
Di saat ada kesempatan Paul mendekati Bunga agar hubungan Rangga dan Bunga semakin panas.
Namun Paul tak tahu apa yang ia lakukan hanya sebuah kesia-siaan.
Bunga hanya bisa menatap sendu Paul yang malah seperti ini. Bunga tahu dari sang suami Jika Paul melakukan semua ini hanya demi Alea.
Sungguh malang sekali membuat Bunga iba, namun kagum juga karena Paul sosok kakak yang baik. Bahkan berani melakukan apapun demi adik nya.
Tapi Bunga sedikit kesal karena Alea membuat Paul tanpa sadar jadi jahat karena semuanya.
Seperti nya Bunga harus membuat Paul sadar akan semuanya sebelum terlambat dan untuk melakukan ini Bunga tentu membayar mahal atas semuanya karena tak mungkin suaminya membiarkan ia dekat dengan laki-laki lain.
"Maaf soal Poto itu hingga ramai di grup!"
Sesal Paul basa basi melancarkan aksinya berharap hari ini ia akan berhasil mengelabui Bunga.
"Tak apa, aku tak peduli!"
Deg ...
Paul mengepalkan kedua tangannya erat berusaha bersikap hangat jangan sampai rencananya gagal dan Ale akan marah besar akan hal itu.
"Tapi kamu jadi bertengkar dengan kekasihmu, semua gara-gara itu!"
"Aku tak punya kekasih!"
"Tap--"
"Aku sudah menikah!"
Duarr..
Paul membulatkan kedua matanya tak percaya dengan tatapan shok yang nyata tak di buat-buat. Bahkan saking shok nya Paul langsung berdiri dari duduknya.
"Meni--"
"Ya aku sudah menikah dua tahun lalu, ini buktinya!"
Tenggorokan Paul semakin tercekat melihat cincin indah yang melingkar di jari manis Bunga yang selama ini ia tak pakai karena ingin mengakhiri semuanya Bunga harus mempertegas dirinya.
"Bahkan aku sedang hamil!"
Bruk ..
Paul langsung menjatuhkan tubuhnya tepat di kaki Bunga membuat Bunga terkejut akan reaksi Paul yang berlebih.
Sungguh ini pukulan keras bagi Paul yang benar-benar tak menyangka jika ia salah sasaran. Bagaimana dengan Ale jika tahu semua ini dan rencana ia gagal Ale pasti marah besar.
Dalam keadaan seperti ini Paul masih saja memikirkan tentang Ale sungguh hati yang murni namun sayang terlalu pengecut.
"Ini tidak mungkin!"
"Aku dan Rangga kami sahabat sendari bangku SMA!"
"Sayang!"
Duarr ...
Paul di buat bungkam dengan nafas tertahan melihat siapa yang datang. Paul menatap kosong Bunga yang tersenyum menyambut kedatangan suaminya bahkan tak segan Raja mengecup mesra bibir Bunga membuat Paul benar-benar tak berkutik.
Mereka memang ada di taman belakang kampus mereka aman dari mata-mata para paparazi.
"Ini suamiku, Raja Adelio!"
Wajah Paul semakin memucat melihatnya dengan rahang mengeras kenapa jadi seperti ini ia pikir rencananya akan mulus seperti sebelum-sebelumnya.
Paul menatap mereka berdua dengan tatapan rumit terlihat sekali mereka memang tak bohong.
"Paul!"
__ADS_1
Grep ..
Raja membelit pinggang Bunga posesif tak suka Bunga bicara lembut seperti itu pada laki-laki lain.
Bunga menatap sang suami memelas berharap Raja mengerti.
"Cih!"
Raja melepas belitan tangannya dari sang istri membiarkan sang istri menyelesaikan semuanya.
"Aku tahu yang kamu lakukan bukan untuk dirimu sendiri!"
Bunga menghela nafas menjeda ucapannya membuat Paul benar-benar mati kutu.
"Kamu melakukan ini semua demi adik mu kan, dia menyukai Rangga!"
Sungguh Paul benar-benar tak bisa berkata apa-apa selain diam dengan rasa shok nya.
Kenapa mereka bisa tahu, siapa mereka sebenarnya kenapa bermain handal.
