
Bunga menghentikan elusan tangannya ketika melihat Raja sudah tertidur pulas. Rasanya tangan Bunga begitu kebas karena terus mengelus perut Raja. Walaupun begitu Bunga tak masalah yang terpenting bisa sedikit mengurangi rasa sakitnya.
Bunga menatap Raja intens seolah sedang merekam pahatan wajah tampan Raja.
"Maafkan aku!"
Bunga terus saja mengucap kata maaf karena merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan.
Bunga mengambil baskom kecil dan sebuah kain guna mengelap badan Raja.
Ini kali pertama Bunga melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelum nya. Bunga hanya mengikuti nalurinya dan mengingat jika ia sakit sang mama suka mengelap tubuh dia.
Dengan hati-hati Bunga mengelap wajah, leher, perut dan tangan Raja. Sudah selesai mengelap Raja segera mengganti pakaian Raja. Seolah Bunga sedang memakaikan baju untuk baby.
Sudah selesai Bunga langsung menyelimuti Raja agar tak kedinginan. Hanya bagian celananya saja yang tak Bunga ganti karena gak berani.
Akhhhh ...
Bunga berbalik ketika mendengar Raja meringis bahkan keningnya mengerut. Apa di dalam mimpi juga Raja merasa kesakitan.
Dengan cepat Bunga naik keatas ranjang guna mengelus perut Raja kembali berharap Raja akan segera sembuh.
Lama kelamaan Bunga merasa ngantuk bahkan beberapa kali menguap.
Bunga membaringkan tubuhnya di samping Raja dengan posisi menyamping karena Bunga sambil mengelus perut Raja.
Elusan tangan Bunga semakin melemah dengan mata Bunga yang semakin berat.
Bunga tak bisa lagi menahan kantuknya sampai benar-benar tertidur dengan posisi satu tangan di atas perut Raja seolah Bunga sedang memeluk Raja.
Ini kali pertama mereka tidur benar, berdekatan saling memeluk. Bahkan tanpa sadar Bunga memeluk erat tubuh Raja yang mungkin Bunga anggap itu guling.
.
Perlahan kelopak mata Raja terbuka karena merasa mules.
Raja terdiam sesaat ketika merasa perutnya ada yang memegang. Raja melirik kesamping ternyata Bunga sedang memeluk dia.
Seketika Raja tersenyum melihat wajah cantik sang istri yang sangat dekat dengan ya.
Raja tak bisa berlama-lama memandang Bunga karena perutnya sudah tak kuat menahan sakit. Dengan cepat Raja berlari kekamar mandi guna mengeluarkan isi perutnya.
Sudah merasa lega Raja keluar di lihatnya Bunga masih tertidur pulas. Apa semalam Bunga menjaga dia, sampai jam segini Bunga belum bangun.
Padahal Raja juga bangun kesiangan dan mungkin hari ini mereka tidak akan masuk sekolah.
"Terimakasih!"
Gumam Raja sambil mengelus puncak kepala Bunga.
Raja memilih ke dapur walau perutnya masih sakit namun tak sesakit semalam. Raja membuat sandwich saja yang lebih mudah untuk sarapan mereka. Karena Raja yakin Bunga pasti merasa lapar jika sudah bangun.
Dan benar saja Bunga sudah bangun dari tidurnya namun Bunga terkejut ketika bangun Raja sudah tak ada di sebelahnya.
Bunga panik langsung memeriksa kamar mandi takut terjadi apa-apa pada Raja. Tapi di dalam kamar mandi Raja tak ada membuat Bunga semakin panik.
Dengan cepat Bunga keluar kamar dengan wajah paniknya.
"Raja!!"
Teriak Bunga membuat Raja terkejut mendengar teriakan Raja. Raja langsung berbalik mendengar suara Bunga yang terdengar panik.
__ADS_1
"Kamu sedang sakit, kenapa malah di sini!"
Marah Bunga benar-benar jantungan ternyata Raja malah sempat-sempatnya menyiapkan sarapan dalam keadaan sakit juga membuat Bunga kesal.
"Sudah mendingan, aku gak ap--"
"Tetap saja, kamu lagi sakit hiks ,,"
Raja terkejut melihat Bunga malah menangis membuat Raja bingung kenapa jadi seperti itu.
Bunga berjongkok bak anak kecil sambil menangis karena kesal, panik dan cemas bercampur jadi satu. Tapi, orang yang Bunga cemaskan malah dengan asik menyiapkan sarapan untuknya.
Istri macam apa Bunga kenapa Bunga merasa malu dan bersalah pada Raja. Apa Bunga sekejam itu pada Raja membiarkan Raja kesakitan sendiri.
"Kenapa menangis?"
