
"Apa kau bisa lebih cepat?"
Tanya Sofea pada Renin yang mengemudi pelan, sebenarnya ia agak bingung kenapa Sofea begitu bersemangat untuk bertemu dengan Tuan Renoval, tak seperti kemaren sikapnya yang berubah derastis.
"Itu tempatnya!"
"Mana?"
"Yang ada banyak Mobil!"
Seketika Sofea terdiam, tapi Renin mengerti maksud Sofea bagaimana hingga ia lansung mencari jalan Parkir ke dekat jalan samping Resto didekat Taman yang sedikit orang hingga Sofea tersenyum nyaman, Resto dengan penggayaan seperti Restoran Cina ini dengan lampu-lampu bulat merah bergelantungan menambah kesan Estetik dari bergaya Klasik Moderen.
Bangunanya didominasi kayu Cemara berwarna Coklat Klimis yang sangat rapi dipenuhi banyak manusia yang mempunyai urusan sendiri, ada yang memang berbisnis dan khusus makan mengajak pasangannya kesini. hingga Sofea turun lansung melangkah cepat.
"Selamat datang, Mis Composer!"
Maneger tempat ini memberi salam hormat sekaligus menunduk, ia tahu betuk siapa Sofea dari Berita yang menjadi desus tertinggi di Negara ini Kemaren malam, ia cukup terkejut tapi karna perintah dari Team Agensi MJM hingga mereka meluangkan khusus ruangan dan jalan untuk Sofea yang minim keramaian.
Deretan Pelayan dan Koki didalam Resto ini berkumpul namun memberi jarak dengan Sofea yang memberi senyum indahnya hingga membuat mereka melemah dan bersemu.
"Terimakasih, kalian bisa bekerja seperti biasa!"
"Baik, Yang Mulia!"
"Jika aku sebagai Putri Mahkota kalian bisa memanggil itu, sekarang sesuaikan dengan keadaanku!" jelas Sofea merasa agak aneh.
"Baik, Mis Composer!"
Sahut mereka lagi penuh sungkan hingga membiarkan Sofea melalui Karpet ditengah-tengah jejeran Pelayan yang tak mau bersuara ramai, mereka memejamkan matanya menikmati aroma Parfum yang sangat khas ini.
"Ternyata Mis Composer sangat sempurna!"
"Iya, bahkan lebih dari Putri Vanelope dulu!"
"Etitutnya juga baik. dia tak angkuh sama sekali."
Desas-desus mereka membuat Renin yang disapa suara itu lansung menyunggingkan senyum kilasnya seraya membukakan Pintu ruangan khusus bagi Sofea agar masuk lebih dulu.
"Silahkan, Mis!"
Namun, langkah Sofea terhenti didepan pintu saat dua orang Pria yang telah menunggu, satu Pria berambut kecoklatan bermata hitam Elang itu duduk bertopang kaki angkuh di Sofa Singelnya dengan mata Fokus ke Berkas ditangannya sedangkan yang satu lagi tengah berdiri sikap siaga dibelakang Tuannya.
"Maaf, saya terlambat!"
Kepala dengan wajah angkuh dan bibir tipis itu lansung terangkat dari tundukan yang tadi fokus ke berkasnya kearah sumber suara yang begitu lembut mengalun ditelinganya, mata hitam itu bertemu dengan netra cantik keabuan Sofea yang berlensa tengah berdiri kaku didepan pintu.
"30 menit!"
"A..Iya, apa anda sudah lama?"
Tanya Sofea melangkah anggun menuju Sofa dihadapan Renoval yang masih menatap datar Sofea yang sangat cantik hari ini, rambut bergelombang itu membuat ia tersipu tapi ia dengan cepat mengendalikan raut wajahnya.
"1 Jam!"
"Maaf, saya tadi agak lama, karna ada sedikit kendala!" ucap Sofea menduduki Sofanya dengan sangat anggun, ia sudah melepas kacamatanya sedari di Mobil karna ia agak risih dengan tatapan Renin padanya.
