Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas
Badai kembali datang!


__ADS_3

"Ya, Tuhan!!!!"


Sofea terperanjat saat melihat Map berwarna biru yang terselip diatas Sofa dimana semalam Asisten Kristof bekerja, ia tadi baru saja selesai membersihkan diri dan niatnya ingin membersihkan Ruang Kerja suaminya, tapi sayang ia malah melihat berkas ini.


"Ini kan berkas penting? bisa saja nanti mereka tak jadi melakukan pertemuan!"


Gumam Sofea mengambilnya dengan Renin yang baru datang setelah berbicara dengan Asisten Kai agar mengcensel pertemuan karna Yang Mulia Putra Mahkota melarang Sofea untuk kesana, tentu Sofea menurut.


"Ada apa?"


"Ini, berkasnya ketinggalan! kalau suamiku sampai tahu, habislah Asisten Kristof!"


Gumam Sofea mendecah, wajar jika Kristof lupa karna pekerjaan pria itu tak hanya satu. apalagi waktunya yang mendesak.


...........


Nyiur angin ini begitu lembut membelai wajah Tampan seorang pria dengan bibir tipis namun penuh pesona dengan netra hitam yang menggoda, raut wajah datar namun tengah memikirkan sesuatu tergambar jelas diwajahnya seakan menikmati belaian angin dan deburan ombak dari Pantai disampingnya.


Lautan membiru membentang indah tanpa satu orang pun kecuali Pelayan Resort dan beberapa Penjaga Pantai yang berpatroli, kesunyian yang menenagkan sangat damai hingga perlahan matanya terpejam menikmati suara ombak menari ditelinganya.


"Selamat siang!"


Suara lembut seseorang yang baru saja datang sesuai Perjanjian dan kesepakatan, rambut pendek berwarna pirang yang ikal itu dengan tubuh dibaluti seulas kain bercorak bunga merah yang menutupi dada yang memang seggenggaman tangan remaja sesuai ukuran tubuhnya yang jenjang, sedangkan bagian atas lainnya terpapang nyata dengan Jeans berwarna biru tua.


Kelopak mata itu terbuka hingga Wanita yang masih berdiri ditempatnya itu terdiam menunggu jawaban.


"Maaf, apa saya terlambat?"


"Tidak!"


Satu jawaban yang terkesan acuh hingga Cessa lansung menduduki Kursi dihadapan Renoval yang hanya menatap datar dirinya lalu beralih menatap ombak disamping sana, hati Cessa terdiam kaku dengan perih yang tertoreh dalam, ia menatap penampilannya intens, ia rasa pria ini memang tak akan pernah meliriknya.


"Apa, Yang Mulia Ardelof juga, hadir?"


"Iya, Nona! sesuai janji jam 10 menjelang siang."


Jawab Asisten Kai yang baru datang karna habis menghubungi Renin dan beberapa Klien lainnya, ia menatap Tuannya yang tampak acuh atas kedatangan Super Model satu ini.


"Silahkan anda minum dulu, Nona!"


"Terimakasih!"


Cessa tersenyum menyedu segelas Jus Orange dihadapannya tapi ia masih curi-curi pandang pada Renoval yang selalu menyimpan ke bungkaman.


"Yang Mulia!"


Para Pengawal Renoval didepan sana membungkuk hormat saat Mobil hitam pekat mewah itu sudah melesat terparkir ke tempat khusus ini, Pintu Mobil itu dibuka Kristof yang segera membungkuk hingga tapakan Sepatu Formal hitam dengan Stelan celana berwarna abu-abu itu lansung menyapa wajah mereka yang tertunduk.

__ADS_1


"Selamat Datang, Yang Mulia!"


Ardelof yang telah begitu sempurna dengan penampilan Formal dan wajah datar itu hanya mengangguk seraya melangkah masuk menuju Resort dimana pelayan juga menyambutnya dengan sangat hikmat, mereka memang sudah menyiapkan ini takut Putra Mahkota Alison marah besar akan sambutan yang tak berkesan.


"Yang Mulia!"


Seketika didalam Cessa dan Kai lansung berdiri membungkuk separuh badan memberi salam hormat, sedangkan Renoval ia ikut berdiri tapi hanya membungkukna kepalanya sebagai tanda kehormatannya dengan tubuh tegap yang mempersilahkan Ardelof duduk.


"Silahkan!"


"Anda pesan apa, Yang Mulia?"


Tanya Cessa gugup saat Ardelof duduk disampingnya hanya berjarak satu kursi, Renoval hanya melirik kecil raut wajah Cessa yang memerah saat bertemu si Pria penuh pesona ini.


"Baiklah, mungkin kami akan memperkenalkan Perusahaan kami!"


Asisten Kai mengantisipasi suasana aneh saat netra biru elang Ardelof seakan menyabit tajam netra hitam Renoval yang memang mengakui Ardelof sangatlah sempurna, semuanya begitu pas membuat Porsi Visual yang Tampan dan mempesona.


