Sekedar Pemuas

Sekedar Pemuas
Sama-sama aneh!


__ADS_3

Tampilan pakaian Formal yang ia pakai sudah sangat Perfeck, dengan memakai Dress selutut seperti Mantel berlengan panjang berwarna keabuan dengan corak garis disetiap lekuknya menambah kesan anggun dan Feminim, bagian tengah dadanya agak terbuka seperti huruf V dengan terlihatnya Tangtop yang termasuk Style dalam Penampilan kali ini.



Tapi, yang sangat berbeda adalah bagian rambut dan mata Sofea yang berlensa Keabuan , Sofea membuat rambutnya ikal bergelombang dengan riasan yang Natural tapi menonjolkan pipi tirus kemerahannya dan mata hitam yang tertutup lensa yang dipercantik dengan bulu mata yang sudah lentik membuat kedipan penuh pesona.


Sofea menutupi mata sembabnya dengan sedikit Make-up tebal dibawah pelupuk mata hingga ia memakai kacamata Brown-nya yang mahal ini akhirnya bertengger ke hidung mancungnya.


"Fyuhh, aku tak bisa diam terus."


Gumam Sofea menghela nafas halus, Ardelof tak lagi perduli padanya jadi buat apa ia tampil selalu sebagai Sofea si wanita polos yang tak berguna, ia juga ingin terlihat berbeda dengan kesan yang lebih dewasa.


"Fea!!"


Suara Mama Netty diluar sana membuat Sofea menyudahi dandananya seraya memakai Heels berwarna hitam dengan Tas kecil berwarna abu, setelah semuanya sempurna barulah Sofea melangkah keluar seraya menyambar kunci Mobilnya tapi ia melepas kacamatanya.


"Fea, kau.."


"Iya, Ma!"


Mama Netty menutup mulutnya tak percaya melihat penampilan Sofea yang telah berubah, rambut panjang hitam yang dulu lurus sekarang dibuat bergelombang menggulung indah dibahunya, apalagi mata ini..


"Shitt, Fea! kau..kau kenapa?"


"Apanya, Ma?"


"Kau aneh, Nak! kau tak pernah mau merubah gaya rambutmu, Riasanmu dan..dan matamu, Sayang!"


Sofea hanya tersenyum memakai kacamatanya kembali hingga berpose selayaknya Model dengan tubuh jenjang yang diperlihatkan sangatlah spesial, kulit putih dan leher jenjang ini begitu sempurna dengan Outfit yang ia pakai sampai membuat Mama Netty terperangah.


"Ma, sudahlah! Fea bosan berpenampilan biasa terus, sesekali ke Perusahaan Kakek dengan Style begini."


"K..Kau yakin, tapi..tapi suamimu.."


"Dia sudah pergi ke Perusahaannya!"


Dahi Mama Netty mengkerut seraya mengikuti langkah Sofea yang menggandengnya menuju Lift, ia juga mencium aroma Parfum Sofea yang sangat harum dan pertama kalinya wanita ini berani membuka dirinya.


"Apa ada masalah, hm?"


"Tidak, aku hanya ingin tampil berbeda, Ma. itu saja!"


Jawab Sofea menunjukan senyum ceria seperti biasa, tak ada yang berubah dari logat dan tingkahnya tapi hanya penampilan wanita ini saja yang lebih berani.


Mereka sampai kedalam Lift yang lansung membawanya turun kebawah, Mama Netty terdiam bungkam sejak Sofea menyangganya tadi hingga ia penasaran dengan siapa Sofea pergi.


"Nak, kau pergi sendiri?"


"Tidak, Ma! ada Renin didepan, dia sudah datang." Sofea berucap seraya memainkan Ponselnya.

__ADS_1


"Hanya ke Perusahaan?"


"Em, Tidak! tadi aku pikir kalau Tuan Renoval akan mencabut Kerjasama kami, tapi nyatanya tidak! Renin bilang Tuan Renoval ingin bertemu di Resto dekat Perusahaan!"


Jelas Sofea memperlihatkan Pesan dari Renin padanya, Mama Netty merasa Ardelof dan Sofea sedang tak baik-baik saja, terbukti dengan Ardelof yang tadi pergi dengan raut wajah kusut.


Tingg..


Pintu Lift terbuka hingga deretan Pelayan itu menyambut mereka, tapi tatapan mereka tetap sama seperti Mama Netty pada Sofea yang hanya acuh tetap memberi senyuman cantiknya.


"Selamat S..Siang, Yang Mulia."


"Siang, terimakasih!"


Ucap Sofea ramah hingga Ratu Rosmeryna dan Ratu Lamoria yang tengah berbincang kecil di Sofa biasa itu lansung berdiri terkejut melihat Sofea.


"F..Fea!"


"Ibu!"


Sapa Sofea menyonsong hingga memeluk satu persatu kedua wanita paruh bayah yang saling pandang bingung itu, mereka akui Sofea tampak sangat mempesona dengan pergantian rambutnya yang membuat ia lebih dewasa tapi satu yang ada dibenaknya, apa Ardelof tahu ini?


Melihat itu Sofea mencengir mengecup pipi Ratu Lamoria yang terbengong.


