Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 17 Diam atau ku cium!


__ADS_3

Raja memacu kuda besinya menuju sekolah di mana di persimpangan mereka akan barengan namun hanya Fatih saja yang entah di mana.


Fatih orang yang langganan suka sekali telat entah apa yang Fatih lakukan Raja tak tahu.


Raja memarkirkan motornya begitupun dengan Rangga dan Moreo.


Tak lama Bunga pun datang dengan senyum cerahnya. Bunga memang gadis ceria dan ramah namun keceriaan dan keramahan itu akan hilang ketika hatinya sedang tak baik-baik saja.


"Selamat pagi pak!"


Ucap Bunga pada penjaga sekolah dengan senyum cerahnya membuat sang penjaga sekolah hanya bisa diam.


Perasaan kemaren Gadis itu cemberut tapi hari ini berbeda lagi. Tapi sang penjaga sekolah masa bodo.


Tak lama Amira juga datang membuat Bunga menghentikan langkahnya guna menunggu Amira.


"Ra,"


Teriak Bunga sambil melambaikan tangannya membuat Amira langsung menoleh. Bunga tak tahu jika dirinya terus di perhatikan oleh enam pasang mata.


"Lihatlah gadis itu memang aneh!"


Ketus Moreo si kalem jarang sekali tersenyum.


"Tapi di lihat-lihat gadis itu menggemaskan!"


Cetus Rangga membuat Raja melotot tak boleh ada yang memuji Bunga selain dirinya.


"Menggemaskan bagaimana, gadis itu aneh bin ajaib!"


Ketus Raja langsung menghampiri Bunga tak peduli jika di sana ada Amira juga.


"Mei, kau merasa aneh gak!"


"Tidak!"


"Aisstt, kau ini!"


Kesal Rangga mengejar Moreo yang pergi meninggalkannya.


Raja terus saja mengikuti langkah kaki Bunga membuat semua anak-anak cewe tersenyum kearah Bunga membuat Bunga keheranan.


Begitupun Amira kenapa para gadis tersenyum centil seperti itu.


"Ra, ada apa dengan mereka?"


"Aku juga gak tahu!"


"Seperti otak mereka terkilir!"


"Hm,"


Bunga dan Amira di buat heran dengan anak-anak yang terlihat terpesona namun ada yang aneh.


Bunga langsung menghentikan langkahnya membuat Raja juga berhenti.


"Kenapa?"


Bunga langsung berbalik cepat karena merasa dari tadi ada yang mengikuti dia.


Deg ...


Bunga dan Amira terkejut mendapati Raja ada di belakang mereka. Ternyata anak-anak bukan tersenyum pada dia tapi pada Raja. Sungguh Bunga benar-benar di buat kesal dengan apa yang Raja lakukan.


Padahal Bunga sudah ketakutan di kira anak-anak otaknya pada terpeleset nyata nya ada Raja di belakangnya dan senyuman itu untuk Raja bukan dirinya.


"Ngapain ngikutin ku?"


"Siapa yang ngikutin, ini kan jalan searah ke kelas!"

__ADS_1


Jawab santai Raja membuat Bunga mengepalkan kedua tangannya.


"Kau!"


Geram Bunga masih kesal pada Raja apalagi mengingat apa yang Raja lakukan kemarin.


"Sudah Bunga, jangan di ladenin orang gak waras kaya dia!"


Raja melotot tak percaya dengan apa yang Amira katakan. Andai Amira bukan sepupu Fatih sudah Raja kasih pelajaran dia.


"Jika ingin ke kelas siapkan!"


Ucap Amira lagi menarik Bunga ke pinggir agar Raja duluan.


Di saat Raja dengan sombongnya berjalan Bunga memalangkan kakinya hingga


Bruk ...


Raja terjatuh akibat ulah Bunga membuat Amira tersenyum puas.


Raja ingin membalas tapi Amira langsung menarik Bunga ke belakang tubuhnya membuat Raja urung. Seperti Raja harus memberi pelajaran pada Bunga di saat Amira tak ada.


Benar kata Fatih jangan mengusik Bunga jika ada Amira.


Raja berdiri sambil mengubah raut wajahnya yang asalnya kesal menjadi datar. Dengan bibir di hiasi senyum tipis sambil mengedipkan sebelah matanya pada Bunga.


"Kamu mengenalnya!"


"Tidak, Ra!"


"Tapi kenapa awal masuk Raja terus mengincar kamu!"


"Aku gak tahu, dia memang sinting!"


"Kamu jangan jauh-jauh dari aku ya!"


Walau Amira dingin dan masa bodo dengan urusan orang lain. Tapi, jika urusan Bunga maka urusan ia juga.