"Kami dari Perusahaan Noval Entertainment mengucapkan terimakasih atas kedatangan anda, Yang Mulia!"


"Hm!"


Gumam Ardelof duduk bertopang kaki angkuh dengan sangat berkharisma, Cessa yang melihat itu menegguk ludahnya kasar menatap Ardelof ciut bergantian dengan Renoval yang juga menunjukan pesonanya hingga ia menatap Asisiten Kai yang hanya diam.


" Yang Mulia menyetujui untuk menjadi Sponsor utama."


"Benarkah? kami sangat senang mendengarnya!" Asiten Kai dan Asisten Kristof saling bermediasi tapi Ardelof dan Renoval seakan berlawanan aura hingga suasana yang tadinya adem dingin sekarang memanas membuat pasokan udara menipis.


"Lantuhkan!"


Jawab Renoval pada Kristof yang mengangguk menjelaskan segalanya bergantian dengan Asisten Kai yang juga menjelaskan tentang kebijakan mereka soal keuntungan dan bagaimana Proses kerjanya.


"Setiap penawaran kami akan mengiring Keuntungan 50% itu setiap bulannya, sehingga Perusahaan anda tak akan merugi bekerja sama dengan kami!"


"Hm, data Perusahaanmu!"


Asisten Kai memberikan berkas ditangannya ke hadapan Ardelof yang membacanya dengan Intens, Cessa menikmati wajah-wajah Tampan para pria ini hingga ia hanya menikmati waktu saja.


Namun, dahi Ardelof menyeringit saat merasakan sesuatu di daerah sini. ia menatap kearah samping dengan wajah datar yang seperti mencari seseorang membuat Renoval lansung tertarik menyahut.


"Ada apa, Yang Mulia?"


"Tidak ada!"


Jawab Ardelof datar lalu kembali fokus ke berkasnya untuk meredam pemikirannya soal Sofea yang ada disini, ia mencium aroma wangi tubuh wanita itu dan jelas Ardelof merasakan keberadaannya.


"Tuan!!"

__ADS_1


Seorang Pengawal yang terengah-engah masuk ke dalam Resort hingga membuat mereka lansung menatap kecuali Ardelof yang acuh tak mau ikut ambil.


"Ada apa?"


"Gelombang air laut tiba-tiba naik hingga keluar dari area aman, kami harus mengevakuasi kalian semua!"


Ucapnya membuat Ardelof lansung menatap lautan yang tadinya tenang sekarang seperti kelaparan menggempur bebatuan ditepinya, air ini menggulung lalu berhambur ke tepian menyapu pepohonan yang mulai tumbang karna angin dan suara gejolak lautan ini meruak.


Whusss..


Ardelof lansung berdiri saat sekilat hitam itu ia tangkap dinetra birunya dilautan sana hingga angin mulai bergejolak kuat menerbangkan satu persatu pasir putih ditepian sana.


Brakk..


"Aaaa!!!"


Teriakan para pelayan yang ketakutan karna Resort ini mulai terendam air dengan patahan kayu dari pohon kelapa dan bangku-bangku pantai itu menimpa kearah sini, tapi Ardelof biasa saja karna tak ada yang ia khawatirkan karna Istrinya sudah aman di Istana.


Dreet,,


Ponsel Ardelof berbunyi dengan langkah semua orang yang berjalan keluar dari Resort dengan pengawalan yang ketat terhadap orang-orang penting ini terutama Ardelof yang lansung diberi Mantel oleh Kristof, Ardelof mengacuhkan Ponselnya karna suasana Pantai yang tak memungkinkan untuk menelfon apalagi badai pasir ini sangat menyusahkan semua orang.


"Yang Mulia, Ponsel anda terus berdering!"


"Hm, kau tangani yang lain!"


Kristof mengangguk memberikan payung ke Pengawal dibelakangnya hingga mereka mengiring Ardelof dengan pola perlindungan siaga sampai ke Mobil, namun, Ardelof terhenti saat layar Ponselnya tertera nama seseorang dan itu adalah penyihirnya.


"Sayang!"


"Ard, kau dimana? Berkas kontrak di mejamu ketinggalan!"


"Aku di Resot dekat pantai, kau jangan kesini. tunggu aku di Istana!"


"Sayang, kau terlambat! aku sudah sampai didekat Jalan ke Pantai!"


Degg..


Ardelof tercekat lalu menatap kearah samping kiri dimana Gerbang masuk ke Resort ini tak jauh dari Pantai yang sudah dilanda badai dengan pohon-pohon berterbangan.


"Sayang!!!!"


"P..Putri!!"


Gumam Mereka saat melihat Sofea yang berdiri diatas Jembatan didekat pantai, Sofea memunggungi Pantai dibelakangnya seraya melambaikan tangannya menyapa Ardelof yang mematung dengan Renoval yang juga seakan jantungan melihat Gelombang air laut sana sudah menggulung keluar dari areanya.


"Fea!!!!!!"

__ADS_1


.....


Vote and Like Sayang...


__ADS_2