
Lengkungan indah wanita itu mekar duduk disamping kedua kaki Mamanya yang tengah berbaring seraya memijat satu persatu kaki wanita paruh baya itu, ada binaran kerinduan yang tak terjabarkan mekar dimatanya saat tadi sudah masuk kekamar Mamanya diam-diam tanpa diketahui banyak orang.
"Nak. kemana saja kau diluar sana, hm?"
"Ma! Fea hanya berkeliling dan pulang karna merindukanmu."
Ucap Sofea mengecup punggung tangan Mama Netty yang menghangat, ia mengelus lengan mulus Sofea lembut menyalurkan kasih sayangnya yang teramat.
"Kenapa belum tidur, hm?"
"Tidak ada, hanya ingin memijat kakimu. Ma!" jawab Sofea memberi senyuman, tapi percayalah ia tak bisa memejamkan matanya karna disetiap kegelapan itu akan hadir sesosok pria yang telah membuat hidupnya kelabu.
"Apa ada masalah? apa Gibran tak memberi kabar?"
"A..."
Sofea tak bisa lanjut menjawab, Mama Netty masih belum tahu bagaimana keadaan Sofea setelah pergi dari Kediaman ini. wanita itu berfikir kalau Gibran masih berstatus kekasihnya dan Yella temannya, walaupun iya . tapi bukan kekasih melainkan hanya sebatas Teman.
Melihat raut wajah Sofea tak seceria biasanya saat menyebut Gibran, Mama Netty lansung menarik lengan wanita cantik ini mendekat seraya menggenggam tangan lembut Sofea.
"Apa ada masalah, hm?"
"Tidak ada, Ma! aku hanya me..."
"Menyembunyikan sesuatu!" Sofea lansung terdiam menunduk. "Jangan pernah membohongi, Mama. Nak!"
"Ma! Fea bingung harus apa?! Sofea tak tahu sebenarnaya kapan masa Keberuntungan Sofea itu ada, Ma! Fea selalu ditimpa masalah, masalah dan terus bermasalah. Sofea sudah lelah, Ma!"
Suara Sofea mulai bergetar, suara hatinya dari dalam sana tanpa terasa keluar menyatakan kalau ia memohon agar ia menjadi wanita beruntung yang mempunyai nasip yang bagus kedepannya. tapi yang ia terima hanya ketidak jelasan dalam takdir abu.
"Ceritakan pada. Mama! sudah banyak yang dipendam, jangan lagi. Sayang!"
"Ma! sebenarnya Fea yang salah, Fea tak tahu kalau ternyata tak ada pria yang tahan berdekatan dengan seorang wanita tanpa menahan. dan..dan Fea yang salah karna tak peka kalau Yella itu..dia..dia..."
"Suttt!!"
Mama Netty merangkuh Sofea didekapannya, tetesan air mata Sofea luruh membayangkan bagaimana sekarang Gibran dan Yella bahagia sedangkan ia tengah hilang ditelan kegelapan tak tahu ujungnya.
"Ma, F..Fea bingung hiks, a..ada pria yang sudah me..merenggut sesuatu yang berharga dari. Fea hiks!"
Mama Netty mendengarkan semua ucapan Sofea yang sangat memilukan, ia tak menyangka wanita ini malah mengemban masalah sebesar ini. apalagi kejadian-demi kejadian janggal yang membuat Mama Netty terkejut.
"S..Siapa?"
"Aku..Aku tak tahu, Ma! dia Tampan dan aneh.!"
"Apanya yang aneh, hm?"
__ADS_1
"Terkadang dia baik, memperlakukan aku seolah aku Dunianya. tapi suatu saat dia berubah, dia selalu mengataiku Penyihir, wanita pengkhianat, memakiku sesuka hati. aku kan tidak begitu, Ma! dia sangat menyebalkan."
Cerocos Sofea mulai menunjukan raut kesalnya, tak ada raut kesedihan yang terlalu karna dari pancaran mata wanita ini Mama Netty melihat bahkan Sesosok Mahluk yang diceritakan itu adalah seorang Dewa tapi juga Iblis secara bersamaan.
"Kau mengenalinya?"
"Em, Tidak! Kalau tidak salah semua orang memanggilnya Yang Mulia, aku juga tak ingin tahu." Jawab Sofea berbaring memejamkan matanya menikmati belaian tangan Mama Netty kekepalanya.
"Kenapa? bukankah dia Tampan dan baik?"
"Iya, Ma! tapi dia itu aneh, Tampan memang sangat, dan..."
"Dan..?
