Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas
Kebahagiaan Sofea!!


__ADS_3

Sofea benar-benar terkejut saat mendengar suara yang sudah 1 Tahun ini tak terdengar dikepalanya, ia hanya bisa merenggu mengenang masa indah yang terukir jelas dulu dihati mereka.


"A..Ard!"


Lirih Sofea menoleh hingga perlahan ia melihat kaki jenjang nan kokoh yang memakai Pakaian Pangerannya hingga pinggang kekar yang tampak rapi dibalut Jubah kekuasaannya.


Mata Spfea berkaca-kaca menarik lirikan keatas hingga ia melihat jelas wajah Tampan yang berona hidup, rahang Pria ini mengeras dengan tatapan menajam dengan bibir Sexsi yang Pink segar.


"A..Ard!"


"Keluarkan apa yang kau makan!"


Tekan Ardelof mencengkram pipi Sofea yang sudah menjatuhkan cairan bening itu dengan bibir bergetar menatap Ardelof penuh kerinduan, mata Ardelof sudah berkabut murka mengambil sisa makanan dimulut Sofea hingga ia membuangnya kembali ke Nampan sana dengan perasaan yang marah dan sangat geram.


"Kau biarkan dia menggendong Putraku! dan kau.. kau makan semua masakannya, kau begitu dekat dengannya! aku tidak suka, SOFEA!!"


Geram Ardelof tapi Sofea tak bisa menahan tangisnya hingga ia lansung berhambur memeluk Ardelof hingga Baby Aron mematung melihat Momynya.


"A..Ard hiks, S..Sayang!"


Ardelof hanya diam meredam kecemburuannya, Yah, ia sudah kembali dari Meditasinya yang sangat memakan waktu karna ia juga harus melakukan sesuatu sebelum kesini, tapi, Ardelof tak tahan merasakan kedekatan Digo dan Istrinya apalagi Raja Petra bilang kalau Sofea akan menikah dengan Digo hari ini juga.


"Kau tak bisa menungguku."


"Sa..Sayang, kau..kau bicara apa?"


Tanya Sofea menatap Ardelof yang merapatkan tubuh keduanya, mata Ardelof menatap Baby Aron yang juga memandangnya dengan datar tapi percayalah si kecil ini sangat merindukan Dadynya.


"Dia ingin menikahimu!"


"A..Tidak, aku..aku.."


"Ayo pergi dari sini!"


Ardelof meraih Baby Aron ringan dengan satu tangan lalu menatap Sofea dengan pandangan tak rela dari matanya.


"Rakyatku sudah menganggap dia Suamimu, dan aku tak rela itu terjadi!"


"Ard!!!"


Pekik Sofea saat Ardelof menariknya untuk keluar kamar, wajah Ardelof mengeras memboyong anak dan Istrinya untuk pergi, karna tadi Raja Petra mengatakan kalau Raja Hangton telah menggelar pesta untuk itu semua.


"Ard, Sayang! kita..kita mau kemana?"


Ardelof hanya diam membelit pinggang ramping Sofea untuk turun ke arah Lift, ia juga memandang lurus membuat Baby Aron ikut meniru gestur wajah Ardelof yang terkesan mengundang permusuhan.


Didalam Lift, Sofea menatap wajah Ardelof dengan penuh Cinta serta kepala tersandar ke dada pria ini, detakan jantung Ardelof membuat Sofea berbinar hingga membelit perut keras Atletis Ardelof dengan dengan satu tangannya.


"Sayang!"


"Hm!" terdengar sangat dingin.


"Kau sangat tampan."


Puji Sofea meleleh melihat aura dan pesona Ardelof sekarang sangatlah kuat, netra birunya semangkin mengobarkan kharisma keperkasaan dengan raut wajah datar namun penuh pemikat. tentu Ardelof merasa senang dengan pujian itu tapi ia tak akan luluh sebelum semua orang tahu ia sudah kembali.


Tinggg..


