
"Mas Bunga bisa jelasin!"
Teriak Bunga mengejar sang suami yang masuk kamar dan menguncinya dari dalam.
Dor ..
Dor ..
Bunga terus menggedor pintu memohon untuk di bukakan namun Raja menuli.
Raja sangat kesal dan marah melihat Poto istrinya dengan laki-laki lain terlihat sangat mesra pula bahkan jarak mereka sangat dekat.
"Mas tolong buka pintunya, Mas sudah janji gak akan marah tadi!"
"Mas biarkan Bunga menjelaskan, please!"
Bunga sudah menangis karena apa yang ia takutkan terjadi. Suaminya sangat sensitif dan sialnya siapa yang menyebarkan Poto itu apa ia di jebak.
Jika iya Bunga harus memberi pelajaran pada siapapun yang ingin merusak rumah tangganya.
"Mas itu tidak seperti yang mas lihat, Bunga hanya membantu menjelaskan Metafisika pada Paul itu saja tidak lebih. Sudah selesai Rangga langsung mengusirnya!"
"Mas tolong percaya hiks ...,"
Bunga terus menggedor pintu namun Raja tak kunjung membuka membuat Bunga prustasi. Tak pernah Bunga se-prustasi ini menghadapi masalah.
Bunga hanya takut karena baru kali ini Raja marah padanya bahkan sampai segitunya. Raja si paling sabar dan penyayang nyatanya jika marah menyeramkan juga.
Bunga berjalan gontai menuju shopa karena percuma terus berteriak suaminya sedang marah. Bunga membiarkan dulu Raja berpikir berharap Raja akan berubah.
Sendari tadi Bunga terus menatap pintu kamar berharap sang suami membuka pintunya. Namun sampai sore begini Raja tak keluar-keluar kamar.
"Apa semarah itu mas!"
Gumam Bunga tak tahu jika kejadiannya akan seperti ini.
Jika tahu akan begini Bunga tak akan pernah dekat dengan siapapun. Kecuali memang suaminya mengizinkan.
Hua ...
Bunga mulai ngantuk terlalu lelah sendari tadi menangis.
"Baby bujuk papa ya, jangan marah pada mama. Bilangin mama setia kok sama papa!"
Monolog Bunga sambil mengusap perut ratanya berharap Raja keluar. Bunga lapar dan merasa ngantuk namun melihat sang suami yang belum keluar membuat Bunga cemas.
Sedang di dalam sana sendari tadi Raja bulak balik kekamar mandi karena muntah.
Entah kenapa tiba-tiba Raja mual dan pusing membuat Raja mau tak mau memuntahkan isi perutnya yang tak ada apa-apa hanya cairan saja yang keluar.
Wajah Raja sudah pucat pasi bak mayat hidup perutnya terus di aduk-aduk mual.
"Oh ayolah baby jangan merajuk!"
Gumam Raja prustasi karena terus mual jika seperti ini hanya sang istri yang bisa merendam rasa mualnya.
Padahal Raja sedang marah tapi malah begini seolah sang baby tak terima sang papa marah pada mama nya.
"Sial, rencana ku gagal jika begini!"
Monolog Raja berusaha kuat berharap rasa mual itu menghilang.
Dengan cepat Raja menyelesaikan sesuatu yang entah apa yang Raja kerjakan dengan keadaan tubuhnya yang lemah.
Hoek ...
__ADS_1
Rasa mual itu kembali menyerang membuat Raja berusaha menahannya jangan sampai rasa mual ini menghancurkan semuanya.
Brak ...
Bunga terperanjat kaget mendengar sesuatu yang terjatuh membuat tidurnya terbangun.
Deg ...
Bunga membulatkan kedua matanya melihat sang suami tergeletak di lantai dengan wajah pucat nya. Bisa Bunga tebak jika sang suami kembali mengalami sindrom covade.
Dengan cepat Bunga berlari menghampiri sang suami.
"Mas!"
Lilir Bunga gemetar melihat keadaan sang suami yang tak baik-baik saja.
"Mas mual!"
Raja mengangguk lemah membuat Bunga langsung memeluknya erat hanya begini bisa menghilangkan rasa mual itu. Wangi tubuh Bunga membuat Raja tenang ajaibnya rasa mual itu juga berkurang.
"Kita berobat ya?"
Raja hanya menggeleng manja di pelukan sang istri membuat Bunga semakin mengeratkan pelukannya sesekali mencium puncak kepala Raja.
