
"Apa perutnya sudah lebih baik!"
"Iya!"
Jawab Raja sambil memejamkan kedua matanya.
"Mau kemana?"
Tanya Raja sambil membuka kedua matanya kembali ketika merasa Bunga menjauh.
"Aku mau ambil obat dulu, kamu belum meminumnya lagi!"
"Hm,"
Bunga langsung beranjak lalu mengambil obat sakit perut Raja. Tak lupa Bunga juga membawa air minumnya juga.
Dengan telaten Bunga membantu Raja meminum obat. Sudah selesai Bunga menyimpan gelas tersebut di atas meja.
"Apa mau di elus lagi?"
Polos Bunga membuat Raja hanya mengangguk saja. Ada baiknya juga punya istri polos seperti Bunga.
Bunga naik keatas ranjang lalu mengelus kembali perut Raja.
Grep ...
Raja berbalik memeluk Bunga membuat Bunga terkejut dengan apa yang Raja lakukan.
"Biarkan seperti ini!"
Ucap Raja pelan memeluk erat pinggang Raja bahkan sampai tubuh mereka merapat. Raja menelusupkan kepalanya di dada Bunga membuat Bunga semakin menegang.
Bahkan Bunga sulit sekali bernafas dengan apa yaang Raja lakukan.
Tapi Bunga tak bisa melarang Raja apalagi Raja sedang sakit.
Tak lama Raja benar-benar terlelap dalam tidurnya membuat Bunga bernafas lega karena Raja sedikit melonggarkan pelukannya hingga Bunga tak terlalu sesak.
Bunga mengelus kepala Raja seperti seorang ibu. Bunga sedikit menundukkan kepalanya melihat wajah tampan Raja yang sedang tertidur di pelukannya.
"Apa kamu benar-benar mencintai ku!"
"Bagaimana rasanya jatuh cinta!"
Gumam Bunga karena bingung apa yang dinamakan cinta. Bunga belum pernah merasakan hal semacam itu. Cinta bagi Bunga hal tabu.
"Aku bingung harus membalas kamu bagaimana karena aku tak tahu bentuk cinta itu seperti apa!"
"Aku hanya merasa nyaman di dekat kamu, bagi ku kamu seperti ayah, teman dan sahabat!"
Monolog Bunga sambil terus mengelus kepala Raja. Apa Bunga harus menanyakannya pada sang mama tapi Bunga bingung membicarakannya bagaimana.
Ting ...
Sebuah pesan masuk membuat Bunga perlahan melepaskan Raja dari pelukannya.
Bunga berjalan keluar guna membukakan pintu ternyata sang mama dan sang ayah sudah datang.
Bunga memang memberi tahu kedua orang tuanya jika Raja sedang sakit. Bunga hanya khawatir saja ketika melihat Raja bulak-balik ke kamar mandi sedang Raja tak mau pergi kerumah sakit.
"Mama, ayah!"
__ADS_1
Girang Bunga memeluk kedua orang tuanya secara bergantian.
Bunga sangat bahagia sekali bisa bertemu mereka. Sudah sebulan lebih mereka tak bertemu rasanya Bunga sangat-sangat kangen.
"Bagaimana kabar kamu sayang?"
Tanya Jelita sambil melerai pelukannya.
"Bunga baik ma, Raja yang sakit!"
"Kangen!"
Rengek Bunga memeluk sang mama. Aldi hanya diam saja memerhatikan tingkah sang putri. Seperti nya keadaan Bunga memang baik-baik saja bahkan terlihat dari raut wajahnya saja seperti nya Bunga bahagia dengan pernikahannya.
Aldi bernafas lega jika melihat putrinya bahagia. Aldi pikir sang putri akan banyak mengadu mengingat begitu manja nya Bunga. Tapi yang banyak Bunga ceritakan tentang kebaikan Raja saja.
"Di mana suami kamu?"
"Baru istirahat ayah, dia gak mau kerumah sakit!"
"Emang kenapa bisa begitu, apa kalian makan makanan tak sehat!"
Curiga Aldi membuat Bunga menundukkan kepala. Bahkan Bunga memegang tangan sang mama.
"Kenapa sayang, coba ceritakan?"
Ucap Jelita lembut sambil mengelus lengan sang putri. Jelita tahu Bunga sedang merasa gugup jika tangannya bergetar.
Pada akhirnya Bunga menceritakan semuanya kenapa Raja bisa sakit perut. Dan dengan polosnya Bunga menceritakan dengan detail kenapa ia berniat mengerjai Raja berawal dari rasa kesal ketika Raja di kerumuni cewek-cewek centil.
