
Bunga melotot tak percaya melihat pesan yang Raja kirim. Saking shock nya Bunga hampir saja menjatuhkan ponselnya.
Beberapa jam lalu begitu marah dan emosi kini Bunga berganti panik juga bahkan berkali-kali Bunga menelepon Shofi namun tak ada satupun yang di jawab bahkan tak lama ponselnya tak aktif.
Sendari tadi Bunga mondar mandir sambil terus mencoba menghubungi Shofi.
Rasa marah yang sempat tersarang berganti mengerti dengan keadaan Raja. Wajar jika Raja pergi begitu saja ketika mendengar bahwa Fatih mengalami kecelakaan bahkan keadaan kritis.
Bunga juga ikut cemas dan panik apalagi nomor Shofi sudah tak bisa lagi di hubungi. Bunga ingin menyusul ke rumah sakit namun Raja mencegahnya.
Kecelakaan tunggal yang begitu hebat sampai memacetkan jalan selama tiga jam.
Entah bagaimana nasib Fatih sungguh sangat malang sekali. Bahkan Raja pun tak kuat melihatnya.
Raja membantu mengurus ini itu dan menangani para polisi dan wartawan yang meliput.
Bagaimana tidak di liput jika yang mengalami kecelakaan adalah seorang putra pengusaha nomor satu se-Asia.
Bahkan baju Raja penuh dengan darah akibat membantu Fatih.
Raja berjalan lunglai dengan wajah ketiganya.
Bunga langsung berdiri ketika mendengar suara pintu terbuka.
Ya sendari tadi Bunga tak bisa tidur jika sang suami belum pulang.
Deg ...
Bunga terdiam melihat darah di baju sang suami bahkan di bagian wajah dan lengan pun ada.
Raja yang melihat sang istri belum tidur sama-sama terkejut. Raja merutuki kebodohannya karena lupa tak membersihkan darah yang menempel di bajunya.
"Sayang!"
Lilir Raja kaku takut sang istri kembali pingsan apalagi phobia sang istri benar-benar belum sembuh 💯%.
"Mas!"
Deg ....
Raja tertegun ketika sang istri malah memeluknya erat. Raja bisa merasakan jika tubuh Bunga bergetar seperti nya Bunga sedang menguasai rasa takutnya.
"Mas hiks ...,,"
Bunga semakin mengeratkan pelukannya merasa cemas melihat keadaan Raja yang pulang dengan lumuran darah Bunga pikir Raja juga terluka.
"Mas kamu terluka,"
Lilir Bunga bergetar sambil menghapus darah yang ada di wajah Raja yang sudah mengering.
Bunga benar-benar terlihat panik dan cemas berpikir Raja terluka sampai menempel banyak darah. Raja yang melihat Bunga seperti itu hanya bisa terdiam.
Apa Bunga sudah sembuh dari phobia darah nya bagaimana bisa Bunga tak pingsan melihat darah yang berada di wajah dan bajunya.
"Mas di mana yang terluka kenapa bisa seperti ini!"
Raja menahan lengan Bunga yang akan membalikan tubuhnya.
__ADS_1
Raja menangkup wajah Bunga dengan lembut penuh tatapan cinta.
"Mas tidak terluka sayang, ini semua darah Fatih!"
Deg ...
Bunga terdiam kaku baru menyadari satu hal karena saking terkejutnya Raja pulang dengan keadaan berantakan seperti itu membuat Bunga berpikir yang tidak-tidak.
"Mas kau membuatku takut hikss,,,"
Buk ...
Isak Bunga kembali sambil memukul dada bidang Raja. Raja memeluk sang isteri berharap kepanikan sang istri berkurang.
"Maafkan mas, sudah jangan menangis ya. Mas mau mandi dulu!"
"Hm,"
"Mas!!!"
Pekik Bunga terkejut ketika Raja malah menggendongnya.
"Ngapain gendong?"
"Mas gak bisa mandi sendiri,"
"Tapi Bunga sudah mandi mas!"
"Ulang saja gak bersih, masih bau!"
Bunga melotot tak percaya dengan ucapan Raja. Bisa-bisa nya mengatakan mandi dia gak bersih dan masih bau padahal Bunga sudah berendam dengan aroma terapi guna menyambut Raja nanti.
Raja menelan ludahnya kasar ketika membuka jubah sang istri. Lingerie berwarna merah mencolok dengan kulit putih bersih Bunga sangat cocok di tubuh Bunga. Warna yang menyatu dengan kemolekan tubuh Bunga.