"Ibu, aku mau pergi dulu. ada Renin bersamaku!"


"I..Iya tapi.."


Sofea sudah melangkah pergi ke Pintu Utama sana hingga Ratu Lamoria lansung terduduk memijat keningnya dengan Ratu Rosmeryna yang juga sama, tadi pagi Ardelof yang marah-marah tak jelas pada Pelayan sini soal Istrinya yang memasak tapi sekarang Sofea yang bertingkah aneh.


"Ibu!"


Ratu Lamoria memberi salam pada Nenek Eliz yang datang bersama Kakek Brent yang hanya berwajah datar, tapi ada senyum kilas yang tak dimengerti melihat Perubahan wanita itu.


"Ibu, Sofea.."


"Tak usah ikut campur urusan mereka, walau ada masalah. aku yakin mereka sudah Dewasa menyelesaikan semuanya dengan baik!"


Ucap Nenek Eliz hanya santai tapi Ratu Lamoria takut jika masalah antara Ardelof dan Sofea itu benar-benar serius.


"Bu, maaf tapi bagaimana kalau mereka bertengkar hebat?"


"Biarkan saja, selagi Sikapnya belum berlebihan, tak baik orang ketiga masuk dalam hubungan mereka!"


"Baiklah kalau begitu!"


Lirih Ratu Lamoria pasrah memandangi Pintu besar sana, ia mendengar deru Mobil yang telah melaju menjahui Istana hingga ia menghela nafas halus.


.....

__ADS_1


"Keluarkan mereka!"


"Y..Yang Mulia!!"


Para Kariawan yang sudah pucat sedari pagi menenteng satu persatu Map berisi Berkas data Pekerjaan mereka, jantung mereka seakan terlepas saat pagi tadi Yang Mulianya meminta semua data apa saja yang melenceng Tahun ini, Bulan ini dan beberapa hari ini.


Ada 3 Kariawan yang sudah gemetar berdiri didepan meja Ardelof yang seakan menjadi tempat Exsekusi bagi mereka, nafas itu selalu tercekat bila netra biru Ardelof seperti pedang merobek Dokumentnya hingga membuat satu Perusahaan ACB ini Lansung panas.


"Kau masih ingin bekerja disini?"


Suara Ardelof begitu menghakimi meremangkan bulu kuduk mereka sampai-sampai Jefry yang ikut bergabung diruangan ini sudah 2 kali mimisan.


"M..Masih Y..Yang. M..Muli.."


"Tapi kau menulis seperti anak TK!!!"


Ardelof mengoyak berkas itu dan melemparnya kewajah-wajah seperti mayat ini, sudah 10 Staf yang Ardelof pulangkan karna laporan Kinerjanya menurun bulan ini, ia hanya mengambil Staf Kariawan yang 100% Murni Disiplin dan mematuhi Aturannya.


"Keluarkan mereka dari sini!"


"Y..Yang Mulia kami.."


Kristof sudah lebih dulu memboyong mereka pergi karna ia juga mengantisipasi kemarahan Putra Mahkota padanya, sekarang ia menduga suasana hati Ardelof tengah kacau itu karnanya ini lebih parah dari saat Vanelope berkhianat dulu.


"Aku ingin hari ini juga, Bersihkan Kotoran tak berguna itu di Perusahaanku!! tak bisa bekerja dengan baik maka keluar, aku tak butuh sampah-sampah seperti mereka!"


"Baik, Yang Mulia!"


Kristof yang mengelus dadanya lega karna Ardelof menyudahi Senam jantung sedari pagi hingga siang ini, ia hanya patuh karna Ardelof benar, Semua Kariawan yang dipecat itu Kariawan yang melakukan kesalahan walau hanya hal kecil seperti telat 5 menit dan memakai pakaian yang salah.


"Sialan, kalian semua!"


Ardelof mengusap wajahnya kasar, ia menatap Tempat makanan yang tadi ia bawa karna tak sempat makan di ruangan Kerjanya, tapi ia marah pada dirinya sendiri yang sangat susah untuk meredam amarahnya.


"Karna kau dia terluka, kau ini bodoh, pria brengsek! Istrimu tengah hamil kau malah berlaku kekanak-kanakan begini."


Ardelof membuka Ponselnya mencari Kontak Istrinya, sebenarnya Ardelof begitu sesak menahan rasa rindu ini tapi ia hanya merasa aneh dengan dirinya sendiri, seakan akal sehatnya sudah hilang.


"Ayolah!"


Sofea tak mengangkat panggilannya hingga Ardelof mencoba beberapa kalipun tetap tak bisa hingga lagi-lagi Laptopnya ia banting ke Lantai sana karna sudah gila berjauhan begini tanpa bertegur sapa.


"Kristof!!!!"


"A..Iya, Yang Mulia!"


Kristof berlari masuk seketika menunduk tak berani melihat Ardelof yang sudah berdiri menyambar Jasnya, Tegukan ludah itu Kristof telan bulat-bulat melihat ruangan Ardelof yang kacau.


"Kalian yang bertengkar, tapi aku yang seakan mau mati!"

__ADS_1


...


Vote and Like Sayang..


__ADS_2