Dan sekarang, lagi-lagi Sofea dibuat jengkel dengan Asisten Kai yang menyembunyikan pipi merahnya saat melihat Sofea lagi, entahlah ia baru kali ini sangat terpukau melihat seorang wanita secantik Sofea.
"Tentu aku tak bisa berbuat banyak, kau seorang Putri Mahkota yang sangat diidamkan."
"Maaf, Tuan! saya disini sebagai Mis Composer, penanggung jawab Agensi yang saya pimpin, anda tak perlu segan dan menyangkut pautkan semua permasalahan dengan Gelar atau Status saya!"
"Kau sudah menikah?"
Satu pertanyaan yang lagi-lagi membuat Sofea naik pitam, ia sudah berusaha bersikap Profesional tapi pria ini seakan memancingnya untuk tetap menjadi wanita galak.
"Yah, saya sudah menikah!"
"Sepertinya kau sangat bangga begitu dicintai Putra Mahkota Alison?"
Sindiran pedas itu membuat Sofea kembali teringat dengan Ardelof si pria menyebalkan yang sudah mengacuhkannya, entahlah Sofea jadi merindukan pria itu.
Melihat raut wajah Sofea yang sendu dengan termenung, Renoval sangat iri dengan Ardelof si Wanita Tampan yang memang mempunyai segalanya, ia tak pernah berhadapan lansung dengan Pria itu tapi Renoval tahu betul betapa besar kekuasaan Ardelof di Negara ini membuatnya harus wapada, tapi bukan berarti ia menyerah dengan Kastanya yang juga tak main-main.
"Kau mau berbagi denganku?"
"Jaga bicaramu!" Geram Sofea membuat sudut bibir Renoval terangkat, pertanyaan ambigunya yang memancing sukses membuat mata indah Sofea membulat dengan raut wajah cantik yang kembali galak, ia suka ini.
"Tenanglah, maksudku hanya Pekerjaan!"
"Hm, sepertinya kita tak pantas seakrab ini!"
"Maksudmu?"
"Tidak ada, hanya bejaga dengan Orang ASING!"
Tekan Sofea pedas membuat Renoval benar-benar terpukau , tak pernah satu orangpun wanita berani menolaknya tapi Sofea menjadi wanita pertama tanpa pendekatan tapi ia yang lebih dulu jatuh hati tanpa memperdulikan resikonya.
"Baiklah, semua Model yang kau tawarkan padaku tak ada yang benar dan cocok!"
"Maksud anda?"
"Yah, aku rasa kau cocok menjadi Aktris di Filimku!"
Sofea lansung terkejut hingga Renin pun sama, keduanya saling pandang lalu menatap Renoval yang hanya diam dengan wajah seriusnya.
"Maaf, tapi aku rasa anda salah! aku disini sebagai Pimpinan bukan bergelut di Dunia Modeling, anda sangat salah!"
"Tidak, seorang Aktris bukanlah terlahir sebagai Bintang, tapi ia punya aura untuk itu, dan kau.. kau punya aura itu."
Sofea menghembuskan nafas halusnya lalu berdiri dari duduknya, ia mengeluarkan kontrak kerja sama mereka dihapan Renoval yang terdiam.
"Maaf, aku rasa Perusahaan kami tak bisa memenuhi niat anda, Tuan! jadi saya persilahkan untuk mencari Agensi yang baru, Terimakasih!"
"Tunggu!"
Renoval mencegah Sofea yang tadi meletakan Berkas kerjasama itu dan ingin melangkah pergi, sialnya ia tak bisa memaksa Sofea untuk masuk dalam rencananya karna penjagaan wanita ini pada dirinya sendiri sangat kekeh.
__ADS_1
"Aku tak memaksamu!"
"Oh, benarkah? tapi sedari kemaren setiap Model yang saya berikan itu sudah ada yang memilki Karakter cerita anda, dan anda terus membahas ketidak samaan, jadi maaf! saya juga tak bisa mencari fantasi yang sama seperti yang anda katakan, Tuan!"
