Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas
Drama berujung rasa Malu!


__ADS_3

Deretan Kamera itu siap dengan Kru yang telah berada disisinya menghadap sebuah panggung yang telah disulap begitu mewah dengan Sofa panjang berwarna Merah dan Singel untuk para Anggota Kerajaan yang telah menduduki tempat Spesial itu dengan penuh kharisma dan keangkuhan.


Mata mereka benar-benar merasa puas dengan pahatan sempurna diatas sana, apalagi Dua Keluarga Bangsawan ini dihadapkan dengan auranya sendiri tapi yang begitu Mendominasi adalah seorang pria yang tengah duduk bertopang kaki dengan begitu berkharisma dilengkapi auranya sendiri dengan pahatan Tampan yang memukau mata membuat Vanelope yang telah duduk berhadapanpun lansung berpose sedemikian rupa menunjukan Pesona kuat dari dalam dirinya.


Host Profesional Garandam yang memimpin acara kali inipun agak gugup untuk bicara tapi ia sudah mengkondisikan kata-katanya agar lebih baik didengar dan tak dipermasalahkan.


"Selamat datang, Yang Mulia semuanya di Show Hots News kita yang diberikan Kepercayaan untuk memimpin acara,!"


Mereka mengangguk membiarkan Host Grandam memulai acara ini dengan sapaan penuh hormat, ia duduk dengan Kusrinya sendiri dilengkapi Stelan Jas Formal karna acara ini memang Khusus disiapkan dengan matang.


"Tapi sebelum itu, karna saya juga sedang gugup jadi kita Beri Tepuk tangan yang meriah menghilangkan rasa gugup saya ini."


Prokk..Prokkk..


Para Tamu khusus yang datang dimeja sana lansung terkekeh mendengar kalimat jenaka itu hingga mereka memberikan Kemeriahan yang menyambut dengan penuh rasa gembira. para Putri Kerajaan lain yang mewakilkan datang dan Putra Mahkota mereka yang menjadi saksi khusus hari ini, mereka sangat tak percaya kalau Dua Kerajaan besar ini memang begitu menawan dilihat dari dekat begini.


"Yang Mulia!!!!!"


"Huuuu!!!"


Para gadis itu tak tahan melihat Ardelof yang sangat Tampan dengan Pakaian khas Putra Mahkotanya, tapi matanya tak pernah menatap kearah mereka melainkan tetap lurus kedepan tanpa raut apapun.


"Sepertinya kali ini akan sangat riuh, jadi mohon tenang semuanya!!"


"Baik!!"


Hots Grandam lansung menatap Raja Petratolison dan Raja Hangton yang saling tatap penuh pertahanan, masing-masing mereka memiliki niatnya sendiri hingga Ardelof tetap diam agar tak memicu pertikaian dari Neneknya yang sedari tadi sudah muak melihat Vanelope.


"Apa tak bisa cepat? waktuku terbuang untuk ini!" ketus Nenek Eliz membuat Hots Grandam menelan ludahnya kasar lansung meneggapkan tubuhnya dengan helaan nafas menormalkan detak jantung.


"ۢBaiklah, Yang Mulia! acara ini diminta oleh Putri Vanelope dari Kerajaan Hangalay untuk memberi pernyataan pasti tentang Kasus hukumannya, silahkan Putri!"


Vanelope meneggapkan tubuhnya Elegan penuh dengan gestur kebangsawanan, ia menatap Ardelof penuh rasa membuat kamera itu gesit menangkap raut wajah sendunya.


"Aku sangat menyesal melakukan itu semua, aku begitu buta karna aku pikir Suamiku telah tewas dimedan perang karna berbulan-bulan tak pulang, jadi aku tak berfikir panjang kalau ada seorang pria yang datang padaku untuk serius, aku hidup dengannya tapi hatiku tetap pada Suamiku yang aku pikir sudah tewas."


"Benarkah, Yang Mulia?"


Vanelope mengangguk penuh Drama membuat Kepalan tangan Kakek Brent dan Istrinya meruak namun, Ardelof hanya menatapnya datar penuh kesabaran agar semuanya berjalan sesuai keinginan.

__ADS_1


Air mata kepalsuan itu menetes menatap Ardelof penuh rasa maaf, ia menunjukan rasa sesal yang teramat yang tak akan bisa dicela oleh orang lain kalau ini Drama yang autentik.


"Maafkan aku, Aku pantas dihukum atas semua kekhilafanku. Sayang! tapi aku sangat beruntung karna Yang Mulia Raja memaafkanku setelah Eksekusi kemaren, aku menghilang karna mengasingkan diriku sendiri aku, aku tak berdaya menatap kalian."


"Bilang saja kau mau berbalikan!!!"


"Uhuuu!!!"


Vanelope mengepalkan tangannya mendengar seruan para Rakyat Batalion yang didatangkan khusus memang diperbolehkan menyampaikan asumsinya selagi tak membawa nama Kerajaan, disini Vanelope dan Ardelof hanya ditempatkan disatu posisi yaitu orang biasa apalagi Perwakilan Kerajaan lain juga tak kalah geram tapi tak hayal juga ada yang terpengaruh dengan ucapan Vanelope barusan.


