
Mobil itu lansung melesat membelah kegelapan, kesunyian pagi yang mengantar mereka sedari dinihari menuju Gedung Pernikahaan yang telah disiapkan dari jauh-jauh hari oleh Tuan Maukey hingga tepat pagi ini Sofea yang tengah diikat tak sadarkan diri dibelakang Mobil ini akan Sah dipersunting pria tua berperut buncit bergelambir itu.
"Pa! apa masih lama?"
"Yah, aku rasa sebentar lagi!"
Tuan Edgar terus melajukan Mobilnya menghempaskan dedaunan kering ditepi jalan, jarak dari Kediaman mereka memang cukup jauh dari Gedung khusus pernikahan sana.
Setelah beberapa lama melaju kencang Tuan Edgar lansung memasuki sebuah gerbang yang sudah dijaga oleh anak buah berpakaian hitam Tuan Maukey yang menyambut mereka segera mengarahkan untuk parkir.
"Kau sudah dapatkan?"
"Hm, Kalian bisa beritahu Tuan kalian!"
3 Penjaga itu lansung berlari masuk kedalam Gedung yang sudah dirias indah dengan lampu kerlip yang cantik, Karpet merah yang membentang ditaburi bunga mawar hingga membuat seorang pria dengan Tubuh gempal dan rambut hampir memutih itu tak sabaran menyonsong keluar mendengar deru Mobil.
"Tuan!"
"Apa mereka sudah datang?"
"Mereka su..."
"Ini pengantinmu, Tuan Maukey!" Tuan Edgar yang tengah memapah Sofea yang tengah tak sadarkan diri dipapahan dua manusia itu, ia tak sadar apa yang terjadi hingga hanya menurut sampai kehadapan pria buncit yang tengah menatapnya penuh hasrat.
"Woww. diluar Exspektasi, dia lebih cantik dari pada di Fotonya!"
"Yah, maka perjanjian kita akan tetap berjalan. bukan?" Tanya Tuan Edgar berbinar, ia mendudukan tubuh Sofea ke karpet yang sudah dibentang diatas Pelaminan sana seraya membiarkan Pelayan perempuan memeggangi tubuh wanita itu dengan kedua tangan yang terikat.
Wajah cantik Sofea benar-benar membuat kaum lelaki buta, kalau bukan karna Sofea itu keras kepala dan terus memberontak. mungkin, Juand akan rela menikahinya karna kenikmatan yang ditawarkan dari balik Piyama itu sudah membuat ia melamun.
"Baiklah, kita mulai acara menikahnya!"
"Apa berkasnya sudah siap?"
"Tentu, aku sudah menceraikan Istri ke 3 ku hingga Dewi kecantikan ini akan menghiasi semuanya secara sendiri. termasuk harta dan kekuasaan yang ku punya!"
Tuan Edgar dan Juand saling pandang, jika sampai Sofea menikah dengan pria ini maka mereka akan menjadi Jutawan mendadak, bisa saja nanti Sofea meminta kekayaannya hingga mereka untung besar.
"Baiklah, tak baik ditunda-tunda! ayo kita lakukan!"
"Apa dia Muslim?"
Tanya Tuan Maukey menatap penuh damba wajah cantik Sofea, dari nama Sofea sepertinya wanita ini orang Asia Tenggara dan bangsa Pribumi. wajahnya yang anggun namun tenang bisa dikatakan sebagai orang awam.
"Yah, kalau tidak salah dia Muslim! tapi di tempat kami tak ada yang menyinggung kepercayaan, disini semuanya berjalan sesuai Zaman, kau tentu tahu Kota ini kota besar dan Negara ini dipeggang oleh Kerajaan Batalion Alison. dia tak akan mendukung pertumbuhan aggama lain selain pemuja mereka sebagai Dewa dan Dewi!"
__ADS_1
"Hm, aku hanya bertanya! karna bisa saja nanti dia tak Sah menjadi Istriku!"
Tuan Edgar hanya acuh, yang jelas Sofea juga tak tahu apa itu Tuhan, pada siapa ia memimta. selama ini Sofea hidup diajaran Keberuntungan dan nasip buruk, jika terjadi masalah berarti Keberuntungan belum berpihak, hanya itu saja yang mereka tahu.
Dengan cepat Tuan Edgar duduk disamping Juand, ada seorang Pria berjenggot panjang dengan tatapan aneh itu menyeruk menatapnya dan Juand, tapi mereka anggap itu sebagai keasingan.
"Apa kalian sudah siap?"
"Kami siap!"
Sahut Tuan Edgar bersemangat, tapi ia merasa agak janggal pada Tuan Maukey yang terlihat berubah mengosong, tatapan pria itu seakan tak bersemangat seperti tadi hingga sampai ia mengerijab beberapa kali lalu melihat lagi dan pria ini kembali berbinar.
Whuss..
hembusan angin yang menambah kesan Misterius, Tuan Maukey yang tadinya nyata seketika hilang berganti dengan sesosok mengilusikan keadaan.
"Apa dia menatapmu tajam?"
"Tidak, dia menatap Sofea!" Jawab Juand pada Tuan Edgar yang terbungkam, ia juga merasa disini dingin sedangkan mereka tengah ada diGedung yang lengkap dengan Teknologi penghangat ruangan.
"Baiklah, sekarang silahkan berjabat tangan!"
"***!!"
