Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 32 Mulai berubah


__ADS_3

Bunga menatap Raja dari ujung sampai bawah.


Entah apa yang di lakukan Raja kenapa se-berantakan itu.


"Dari mana kenapa pulang telat?"


Ketus Bunga penuh intimidasi menatap Raja tajam.


Bukannya menjawab Raja hanya diam saja merasa aneh ketika melihat Bunga belum tidur seolah sedang menunggu ia pulang dan sekarang lihatlah seolah Raja sedang di sidang.


"Kenapa diam!"


"Kenapa pulang telat?"


Sekali lagi Bunga bertanya tetap saja Raja hanya diam.


"Apa yang kau lakukan di luar sana sehingga penampilan mu begitu lusuh. Apa kau berselingkuh!"


Dam ...


Bunga mulai terbawa emosi ketika melihat Raja hanya diam saja seolah tak mendengar ucapan dia.


"Jawab! kenapa diam saja hah. Kamu selingkuh!"


"Kau pulang telat, senang-senang di luar dan membiarkan istri mu kelaparan di rumah!"


Kemarahan Bunga sudah tak bisa di kontrol lagi. Bahkan Bunga tanpa sadar sudah menuduh Raja yang tidak-tidak.


Tapi lihatlah bukannya marah Raja hanya diam dengan bibir mulia tersenyum tipis seolah mengejek Bunga membuat Bunga benar-benar semakin tersulut melihat Raja yang malah tersenyum.


"Kau!"


"Kamu sudah menerima ku!"


Potong Raja cepat membuat Bunga membulatkan kedua matanya. Bagaimana mana bisa Raja berasumsi seperti itu ini memang gila.


"Apa kau sudah menerima ku?"


Ulang Raja berjalan mendekat membuat Bunga melangkah mundur seiring Raja mendekat.


"Stop!"


Ucap Bunga sambil menahan dada Raja agar tidak mendekat. Melihat Raja seperti itu dengan keadaan berantakan membuat Bunga ketakutan seolah Raja akan menerkam dirinya saja.


"Apa kau sinting, aku sedang marah!"


"Baiklah, silahkan marahi aku, tapi sambil duduk ya kakiku pegal!"


Dengan bodohnya Raja malah bicara seperti itu sambil mengajak Bunga duduk membuat Bunga yang tadinya ingin meluapkan segala emosinya malah jadi tertahan.


Entah kenapa Bunga jadi sulit marah ketika mendengar ucapan konyol Raja. Bagaimana bisa Raja malah terlihat senang jika dia di marahi.


"Ayo, aku sudah siap di marahi!"


"Kau, benar-benar!!"


Garam Bunga mengepalkan tangannya kenapa tiba-tiba Bunga jadi tak bisa marah.


"Sudah aku mau tidur saja!"


Bruk ...


Bunga terjatuh tepat di atas pangkuan Raja ketika Raja menarik tangannya kuat. Bunga hanya bisa melotot dengan apa yang Raja lakukan.

__ADS_1


"Lepas!!"


Berontak Bunga bahkan sampai memukul-mukul dada bidang Raja.


"Biarkan seperti ini, sebentar!"


Lilir Raja memeluk Bunga sambil memejamkan kedua matanya menikmati wangi tubuh Bunga yang sedikit menghilangkan penat di kepalanya.


Akhir-akhir ini memang di kantor banyak sekali pekerjaan membuat Raja kewalahan apalagi dia harus benar-benar membagi waktunya.


"Maaf sudah membuat kamu kelaparan!"


Ucap Raja pelan membuat Bunga menghentikan pukulannya. Merasa Bunga tak memukul dadanya lagi perlahan Raja membuka kedua matanya.


Raja menggendong Bunga membuat Bunga terkejut.


"Tunggu sebentar, aku buat makanan dulu!"


Ucap Raja sambil mengetuk kening Bunga dengan telunjuknya membuat Bunga terdiam.


Raja menggulung kemejanya sampai sikut lalu mengeluarkan bahan-bahan yang akan di masak. Karena mendengar Bunga kelaparan tadi membuat Raja membuat menu yang gampang saja.


Rasa lelah dan letih Raja tak peduli bagi Raja yang terpenting Bunga tak marah lagi dan perutnya kenyang.


"Silahkan, habiskan ya!"


Ucap Raja ketika sudah selesai memasak. Bunga yang memang sudah sangat lapar langsung menyantap makanan itu tanpa peduli Raja.


Bunga terlihat lahap sekali makannya bahkan saking lahapnya tak menghiraukan ucapan Raja yang menyuruhnya selesai makan taroh saja bekasnya di wastafel biar nanti Raja yang mencucinya.


Bunga minum ketika sudah selesai makan, merasa tak ada pergerakan dari Raja membuat Bunga menoleh.