"Yah, kalau misalnya Putra Mahkota Ardelof mau berbalikan, aku sangat berharap untuk memperbaiki kesalahanku, aku sangat menyesal untuk semua yang lalu."


"Apa anda benar tak ingin mengulanginya lagi, Putri?" tanya Host Grandam Prihatin.


"Yah, aku sudah membenahi diriku dan Ayahku bilang aku dan Ardelof dijodohkan sejak dari Kandungan, aku ingin mereka tak kecewa dengan hubungan kita, Yang Mulia Putra!"


Tutur Vanelope menarik simpati rakyat Batalion dan Tamu undangan sana, mereka mulai berbisik mempertimbangkan apa yang dikatakan Vanelope itu ada benarnya juga, masa lalu adalah masa lalu. setiap manusia punya kesalahan.


"Bagaimana menurut, Yang Mulia Putra Mahkota?"


Pertanyaan itu menuju pada Ardelof yang lansung menghela nafas halus menatap Vanelope tegas dengan raut datarnya, para Gadis sana menelan ludahnya berat mencoba meredam teriakan karna kegilaan ini sangatlah kuat.


Pernyataan Ardelof sukses membuat mereka saling pandang dalam keheningan, Raja Hangton terdiam memang mengakui kesalahan itu dan ia serahkan pada Ardelof keputusan Pernikahan, tapi ia hanya mengurus Hukuman Putrinya saja.


"Maksud anda, Yang Mulia."


"Memang benar, aku dan Putri Hangalay dijodohkan sejak dalam kandungan karna Persahabatan dua Keluarga yang erat. dan aku tak ingin menghancurkan harapan itu."


Degg..


Seorang wanita yang menyaksikan itu semua secara lansung dibelakang Panggung sana hanya bisa duduk diam meremas pinggir Dressnya menahan rasa sesak.


"Aku ingin membangun Kehidupan dengannya sesuai Janji kami sejak lahir, aku ingin dunia tahu kalau betapa aku sangat Mencintainya dan sampai sekarang aku ditakdirkan untuk hidup bersama!"


"Be..Benarkah?"


Gumam Vanelope tak percaya akan pernyataan Ardelof yang membuat ia sangat senang. Ardelof mau berbalikan dengannya hingga ia memeluk Ratu Lamoria yang hanya diam menatap kearah Ratu Rosmeryna yang tampak tak menyetuji ini, ia pun merasa janggal dengan Ardelof yang mau mentorelir kesalahan Vanelope padahal Mahadewi cantik di Istana sana mereka rasa sangat pas.


"Putri Hangalay yang cantik, berbudi luhur dan sangat sempurna itu adalah Impian semua Rakyat Batalion Alison untuk memimpin Tanah ini."

__ADS_1


"H..Hentikan."


Gumam Sofea tak tahan hingga ia lansung berdiri dari duduknya mencengkram dadanya kuat menahan rasa sakit, matanya sudah menggenang tak bisa menahan jika Ardelof ingin ia datang kesini hanya untuk melihat Pernyataan Cinta yang sangat menyakitkan itu, ia sudah cukup menahan sabar di Mobil tadi tapi sekarang ia malah dihadapkan dengan kenyataan yang menyakitkan.


"N..Nona, anda..anda mau kemana?"


"A..Aku..Aku mau..keluar."


Lirih Sofea menatap kesembarang arah menolehkan wajahnya yang mulai ingin dibanjiri air mata membuat Renin yang menjaga khusus dipintu dekat Panggung ini lansung menghampiri Sofea.


"Kenapa? kau bisa duduk kembali. Mis!"


"M..Mendengarnya? aku..aku tak bisa."


Jawab Sofea menghapus lelehan bening itu dipelupuk netranya, Suara Ardelof begitu lantang memuja Putri Hangalay membuat suara Vanelope menyambut riang. sakit, Sofea tak mampu lagi bicara hingga ia hanya ingin pergi dari Neraka ini.


Dari belakang layar Sofea mengintip wajah Tampan Ardelof penuh luka, seandainya aku tahu kau masih mencintainya maka aku tak akan pernah menganggu kalian.


Batin Sofea berdenyut pilu hingga ia lansung mengangkat Gaunnya dan berbalik untuk pergi.


"Dialah Ratu Kalian!"


Srett..


Tirai dibelakang mereka semua lansung terbuka dengan Vanelope yang berdiri dengan bahagia tanpa melihat kebelakangnya. semua orang terdiam hening dengan tatapan terkejut yang tak bisa dijabarkan dalam artian kata lenyap dengan kekosongan matanya.


"Teriamaksih, Ard!"


Vanelope tersenyum menatap Ardelof yang memandangnya dengan berdiri gagah dan khawarisma mekar begitu saja, Para Tamu Undangan dan Rakyat Batalion dimejanya sana lansung berdiri meneggangkan saat Tubuh Molek dengan punggung putih bening itu membelakangi Panggung.


Vanelope mengulur tangannya saat Ardelof melangkah mendekat ia kira akan menyanbut tangannya penuh kemesraan namun sayang matanya terbelalak saat Ardelof melaluinya.


"A..Ard."


Gummm Vanelope lalu menatap semua orang yang memandang tak percaya ke belakang tubuhnya hingga Vanelope lansung berbalik..


Duarrr..


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2