Duarr..


Para pelayan yang berjejer seperti biasa menyambut Petinggi Kerajaan lansung dibuat terkejut sampai memucat ditempat melihat diapa yang tengah berdiri dengan Tubuh kekar nan gagahnya begitu diimpikan oleh semua Manusia di Tanah Alison.


"Y..Yang Mulia!"

__ADS_1


"Kumpulkan semua orang!!"


Titah Ardelof tegas hingga membuat sisa-sisa kesadaran mereka menyeok tubuh dan suara untuk memanggil semua Anggota Kerajaan.


"Y..Yang Mulia!!!"


Kepala Pelayan Hesty lansung berjalan pelan menuju ruang Keluarga dimana tadi ada Ratu Rosmeryna dan Para Petinggi Kerajaan yang mengadakan rapat penting.


Ardelof hanya diam berdiri didepan Lift yang kembali tertutup, wajah datarnya menyatu dengan wajah datar Baby Aron yang menatap Intens wajah Ayahnya, terlihat masih muda dan tak berubah sama sekali.


"Ada apa?"


Suara Ratu Rosmeryna yang baru turun dari lantai disamping sana bersama Anggotanya hingga, seketika mata mereka terbelalak melihat siapa yang selama ini telah dianggap meninggal Dunia dan selalu dikenang dihati Masyarakat.


"..Ard!"


"P..Putra Mahkota!"


Gumam Mereka tak menyangka menatap Ardelof yang tetap diam, ia menunggu seseorang yang telah berani masuk ke Istana ini dengan leluasa membuat tempat.


Semua orang mulai memenuhi ruang Istana Utama didekat pintu keluar Utama, wajah mereka benar-benar tak menyangka melihat hal ini hingga Ratu Rosmeryna mendekati Ardelof dengan mata berkaca-kaca.


"N..Nak!"


"Siapa yang memberi Izin untuk menikahi, Istriku!!"


Geram Ardelof membuat mereka diam, Ratu Rosmeryna mengkerutkan dahinya memeggang bahu Ardelof yang benar-benar nyata hingga Sofea mengangguk mengatakan ini memang suaminya.


"Y...Ya, Tuhan Ard!"


Ratu Rosmeryna memeluk Ardelof yang hanya diam tapi ia menyampaikan kalau ia ada disini dari sorot mata dan auranya yang kuat.


"Kau..Kau sudah kembali, Nak hiks!"


Pertanyaan Ardelof membuat mereka menelan air liurnya bulat-bulat, Panglima Lester menunduk dengan Perdana Mentri Deganara, bersama Kepala Staf Istana yang tahu betul Ardelof sangat-sangat Overprotektif pada Putri Sofea.


"N..Nak, kau..kau bicara apa? Sofea belum menikah!"


"Belum? tapi kalian membuka tempatku untuk para Pria diluar sana."


"Ard, sudah! aku masih Istrimu, Sayang."


Ucap Sofea mengelus dada bidang Ardelof lembut penuh kasih, mata Sofea pun sangat berbeda dari netra biasa selama ini yang tak lagi bersikap seperti ini.


Tentu itu membuat Digo yang sedari tadi melihat dari kejahuan sangat terasa perih, Ketampanan dan Kekuasaan Ardelof patut ia akui dan ia rasa ia memang tak pantas memiliki seorang Mahadewi.


"Aku hanya berteman dengannya!"


Mereka semua menatap ke sumber suara, Digo memberi senyum hangatnya pada mereka seraya berjalan membelah kerumunan. ia memang merasa sangat sesak dan dihakimi dari tatapan Ardelof yang mengintimidasi.


"Salam, Yang Mulia!"


Digo membungkuk hormat dengan penuh kesopanan, Ardelof menatap Digo dari rambut dan ujung kaki yang tertutup sepatu hingga ia memang melihat pria ini sangat mempunyai rasa pada Istrinya.


"Kau sangat berani!"


