Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas
Ardelof yang tak mengerti!


__ADS_3

"Fea!!!!!"


Teriakan Renoval berlari kearah Sofea yang lansung mematung mendengar deru ombak dari belakangnya hingga ia berbalik, mata indahnya melebar melihat gelombang air setinggi 7 Meter yang menggulung tepat 2 Meter darinya hingga Berkas ditangannya lansung terlepas begitu saja.


"Aaard!!!"


Whusss..


Ardelof menghempaskan tangannya hingga Gelombang itu terpecah menjahui Sofea yang sudah pucat hampir tumbang tapi untung saja Renoval lansung mendekapnya dengan tatapan mata yang tampak memecah jantung pria ini.


"Menjauh!!!"


Teriak para Pengawal berlarian mencoba menyelamatkan beberapa Pelayan yang terseret Ombak yang kembali naik seakan ada yang mengendalikan air luas dari laut sana untuk terus menggempur daratan pesisir.


"K..Kau..Kau tak apa?"


Renoval memeluk Sofea yang pucat mematung melihat bagaimana kuatnya Ombak itu menghancurkan batu karang hingga memakan banyak korban.


Ardelof menghentakan kakinya ke tanah hingga awan gelap diatas sana lansung berkumpul menyelumbungi daerah sekitar mereka, angin yang bertiup kencang lansung menyalipkan kilatan gelap dari arah bawah tanah menuju Gelombang sana.


"Selamatkan yang masih ada di Resort!"


"Baik!"


Kristof melangkah pergi dengan Ardelof yang mengkerahkan pasukannya untuk membentengi daerah pesisir pantai agar tak masuk ke sini, angin ini semangkin bertiup kencang membuat beberapa pepohonan ditepian pantai lansung tumbang hingga Renoval mengeratkan pelukannya.


Suara teriakan dari Pelayan yang hanyut membuat mata Renoval berkunang seakan berada di posisi yang sama, ia menatap wajah pucat Sofea dengan mata yang berair mencengkram dadanya dengan tangan lentik ini.


"A..Adik!"


Gumam Renoval gemetar memeggang pipi pucat Sofea yang juga mulai menatap Renoval yang mengembun seakan memiliki ikatan batin diantara keduanya, mata Sofea terlihat sendu hingga keduanya seperti dalam putaran waktu kebelakang.


"Jangan!!! jangan hiks, jangan bawa Adikku!!!"


"*Kaaaakk!!!"


"Fea hiks, Jangan aku..aku mohon*!!!"


Renoval mencengkram kepalanya yang sakit dengan Sofea yang melakukan hal yang sama hingga pelukan keduanya terlepas dengan tubuh yang luruh ke lantai dsisertai ringisannya.


"S..Sakit!!"


Sofea dan Renoval luruh diatas Jembatan dengan keadaan yang tak memungkinkan, Gelombang ini masih berusaha menyerang hingga awan gelap diatas sana lansung mengundang Petir yang menyambar kuat.


Cetasss..


"H..Hentikan!!!"

__ADS_1


Sofea mencengkram kepalanya dengan kilatan ingatan yang membuat ia lansung beepeggangan ke pinggir Jembatan dengan Renoval yang berteriak seperti penyakitnya kambuh membuat Asisten Kai lansung mendekat dengan Cessa yang panik.


"J..Jangan!!! Jangan aku..aku mohon!!!"


"Tuan! Tuan ayo kita pergi!"


Asisten Kai ingin membawa Renoval yang meringkuk disudut jembatan sana dengan Ardelof yang tengah membentengi daerah sekitar Sofea agar aman dari serangan dari laut sana.


"Menjauh dari sini!!!!"


Para Pengawal yang lagi-lagi mendapat serangan dari angin ini hingga Ardelof lansung melesat mendekati Sofea yang ketakutan melihat petir dan kilat menyambar diatas langit gelap sana.


"T..Tidak aku..Kak!"


Sofea menjauh dari Ardelof yang mengeraskan wajahnya melihat Sofea yang menggelijang saat petir sana menyambar keras tanah ditepi pantai hingga pasir itu lansung bergelombang menciptakan gempa sesaat.


"A...Aku..Kak.. dia.."


"Ini aku!"


Ardelof berjongkok menarik Sofea yang sangat ketakutan sampai darah itu keluar dari hidungnya hingga membuat Ardelof seakan jantungan ditempatnya.


"Sayang!"


"K..Kakak!!"


