
Mentari diatas sana sudah naik sepenggalan tangan, kemilau emasnya menyinari sebagian besar alam hingga membuat panorama pagi yang indah menyejukan mata.
Langit yang tak terlalu cerah karna memang ini cuaca di Tanah Alison. tak akan pernah terik terlalu membakar tapi hanya remang-remang yang cocok untuk bersantai. kicauan burungnya menyayu merdu bernyayi dipagi hari menyertai langkah umat manusia yang sedang bergegas menyiapkan penampilan epicknya untuk acara Pelantikan Yang Mulia Putra dan Putri Mahkota ke Lezilend Guindam di Istana Alison.
Yah, lihatlah sekarang bagaimana indahnya Istana megah dengan Dermaga biru yang sudah disulap dengan rangkaian bunga cantik dan Patung Ikan pancuran besar yang dihias dengan ladang Miniatur Hewan cantik memadukannya bersama Labirin bunga hijau membentang di Taman Istana membuat bentangan Karpet merah disepanjang jalan menuju Istana menjadi tempat Autentik dalam Kemewahaan dan Elegannya Tema hari ini.
"Jangan ada yang kurang!"
"Baik!"
Kepala Pelayan mengontrol para Pekerja yang merakai bunga dan beberapa hiasan untuk Karpet yang dibentang luas, tak lupa kursi-kursi dilapangan kehijauan sana dibentang dengan pernik emas dilogonya.
Pelantikan akan dilakukan di Aula Istana Lazilend dekat Istana Utama. tempat Tertinggi yang selama ini ditutup karna tak ada menyelenggarakan kegiatan Formalitas Istana.
Tapi sayangnya, semua persiapan ini sama sekali tak diperdulikan oleh seorang pria yang masih saja bergelung diatas Ranjangnya. entah tak mau bangun atau ia terlalu nyaman dengan gulingnya hingga membuka matapun ia enggan.
"Sayang!"
Suara serak Sofea memanggil mengucek matanya yang berat, ia menguap mengeluarkan rasa kantuknya hingga ia kembali memejamkan mata dengan tubuh yang dipeluk erat dan hangat dari belakang oleh lengan kekar Suaminya.
Degg..
Mata Sofea lansung terbuka lebar saat sekilas melihat cahaya mentari yang masuk dari sela-sela tirai kamarnya hingga ia lansung terperangak tak percaya.
"Ard!!"
"Hmm."
Gumam Ardelof serak khas bangun tidur semangkin mengeratkan pelukannya ke tubuh Sofea dengan wajah yang terbenam ke puncak kepala wanita itu.
"Sayang, kita kesiangan."
"Em."
"Ard, lepas!! kita kesiangan, Ibu dan Ayah bisa marah!"
Namun, Ardelof sudah sangat nyaman hingga ia pun enggan membuka mata. rasanya ini terlalu sayang untuk dilepaskan apalagi ia suka kehangatan begini.
"Ard, sayang! ayolah, kau tak ingat ini hari apa?"
"Apa?"
"Ini Pelantikan kita, Ard!"
Dengan berat hati Ardelof melepas belitanya hingga Sofea lansung bergegas menyibak selimut hingga ia meraih handuk di dekat ranjang dan dengan cepat memakai menutupi tubuh polosnya seraya lansung berlalu kekamar mandi dengan tergesa-gesa.
"Jangan berlari. nanti kau jatuh!"
__ADS_1
"Yahhh!!"
Jawab Sofea dari dalam kamar mandi hingga suara Shower itu menyala membengapkan telinga Ardelof yang menghela nafas halus meraih Ponselnya diatas meja disamping ranjang seraya bersandar dikepala ranjang.
Ada pesan singkat dari Kristof dimana ia harus bersiap sangat awal karna acara kali ini harus pagi.
"Shitt, kenapa mereka selalu mengganggu?"
Gumam Ardelof melempar asal Ponselnya ke samping bantal hingga wajahnya memerah melihat Lingerie berwarna merah menyala yang sudah koyak yang semalam Sofea pakai diatas ranjang bagian kaki, dengan Servis terbaik Sofea membuat Ardelof benar-benar merasa sangat Spesial mendapatkan wanita itu.
"Kau benar-benar nikmat!"
Gumam Ardelof menyunggingkan senyum mesumnya mengambil Lingerie itu dan ia lipat dengan rapi dan ia letakan diatas Selimut yang membalut tubuh polosnya.
"Ard!!!"
