
Benar saja karena kejadian di sekolah membuat Bunga jadi marah pada Raja. Bahkan Bunga diam tanpa mau menjawab bahkan menatap Raja.
Raja menautkan kedua alisnya bingung dengan kelakuan istrinya yang hanya diam saja. Perasaan tadi pagi masih baik-baik saja kenapa sekarang Bunga terlihat marah pada dia.
Raja ingin sekali bertanya namun Raja tak punya waktu karena harus segera berangkat ke kantor ada rapat yang harus Raja hadiri.
"Sayang aku berangkat ya!"
Ucap Raja namun Bunga tak bergeming membuat Raja benar-benar bingung.
"Hey, kenapa?"
"Tahu ah!"
Kesal Bunga merajuk membuat Raja benar-benar aneh. Tak biasanya Bunga bersikap seperti itu.
"Katakan jangan seperti ini!"
"Aku tuh kesal kenapa kamu tak membantu Shofi. Kenapa juga berteman dengan Fatih dia itu jahat. Harusnya kamu cari teman yang baik-baik jangan kaya mereka!"
"Shofi kan anak baru bagaimana kalau dia langsung keluar, kalian benar-benar berandalan!"
"Dan kamu kaya mereka, jahat!"
Bunga mengerucutkan bibirnya sesudah mengomel. Bahkan melipatkan kedua tangannya di dada sambil membuang muka.
Raja hanya bisa melongo mendengar setiap Omelan yang Bunga keluarkan. Entah harus marah atau merasa gemas melihat tingkah Bunga.
"Sudahlah, apa jangan-jangan kau baik padaku hanya pura-pura!"
Ketus Bunga tak membiarkan Raja bicara Bunga benar-benar kesal dengan semuanya.
"Sana pergi, jangan bicara padaku!"
Ketus Bunga lagi sambil berlalu di hadapan Raja.
Brak ...
Bunga membanting pintu kamar dengan sangat kencang membuat Raja terkejut. Bahkan Bunga menguncinya dari dalam. Bunga membanting tas begitupun jas sekolah nya.
Bunga seperti orang kesurupan kembali lagi dengan Bunga yang asal.
Raja hanya bisa menatap nanar pintu kamarnya ingin mengejar namun Raja harus segera pergi ke kantor.
Dengan berat hati Raja pergi ke kantor meninggalkan Bunga yang sedang merajuk. Raja tak tahu harus bagaimana nanti cara minta maafnya.
Raja bukan tak mengerti tapi Raja tahu apa yang di lakukan Fatih tidak seperti yang terlihat.
Raja memilik berangkat saja ke kantor membiarkan Bunga dalam kemarahannya. Raja yakin Bunga akan reda dengan sendirinya.
Raja tak tahu jika Bunga benar-benar dalam mood bahaya bahkan kamarnya Bunga hancurkan kembali.
Entah kenapa Bunga benar-benar kesal melihat begitu santainya Raja seolah membiarkan Fatih berbuat seenaknya.
__ADS_1
Apa jika Bunga korban Fatih Raja akan tetap diam saja. Jika seperti itu bagaimana Bunga bisa percaya pada Raja sedang Raja sudah menghancurkan kembali kepercayaan Bunga.
Bunga pikir Raja berbeda dari yang lain di mana Raja akan membantu orang lemah nyatanya Raja sama saja seperti Fatih.
Awas saja jika pulang Bunga tak akan membiarkan Raja masuk kedalam kamarnya. Bunga benar-benar kesal kesal dan kesal tanpa sebenarnya apa yang ia kesal kan.
Apa hanya sebatas masalah Shofi atau kesal karena hal lain. Sungguh Bunga benar-benar tak bisa di tebak perubahan moodnya.
Bahkan dengan santainya Bunga tidur tanpa mengganti baju terlebih dahulu.
Sebenarnya Bunga kesal bukan karena masalah Shofi saja namun yang lebih Bunga kesal kan ketika di jalan di mana ada anak-anak pengamen Raja malah melajukan motornya dengan cepat padahal Bunga ingin menghampiri anak-anak pengamen itu.
Karena Raja buru-buru membuat Raja memang tak mendengar ucapan Bunga.
Ini sudah malam namun Raja masih belum pulang membuat Bunga semakin di buat geram.
Bagaimana bisa Raja menelantarkannya bahkan tak menyisakan makan apapun untuk Bunga makan.
Terpaksa Bunga memasak mie instan yang tak perlu memakai pisau tinggal memanaskan air dan merebusnya.
Sekedar memasak mie Bunga juga bisa asalkan jangan memasak masakan di mana bahan-bahan harus di potong.
Sudah selesai masak mie Bunga duduk di meja makan sedikit menunggu mie nya hangat. Sambil menunggu Bunga mengambil air minum.
