Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas
Menahan sesak!


__ADS_3

Mentari diatas sana sudah naik keatas permukaan, sepertinya Musim salju akan berakhir beberapa hari lagi, karna terbukti dengan mentari yang sudah perlahan menunjukan sinaran pelitnya walau masih agak mendung tapi hari ini sukses membuat penerangan yang adem.


Dan sekarang semuanya pun sudah bersiap menuju Pers dimana Undangan dari Show Hots News yang memohon mereka agar datang ke acara yang dibuat Khusus untuk pernyataan dari Putri Hangalay karna hubungan Ardelof dan Vanelope masih disangkut pautkan dalam hal ini.


Tapi, disini Sofea merasa aneh. kenapa ia harus ikut? sedangkan ia bukan anggota atau apapun yang dikenal oleh masyarakat Kota Batalion. yah, tentu Sofea bingung karna sekarang ia menatap pantulan wajahnya dicermin yang begitu cantik dihias sedemikian rupa dengan rambut di urai dengan kepangan yang melintir dibelakangnya, tak lupa pita berlian yang berkilau diatas kepalanya dengan setengah Poni yang masih menutupi setengah dahinya.


"Maaf, tapi aku mau di apakan?"


"Anda hanya ingin di Rias, Nona!" Tutur satu Perias yang merupakan Make-up artis yang ternama, ia sangat-sangat terpesona melihat kecantikan Sofea yang benar-benar seperti Princess selayaknya namanya. begitu juga 2 Wanita khusus yang menyiapkan Pakaian juga terlihat sangat tak percaya kalau ada wanita secantik ini.


"Anda sangat cantik, kulit anda bersih membantu semangat kami merias dan Tubuh anda tinggi berlekuk istimewa membuat Pakaian dari Brend kami sangatlah terbantu untuk mempromosikan pakaian yang lain." Kagum Cessa si Ketua Team penangung jawab semua keperluan ini, semua yang dipakai Sofea itu adalah barang-barang pengeluaran Terbaru Perusahaan mereka karna Yang Mulia Putra Mahkotalah yang meminta agar Sofea disulap menjadi Ratu hari ini.


Tak beberapa lama, Nenek Eliz yang sedari tadi bersiap telah diantar oleh dua pelayannya menuju kamar Sofea semalam. ia tak memperdulikan tatapan menohok dari Suaminya yang memang baru saja pulang semalam entah dari mana.


"Eliz!"


"Suamiku, aku ingin menjemput menantu kita!"


Ucap Nenek Eliz begitu anggun menyangga panggilan Suaminya dengan Sopan, pria dengan tubuh gagah dan rambut semuanya memutih itu lansung diam menghela nafas dengan tongkat yang masih ia peggang.


"Kau tak bisa bersamanya."


"Kenapa? bukankah kau juga tahu dia itu Kesayangan Cucumu?"


"Hm, tapi kita harus pergi duluan karna acaranya sudah mau dimulai." Kekek Brent yang lansung mengisyaratkan untuk turun karna waktunya mendesak membuat Nenek Eliz lansung mendecah, niatnya untuk mengajak Sofea bersama lansung terurung oleh pria ini.


"Kalau terjadi sesuatu padanya? Ardelof bisa menghancurkan Kediaman ini!"


"Hm!"


Gumam Kakek Brent yang hanya diam tapi ia tetap menggandeng istrinya untuk turun, hari ini semuanya akan bercampur aduk karna Vanelope akan membuat guncangan yang besar.


"Wanita sialan itu memang tak pernah jera. kenapa Bocah itu tak membunuhnya saja? mengotori mataku setiap hari."


Nenek Eliz mengomel disepanjang jalan menuju Pintu keluar dari Villa mewah ini, diluar sana terlihat Mobil baru yang sudah terparkir dan itu adalah Mobil Khusus Kerajaan Alison.


"Ibu Suri!"


Nenek Eliz terhenti menatap Ratu Rosmeryna yang sudah keluar dengan penampilan cantik nan anggun memakai Topi dikepalanya, ia terdiam saat tak melihat Raja Petratolison disini.


"Mery! dimana suamimu?"

__ADS_1


"Suamiku ada urusan di Istana, Bu! dia akan menyusul nanti."


Tapi raut wajah Kakek Brent tak bersahabat membuat Ratu Rosmeryna terdiam, ia agak kikuk karna hubungannya dan Kedua orang Tua suaminya ini memang agak renggang beberapa Tahun ini.