"Nyaman!"
Gumam Raja lemah masih terdengar oleh Bunga.
"Kita ke kamar ya!"
Raja mengangguk lemah dengan susah payah Bunga memapah tubuh tinggi sang suami yang terasa berat namun Bunga berusaha membopongnya.
Dengan hati-hati Bunga memapah sang suami masuk kedalam kamar. Bunga sedikit kesusahan namun mencoba bisa sampai pintu kamar mereka terbuka.
Deg ...
Happy two year wedding anniversary ...
Tanpa sadar Bunga melepas pelukannya beralih membekam mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat. Kapan sang suami menyiapkan ini semua Bagaimana bisa bukankah tadi marah.
Bunga menatap sang suami dengan mata berkaca-kaca. Raja hanya bisa tersenyum lemah.
"Happy anniversary sayang!"
"Mas!"
Raja menarik sang istri kedalam pelukannya mesra menghapus air mata yang menetes.
"Mas gak marah lagi!"
Raja tersenyum simpul sangat gemas karena sang istri masih saja kepikiran hal itu. Walau Raja memang kesal tapi tak sampai hati Raja marah pada sang istri.
Karena Raja tahu sang istri tak akan mungkin berkhianat.
"Mas gak marah sayang, hanya sedikit!"
"Mas please, percaya ya!"
Bunga mengeratkan pelukannya takut sang suami masih marah. Nyatanya Raja tak marah karena Raja tahu itu ulah manusia rubah yang ingin menghancurkan kepercayaan dia pada sang istri.
"Apa sayang menyukainya!"
"Sangat, ini sangat indah!"
"Mas menyiapkan ini semua?"
__ADS_1
"Iya!"
Bunga menangis haru di saat seperti ini sang suami masih saja sempat-sempatnya menyiapkan kejutan ini padahal Bunga tahu sang suami pasti kesusahan.
"Kenapa mas begitu mencintai Bunga?"
"Karena kamu istimewa sayang!"
Mereka tersenyum saling tatap satu sama lain.
Cinta mereka begitu besar karena di landasi saling percaya satu sama lain. Bahkan tikus kecil menyelinap tak akan bisa menggoyahkan cinta mereka. Ikatan mereka terlalu erat untuk di putus karena butuh perjuangan untuk itu.
Raja tak peduli siapa yang akan menjadi tikus kecil bagi Raja cinta sang istri tetap utuh begitu juga sebaliknya.
Mungkin di luar sana seseorang sudah merasa menang karena rencananya berhasil nyatanya tak semudah itu.
Suami istri itu malah semakin lengket saja dengan kemesraan yang mereka ciptakan di malam unniversary mereka.
Rembulan di atas sana nampak malu-malu mengintip dua insan yang sedang memadu kasih.
Hal sederhana yang mereka ciptakan menimbulkan percikan-percikan cinta yang tak pernah padam.
Kemarahan berujung romantis membuat rembulan di atas sana malu.
Sungguh pasangan muda itu benar-benar sedang di mabuk cinta. Namun yang paling berkesan mereka selalu belajar mendewasakan diri di usia mereka yang masih muda. Apalagi Bunga yang baru menginjak tujuh belas tahun tak mudah bagi dia untuk menjadi dewasa namun berkat Raja semuanya tercipta.
Wajah pucat bak mayat hidup kini berganti bak kuntum bunga mekar di pagi hari. Bunga tersenyum melihat wajah suaminya yang berada di atas dia.
"Sudah?"
"Hm,"
"Gak mual lagi kan?"
"Kalau ini obatnya, seperti nya langsung sembuh!"
Ha ...
Bunga tertawa dengan kekonyolan sang suami. Sungguh Raja begitu menggemaskan jika seperti ini. Wajahnya yang memerah menunjukan sebuah kepuasan.
"Apa baby baik-baik saja?"
Tanya Raja takut menyakiti calon anaknya karena jika sudah di kloni Raja tak bisa berhenti sampai ia benar-benar puas.
"Aman mas, seperti nya baby juga senang bertemu papa nya!"
"Benarkah!"
"Iya!"
"Bukan mama nya!"
Bluss ...
Wajah Bunga merona oleh godaan sang suami yang memang benar apa adanya.
Mereka berdua tak pernah malu menginginkan satu sama lain, memberi kenyamanan dan kepuasan.
"Terimakasih sayang!"
"Sama-sama mas!"
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....
__ADS_1