Tuan Edgar terkejut saat tangan Tuan Maukey sangat panas seakan besi meleleh seakan membakar kulitnya, ia seperti tak bisa bersentuhan dengan pria ini apalagi ia mulai tak bisa menatapnya lebih lama.
"T..Tidak ada, aku..aku pakai sarung tangan saja." Tuan Edgar memakai sarung tangan yang tersedia disana hingga ia menunduk gemetar untuk menggapai tangan Tuan Maukey yang dipenglihatannya berubah menjadi Tangan kekar nan gagah lalu berubah lagi menjadi tangan berisi nan keriput.
"Tuan!"
"B...Baiklah!"
Tua, Edgar hati-hati berjabat tangan dengan Tuan Maukey hingga ia terkejut saat merasakan ada yang menyentrum aliran darahnya mengubun membuat kepalanya kosong, Bleng entah apa yang dipikirkan, cengkraman tangan pria itu menguat seakan menghisap sesuatu hingga Tuan Edgar terdiam kosong.
"Pa! ayo dimulai."
"Baiklah, kau bisa jadi Saksi, nak!" ucap Penghulu Nikah itu.
Juand mengangguk dengan Pria berbaju kokoh ber Kopiah itu mulai mengarahkan Tuan Edgar agar menikahan Putrinya sendiri, tapi seketika Tuan Edgar melepas genggamannya lalu tumbang kedekat Juand yang terkejut bukan main. kulit pria itu mulai mengkeriput dengan hawa dingin yang membuat Juand panik.
"Pa! Papa!!"
Whusss...
Dua manusia itu hilang ditempat dengan perbuahan keadaan yang terjadi, Dipenglihatan Tuan Edgar yang tadi menatap Tuan Maukey itu asli malah ternyata salah, Pria yang sedari tadi berdiri menyambutnya dengan ramah telah menghilang, tapi dipemikrian Tuan Edgar adalah Tuan Maukey tapi sayangnya Ardelof menggunakan Ilusinya menguasai Pikiran Juand dan Tuan Edgar seakan melihatnya sosok Tuan Maukey yang telah ia tenggelamkan kedalam Dimensinya setelah menjadikan pria itu pancingan.
__ADS_1
Anggota penjaga tadi juga sudah berubah menjadi bayangan yang menghilang meninggalkan mereka ditengah kedinginan Malam di Gedung Ilusi ini.
"Y..Yang Mulia!"
"Lakukan!"
Pria berkokoh itu tampak terdiam, sebenarnya ia tadi dipaksa agar menuruti panggilan Putra Mahkota ini hingga ia lansung terbang dari Negaranya. tak ia kira kalau pria ini memiliki Sihir diluar nalar Manusia.
"Ini bukan seperti yang kau kira. aku Manusia, bukan Mahluk Astral!"
Jawab Ardelof tegas terus menatap Sofea, terlihat sekali wanita ini sudah lelah dan sangat letih tapi ia juga geram karna Sofea sangat berani terjun kedaerah apapan.
"Baiklah, anda sudah masuk dalam Aggama kami, dari semua data yang diserahkan, kau memang tak memiliki kepercayaan sedangnya Nona ini tak tahu ia Muslim atau tidak. saja mengambil jalan tengah dari Ras kalian, dan pernyataan ayah dari Nona ini, Yang Mulia."
"Hm!"
Ardelof mengangguk datar mengerti, Pria paruh bayah itu segera mengatur Posisi dihadapan Ardelof yang tengah menguarkan aura nyaman karna ia tahu ia butuh ketenangan melafazkan ini.
"Bismillah, dengan Izin Allah. Yang Mulia Ardelof Douglas Alison, saya nikahkan engkau dengan Sofea Ratna Mahadewi Binti Edgar dengan seperangkat alat Sholat dan Kalung seberat 2 setengah Gram dibayar, Tunai!"
"Saya terima nikahnya, Sofea Ratna Mahadewi dengan mahar tersebut dibayar, TUNAI!"
"Alhamdullilah!!"
Uztadz Abrallah membacakan beberapa Do'a suci yang melantun tenang, tapi tak mengusik Ardelof yang hanya terlihat menatap Sofea dengan datar hingga Prosesi sakral ini selesai.
"Dengan izin Allah anda Yang Mulia Ardelof dan Nona Sofea telah Sah menjadi suami istri!"
Ada rasa lega dihati Ardelof mendengarnya, walau ia baru tahu beberapa waktu tentang pemahaman ini tapi Ardelof yakin jika ini bisa mengikat wanita itu maka ia akan melakukannya.
"Maaf, Yang Mulia! apa saya bisa bertanya?"
"Hm!"
"Sebenarnya kekuatan anda dari mana dan anda ini siapa?"
Ardelof terdiam sejenak lalu mengulur Kartu namanya keatas Meja itu membuag Ustadz Abrallah terdiam, itu adalah kartu Identitas Anggota Kerajaan.
"Sudah ku bilang aku bukan sejenis Mahluk yang kau pikirkan, kalian berdampingan dengan para Mahluk aneh, termasuk aku! ada hal-hal tertentu yang bisa ku lepas dan ku ambil lagi karna itu Milikku!"
"Saya mengerti!"
"Hm, Terimakasih atas Kebersediaanmu!"
....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..
Untuk Identitas Ardelof siapa.. akan terungkap di Up beberapa eps lagi ya😊