"Maaf, tapi saya hanya berteman. Putri Sofea sudah tegas menepis saya sebagai Pengganti anda, dan saya terima itu."


Dahi Ardelof mengkerut, sebelum kesini tadi ia melihat Rakyat Alison bicara tentang pernikahan Pernikahan Sofea, Perjodohan dan Putranya. jadi Ardelof sangat panas apalagi Raja Petra mengatakan kalau selama Meditasinya Sofea menerima lamaran pria lain.


Namun, seketika kepalan tangan Ardelof meruak saat melihat sesosok sialan yang telah membuat ia kalang kabut meninggalkan pekerjaannya di Dimensi sana tengah menyeringai didepan Pintu Utama.


"Kauuu!!"

__ADS_1


"S..Siapa Ard?"


Tanya Ratu Rosmeryna saat Ardelof menatap kearah Pintu, tak ada orang sama sekali hingga Ardelof mengumpat menatap Sofea yang tahu itu hingga ia terkekeh kecil.


"Kau!"


"Saya, Yang Mulia!"


Ucap Digo menjawab, ia tak berani bicara karna takut Ardelof mencekiknya.


"Jahui anak dan Istriku, atau kau ingin merasakan Pengalaman menyenangkan."


"Baik!"


Peringatakan Ardelof terkesan tegas seperti perintah, namun tersembunyi ancaman nyawa bagi Digo yang mengelus dadanya menatap Ardelof yang sudah masuk dalam Lift kembali mengacuhkan tatapan penuh tanya mereka.


"Sayang!"


"Kau diam!!"


Sofea menutup mulutnya saat Ardelof menatapnya geram hingga Baby Aron menepuk dada bidang Ardelof karna membuat wajah Momynya murung.


"Sayang, kau tak akan pergi lagi kan?"


"Aku akan pergi! kau pembohong!!"


"A..Apanya? aku menunggumu sampai sekarang, Ard!"


Jawab Sofea dengan suara gelisah, Lift ini kembali membawa mereka keatas dengan senyum Sinmark Ardelof meruak misterius membuat Baby Aron bergidik ngeri.


"Kau harus membayar semuanya!"


"Sayang, aku tak mengerti! sebaiknya kita bicarakan baik-baik."


"Hm, memang harus."


Jawab Ardelof melangkah keluar dari Lift yang kembali mengantarkan mereka ke lantai kamar.


Sofea merasa merinding melihat raut wajah Ardelof yang begitu sangat aneh, tapi ia senang karna sekarang ia tak sendiri lagi.


"Sayang!"


Sofea bingung saat Ardelof melepas belitannya ke pinggang rampingnya hingga ia berdiri didalam kamar dekat pintu, mata Ardelof menatap tajam Sofea yang menegguk ludahnya kasar.


"A..Apa? apa aku melakukan kesalahan?"


"Persiapkan dirimu, aku ingin menyudahi Perselingkuhanmu ini!"


Ardelof mengecup kilas bibir Sofea lalu menutup pintu kamar membuat Sofea memerah ditempat tapi juga kesal karna Ardelof mengatakannya selingkuh.


"Dasar, aku belum puas melihatnya tapi dia sudah pergi."


Gumam Sofea menekan gagang pintu yang dikunci, Baby Aron dibawa Ardelof keluar sedangkan apa yang ia lakukan disini? tapi, pikiran kotor Sofea meruak melihat pantulan tubuhnya dari kaca rias sana.


"Ayolah, aku masih ingin bersamamu, Ard!"


Gumam Sofea menutup wajahnya malu, entahlah ia sudah gila sekarang hingga Sofea berlari keatas ranjangnya memukul kepalanya dengan Guling yang mendingin.


"Ard!!! aku..aku sangat merindukanmu!!"


Geram Sofea pada dirinya sendiri, ia benar-benar tak menyangka hari ini adalah hari terbaik setelah kelahiran Putranya.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang ..


__ADS_2