Baru kali ini Raja melihat sang istri memakai pakaian seperti ini entah kapan belinya Raja merasa jika di tak membelikan baju kurang bahan seperti itu.
Jakun Raja naik turun melihat pemandangan indah di depan matanya. Siapa yang akan berpaling dengan bentuk tubuh yang indah ini berdiri tepat di hadapan Raja.
Bunga yang melihat Raja terdiam hanya bisa mengulum senyum geli. Perlahan Bunga melangkah tepat di hadapan Raja.
Bunga mengelap membersihkan darah yang menghalangi ketampanan Raja. Perlahan turun membuka baju Raja yang berlumuran darah. Seperti nya phobia Bunga benar-benar sudah sembuh.
Gerakan lambat Bunga terlihat menggoda di mata Raja seolah Bunga sengaja melakukannya.
Sayang kau begitu indah mengalihkan fokus mas. Sejak kapan kamu seberani ini,
Jerit batin Raja tak sabar akan semua yang akan terjadi selanjutnya.
Grep ...
Raja menarik kasar pinggang Bunga hingga membuat dada Bunga menempel di dada bidang Raja membaut Raja menggeram kesal apalagi Bunga tak memakai apapun di dalamnya.
Seperti nya Bunga memang benar-benar sudah mempersiapkan semuanya. Masalah Fatih nyatanya tak membuat mereka lupa akan dinas yang tadi siang sempat tertunda.
Mata mereka saling pandang satu sama lain dengan tatapan memabukkan. Mata Bunga turun pada jakun Raja yang naik turun sejak tadi membuat Bunga gemas kalau tidak mengelus nya.
"Sayang!"
__ADS_1
Geram Raja ketika Bunga memainkan jakunnya.
"Apa!"
"Kau!"
Entah siapa yang memulai bibir mereka sudah terlibat ciuman panas apalagi tangan Bunga sejak tadi sudah membangkitkan singa tidur di balik celana Raja yang belum di buka. Sangat sesak dan membuat Raja tak bisa menahannya lagi seperti nya malam ini akan menjadi malam indah bagi mereka.
Bruk ...
Raja mendorong sang istri ke dinding dengan air shower yang langsung menyala membasahi tubuh mereka berdua.
Raja tak bisa membiarkan kenikmatan ini menganggur begitu saja.
"Mas,,"
"Hm!"
Raja tersenyum mengerti akan tatapan sayu sang istri. Dengan cepat Raja menggendong sang istri bak koala membuat Bunga refleks langsung mengalungkan tangannya di leher kokoh Raja.
Raja membawa Bunga keluar dari kamar mandi menuju ranjang tak peduli dengan tubuh mereka yang basah kuyup menetes ke lantai.
"Mas!"
"Sebentar sayang!"
Bunga menggeram kesal karena sudah tak bisa menahannya lagi. Ini benar-benar gila kenapa Bunga bisa se agresif ini.
Dengan cepat Bunga menarik lengan Raja membuat Raja mendekat Bunga membuka celana Raja dengan sangat gampang membuat Raja tersenyum melihat keagresifan sang istri.
Padahal tadi Raja sangat kesulitan membuka celananya karena basah tapi Bunga dengan mudah melakukannya.
"Siap sayang!"
Bunga mengangguk tak sabaran membuat Raja tersenyum puas.
Bunga membusungkan dadanya dengan tangan meraih seprai ketika Raja memulai penyatuannya.
Rasanya benar-benar berbeda membuat Bunga sangat mendamba. Kenapa sendari dulu Raja harus memakai pengaman sungguh kenikmatan ini terasa berbeda dari sebelumnya.
Bunga sangat menyukai ini merasa nyaman karena sudah tak ada lagi yang mengganjal.
"Mas!"
"Apa kamu merasakannya!"
Bunga mengangguk cepat sambil menyembunyikan wajahnya di leher Raja malu membuat Raja tersenyum.
Kali ini penyatuan mereka benar-benar berbeda dari biasanya bahkan gairah Raja semakin meningkat karena milih sang istri terasa menjepit.
Entah sampai jam berapa mereka mengarungi samudra kenikmatan yang tiada tergambarkan.
Mereka meneguk manisnya surga dunia yang begitu nikmat membuat mereka mabuk kepayang sampai lupa jika waktu sudah sangat larut sekali.
Seolah tak ada kepuasan membaut Raja dan Bunga terus mengarungi kenikmatan itu. Bahkan beberapa kali Raja menenangkan benih di rahim sang istri berharap malaikat kecil akan segera hadir di antara mereka.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...