Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 30 Ungkapan


__ADS_3

Bruk ...


Dengan sigap Raja menahan tubuh Bunga yang malah pingsan agar tak terjatuh kelantai.


Melihat darah di tangan Bunga membuat Raja melotot tak percaya. Dengan cepat Raja menggendong Bunga lalu membaringkannya di atas ranjang.


"Bunga .. Bunga kamu kenapa!"


Rasa cemas dan panik menyelimuti Raja bahkan sampai Raja menjatuhkan tasnya sendiri di dapur.


Sambil memanggil-manggil nama Bunga Raja juga berusaha membalut luka Bunga setelah di bersihkan.


"Bunga hey bangun, kamu kenapa jangan buat aku takut!"


Raja terus menepuk-nepuk pipi Bunga berharap Bunga akan bangun namun Bunga masih saja memejamkan matanya.


Karena panik Raja tak ingat apa-apa sampai menelepon dokter keluarga agar datang ke apartemen.


Raja bulak-balik sambil memegang ponsel antara mengabari kedua orang tuanya atau tidak karena Bunga tiba-tiba pingsan.


Tok ...


Tok ...


Raja membuka pintu cepat lalu membawa dokter keluarga menuju kamar.


"Cepat, dok!"


Ucap Raja bahkan sampai menarik sang dokter membuat sang dokter hanya bisa diam melihat kecemasan tuan muda.


Sang dokter langsung memeriksa keadaan Bunga dengan telaten.


"Bagaimana, apa yang terjadi pada istri saya?"


Sang dokter melihat luka di tangan Bunga juga yang tadi sempat Raja balut.


"Seperti istri anda phobia darah!"


Deg ....


Raja terdiam sambil menatap Bunga kenapa Raja sampai lupa akan hal itu. Saking cemas dan panik Raja lupa jika Bunga phobia akan darah. Padahal Jelita sudah menjelaskan semuanya pada Raja kenapa Bunga tidak bisa memasak bukan karena tak bisa namun Bunga takut pisau itu melukai tangannya.


"Tuan muda jangan khawatir, kemungkinan istri tuan muda sebentar lagi siuman!"


Sang dokter memberikan resep obat pada Raja lalu pamit pulang.


Raja duduk di sebelah Bunga lalu memegang tangan Bunga dengan sangat lembut.


"Kau membuatku takut!"


Gumam Raja lalu mencium punggung tangan Bunga.


Raja pikir Bunga kenapa-kenapa karena tiba-tiba pingsan nyatanya karena darah di tangannya dan itu pasti karena Bunga terkejut mendengar sapaan dia tadi.


"Maafkan aku!"


Sesal Raja pulang terlambat bahkan ia lupa tak menyiapkan makan malam untuk Bunga. Bunga pasti sangat kelaparan sampai ia berani memegang pisau melawan rasa takutnya.


Pantas saja tubuh Bunga tadi gemetar di tambah Raja mengagetkannya.


Raja beranjak menuju dapur, di lihatlah beberapa bahan yang di keluarkan Bunga. Seperti nya Bunga ingin membuat nasi goreng. Lalu Raja melihat pisau yang tergeletak di bawah.


"Kau sudah menyakiti istriku!"

__ADS_1


Geram Raja memegang pisau itu erat dengan cepat Raja membuangnya lalu mengambil pisau yang baru.


Rasa lelah yang sempat Raja rasakan menghilang seketika. Dengan cepat Raja menyelesaikan masaknya karena takut Bunga keburu terbangun.


Lima belas menit sepiring nasi goreng sudah jadi.


Raja membawanya ke kamar dengan air minumnya.


Raja kembali duduk di samping Bunga menunggu Bunga akan sadar.


"Emmz,"


Gumaman terdengar di bibir Bunga dengan bulu mata yang mulai mengerjap.


Bunga membuka kedua matanya sambil memegang kepalanya yang terasa pusing. Bunga mengingat-ingat apa yang terjadi kenapa kepala pusing.


"Darah!"


Pekik Bunga mengangkat tangannya ketika mengingat apa yang terjadi.


Raja langsung terbangun mendengar teriakan dari Bunga.


"Kamu tak apa?"


Deg ...


Bunga terkejut ketika mendengar suara Raja lalu melihat tangannya yangs di perban. Bunga menghela nafas lega ternyata tangannya sudah tak ada darah.


"Kamu tak apa?"


Tanya Raja sekali lagi sambil duduk di samping Bunga.


"Katakan apa ada yang kamu rasakan?"


Bunga terdiam ketika melihat raut wajah Raja yang cemas bahkan sampai memegang tangannya.


"Maaf sudah membuat kamu kelaparan,"


"Sekarang kamu makan ya, aku sudah buatkan nasi goreng!"