"Ayah, Ibu. apa kabar kalian?"


"Kenapa bertanya? seharusnya kau sudah melihatnya!"


Ratu Rosmeryna lansung bungkam akan perkataan pedas Nenek Eliz yang memandang tajam dirinya.


"Ibu, maafkan aku jika aku tak sempat mengunjungi kalian!"


"Bukan tak sempat, kau memang tak mau."


Degg..


Ratu Rosmeryna lansung tersayat hingga ia hanya diam menatap dua orang yang sudah senja itu melewatinya menuju Mobil, matanya memanas hingga tak sengaja ia bersitatap dengan mata sendu seseorang yang membuatnya terkejut akan Penampilannya.


"Ibu!"


"K..Kau.."



"Selamat pagi, Yang Mulia!"


"Mau kemana kau?"


Pertanyaan itu lansung dijawab senyuman oleh Sofea yang mengangkat anggun ujung Gaunnya lalu melangkah mendekati Ratu Rosmeryna yang menahan kekagumannya.


"Saya tak tahu, tapi Suami saya bilang harus bersiap."


"Dari mana kau dapatkan Gaun ini?"


"Ini rancangan terbaru kami, Yang Mulia! Putra Mahkota meminta kami memberikan yang terbaik tapi Yang Mulia Ibu Suri memilih ini sebagai perwakilan Putra Mahkota!"


Ratu Rosmeryna terdiam, ia yakin Sofea hanya akan mempermalukan Kerajaan jika pergi ke Show ternama itu, ia memang benar-benar tak habis pikir dengan Ardelof yang sangat berani membawa wanita ini.


"Baiklah, kau pergi bersamaku!"


"Tapi.."

__ADS_1


"Kau membantahku?" tanya Ratu Rosmeryna pada Sofea yang ingin menyangga, karna tak ingin membuat hubungan yang semangkin buruk Sofea mengangguk membuat Senyum penuh rencana dari Ratu Rosmeryna itu meruak berbalik melangkah menuju Mobilnya yang telah dijaga 10 pengawal yang menunduk tak berani menatap Sofea yang sangat cantik dengan rambut panjang yang menutupi bagian punggungnya.


"Kau tahu cara masuk?"


"Tahu, Ibu!"


Sofea masuk kedalam Mobil dan duduk disamping Ratu Rosmeryna yang hanya diam lalu menatap lurus, Mobil ini melaju pelan keluar gerbang Kediaman Kakek Brent hingga Sofea hanya diam menatap keluar jendela dengan pikirannya sendiri.


"Kau senang?"


"Apanya, Ibu?"


"Menikmati jerih payah Putraku!"


Degg..


Sofea tercekat mendengarnya hingga ia hanya bisa menelan ludahnya berat mendengar kata-kata merendahkan itu lansung menusuk dirinya.


"Kau tahu? dulu Vanelope sering mengatakan kalau Ardelof itu tak suka dengan wanita manja, dia suka wanita pekerja keras dan berkasta. tapi, aku rasa sekarang dia suka bermain dengan Wanita berkasta rendah sepertimu."


"Hm, tapi kau tahu? saat bersamaku dia selalu menurut, memberikan apapun yang aku mau sampai melakukan sesuatu yang tak ia suka."


"Kau yakin? Sofea, kau itu terlalu polos! kau tak tahu mana yang baik dan pura-pura baik."


Sofea tersenyum mendengarnya, walau rasanya Kemesraan yang diceritakan mereka begitu romantis terdengar ditelinganya, tapi Sofea masih yakin kalau Ardelof sekarang hanya Miliknya dan Cinta pria itu hanya untuknya.


Namun, seketika Sofea terdiam saat Ratu Rosmeryna menyalakan sesuatu di Ponselnya dimana suara itu adalah janji Pernikahan seseorang.


"Aku berjanji akan selalu menyayangimu dan menjalankan kewajibanku sebagai suamimu."


Tangan Sofea mencengkram kuat pinggir Gaunnya menahan rasa sesak dan panas, kenapa rasanya masih saja sakit? Sofea, itu masa lalu suamimu, itu hanya masa lalu.


"Ouss, mereka berciuman!"


Sofea menahan segalanya hingga Supir yang ada didepan merasa kasihan melihat itu semua, entah apa yang diinginkan semua orang hingga membuat wanita sebaik dan sesempurna itu selalu merasa sakit.


....


Vote and Like Sayang..


Itu Visual Pakaian ya.. bukan Sofea nya😂

__ADS_1


__ADS_2