Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 11 Di buat kesal


__ADS_3

Bunga nampak cemberut memandang kedua orang tuanya. Bunga hanya diam saja tanpa mau bicara.


Dengan cepat Bunga menyelesaikan sarapannya karena tak mau lama-lama berdekatan dengan kedua orang tuanya yang ujung-ujungnya akan membahas perjodohan.


Sesudah sarapan Bunga langsung berangkat ke sekolah tanpa bicara begitu pun dengan Aldi dan Jelita membiarkan Bunga tenang dulu.


Mimpi tadi malam sungguh benar-benar membuat Bunga semakin ketakutan. Bahkan dengan mang Sup pun Bunga seakan jadi musuh.


Bunga terus menatap tajam mang Sup karena masih kesal kemaren mang Sup sudah meninggalkannya.


Bagaimana bisa mang Sup meninggalkan ia di sekolah bahkan di telepon tak aktif-aktif.


Awas saja jika hari ini mang Sup meninggalkannya lagi Bunga tak akan memaafkannya.


"Pagi nenk!"


Sapa penjaga gerbang ramah namun Bunga menyelonong begitu saja dengan wajah masamnya.


"Lagi pms pak!"


Ucap mang Sup asal membuat penjaga gerbang hanya memangut-mangut saja mengerti.


"Hey, sembrono sini loe!"


"Apa!"


Bentak Bunga melotot menatap tajam pada Fatih. Sudah tahu hatinya lagi kesal Fatih malah mengatainya.


Fatih, Rangga dan Moreo terkejut akan bentakan Bunga dengan wajah memerah padamnya.


Bagaimana bisa Bunga berani membentak Fatih membuat Fatih mengepalkan kedua tangannya erat.


"Ada apa, kenapa diam!"


"Kalian sama saja dengan mang Sup!"


Kesal Bunga sambil menghentak-hentakan sepatunya tanpa sadar telah membangunkan macam tutul.


Bunga pergi begitu saja sambil menubruk bahu Fatih membuat Fatih terhuyung untung Moreo dan Rangga menahannya.


"Ada apa dengan gadis sembrono itu!"


"Kenapa jadi menyeramkan!"


"Hey, jangan di ganggu gadis itu lagi pms bisa bahaya jika marah dunia akan hancur!"


Teriak pak penjaga gerbang membuat ketiganya bergidik ngeri. Begitupun dengan Fatih langsung diam karena faham betul bagaimana emosinya orang pms.


Brak ...


Amira terkejut dengan apa yang Bunga lakukan. Tak bisanya Bunga seperti itu menjatuhkan tasnya sembarang.


"Kenapa?"


"Pengen nangis!"


Amira menautkan kedua alisnya bingung emang ada orang yang mau menangis minta izin dulu. Entah ada apa lagi yang terjadi pada Bunga gadis ini memang benar-benar ajaib.


"Ya sudah nangis saja, nih ada tisu untuk membersihkannya!"


"Aistt, bukannya di hibur!"


Kesal Bunga semakin mengerucutkan bibirnya membuat Amira benar-benar bingung dengan tingkah Bunga.


Bagaimana mau menghibur jika tak bercerita apa yang terjadi gadis ini memang aneh.


"Bunga,"


"Hm,"


"Hari ini katanya ada anak baru!"


Hening ...


Amira melirik Bunga yang hanya diam saja membuat Maira bingung pasalnya Bunga yang selalu paling heboh di antara yang lain jika ada anak baru.


Tapi lihatlah kali ini, Bunga hanya diam saja dengan wajah tak enak di pandang.


Amira masa bodo saja toh Bunga pasti tak alama akan heboh sendiri.

__ADS_1


Tak lama pak Anwar masuk membuat semua anak terdiam.


"Mohon perhatiannya anak-anak,"


"Hari ini kita kedatangan murid baru dari kota Bogor!"


"Silahkan nak, perkenalkan namanya!"


Ucap pak Anwar pada sang murid di sampingnya yang terlihat mempesona.


"Hallo teman-teman, perkenalkan saya Raja Adelio asal Bogor!"


Ucap Raja si anak baru dengan kaku tanpa ekspresi sedikit pun.


Seisi kelas menjadi berisik ketika Raja memperkenalkan namanya. Wajahnya tampan tak kalah tampan dari Fatih.


Amira menyenggol-nyenggol lengan Bunga agar melihat ke depan namun Bunga tak menggubrisnya.


"Bunga lihat, anak barunya ganteng banget!"


Goda Amira karena biasanya Bunga akan terpengaruh tapi lagi-lagi Bunga hanya diam saja.


"Siapkan nak Raja duduk di kursi sebelah sana!"


Tunjuk pak Anwar menunjuk kursi kosong di samping Moreo.