"Sama orang lain gak peduli, bahkan sama istri juga sama!"
Gerutu Bunga dengan rakus mulai makan Bunga tak tahu andai saja Raja melihat Bunga makan mie instan sudah pasti Raja langsung menyingkirkannya.
Dan entah kapan Bunga membelinya karena Raja tak pernah mengkonsumsi mie instan. Kalau pun makan Raja pasti makan mie yang tahu pembuatannya dulu.
Bunga memutuskan tidur saja tak peduli Raja pulang atau tidak bagi Bunga yang penting perutnya sudah kenyang.
Sebelum tidur Bunga membaca buku terlebih dahulu sampai Bunga benar-benar tidur dengan buku di samping nya.
Tepat jam sebelas malam Raja baru pulang dari kantor. Pekerjaan yang membuat Raja pulang larut bahkan sampai melupakan Bunga.
Dengan langkah gontai Raja masuk kedalam apartemen sambil melonggarkan dasinya.
Raja terdiam ketika merasa ada bau yang berbeda dalam apartemen nya. Raja berjalan kearah dapur, terlihat rapi.
Raja menengok pada tong sampah seketika Raja mengepalkan tangannya. Raja merutuki kebodohannya sendiri bagaimana bisa Raja membiarkan istrinya kelaparan sampai-sampai makan mie instan.
Dengan cepat Raja berlari ke kamar di lihatnya Bunga sudah tidur. Raja merasa bersalah karena terlalu membatasi Bunga.
Sejauh ini Bunga walaupun suka membuat ia kesal namun Bunga selalu menurut padanya. Bahkan Bunga tak pernah sekalipun melangkahkan kakinya keluar apartemen jika tak ada dirinya. Bahkan Bunga selalu rela menahan lapar padahal bisa saja Bunga keluar untuk sekedar membeli makanan.
Raja tak tahu kapan Bunga membeli mie instan. Apa Bunga benar-benar kelaparan sampai Bunga makan mie instan.
Raja membereskan barang-barangnya Bunga yang berserakan. Apa begini jika Bunga sedang merajuk apa-apa di berantakan.
Sudah selesai Raja mengganti pakaian dengan baju tidur lalu naik ke atas ranjang. Perlahan Raja memeluk Bunga dari belakang.
"Lepas!"
__ADS_1
Ucap Bunga tiba-tiba karena terbangun dengan gerakan Raja.
"Biarkan seperti ini, sebentar!"
Mohon Raja namun Bunga terus memberontak karena tak mau di peluk Raja.
"Lepas!"
"Maafkan aku!"
"Lepas!"
Raja semakin mengeratkan pelukannya karena Bunga terus saja memberontak.
"Aku tak bermaksud mengabaikan mu!"
"Tadi aku buru-buru karena harus ke kantor dan maaf pulang telat!"
Sesal Raja, Raja tak mau jika Bunga terus marah padahal hubungan mereka baru saja membaik.
"Kau membuatku kelaparan!"
"Maaf!"
Bunga berbalik menghadap Raja entah kenapa mendengar suara paru Raja membuat Bunga merasa kasihan.
"Sekarang aku membebaskan mu, tapi jangan pernah pergi dari ku!"
"Apa pikiranmu sesempit itu, apa karena aku masih kecil!"
"Bukan, aku hanya takut kau kabur dariku bahkan sebelum aku mendapatkan hatimu!"
Bunga terdiam karena tak menyangka Raja akan se-takut itu. Apa ini alasan Raja tak mengizinkannya keluar bahkan tak memberi tahu kode apartemen juga.
Ya, selama ini Bunga tak bisa keluar karena tak tahu kode apartemen Raja berapa dan Bunga juga malas menanyakannya.
"Aku memang masih kecil, tapi aku tak sekecil itu. Mama selalu bilang, istri yang baik dia yang selalu menuruti kata suami. Aku menghargai mu sebagai suamiku, walau aku belum bisa membuka hatiku!"
"Bukankah kamu sudah berjanji tak akan berubah!"
"Maafkan aku!"
Sesal Raja, Raja tak menyangka Bunga bisa berkata seperti itu. Raja pikir hanya dia saja yang berjuang nyatanya Bunga juga sama sedang berjuang namun Raja tak faham dengan yang Bunga lakukan.
"Aku tahu aku masih kecil, bahkan belum bisa jadi istri yang baik untuk kamu. Aku sudah berusaha menerima kamu jadi tolong jangan sampai aku rubah keputusan itu!"
"Tidak .. tidak .. aku tak akan membiarkan itu terjadi!"
"Ok! aku sudah memaafkan kamu!"
"Terimakasih!"
"Tapi tidak dengan masalah Shofi!"
__ADS_1
Deg ....
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...