
Pagi-pagi Raja seperti biasa bangun lebih awal. Raja tersenyum melihat Bunga masih tertidur.
Namun Raja merasa aneh karena Bunga tidurnya normal tidak seperti biasanya berputar seperti jarum jam. Bahkan dia pun tak jadi korban tendangan kaki Bunga.
Entah karena mereka tidur satu ranjang sehingga Bunga tidurnya tak lasak.
Raja tak mempermasalahkan itu tidur satu ranjang dengan sekat di tangannya saja sudah membuat Raja bahagia.
Seperti biasa Raja akan menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. Hari ini Raja menyiapkan omelet dengan jus jeruk.
Sudah selesai Raja berniat membangunkan Bunga karena sudah biasa Bunga pasti belum bangun.
Deg ...
Raja terdiam ketika melihat ranjang sudah rapi tak seperti biasanya bahkan Bunga pun sudah mandi dan berias diri.
Biasanya Raja akan membangunkan Bunga dan ketika Bunga mandi maka Raja yang akan membereskan ranjang dan ketika Bunga selesai mandi maka bagian Raja yang mandi.
Tapi kali ini nampak berbeda, Raja langsung mandi tanpa membangunkan Bunga dulu.
Raja tersenyum tipis melewati Bunga tanpa bicara apapun.
Bunga berbalik melihat pintu kamar mandi yang sudah di tutup.
"Ketika aku menerima perjodohan ini maka aku siap melewati semuanya termasuk menerima kamu. Dan hari ini aku akan belajar menerima pernikahan ini!"
Gumam Bunga menatap pintu kamar mandi lalu Bunga kembali melanjutkan merias dirinya.
Bunga seperti biasa akan menunggu Raja di meja makan. Bunga tersenyum melihat sarapan pagi ini.
Raja benar-benar memperlakukan dia dengan baik. Bahkan di bilang Raja selalu menjadikan ia ratu di rumah ini.
Sekarang Bunga baru sadar ternyata pilihan sang mama dan sang ayah benar, Raja adalah laki-laki terbaik.
Cklek ....
Bunga berbalik ketika mendengar suara pintu kamar terbuka. Bunga terdiam menatap Raja memakai baju seragam nya. Entah kenapa kali ini ketampanan Raja berkali-kali lipat.
"Ayo sarapan,"
Bunga hanya mengangguk saja lalu mereka memulai sarapannya.
"Biar aku saja yang bereskan!"
Cegah Bunga ketika Raja akan membereskan bekas tempat makan dia.
Raja melongo melihat Bunga yang nampak berbeda. Raja pikir semalam perubahan Bunga hanya sebatas semalam saja nyatanya sekarang juga Bunga berubah.
Lihatlah sekarang, bahkan Bunga yang mencuci piring juga bahkan membereskannya.
Raja tersenyum tipis melihat perubahan istrinya. Benar kata ayah Aldi Bunga akan melakukan apapun jika hatinya sudah mulai tergerak pertanda bahwa hati Bunga sudah menerima kehadiran orang asing di hidupnya.
Terimakasih sayang!
Batin Raja ternyata istri kecilnya tak se-manja yang di bayangkan. Raja pikir Bunga seperti itu karena tak bisa beres-beres nyatanya Raja salah besar.
Raja pikir Bunga tak bisa cuci piring nyatanya Raja salah. Lihatlah bahkan Bunga terlihat lihai mencucinya seolah memang udah biasa.
*Kamu memang diksi yang selalu sulit ku fahami.
Bahkan aku masih harus belajar lagi mempelajari kamu.
Entah keistimewaan apa lagi dari kamu yang membuatku terpesona*
"Hey, kenapa bengong!"
"Hah!"
Raja terkejut ketika Bunga sudah berada di hadapannya lagi.
__ADS_1
Dengan cepat Raja langsung beranjak dari duduknya.
"Ayo!"
Bunga menautkan kedua alisnya melihat tingkah Raja yang sangat aneh.
Tak mau ambil pusing Bunga mengikuti langkah Raja.
"Hati-hati di jalan!"
"Ya!"
"Raja!"
Raja menahan pergi ketika Bunga memanggilnya.
"Kenapa?"
Tanya Raja melihat Bunga mengulurkan tangannya.
"Apa kau suami ku?"
"Ya,"
"Minta jajan!"
Raja melongo mendengar ucapan Bunga lalu Raja melirik tangan Bunga. Apa benar yang di hadapannya istri kecilnya sungguh Raja tak menyangka bukan hanya berubah ternyata Bunga juga mulai mengandalkan dia.