Deg ...


Bunga segera membereskan bekas makannya lalu mencucinya.


Perlahan Bunga menghampiri Raja yang tertidur. Bunga memeluk kedua lututnya lalu menaruh dagunya di atas meja.


Terlihat jelas wajah lelah dan letih membuat Bunga tak terasa meneteskan air matanya.


Apa Bunga sekejam itu pada suaminya bahkan di saat lelah pun Raja tak pernah mengeluh bahkan berusaha menyiapkan segala keperluan tanpa keluhan.


Bunga menyibak rambut Raja yang menutupi sebelah matanya. Perlahan Bunga mengelus pipi Raja sangat lembut sekali bahkan sampai Raja tak terusik.


Benarkah Raja suami Bunga bahkan tak terasa pernikahan mereka sudah berjalan satu bulan. Dalam satu bulan itu tak pernah Bunga mendengar Raja mengeluh apapun tentang dirinya.


Walau setiap hari Bunga selalu saja membuat Raja kesal dan jengkel apa lagi ketika Bunga memberantakan kamar.


Apa ada suami seperti Raja yang dengan sabar menghadapi dia dan menerima segala kekurangan dia. Apa Bunga akan menemukan laki-laki seperti Raja di dunia ini.


Mungkin pertama sikap Raja sangat pemaksa tapi setelah menikah Raja tak pernah sekalipun menunjukan sikap itu. Kadang Bunga bertanya-tanya apa Raja sedang berakting atau tidak.


Karena sikap Raja yang berbeda jauh ketika seminggu mengenal Raja. Bahkan selama sebulan pernikahan malah Bunga sendiri yang berani pada Raja.


Perlahan mata Raja mengerjap membuat tatapan mereka bertemu.


Sesaat mereka saling diam satu sama lain menatap kedalam bola mata masing-masing.


Bunga melepaskan tangannya di wajah Raja namun dengan cepat Raja menahannya.


"Sudah selesai makan?"


Tanya Raja serak khas orang bangun tidur.

__ADS_1


"Kenapa menangis!"


Raja menghapus air mata Bunga dengan pelan.


"Kita tidur ya, suda malam!"


Raja membangunkan Bunga dari duduknya lalu membawa Bunga ke dalam kamar.


"Jangan lupa gosok gigi dulu dan cuci muka!"


Suruh Raja berlalu meninggalkan Bunga menuju ruang ganti. Se-lelah dan se-ngantuk pun Raja tetap mengganti bajunya dengan baju tidur mencuci muka dan menggosok gigi.


"Kenapa belum ke kamar mandi?"


Tanya Raja lembut karena sendari tadi Bunga hanya duduk diam tanpa bersua sama sekali.


"Maaf!"


Cicit Bunga membuat Raja menautkan kedua alisnya. Tanpa menunggu jawaban Raja Bunga langsung pergi ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Bunga menangis sejadi-jadinya. Bunga menggigit punggung tangannya agar tangisan ia tidak terdengar keluar.


Entah kenapa Bunga ingin sekali menangis dan apa alasan Bunga menangis.


Bunga mengingat sang mama dan sang ayah harusnya Bunga seperti sang mama yang melayani sang ayah tapi dia malah selalu membuat Raja susah bahkan di saat lelah pun Raja selalu melayani Bunga.


"Bunga!"


Dengan cepat Bunga menghapus air matanya ketika mendengar Raja memanggilnya.


"Jangan terlalu lama di kamar mandi, tak baik!"


Dengan cepat Bunga segera mencuci muka dan menggosok gigi Bunga tak mau membuat ia curiga.


Bunga keluar dari kamar mandi membuat Raja langsung melirik.


"Apa kamu sakit?"


Tanya Raja karena merasa aneh dengan raut wajah Bunga yang berubah padahal tadi baik-baik saja bahkan marah padanya tapi sekarang wajah Bunga terlihat sedikit pucat.


"Tidak!"


Jawab Bunga cepat sambil berjalan ke arah meja rias.


Raja terdiam mengurungkan niat, Raja kembali berbaring di atas shopa.


Bunga menatap Raja di balik pantulan kaca.


"Tidurlah di atas ranjang jangan di shopa!"


Ucap Bunga membuat Raja seketika membuka matanya kembali.


"Tidurlah di ranjang!"


Ulang Bunga karena melihat Raja hanya diam saja. Bunga segera merebahkan tubuhnya membelakangi bagian Raja.


Raja mengulum senyum melihat punggung Bunga. Raja sungguh merasa bahagia melihat perubahan Bunga. Apa Bunga mulai menerima dia.


Walau Bunga terlihat cuek tapi Raja bahagia setidaknya ada sedikit perubahan di diri Bunga dan malam ini malam mereka tidur satu ranjang.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2