Sofea mulai naik pitam hingga membuat Renin menggeleng, Bumil satu ini sangatlah sensitiv hingga tersindir sedikit saja akan menyembur panas.
"Aku tak memaksamu, lagi pula kau sedang hamil, bukan?"
"Hm, lalu apa mau anda sekarang?" tegas Sofea sudah gerah disini, ia sudah lapar karna sedari pagi belum makan.
"Temani aku mencari makanan yang cocok untuk dibawa ke Lokasi Syuting!"
"Baiklah, hanya kali ini dan aku berharap.."
"Kau menghilang dari Dunia ini!"
Batin Sofea menyambung membuat Renoval tersenyum kilas, ia tahu dari raut wajah Sofea pasti tengah menyumpahinya habis-habisan hingga Renoval berdiri dengan Asisten Kai yang sudah hafal sedari kemaren Tuannya sangat aneh dengan wanita cantik ini.
"Jangan terlalu galak, kau sangat cantik jika seperti itu!"
"Dasar sialan!"
Gumam Sofea merutuki dirinya sendiri yang sudah gila hingga datang kesini, tapi karna ia ingin melupakan rasa rindunya pada pria itu ia harus menguji kesabarannya dengan Pria yang tampak lebih tua 7 Tahun darinya.
Mereka keluar dari ruangan ini dengan Restoran yang anehnya sudah sunyi membuat Dahi Sofea menyeringit, karna tak ingin ambil pusing akhirnya Sofea hanya acuh melangkah menuju Maneger disini.
"Yang Mulia, Tuan Muda!"
"Berikan aku deretan Menu kalian!"
Maneger Resto itu lansung mengambulkan Buku Menunya lalu memberikan pada Sofea yang menyambutnya ramah membuat Ranoval lansung memandangi wajah cantik Sofea yang tengah sibuk melihat deretan Menu ini.
"Disini yang paling banyak Makanan Cina Mandarin, anda mau?"
"Kau pilih saja!"
Ucap Renoval duduk dikursi dekat tubuhnya hingga Sofea melakukan hal yang sama, dari raut waja Renoval Renin menerka kalau pria ini menyukai Sofea.
"Ini,.."
"Yang mana?"
"Yang.."
"Aku tak melihatnya!"
Sofea lansung menggeser tempat duduknya hingga Renoval lansung melihat makanan khas Cinta dengan Sub berbahan Rumput laut dan Gurita panggang bersama saos Ikan.
"Menurutmu?"
"Tergantung pada anda!"
"Cari yang lain!"
Sofea mencarinya dengan membulak-balikan buku Menu ini hingga Renoval begitu larut dengan wajah Sofea, hatinya sangat merindukan pahatan ini hingga mata Renoval melemah dengan jarak hanya satu meter ini.
Merasa dipandangi Sofea lansung menoleh hingga matanya bersitatap dengan mata hitam Renoval yang seakan menyampaikan isi hatinya, ia sangat menyayanginya sampai mata Renoval memanas seakan ada ikatan diantara keduanya.
"Tuan!"
Asisten Kai terkejut saat Sofea memukul wajah Renoval dengan Buku ditangannya lalu berdiri.
"Dasar laki-laki mata keranjang!"
Ketus Sofea lalu melangkah pergi membuat Asisten Kai lansung melongo dengan para pelayan yang juga mematung kosong, namun Renoval tersenyum bukannya marah tapi ia seakan merasakan Dejavu.
"Tuan, anda tak apa!"
"Aku beli in!"
Mereka terkejut saat Renoval membeli Buku menu yang tadi Sofea genggam dan pukulkan kewajahnya, sangat aneh tapi itu nyata.
Sedangkan diluar sana, Sofea lansung mematung didekat Mobil lalu menoleh kebelakang, ia tadi merasakan sesuatu ketika Renoval menatapnya intens hingga mata mereka bersitatap lama.
"Anda tak apa?"
"Hm, aku ingin pulang!"