Raja mengangguk berjalan santai sambil menatap tajam Fatih yang menatap tajam Raja juga seolah mereka adalah musuh.


"Baiklah anak-anak kita lanjut belajar!"


Ucap pak Anwar tegas membuat anak-anak mengeluh.


"Tidak mau!"


Teriak Bunga tiba-tiba membuat pak Anwar terkejut begitu pun dengan anak-anak lain langsung terdiam mendengar teriakan Bunga. Ini kali kedua Bunga berteriak tiba-tiba mengejutkan semua orang. Terutama Fatih yang di buat kesal dengan tingkah Bunga.


Bunga terdiam kaku ketika menyadari kesalahannya.


"He .. he .. maaf pak!"


Pak Anwar menghela nafas berat menatap tajam Bunga membuat Bunga langsung menunduk.


Bisik Amira membuat Bunga menggelengkan kepala.


"Kau ini aneh!"


"Aku cuma sedang pusing Ra,"


"Ya sudah kita ke UKS lagi ya!"


Bunga hanya mengangguk saja karena tak mungkin juga melanjutkan belajar jika hati dan pikirannya terganggu.


"Maaf pak Anwar, seperti Bunga sedang tak enak badan. Mohon izin ke UKS!"


"Silahkan!"


"Sih, dasar pura-pura!"


Ketus Amelia yang selalu sinis pada murid-murid lain.


Amira langsung membawa Bunga pergi ke UKS.


Di koridor menuju UKS Bunga menghentikan langkahnya.


"Ada apa?"


"Ra aku takut, hantu itu menghantuiku lagi!"


"Hantu yang mana!"


"Aisst, yang aku ceritakan kemaren!"


"Kau ini begini gara-gara ketakutan hantu!"


Pekik Amira tak percaya dengan apa yang dia dengan bahkan Bunga mengangguk membenarkan.


"Oh ayolah Bunga masa takut hantu?"


"Tapi hantunya sangat menyeramkan Ra!"

__ADS_1


Kesal Bunga benar-benar ketakutan walau Amira dan Bunga mengartikan hantu persis berbeda.


Bunga sebenarnya ingin menangis karena bingung menceritakan hantu apa yang ia maksud sebenarnya.


Bunga hanya takut Amira malah menertawakannya karena pasti menurutnya sangat konyol.


"Sudah-sudah lebih baik kita istirahat di UKS,"


"Gak mau!"


"Terus bagaimana, jika ke kantin yang ada kita di hukum ketahuan gak belajar!"


Bunga terdiam karena memang benar apa yang di ucapkan Amira.


"Ya sudah kita balik lagi ke kelas!"


"Are you serious!"


"Ya!"


Pada akhirnya Amira mengalah mengikuti keinginan Bunga kembali ke kelas. Entahlah terkadang Amira juga kesal dengan apa yang Bunga lakukan.


Amira berjalan gontai mengikuti langkah kaki Bunga menuju kelas mereka.


Ingin memakai namun sayang Bunga adalah satu-satunya sahabat ia.


Dengan santainya Bunga berjalan seolah tak ada apa-apa seolah tak merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan.


Bunga berjalan masuk kelas tanpa permisi membuat Amira geram.


"Bunga bukankah kamu sakit!"


Deg ...


Bunga diam mematung dengan mata menatap lurus kedepan. Bahkan bulu mata Bunga mengerjap-enjap lucu dengan tatapan tak percayanya.


Sejenak seolah waktu berhenti berputar membuat Bunga bahkan tak peduli dengan teriakan pak Anwar ataupun Amira.


Dewa Yunani!


Batin Bunga menatap tak percaya seseorang yang sedang duduk di belakang Fatih.


"Kau tak mendengarkan bapak hah!"


"Awwsss, pak sakit!"


Jerit Bunga ketika telinganya di jewer membuat semua murid menertawakan.


"Dari tadi diam saja, kau tak mendengar ucapan bapak!"


"Emang bapak ngomong apa?"


Dengan polosnya Bunga bertanya membuat Fatih mendengus kesal.


"Berdiri di depan dengan Amira!"


Bunga langsung melotot tak percaya dengan apa yang pak Anwar katakan. Dengan kaku Bunga berbalik menatap Amira yang menatap Bunga tajam.


Amira benar-benar kesal dengan tingkah konyol Bunga ingin sekali menjitak kepalanya agar sadar.


"Angkat sebelah kakinya Bunga!!"


"Nanti jatuh pak!"


"Bunga!!!"


"Iya .. iya pak!"


Huh ...


Pak Anwar menghela nafas kasar muridnya satu ini benar-benar membuat ia naik darah.


Bagaimana dengan kedua orang tuanya yang setiap hari ngurusin.


Semoga kau mendapat jodoh yang baik!


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan, Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2