Kepalan tangan Ardelof menguat dengan mata yang tadinya biru berubah merah menyerap semua kekuatan disini sampai Cessa terkejut saat ledakan dilaut sana memicu ombak yang bergejolak.


"HANCURKAN!!!"


Geram Ardelof hingga tiba-tiba suasana gelap ini lansung mendatangkan asap hitam dari sela-sela tanah membuat Cessa terkejut bukan main mengucek matanya sendiri melihat dengan jelas Mahluk menyeramkan itu menyerbu pantai hingga Gelembung air membusung tinggi namun sura dentuman dari laut sana membuat Gemercik air dari langit turun hingga membasahi tubuh mereka.


"Aaaa!!!"


Cessa berteriak kencang melihat Mahluk-Mahluk aneh itu berterbangan mengelilingi tepi Pantai hingga Ombak yang tadinya menggila lansung perlahan surut dengan kobaran api yang menyala disetiap mata Mahluk Ilusi ini.


"Ikutlah dengan kami!!!!"


Whusss...


Hembusan angin masih menguat dengan Ketua Klan gelap Ardelof Fu menaikan tangannya keatas langit dengan mereka semua yang saling berpeggangan menyerap semua Klan Blcak-Clover yang telah mengendalikan air ini.


Gelembung air itu kembali membesar seperti menolak tapi Ardelof memberikan Energinya lewat tanah dan angin yang lansung menyerap semua Energi Negatif yang sudah dihantarkan padanya, mata Ardelof berubah semangkin menyala dengan pipi bergurat biru seperti lentera hingga sampai membuat Cessa pingsan ditempatnya diiringi dentuman hebat diatas langit sana.


Duarrrrr..


"Aaaaaa!!!!"

__ADS_1


Para manusia yang ada dibelakang mereka berteriak kencang hingga mereka tumbang karna tak tahan akan aura yang seakan ikut menggetarkan tungkainya, gemercik hujan dari langit sana mulai menggila membuat Sofea dan Renoval mematung menatap kelangit gelap itu.


Mata keduanya kosong seperti ada yang mereka lihat diatas turunnya hujan yang membasahi Tubuhnya, melihat wajah pucat Sofea yang semangkit kuat Ardelof khawatir terjadi sesuatu pada Istrinya.


"Kristof!"


"I..Iya, Yang Mulia!"


"Kau bawa mereka semua pergi dari tempat ini!"


Kristof mengangguk hingga mengkerahkan para Pengawal diderasnya hujan ini membawa Pelayan dan beberapa orang Resort tadi untuk pergi ke Rumah Sakit karna ada yang terluka.


Dan sekarang, tinggalah Ardelof yang masih mematung melihat Sofea yang menatap kearah langit, wajah wanita ini semangkin lama semangikn pucat hingga nyaris membiru sama dengan Renoval yang melihat hal yang sama.


"M..Mati!"


Gumamnya membuat Ardelof lansung menepuk pipi Sofea pelan menyadarkan wanita ini dari alam bawah sadarnya yang menenggelamkan akal sehatnya.


"M..mati, hiks!"


"Sayang, apa yang kau katakan? sadarlah, Fea!!!"


Ardelof berusaha menarik Sofea untuk sadar tapi seperti ada yang mengambil kesadaran dua orang ini hingga sampai membuat Ardelof jantungan ditempagnya, ini bukan aura dari Klan Black-Clover tapi ini seperti hal Misterius yang menjati diri.


"A..Ard!"


Ardelof terkejut saat Sofea sadar dalam keadaan yang sama tanpa melihatnya tapi melihat keatas sana, jantung Ardelof memberontak seakan mau mati dengan keadaan yang tak ia mengerti.


"Katakan padaku! apa yang kau lihat?"


"A..Aku.. mati, Ard!"


"Omong kosong!"


Ardelof memaksa Sofea untuk sadar dengan memeggang kening sedigin es wanita ini seraya mencoba masuk dalam pikiran Sofea, tapi nihil. ia tak bisa memecah benteng besar yang seakan menghalangnya untuk tahu apa yang dilihat dua manusia ini.


"D..Darah... tangisan, k..kenangan..!"


"Kau bicara apa, ha???? Berhenti membuatku ingin mati, Sofea!!!!"


Bentak Ardelof lansung membuat Sofea tumbang tak sadarkan diri dengan Renoval yang juga sama hingga Ardelof memaki dirinya sendiri merasa dipermaknkan oleh keadaan.


"Sialan!!! apa yang kau lakukan pada Istriku, Brengsek????"


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2