Ucap Sofea melemah, ada sesuatu yang membuat ia tak melawan dan menjaga jarak terlalu Over pada pria itu, bukan Cinta sebagai pasangan tapi kearah yang lain.
Saat Sofea ingin masuk ke Mobil, sayang sekali tangannya ditahan oleh seseorang dengan erat hingga Sofea berbalik.
Duarrr...
Mata Sofea terbelalak melihat wajah mengeras seorang pria yang sudah membuatnya tak tenang, netra biru tajam dengan rahang mengetat menatapnya penuh sabitan marah.
"Kau sangat berani!"
Sofea hanya diam menatap kearah lain, ia tak mau bertengkar sekarang sedangkan mereka diluar wilayah Istana. melihat kebungkaman itu Ardelof lansung menarik tangan Sofea menuju Mobilnya diseberang sana.
"Lepas!!"
Namun Ardelof hanya diam, ia sudah cukup panas melihat Sofea sedekat itu dengan pria lain bahkan sampai pergi tanpa pamit padanya. genggaman Ardelof mengeras sampai membuat lengan Sofea memucat.
"Lepas!!!"
"Kau memang menguji kesabaranku!!"
"Lepas hiks, sakit Ard!!"
Ardelof lansung melemahkan cengkramannya saat suara Sofea bergetar hingga ia menoleh menatap wajah Sofea yang sudah bersimbah air mata dengan menyentak tangannya kasar dari genggaman Ardelof.
"Kau..Kau jahat!!"
Sofea melangkah pergi menyusuri jalan sepi ini dengan isak tanginya membuat Ardelof lansung menendang Ban Mobilnya kuat hingga sampai meninju Body Mobilnya membuat Kristof terdiam.
"Sialan!"
__ADS_1
Ardelof mengusap wajahnya kasar lansung mengejar Sofea yang belum jauh dari Mobilnya, Renin yang melihat itu menghela nafas halus, benar kata Kakek Brent. Penerus Kerajaan Alison ini sangat merubah kedua orang tuanya.
"Hey!!!"
Sofea hanya diam terus berjalan sendiri, Ardelof takut jika Heels yang dipakai Sofea itu keseleo hingga membuat wanita ini jatuh, Sofea tak mengindahkan panggilan Ardelof yang masih membuntutinya.
"Sofea!"
"Kau..Kau pergilah!!"
Teriak Sofea melempar Ardelof dengan batu disampingnya hingga Ardelof hanya menerima, melihat itu Kristof dari kejahuan lansung mengamankan jalan dengan memblock jalur dan mematikan CCTV disini oleh anggotanya hingga semuanya benar-benar lengang hanya dua insan itu saja yang tengah menjadi anjing dan kucing.
"Fea!! kau sedang hamil, berhenti berjalan!"
Sofea hanya acuh kembali melanjutkan langkahnya menuju Jalan Kota yang tak ada orang, Ardelof melihat kesekelilingnya yang tak ada orang hingga ia lansung berlari mengejar Sofea yang merasakan itu hingga ia lansung melepas Heelsnya.
"Berhenti!!"
Sofea berbalik membuat Ardelof terhenti dengan wajah waspadanya takut wanita ini ceroboh lagi, karna memang masih sakit hati Sofea melempar Heelsnya kearah Ardelof yang hanya menerima hingga ia tetap diam melihat mata Sofea yang kembali memanas hingga wanita itu menangis.
"K..Kau..Kau tak mau bicara denganku, kan? maka..maka jangan perdulikan aku!!!"
"Bukan begitu, aku hanya.."
"Kau..Kau jahat, Ard hiks!"
Sofea lansung berjongkok menutupi wajahnya yang sudah sembab, ia sangat merindukan pria ini tapi Ardelof begitu menyakiti hatinya sampai ia tak mau berbaikan.
"Hey!"
Ardelof mendekat melangkah tegap hingga ia berdiri dihadapan Sofea yang masih termenggu menangis berjongkok ditengah Aspal sunyi ini.
"K..Kau..Kau membuang makananku, kan hiks? kau..kau tega, Ard! aku..aku sudah memasaknya sedari subuh!!"