Raja terus saja bicara bahkan tak membiarkan Bunga untuk berkata.


Raja mengambil nasi goreng tadi ternyata sudah dingin.


"Nasi goreng sudah dingin, aku hangatkan dulu ya!"


Grep ...


Bunga menahan tangan Raja membuat Raja kembali duduk. Bunga menatap Raja dalam diam.


Kenapa Raja begitu baik padanya bahkan Raja tak sekalipun mengomel atau menegur dia. Padahal Bunga tahu setiap hari Bunga selalu menyusahkan Raja.


Membiarkan Raja membereskan barang-barangnya, menyapu, mengepel bahkan ranjang pun Raja yang membereskannya. Kerjaan Bunga hanya memberantakan ya saja.


Bahkan Raja malah memperlakukan Bunga dengan baik, tutur kata nya yang lembut dan melindungi dia dari Fatih.


Ya, Bunga merasakan itu semenjak menikah dengan Raja Fatih tak pernah sekalipun mengganggu ia lagi walau Fatih hanya sebatas memberikan tatapan tajam saja.


Kenapa Raja melakukan itu semua bukankah Bunga selalu seenak jidatnya. Bahkan Bunga tak pernah sekalipun melihat Raja marah pada dia walau Bunga selalu melakukan hal yang tak Raja sukai.


Bahkan Bunga sempat memberantakan lemari buku-buku Raja guna ingin melihat Raja marah namun Raja tak melakukannya dengan diam membereskan semuanya.


Terkadang Bunga heran kenapa Raja selalu tanpa ekspresi dengan semuanya membuat Bunga sulit mengetahui apa Raja sedang marah atau tidak, sedang sedih atau tidak.

__ADS_1


Lama Bunga menatap Raja perlahan tangan Bunga terulur mengelus pelipis Raja.


"Berkelahi?"


Satu kata keluar dari bibir Bunga melihat wajah tampan Raja yang mendapatkan luka.


"Biasa anak laki, abaikan saja!"


"Sekarang kamu makan ya, lalu minum obat!"


"Kenapa peduli?"


Raja terdiam ketika mendengar pertanyaan Bunga.


Pertanyaan macam apa itu, ya jelas Raja peduli karena Bunga istrinya.


"Kau ini bicara apa, makan ya!"


"Kenapa peduli?"


Sekali lagi Bunga bertanya membuat Raja menghela nafas berat seperti nya Raja kali ini harus sabar lagi.


"Kau istriku!"


"Padahal aku selalu membuatmu susah!"


"Terkadang aku bingung, apa kamu tak punya rasa marah, kesal ataupun sedih. Padahal setiap hari aku selalu membuatmu susah!"


Ujar Bunga mengeluarkan segala uneg-uneg nya. Bunga hanya ingin tahu kenapa Raja melakukan itu semua padahal Bunga tak pernah sekalipun menghormati Raja sebagai suaminya.


Tapi selama ini kenapa Raja baik padanya bahkan memperlakukan dia dengan baik. Bunga ingin tahu alasannya apa karena Bunga percaya jika ada udang di balik batu dengan apa yang Raja lakukan.


"Sepertinya aku kalah!"


"Maksudnya!"


"Bagaimana bisa aku marah, kesal dan sedih pada orang yang sudah membuat hatiku jatuh cinta!"


Deg ....


Bunga terkejut dengan apa yang Raja ucapkan. Bagaimana mungkin, apa Bunga salah mendengar.


"Apapun yang kamu lakukan, di mataku kamu tetap menggemaskan!"


"Ya aku jatuh cinta, aku mencintaimu, aku sudah kalah!"


"Ti-tidak mungkin!"


Raja menghela nafas nafas menyimpan piring yang ada di tangannya. Lalu Raja meraih lengan Bunga.


"Aku tahu ini sangat konyol, tapi aku tak bisa membohongi perasaanku kalau aku mencintaimu!"


"Apa kamu masih ingat! ketika kamu bertanya kenapa aku menerima perjodohan ini!"


"Itu bukan karena kedua orang tuaku, dari awal mom and dad tak pernah memaksa aku walau mereka berharap. Aku menerima perjodohan ini karena keinginanku sendiri!"


"Bagaimana mungkin aku menikahi orang yang tak aku cintai!"


Bunga betul-betul shok mendengar pengakuan Raja. Bagaimana bisa, ini tak mungkin sungguh Bunga tak mau percaya akan hal itu.


"I-ini tak mungkin!"


"Aku tahu kamu tak akan percaya itu dan aku pun tak akan memaksa kamu membalasnya karena kamu sudah mengatakan itu padaku. Kamu memintaku untuk tak memaksa hatimu untuk itu aku diam tapi aku mohon jangan larang aku untuk terus mencintaimu!"

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2