnya.
"Rasakan dengan baik!"
"Hm!"
Ardelof menetralkan perasaannya dan pikirannya hingga ia merasakan betul tenaga dan Energi yang mengalir dari tangannya masuk ke pori-pori kulitnya, cahaya merah dari tangan Sofea begitu mengisi organ Ardelof yang terasa ringan dan di dorong olehnya.
"Peggang dada Tubuhmu!"
Ardelof lansung mengumpulkan Energi itu ditangan satunya hingga ia menahan nafas sebentar lalu menekankan tangan sebelah kirinya ke dada Tubuhnya yang lansung merespon Energi dari Sofea.
"Emm!"
__ADS_1
Ardelof merasakan dadanya sangat panas seperti ada sesuatu yang tengah meletakan bara diatas kulitnya, Sofea tahu itu karna butuh proses mengeluarkan Energi gelap yang sangat kuat ini dengan tubuh Ardelof yang sudah lemah.
Sofea terus mengalirkan Kekuatannya bahkan ia sampai membantu menghisap Energi alam di sekitar sini dengan satu tangan menggenggam tangan kiri Ardelof yang menekan dada tubuhnya.
"Uhukk!"
Ardelof terbatuk mengeluarkan darah hitam yang sangat busuk menerpa paha Sofea yang tetap melakukan pengobatannya, bahkan ia terus menekan kuat untuk mengeluarkan racun-racun pelumpuh dalam tubuh Suaminya.
"Keluarlah!"
Ardelof kembali muntah mengeluarkan darah hitam yang sama, melihat Roh Ardelof yang merasakan sakitnya Raja Petra lansung berpindah menduduki tempat dibelakang Ardelof yang muntah dan terus muntah.
"Keluarkan semuanya!"
"Hmm!"
Ardelof terus memuntahkan semua yang ingin keluar dari tubuhnya membuat aroma amis dan busuk menguar ke penciuman mereka.
"S..Sayang!"
Sofea tak mau menghentikan penyalurannya hingga wajahnya sudah memucat, tapi ia tetap memaksa menyerahkan semuanya yang ia bisa.
"Keluarkan!!"
"S..Sudah, uhuk!"
Lirih Ardelof yang melihat wajah Sofea memucat, ia merasakan kekuatan Sofea benar-benar sangat kuat hingga membuat Raganya terlihat membaik dengan wajah yang tadinya tersayat membiru perlahan membentuk kulit baru.
"K..Keluarkan!!"
"S..Sudah, S..Sofea.."
Geram Ardelof ingin berhenti tapi Raja Petra kembali mendorongnya dari belakang hingga ia benar-benar merasa tubuhnya ditusuk jarum dan dikuliti, keringat dingin itu bercucuran dikening Ardelof yang sudah mengeluarkan semua Energi negatif dalam tubuhnya dengan Energi Positif dari Jiwa Murni Sofea mengalir dalam tubuhnya.
"S..Sayang, Sudah!!"
Sofea merilekskan tubuhnya saat merasa ini sudah cukup, hingga ia membuka matanya menatap Ardelof yang juga menatapnya dengan sayu dan deru nafas memburu.
Bibir pucat Sofea melengkung menatap Tubuh Ardelof yang sudah membaik walau ini butuh proses menyesuaikannya kembali.
"K..Kau...Kau tak apa?"
"Hm, yah! kembalilah!"
Ucap Sofea mengulur tangannya mengelap sisa cairan hitam yang mengalir di mulut Ardelof yang menatap penuh cinta wajah Sofea yang sudah sangat menguras tenaga.
"Butuh waktu untuk menyempurnakan Tubuhnya kembali, atau mungkin ini akan lama."
"B..Berapa hari?"
"Bisa bertahun!" ucap Raja Petra menghela nafas halus.
Degg..
Ardelof lansung dilanda rasa takut menatap Sofea yang juga mematung diam, genggaman Ardelof ketangan Sofea menguat dengan mata seperti menyampaikan kecemasan.
"B..Bertahun?"
"Hm, lukamu sangat serius! memang kekuatan Sofea telah menyembuhkannya tapi kau telah lama meninggalkan tubuhmu, belum tentu kau cocok dengan energi baru itu."
Jelas Raja Petra hingga membuat Ardelof resah, bagaimana jika ia kembali terlalu lama dan..dan Sofea diambil darinya? bagaimana jika ia terlambat datang hingga.. hingga Istrinya menikah dengan orang lain?.
Ingatan saat bersama Vanelope itu lansung memutar dikepala Ardelof yang memang sangat Trauma soal cinta, ia sangat takut waktu kembali menghancurkan hidupnya.
"S..Sayang aku..aku .."
"Aku akan menunggumu!"
__ADS_1
.....
Vote and Like Sayangku..