"Aku tidak begitu!"
"Kau..Kau juga tak mau bicara denganku, aku ceroboh dan wanita tak berguna, kau..kau tak mencintaiku lagi, kan?"
"Hey, kau tak malu? ini jalanan!"
Ucap Ardelof memeggang lengan Sofea tapi malah ditepis kasar hingga membuat Ardelof lansung menatap Sofea penuh rasa bersalah, sepertinya ia harus meredam rasa cemburunya dulu.
"Pergilah!"
"Kemana?"
"Kemana saja? aku bosan melihatmu!"
Sofea memukul paha Ardelof dengan tangan lembutnya tapi tentu itu tak sakit bagi Ardelof yang lansung berjongkok dihadapan Sofea yang mengalihkan pandangannya kesembarang arah dengan nafas sekugukan.
"Maafkan aku!"
Sofea hanya diam mendengar itu semua seakan tak perduli, padahal ia sudah sangat tak tahan bersikap begini.
"Hey, kau masih marah padaku? sayang! maafkan aku, aku sudah menyakitimu!"
"T..terserah p..padamu!"
Ketus Sofea berbalik memunggungi Ardelof tapi ia masih berjongkok, ia hanya memakai satu Heelsnya masih marah pada Ardelof yang menghela nafas halus.
"Kau tak memaafkan aku, ya?"
"I..Iya!"
"Kalau begitu, aku pergi saja! percuma aku disini tapi Istriku tak mau padaku!"
Ardelof melangkah pergi dengan wajah lesunya hingga dalam beberapa langkah Sofea tak tahan untuk tak berteriak sampai melengkingkan tanah ini.
"Ard!!!!"
Sofea berbalik menatap Ardelof yang juga menoleh menghentikan langkahnya menatap Sofea dengan penuh penyesalan.
"Kau mau aku pergi, kan? baiklah aku tak akan pulang, tapi kau tenang saja, Makanannya sudah habis ku makan dan rasanya sangat enak, itu makanan terenak yang pernah ku makan dalam hidupku!"
"Sayang!"
Sofea merentangkan tangannya hingga senyum Ardelof merekah lansung berkari cepat kembali mendekati Sofea yang duduk diatas Aspal hingga.
Grepp...
Tubuh kekar Ardelof berjongkok mendekap erat tubuh molek Sofea yang lansung melepas rasa rindunya, begitu juga Ardelof yang tak mampu menahan gejolak cinta sampai ia pun hilang akal menjadi pria pemuja istrinya.
"Aku sangat merindukanmu!" bisik Ardelof membuat Sofea berbinar hingga mata sembabnya lagi-lagi berair.
"Ma..Maafkan aku, aku tak bisa me.."
"Sutt! sudahlah, aku juga, Salah!"
Ardelof menangkup pipi Sofea yang sembab hingga ia menghujami seluruh pahatan sempurna ini dengan kecupan penuh cintanya.
"Sayang!"
"Hm? ada apa?"
"Disini!"
Sofea menunjuk bibirnya hingga Ardelof lansung menyambarnya membuat kekehan kecil itu timbul dibibir Sofea yang melayani pergumulan lidah suaminya, keduanya mengalun penuh rasa saling melepas rasa cinta yang tadinya terhalang keegoisan. decapan erotis dari liarnya hisapan bibir itu sampai membuat pantikan gairah.
"S..Sayang!"
Sofea menahan bibir Ardelof yang ingin turun kelehernya dengan wajah dan nafas yang sama-sama berat, wajah Ardelof sudah merah menahan hasrat.
"Aku..aku sangat merindukanmu!"
"I..iya, tapi ini di Jalanan, Sayang!"
Tanpa pikir panjang Ardelof menggendong Sofea kembali ke Mobilnya tapi bibir itu kembali bertaut hingga disetiap langkahnya Ardelof sangat lepas karna kembali merasakan kasih sayang Istrinya.
__ADS_1
....
Vote and Like sayang..