Dengan cepat Raja mengambil dompetnya lalu memberikan satu kredit card pada Bunga.
"Cash!"
"Cash!"
Beo Raja melongo mendengar Bunga meminta uang cash.
Bunga mengambil selembar uang lima puluh ribu lalu mengembalikan dompetnya pada Raja dan menaruh uang lima puluh ribu di saku bajunya.
"Terimakasih!"
Ucap Bunga sambil tersenyum manis lalu Bunga berbalik lagi dan meraih tangan Raja lalu menciumnya.
Deg ...
Raja terkejut dengan apa yang Bunga lakukan bahkan jantung Raja berdetak dengan kencang.
Raja hanya bisa diam melihat Bunga sudah pergi terlebih dahulu.
Raja memegang dada bahkan sepertinya wajah sudah memerah.
Begitupun dengan Bunga memegang dadanya kuat dengan wajah memerah dengan apa yang ia lakukan. Bunga hanya mengikuti saja seperti biasa sang mama sering melakukan hal seperti itu pada sang ayah.
Walau malu, tapi Bunga merasa lega seolah beban di pundaknya sedikit berkurang.
Mang Sup tersenyum geli melihat wajah nona mudanya memerah. Seperti nya nona muda sedang jatuh cinta tak pernah mang Sup melihat nona mudanya bertingkah menggelikan.
Seperti nya mang Sup harus melapor pemandangan indah pagi ini pada nyonya dan tuan besar.
Mang Sup yakin kedua majikannya pasti akan senang melihat putri mereka sudah mulai berubah.
Ting ...
Sebuah pesan masuk membuat Jelita menghentikan aktivitas paginya. Jelita melihat siapa yang mengirim pesan pagi-pagi padanya.
"Ayah!!!"
Jerit Jelita membuat Aldi yang sedang memakai dasi tanggung mencekik lehernya sendiri karena terkejut.
"Ayah!"
__ADS_1
Teriak Jelita masuk kedalam kamar lalu berlari pada sang suami.
"Lihatlah putri kita, dia sudah berubah!"
Girang Jelita memperlihatkan photo yang di kirim mang Sup di mana Bunga sedang meminta uang dan mencium punggung tangan Raja.
Aldi ikut tersenyum melihat perubahan putrinya.
"Mama bahagia atau sedih, kok nangis?"
"Mama bahagia ayah, mama bahagia!"
Ucap Jelita sambil menghapus air matanya. Entah kenapa Jelita ingin sekali menangis melihat putrinya sudah tumbuh dewasa. Putrinya mulai berubah Jelita merasa lega jika pilihannya memang benar-benar tak salah.
"Akhirnya Raja bisa merubah putri kita, lihatlah putri kita mulai faham siapa dia sebenarnya!"
"Semoga Bunga selalu bahagia!"
"Akhirnya sebentar lagi mama akan dapat cucu!"
"Wuss, mama kok gitu, Bunga masih kecil!"
"Ya gak apa ayah, biar nanti kita yang ngurus dan Bunga fokus belajar!"
"Ayah kurang setuju, ingat perjanjian mah!"
Kesal Aldi bagaimana bisa sang istri malah ingin Bunga hamil. Bunga masih sekolah apa kata orang jika Bunga hamil sedang pernikahan mereka belum di ketahui.
"Tapi gak apa yah, perjanjian kan bisa di ganti!"
"Tapi Bunga masih sekolah mah, ingat pernikahan mereka tak ada yang tahu apa kata orang jika Bunga hamil!"
Deg ...
Jelita terdiam baru sadar akan hal itu, bahkan raut wajah Jelita langsung lesu.
"Iya juga, tapi satu tahun masih lama ayah!"
"Sabar, mereka juga butuh proses untuk saling mencintai dulu!"
"Hm, padahal mama ingin sekali punya cucu di usia muda begini kaya orang-orang kan keren!"
"Ya ampun mama!"
Geram Aldi tak habis pikir dengan kekonyolan sang istri.
"Mending kita bikin adik saja buat Bunga!"
"No, ayah harus berangkat kerja!"
"Kan bisa di tunda ma,"
"No!"
Cup ...
Jika sudah begini mana bisa Jelita menolaknya.
Bahkan Jelita sendiri yang meminta lebih membuat Aldi kegirangan. Jika begini setiap hari Aldi begitu bahagia kerja pun semangat 45.
Walau usia Jelita menginjak tiga puluh tujuh tahun tapi tetap saja rasanya masih sangat muda apalagi setiap hari Jelita sering perawatan dan olah raga.
"Terimakasih ma!"
"Sama-sama!"
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1