Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas
Memaksa Renoval!


__ADS_3

Sofea menatap aneh Ardelof yang senyam-senyum sendiri sehabis dari Toilet katanya itu. ia yang tengah berdiri didekat pantai setelah keluar dari Mall dan bebelanja Keperluan Ardelof dan Putranya, ia tak membeli apapun untuknya karna menurutnya di kamar sana sudah banyak sekali barang-barang berbagai jenis.


Tapi, yang diherankan itu raut wajah Ardelof yang asik menatap Sofea dengan pandangan yang agak membuat Sofea ngeri dan meroma. kadang Ardelof mencium lehernya lalu memeluknya gemas dari belakang dengan posisi yang berjongkok mengawasi Baby Aron yang tengah bermain pasir.


"Ard!"


"Hm? ada apa?"


Tanya Ardelof menyembunyikan raut semunya keleher Sofea saat ia terbayang Tubuh Istrinya di balut pakaian terlarang itu hingga tak ia bayangkan bagaimana ganasnya ia menggempurnya.


Membayangkannya saja sudah membuat Ardelof tak sabar menunggu malam besok karna untuk malam ini Ardelof menjeda karna ia takut Istrinya kelelahan apalagi mereka akan begadang semalaman. tapi ia tak menjamin jika ada kesempatan emas malam ini.


"Sayang, kau kenapa?"


"Tidak ada."


Bisik Ardelof seperti menyembunyikan sesuatu hingga Sofea lansung mencubit paha Ardelof membuat suara rintihan itu muncul.


"A..***, Sayang!"


"Apa yang tadi kau lihat?"


Geram Sofea masih mencubit paha Ardelof disertai tawa kecil Baby Aron menatap Dadynya dengan raut jenaka, ia sangat puas melihat Momynya mengenai cubitan maut itu membalas perlakuan Ardelof padanya tadi.


"Myy!!"


"Apa Dadymu tadi melihat hal aneh, Baby?"


Baby Aron mengangguk cepat menunjuk Dada Sofea membuat mata Ardelof lansung menajam padanya, sedangkan Sofea lansung mengerti hingga menatap murka Ardelof yang menggeleng.


"A..Aku tak melihat apapun, Sayang!"


"Dada perempuan mana yang kau lihat, ha?"


"Tak ada, aku bersumpah! dia berbohong."


Ardelof menyentil bibir mungil itu pelan hingga membuat Baby Aron menangis lantang tanpa air mata. Sofea lansung menggendong Putranya hingga Ardelof masih menyentil bagian kupingnya lalu bersembunyi dibalik tubuh Sofea.


"Rasakan, dasar pembual!"


"Myyy hiks, Myyy!!!"


"Suttt, siapa yang jahat. hm?"


"Dyyy!!"


Sofea lansung menepuk pipi Ardelof pelan nyaris tak terasa sakit sebagai balasannya hingga membuat Baby Aron merenggut. sangat tak adil rasanya jika menyuruh Momynya memukul Dadynya.


"Sudah Momy pukul, jadi jangan nagis. anak Tampan!"


"Myy!"


Baby Aron menepis tangan Ardelof yang memeggang pahanya. tapi yang namanya Ardelof tak akan membiarkan Putranya bernafas lega hingga lagi-lagi ia menarik kaos kakinya membuat Sofea lansung berdiri menarik Dasi Ardelof.


"Pulang!"


"Iya, Dady pulang. Momy!"


Jawab Ardelof seraya membawa satu sepatu Baby Aron yang copot karnanya, ia masih menyentil kaki Putranya hingga membuat perdebatan disepanjang jalan. sungguh Ardelof hanya begini pada mereka saja, dan itu untungnya memiliki anak dari Pernikahan mereka mewarnai setiap apa yang akan dilakukan.


"Sayang. Vanelope disini."


Gumam Sofea saat merasakan ada aura Wanita itu disini hingga Ardelof lansung merubah raut wajahnya yang tadi bersahabat lansung mengeras menatap lurus kedepan.


"Dia tak akan bisa melukai kalian."


"Bukan itu, Ard! tapi bagaimana nasip Beclie?"


Tanya Sofea seraya melangkah menuju Mobil keluar dari area pantai dibelit Ardelof yang mendengar deru Mobil dari arah jalan masuk ke Mall ini.

__ADS_1


Mobil berwarna hitam Formal yang sangat dikenal oleh Sofea logo BM dibelakangnya.


"Kak!"


Binar Sofea saat Mobil itu berhenti tepat didepan mereka hingga Baby Aron berbinar melihat siapa yang keluar dari benda mewah itu.


"Hey, Jagoan!"


"Cell!!"


Renoval yang selalu rapi dengan stelan formal itu lansung menggendong Baby Aron yang memang sudah terbiasa dengannya, Renoval pun tampak senang dengan kehadiran si kecil bersifat Misterius ini.


Namun, mata Sofea menyipit saat pintu disamping Asisten Kai yang keluar terbuka hingga memperlihatkan sosok yang dikenal oleh semua Masyarakat Maya ini.


"Cessa!"


"Salam, Yang Mulia!"


Cessa yang memakai Outfit santai dengan Celana Jeans panjang berwarna hitam dengan Bera dilapisi Jaket itu menyempurnakan Stylenya, tak lupa kacamata coklat yang bertengger di atas rambut emasnya.


"Apa kabarmu?"


"Saya baik, bagaimana dengan anda?"


"Baik, apa Syutingnya masih berjalan?"


Tanya Sofea membuat wajah Cessa lansung muram tapi seketika memaksakan senyumannya tak berani menatap Renoval yang acuh dengan pembahasan itu.