Bunga dan Amira melanjutkan langkahnya menuju kelas.


Amira masuk kedalam kelas namun Bunga entah kenapa sulit sekali melangkah masuk.


"R--"


Belum sempat Bunga bicara mulutnya tiba-tiba di bekam sambil di tarik membuat Bunga terus memberontak namun tak ada yang melihatnya.


"Lepas!"


Teriak Bunga ketika mulutnya di lepaskan. Namun bukannya di lepas Raja memeluk Bunga dari belakang sambil menahan kedua tangan Bunga ke belakang agar Bunga tak memberontak.


"Diam atau ku cium!"


Bisik Raja mengerikan membuat Bunga seketika diam.


"Bagus little girl!"


Raja perlahan melepaskan cengkeramannya lalu mendudukkan Bunga di salah satu kursi.


"Duduklah seperti ini dan jangan melawan!"


Ucap Raja lagi memperagakan Bunga agar duduk anggun. Bunga hanya menurut saja karena takut Raja akan menciumnya. Andai ancamannya bukan itu sudah sendari tadi Bunga berteriak.


Mengingat Raja yang selalu nekad membuat Bunga tak bisa berkutik hanya bisa menuruti apa yang Raja perintahkan.


"Bunga ... Bunga kamu di mana!"


Suara teriakan Amira terdengar membuat Bunga ingin sekali berteriak namun Raja mengisyaratkan agar tetap diam.


Bunga hanya biasa menangis dalam hati dan mengutuk apa yang Raja lakukan.

__ADS_1


Melihat Bunga yang menurut membuat Raja tersenyum tipis. Raja mengeluarkan kertas dan beberapa alat lukis. Bisa Bunga tebak jika Raja ingin melukis dirinya.


"Miringkan sedikit kepala kamu!"


Bunga hanya menurut saja seolah Bunga berpose sedang menyandar di bahu seseorang.


Raja dengan fokus menggerakkan tangannya di atas kertas kampas. Gerakan tangan Raja sangatlah lihai seolah Raja pelukis profesional.


Entah membutuhkan waktu berapa lama bagi Raja melukis Bunga hingga Raja tersenyum puas ketika sudah selesai dengan hasil karyanya.


Raja menggulung kertas itu lalu memberikannya pada Bunga.


"Jangan pernah kau membuangnya, simpan baik-baik di tempat bagus. Jika kau ketahuan membuangnya kamu akan tahu akibatnya!"


Tegas Raja membuat Bunga hanya mengangguk saja.


"Satu lagi, kamu boleh membukanya jika sudah di rumah!"


Lagi-lagi Bunga hanya mengangguk saja membuat Raja tersenyum karena akhirnya Bunga menurut juga.


Sudah selesai Raja meninggalkan Bunga begitu saja membuat Bunga menghela nafas lega.


Bunga melihat gulungan kertas kampas di tangannya ingin sekali Bunga membuangnya namun perkataan Raja membuat Bunga urung. Dai pada di cium mending Bunga membawanya.


Bunga keluar dari gudang mengendap-endap ternyata Raja sangat lama sekali mengurung Bunga bahkan sampai waktu istirahat.


Bunga berlari ke kelas guna mencari Amira nyata nya Amira sudah tak ada yang tersisa hanya Fatih dan gengnya yang sedang membuka Rijal salah satu teman sekelasnya yang cupu.


Bunga urung masuk karena takut dia jadi sasaran Fatih.


Lebih baik Bunga mencari Amira saja, Bunga mencari ke kantin nyatanya di kantin juga tak ada. Tempat satu-satunya tinggal perpustakaan dan benar saja Amira ada di sana sedang membaca buku.


Bunga lagi-lagi urung ketika melihat ada kak Aditya menghampiri Amira.


Aditya memberikan coklat dan setangkai mawar lalu Aditya kembali pergi.


"Ra,"


"Kau, dari mana saja dari tadi aku mencari mu!"


Kesal Amira karena tiba-tiba Bunga menghilang bak di telan bumi.


"Maaf, tadi Raja mengurung ku di gudang!"


"What!"


Amira begitu terkejut dengan apa yang Bunga katakan.


"Sudah-sudah biarkan saja Ra, yang penting aku sudah di bebaskan!"


"Dia gak macam-macam kan?"


"Gak!"


"Itu dari kak Aditya ya!"


Mendengar nama Aditya membuat Amira kembali kesal.


"Buat kamu saja!"


"Dengan senang hati!"


Girang Bunga mengambil cokelat nya. Amira memang sering di berikan coklat dan bunga oleh kakak kelasnya namun Amira tak menyukainya.


Walaupun di terima namun Amira akan memberikannya pada Bunga.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan, Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2