Tanya Raja sambil berjongkok memegang pundak Bunga.
"Semua karena kamu, kamu jahat hiks ,,,"
"Maaf!"
Raja benar-benar bingung kenapa Bunga seperti itu.
Kenapa perempuan selalu menangis tiba-tiba tanpa memberi tahu apa penyebabnya. Apa semua perempuan seperti itu!
"Maafkan aku!"
"Kenapa selalu meminta maaf maaf dan maaf!"
Kesal Bunga menatap tajam Raja dengan air mata yang masih mengalir. Raja hanya diam saja melihat Bunga marah padanya dengan kebingungannya.
"Maaf!"
"Kau!"
Bruk ...
Kesal Bunga tak tahu harus bagaimana lagi meluapkan segala emosinya. Bunga memeluk Raja erat membuat Raja terkejut dengan apa yang Bunga lakukan.
Raja membiarkan Bunga memeluk selagi itu bisa menenangkan Bunga.
"Ak-aku malu sangat sangat malu hiks ,,,"
Ucap Bunga membuat Raja tertegun apa yang Bunga maksud.
"Aku malu!"
Bunga semakin mengeratkan pelukannya membuat Raja pada akhirnya membalas pelukan Bunga. Raja bukan tak mengerti maksud dari perkataan Bunga namun Raja takut berharap.
Berharap yang berujung kekecewaan itu sangat menyakitkan.
Isakan Bunga mulai melemah pertanda jika Bunga sudah mulai tenang. Raja melerai pelukannya lalu menangkup pipi Bunga guna menghapus sisa-sisa air mata yang membasahi pipi Bunga.
Raja tersenyum lembut menatap istri kecilnya yang memang akhir-akhir ini mulai berubah.
"Katakan apa aku melakukan kesalahan?"
Tanya Raja lembut, Bunga langsung menggeleng cepat karena memang Raja tak melakukan apapun.
Justru di sini Bunga yang selalu melakukan kesalahan. Kenapa Raja sebaik ini bahkan ia malah bertanya apa kesalahannya yang jelas tak ada.
__ADS_1
"Kenapa menangis, hm?"
"Kenapa kamu baik padaku?"
Bukannya menjawab Bunga malah balik bertanya membuat Raja tersenyum.
"Kamu istri ku, orang yang aku sayangi. Apa aku salah baik pada orang yang aku cintai?!"
"Kenapa harus aku?"
"Aku tak tahu jawabannya, karena aku sendiri tak tahu kenapa harus kamu!"
"Maafkan aku?"
"Kenapa minta maaf!"
"Selalu membuat kamu bersabar, disini kamu pasti ingin marah dengan apa yang aku lakukan selama ini!"
Ucap Bunga memberanikan diri memegang bagian hati Raja.
Raja memegang tangan Bunga yang ada di dadanya sambil menggeleng lalu mengangguk membuat Bunga heran.
"Pada awalnya memang aku ingin marah karena kamu selalu menghancurkan apartemen ku. Tapi aku sadar bahkan kamu istriku berarti kamu juga berhak atas apartemen ini. Mau kamu apakah juga itu hak kamu. Karena apartemen ini sudah menjadi kita!"
"Kenapa hati mu selembut ini?!"
"Bukan hatiku yang lembut, aku hanya sedang belajar memahami apa yang kamu mau!"
"Kamu bagai diksi yang sulit aku pecahkan, di mataku kamu akan tetap menggemaskan!"
Bluss ...
Di saat seperti ini kenapa Raja malah menggombal. Sialnya kenapa sekarang Bunga menyukai kata itu bahkan pipinya mungkin sudah memerah.
"Aku masih kanak-kanak sedang kamu sudah dewasa!"
"Itulah takdir kita, saling melengkapi,"
"Tapi kamu bisa memilih takdir yang lebih baik!"
"Emang kamu mau di poligami?"
"Kau!"
"Mak-maksud ku, kita ce--cerai kamu bisa cari yang lain gitu!"
Cup ....
Bunga membulatkan kedua matanya dengan tubuh membeku. Ketika Raja mengecup bibirnya, bukan hanya sekedar kecupan tapi Raja menekannya dalam dengan tangan mengepal erat dan satu tangan lagi menahan tengkuk Bunga.
Raja sangat marah berani-beraninya Bunga mengucapkan kata lak**t itu. Bagaimana bisa bibir ini mengucapkan hal yang sangat menyakitkan.
Bahkan tanpa sadar Raja meneteskan air mata.
"Ka-kamu menyakiti ku!"
Lilir Raja menyimpan kepalanya di pundak Bunga dengan air mata yang menetes membuat Bunga tersadar ketika merasa pundaknya basah.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....
__ADS_1