Suara Ratu Rosmeryna didepan kamar sana membuat Ardelof menghela nafas halus meraih Bathrobe disamping ranjang dan memakainya seraya melangkah menuju pintu.
"Hm, Bu!"
Ardelof membukanya hingga dengan wajah bantal dan rambut acak-acakan diwajah Tampannya membuat Ratu Rosmeryna tercengang.
"Kau..Kau belum Mandi?"
"Belum!"
"Astaga, Ardelof! ini sudah jam berapa, ha? dimana Sofea?"
"Dia mandi."
"Ya sudah, kau pergilah Mandi di kamar Tamu."
"Bu, aku akan mandi dengan Istriku saja."
"Tidak, kalau mandi bersama bisa malam kalian selesai."
Ratu Rosmeryna menerobos masuk hingga ia benar-benar kenal ini aroma apa hingga ia memerah menatap Ardelof yang acuh bersandar didaun pintu dengan pintu kamar mandi yang terbuka menampakan Sofea baru saja selesai keramas dengan handuk membalut tubuhnya.
"Ibu!!"
Pekik Sofea terkejut saat Ratu Rosmeryna berkecak pinggang melihat Ranjang yang seperti dicakar setan dengan Lingerie merahnya yang kansung Sofea ambil dan ia sembunyikan dibelakang punggungnya.
"B..Bu, k..kenapa kau kesini?" gugup Sofea canggung.
"Kalau Ibu tak kesini, kalian tak akan turun hingga membuat Perias dan Penata Busana kalian menunggu sedari Subuh."
Sofea menatap tajam Ardelof yang hanya acuh memberi kecupan jarak jauhnya pada sang Istri lalu melangkah santai kekamar mandi membuat Ratu Rosmeryna menghela nafas halus.
__ADS_1
"Maaf, Bu! kami kesiangan."
"Sudahlah, sekarang kita harus cepat! ayo Ibu bantu ke ruang Rias."
Sofea mengangguk meletakan kembali Lingerienya di dekat ranjang lalu mengikuti langkah Ratu Rosmeryna untuk keluar kamar.
"Jangan bawa Istriku!!"
Suara Ardelof yang muncul dari ambang pintu hingga membuat Sofea melempar handuk diatas kepalanya ke wajah Ardelof yang basah.
"Mau apa lagi? gara-gara kau aku terlambat, Ard!"
"Kenapa aku? kau juga mau melakukannya!"
"Aaa.. Kau menyebalkan!!"
Sofea merenggut lansung menyelonong keluar hingga Ratu Rosmeryna lansung menutup pintu kamar meninggalkan Ardelof yang terkekeh kecil melihat Istri cantiknya itu merenggut masam pagi-pagi begini.
Ia melanjutkan ritual mandinya hingga ia memang sangat Higenis sampai menghabiskan waktu bermenit-menit hanya untuk menyempurnakan tubuhnya.
"Yang Mulia!!"
Kristof yang membawa beberapa Pelayan yang khusus membawa Pakaian dan beberapa Team penata busana khas Kerajaan yang sudah dirancang khusus untuk Ardelof.
Mendengar itu Ardelof keluar dari kamar mandi lansung membersihkan kamar ini dengan memungut pakaian-pakainnya dan Sofea agar tak ada yang melihat hingga Sprey Ranjang-pun ia ganti.
"Pergilah ke kamar samping!"
"Baik!"
Mereka pergi ketempat yang Ardelof titahkan karna Ardelof tak ingin sembarang orang memasuki kamarnya apalagi laki-laki. banyak barang-barang Istrinya didalam sini.
"Hari ini sangat melelahkan."
Gumam Ardelof merapikan Bathrobenya hingga barulah ia keluar kamar menuju kamar samping yang khusus untuk persiapan khusus seperti ini.
Langkah Ardelof terhenti saat ada yang menyelinap ingin masuk ke kamarnya hingga ia lansung menoleh kebelakang. tak ada orang sama sekali.
"Yang Mulia!"
"Hm."
Kristof menatap aneh Ardelof yang menatap Intens daerah sekitar sini hingga ia menghempaskan tangannya ke pintu kamarnya dengan tatapan mata bak Elang.
"Temui dia secara lansung!"
Ucap Ardelof lalu melangkah pergi ke ruangan Kristof yang mematung tak mengerti apa yang diucapkan Putra Mahkotanya, bulu kuduknya merinding melihat kearah pintu hingga ia lansung masuk menyusul Ardelof.
__ADS_1
......
Vote and Like Sayang..