"Saya tadi agak merasa tak enak badan, jadi Tuan Renoval bersedia mengantar saya pulang."


"Formalitas!"


Jawab Renoval tegas tanpa ingin memberi harapan, ia tahu Cessa sangat memiliki rasa padanya apalagi, wanita ini sudah berusaha selama 1 Tahun untuk mendapat perhatiannya. tapi Renoval sangat muak dengan keluarga Cessa yang sangat tak terhormat memanfaatkan Putrinya untuk menambah kekuasaan.


Sofea mengamati Interaksi ini hingga melihat raut sendu Cessa yang juga tak berani menatap Ardelof yang hanya menatap mereka datar tak ingin ikut campur.


"Kai akan mengantarnya!"


Asisten Kai terkejut dengan itu hingga membuat Renoval lansung menajamkan matanya agar Asisten Kai menurut.


"A..B..Baik, Tuan!"


"Tapi, Kak! sebaiknya kau ikut mengantar, soalnya dia tanggung jawab Entertainment kalian!"


Ucap Sofea membuat Renoval lansung diam, Ardelof memeggang tangan Sofea penuh isyarat agar tak mencampuri urusan mereka.


"Sayang, aku benar! soalnya Cessa ini perempuan. aku tak percaya pada Asisten Kai."


"Y..Yang Mulia, aku tak mungkin macam-macam."


Sambar Asisten Kai lansung menunduk saat Ardelof menatapnya membunuh hingga semuanya mendingin.


"Antarlah dia, dia tanggung jawabmu!"


"Hm, baiklah!"


Renoval mengecup pipi gembul Baby Aron lalu menatap Ardelof yang kembali mempunyai ide melihat kedekatan Putranya dan Renoval.


"Bawa Putraku sekalian, dia sepertinya merindukanmu."


"Kau yakin?"


Tanya Renoval memastikan hingga Baby Aron menatap sinis Ardelof yang menyeringai memeluk Sofea dari belakang. ia akan memanfaatkan waktu selagi ada.


"Yakin, lagi pula kalian sudah lama tak menghabiskan waktu bersama."


"Hm, Baiklah! aku bawa Putramu."


Renoval mengecup kening Sofea kilas mendapat tatapan menyala Ardelof, tapi ia acuh membawa Baby Aron ke Mobil sementara Cessa mematung melihatnya hingga membuat Renoval yang telah menunggu di dalam sana lansung menggeram.

__ADS_1


"Kau masih hidup?"


"A.. iya!"


Cessa lansung masuk, Renoval membuang muka ke samping jendela. Sofea melambaikan tangannya pada Baby Aron yang juga membalasnya hingga Asisten Kai melajukan Mobil pelan mengklakson sebelum meninggalkan mereka.


Ardelof memeluk Sofea mesra seakan memanas-manasi Putranya didalam Mobil sana hingga membuat Renoval menyunggingkan senyum pelitnya.


"Apa Dadymu menyaingimu, hm?"


"Myy!"


Baby Aron mengangguk lalu menatap Cessa yang menunduk, wanita ini tampak kikuk duduk disebelah Uncel Novalnya terlihat jelas dari raut wajahnya yang pucat.


"Nyy!"


"Hay!"


Sapa Cessa melambaikan tangannya kecil menyapa, tapi Renoval hanya acuh tanpa mau menganggap ia ada disini.


"Nona, siapa yang mengurus anda? bukannya Asistenmu juga pulang ke Negaranya karna urusan mendadak."


"Em, iya! tapi tak apa, aku bisa sendiri."


Jawab Cessa tak ingin merepotkan, tapi Asisten Kai menelan ludahnya kasar saat menerima pesan dari Sofea lewat Nomor Ardelof yang ingin Cessa dirawat di rumah Kakaknya.


"Siall. kenapa aku terus yang diposisikan ditepi jurang?"


Batin Asisten Kai merutuk menatap wajah datar tampan Renoval dari Jendela Mobil, ia sangat gugup mengatakan ini.


"Tuan!"


"Hm."


"Y..Yang Mulia Putri Mahkota bilang, kalau Nona Cessa harus dijaga. jadi sekarang sedang mendung, saya khawatir akan turun hujan dan memperburuk suasana."


"Maksudmu?" tanya Renoval mulai tak nyaman hingga membuat Cessa menggeleng.


"T..Tidak usah, aku tak apa dan.."


"Yang Mulia Putri Mahkota ingin, anda merawat Nona Cessa sampai ia sembuh, Tuan!"


"Shitt!"


Renoval mengumpat memijat kepalanya pusing. ia berusaha untuk tak berhubungan dengan wanita ini tapi Sofea sangat membuatnya frustasi.


"Aku tak bisa, pekerjaanku sangat banyak!"


"Tapi, Putri Mahkota memberi pesan pada saya."


Cessa hanya diam bersandar kekursi mobil, ia agak batuk dan Flu karna perubahan cuaca itu karnanya ia tak jadi bekerja. tapi ia tak menyangka akan diposisi begini.


"Apa anda tak bisa? kalau iya saya akan membalas pesan Putri Mahkota!"


"Hm, dia ke Kediamanku!"


"A..Apa?"


Tanya Cessa lansung dihadiahkan tatapan menusuk Renoval yang membuat ia kembali menunduk membuat Baby Aron hanya diam memainkan Dasi milik Uncelnya.


"Jangan terlalu senang, ini demi Adikku!"


"T..Tapi saya tak perlu, Tuan! saya baik-baik saja dan.."


"Tak ada bantahan!"


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2