Jelita yang mendengar hanya bisa melongo bagaimana bisa putrinya benar-benar polos seperti ini. Sedang Aldi hanya bisa menahan senyum saja apa yang Bunga lakukan memang benar.
"Kasih saja sambal yang paling pedas agar Raja tak berani dekat-dekat dengan cewe!"
"Ayah kok gitu, Raja kan jadi sakit, kalau Raja sakit siapa yang masakin makan buat Bunga!"
Ucap Bunga sendu membuat Jelita faham bagaimana perasaan sang putri.
"Bunga kan gak bisa pegang pisau!"
Aldi terdiam mendengar penuturan sang putri seperti kekhawatiran Aldi selama ini hilang seketika melihat bagaimana sedihnya sang putri tak bisa masak.
"Ayah mau lihat keadaan suami mu dulu!"
Bunga hanya mengangguk saja lalu Bunga menatap sang mama. Apa Bunga harus bertanya tentang kegundahan hatinya. Tapi dari mana Bunga harus memulainya Bunga malu.
"Ada apa sayang, apa ada sesuatu yang mau di bicarakan. Katakanlah!"
Bunga memeluk sang mama walau pun sang mama cerewet tapi sang mama selalu paling mengerti dirinya.
Bahkan rasanya Bunga kangen bentakan dan teriakan sang mama. Karena bersama Raja Bunga tak mendapatkan itu.
"Kangen suasana di rumah!"
"Biasanya pagi-pagi mama selalu berisik, malam selalu ngomel!"
"Kau ini!"
Kesal Jelita bagaimana bisa sang putri yang di kangen kan perkara itu saja. Tapi ada rasa lega juga berarti Raja benar-benar memperlakukan sang putri dengan sangat baik.
"Mah, apa mama mencintai ayah?"
__ADS_1
Jelita langsung melihat sang putri dengan kening mengerut kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu.
"Ya tentu!"
"Mak-maksud nya bagaimana mama mencintai ayah!"
Cicit Bunga pelan bahkan seperti bisikan, Jelita hampir saja tertawa mendengar pertanyaan sang putri. Sekarang Jelita paham kemana arah pembicaraan putrinya.
"Mama juga tak tahu alasannya bagaimana karena kata cinta begitu luas. Pertama mama merasa nyaman, terlindungi dan merasa aman jika di dekat ayah. Merasa bahwa ayah orang yang paling mengerti mama di dunia ini, hingga mama menjadi takut kehilangan ayah. Bahkan mama tak suka melihat ayah dekat dengan orang lain bawaannya mama ingin marah. Di sana mama menyimpulkan mungkin itu di namakan cinta dan mama sangat mencintai ayah!"
Bunga terdiam mendengar penjelasan sang mama walau Bunga tak paham bagaimana maksudnya.
"Raja bilang mencintai Bunga, tapi Bunga bingung harus apa!"
Dam ...
Sungguh Jelita benar-benar tak bisa menahan tawanya lagi. Bagaimana bisa putrinya benar-benar polos.
"Kok mama tertawa sih, apa ada yang salah!"
Bingung Bunga bercampur kesal karena belum bisa menemukan jawabannya yang membuat hatinya puas.
"Di sini kamu akan merasakannya sayang!"
Ucap Aldi tiba-tiba sambil memegang dadanya.
Aldi tersenyum lembut melihat kebingungan putrinya.
Salah jika Bunga bertanya pada Jelita karena karakter Bunga sama persis seperti Jelita.
"Maksudnya?!"
"Kamu akan merasakannya sendiri ketika kamu benar-benar merasa bingung dan tak bisa mengerti dengan diri kamu sendiri kenapa kamu bisa marah jika Raja dekat dengan orang lain!"
Bunga terdiam mulai mengerti apa yang sang ayah maksud. Karena apa yang sang ayah katakan sama persis dengan apa yang Bunga rasakan saat ini.
"Jika kamu sudah tak bisa menahannya, maka katakanlah!"
"Kalau itu cinta!"
Aldi mengangguk membuat Jelita cemberut ternyata sang putri lebih mengerti perkataan suaminya dari pada dia.
"Ayah bahagia jika kamu bahagia!"
"Apa ayah sudah memeriksa keadaan Raja?"
Aldi menghela nafas berat kenapa Bunga malah merusak suasana.
"Sudah, suami mu sudah sembuh!"
"Benarkah!"
Girang Bunga membuat Aldi mendengus kesal.
"Baiklah, nanti kalau Raja sakit seperti nya Bunga harus panggil ayah sama mama saja kesini!"
Plak ...
Raja hanya bisa menepuk keningnya sendiri mendengar apa yang Bunga katakan. Kenapa istrinya polos seperti itu.
Raja memang sudah bangun sendari tadi ketika Aldi membangunkannya.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...