Sofea bungkam lalu menggeleng, ia tak tahu apa yang harus ia katakan karna ia harus melupakan pria ini, mereka tak akan lagi bertemu karna kisahnya sudah usai.
"Tidak tahu, aku sudah lupa."
"Baiklah, sekarang kau tidur! ini sudah malam, Nak."
Sofea mengangguk tidur memeluk Mama Netty, ia harus melelapkan pikirannya karna ia sudah cukup lelah menghadapi hidup yang berbelit ini.
Ia tak sadar kalau dibelakang pintu sana, dua Pria dengan seringaian licik itu sudah mendengar setiap suara lembut penuh makna Sofea mengalun.
Setelah berkeliling Dunia akhirnya mereka menemukan wanita yang telah membuat harinya selalu diancam bahaya.
"Akhirnya dia pulang sendiri. Pa!"
Juand dan Taun Edgar saling tos lalu menghubungi Tuan Maukey, raut senang itu tak terbendung hingga suara sambutan dari seberang sana melengking keras.
"Kau yakin?"
"Iya, Tuan! nanti pagi dia sudah ada diGedung Pernikahanmu."
"Baiklah, aku menunggu itu! akan ku kirim Uang bonus jika dia sampai jadi istriku,"
"Baik, Tuan! Sampai jumpa."
Ucap Tuan Edgar girang lalu berbalik menatap Juand yang telah mengintip Sofea yang tengah terlelap hening membuat pekerjaan mereka akan lebih mudah.
"Sekarang?"
"Hm, dia harus segera diajari bagaimana cara membalas Budi!"
Ceklek..
Pintu itu lansung didorong oleh Juand pelan agar dua mahluk menjadi santapan liar diatas ranjang sana tak menduga mereka sudah mengendap masuk.
__ADS_1
Piyama yang dipakai Sofea begitu cantik membungkus tubuhnya membuat Juand gelap mata, tapi sayangnya ia sudah sangat murka dengan nyali Sofea yang besar mempermainkan semuanya hingga sekarang ia tak akan membiarkan Wanita ini lolos.
"Sayangku!"
Bisik Juand mendekati ranjang, ia menatap penuh minat wajah cantik nan bening Sofea yang tengah baru saja mengistirahatkan diri, tangannya terangkat untuk menyentuh bokong bulat wanita ini yang begitu menggiurkan.
Namun, seketika Sofea tersentak dari alam bawah sadarnya seakan ada yang menariknya untuk bangun hingga matanya membulat melihat aksi mesum Juand.
"Brengsek!!!"
Bughh..
Juand lansung terhuyung memeggangi bagian bawahnya saat Sofea sudah bangun menendang benda pusaka itu kuat membuat Tuan Edgar terkejut.
"Wanita sialan!!"
"Kalian!! Mau apa, ha?"
Mama Netty menarik Sofea merapat kearahnya, ia baru ingat kalau dua Pria berhati setan ini masih ingin mengincar Putrinya.
"Kalian masih saja tak waras, ha? hentikan niat Busukmu. Edgar!!!"
"Kau diam!!! aku tak punya urusan dengan wanita penyakitan sepertimu!"
Bentak Tuan Edgar membawa satu sapu tangan yang susah diolesi obat Bius memabukan, Sofea tampak pucat diatas Ranjang ini seraya terus berjaga agar Mamanya tak terluka.
"Edgar!!! gunakan akal sehatmu, Brengsek!!!"
"Aku sudah menggunakannya, dan aku sadar! kenapa tidak dari dulu saja aku menjajahkan Wanita ini untuk pemuas hasrat pria diluar sana, setidaknya dia berguna."
Sofea berjaga menggenggam tangan Mamanya, Sofea harus bisa melindungi wanita ini agar sakitnya tak lagi parah.
Dorr..
"Maaaa!!!"
Teriak Sofea saat satu peluru itu lansung melesat ke dada Mama Netty yang terkejut hingga limbung dengan muntahan darah itu, Sofea panik membekap luka di dada Mama Netty seraya memaki Juand yang terbahak.
"Kau!!! Kau Putra terburuk di dunia ini, dia..dia Ibumu. Juand hiks!"
"Lalu kenapa? apa aku harus menyembah atau memujanya, hm?"
"Dasar Ibliss!!!!"
Grepp,.
Sofea memberontak saat Tuan Edgar menarik lengannya seraya membekapkan sapu tangan itu kuat ke hidungnya membuat kepala Sofea pusing dan tertelan dalam keheningan.
__ADS_1
.....
Vote and Like Sayang..