Batin Paul tak menyangka tahu siapa jati dirinya bahkan tak ada yang tahu di kampus ini bagaimana hubungan dia dan Ale.
"Aku tahu kamu kakak yang baik, tapi jangan lakukan hal yang malah menghancurkan hatimu sendiri!"
"Maksudnya!"
"Kamu menyukai adik tirimu!"
Dam ...
Bagai ada bongkahan batu besar menghempit dada Paul bagaimana bisa orang asing yang akan menjadi targetnya tahu selak beluk dirinya bahkan tahu bagaimana perasaan.
Bunga terdiam sejenak melihat respon Paul yang menunjukan kebenaran membuat Bunga melirik sang suami.
"Ka-kalian!"
"Maaf!"
"Aku tak apa, aku mengerti posisi mu. Pergilah sebelum terlambat!"
"Itu tak mungkin!"
"Setidaknya katakan saja agar hatimu lega!"
Terlihat ragu dan juga bingung membuat Paul tak bisa berkata lebih.
"Dasar banci!"
"Mas!"
Tegur Bunga menatap memohon jangan memperkeruh suasana. Namun Raja tak peduli karena merasa jengkel dengan kebodohan Paul.
Laki-laki ini terlalu murni mencintai wanita yang egois.
"Maaf, terimakasih!"
Ucap Paul berlalu pergi meninggalkan Bunga dan Raja.
Raja segera menarik sang istri kedalam pelukannya.
"Kasihan sekali dia!"
"Hey, sudah berjanji tak akan lebih!"
Bunga menghela nafas melihat bara cemburu mematik keluar. Bunga sungguh jengkel dengan kelakukan suaminya ini selalu saja seperti ini.
"Mas kau ini, Bunga kan sudah milik mas kenapa selalu cemburu sih!"
Cup ...
__ADS_1
Gemas Bunga bercampur jengkel mengecup singkat bibir sang suami berharap Raja tenang.
"Ngomong-ngomong mas kenapa bisa tahu jika Paul kakak tiri Alea?"
Bunga masih penasaran akan semuanya kenapa sang suami bisa tahu.
"Mudah mencari tahu informasi itu!"
"Mas hebat!"
"Tapi hubungan mereka terlalu pelik!"
"Maksudnya!"
"Sudahlah kenapa membahas orang lain!"
"Aisstt, katakan Bunga penasaran!"
"Sudah! Ayo kita pulang!"
Bunga mendengus kesal karena tak dapat jawaban. Padahal Bunga penasaran bagaimana hubungan mereka. Jika kepo Bunga mulai muncul lagi sejak sekian lama menghilang.
"Sayang ingat kesepakatan kita!"
Glek ...
Bunga menelan ludahnya kasar kenapa sang suami masih ingat. Padahal Bunga berharap sang suami lupa akan hal itu Bunga tak bisa membayangkan jika ia akan habis di makan sang suami.
"Ngutang saja ya!"
"Gak bisa gitu sayang, mana ada ngutang!"
Gemas Raja melihat wajah sang istri yang sudah merinding begitu.
"Bisa mas, bunga janji besok malam di bayar, dobel!"
Ucap Bunga memelas karena ia sudah janji juga akan menemani Amira jika begini mana bisa ia keluar.
"Sekarang ya sekarang besok beda lagi!"
"What!!"
Pekik Bunga melotot sempurna bahkan bola matanya hampir saja meloncat.
Ra maaf ya, suami wajib kamu sunat ngutang sama kamu saja!
Batin Bunga pasrah jika sudah begini mana biasa ia menolak.
Raja tersenyum melihat istrinya duduk tenang tak mengoceh lagi membuat Raja kegirangan. Ia sudah tak sabar menerkam sang istri dan menjenguk benih premiumnya di dalam rahim mas sang istri.
Apalagi cuaca sangat mendukung di mana musim salju mulai menyapa menggantikan musim gugur.
Sudah lama memang Raja puasa akan hal itu karena takut membahayakan keduanya tapi kali ini tidak karena kandungan sang istri sudah kuat bahkan perut sang istri mulai menonjol jika baby di dalam sana berkembang dengan baik.
"Sayang apa kau gugup?"
Tanya Raja karena memang ini kali pertama setelah tahu Bunga hamil.
"Sedikit!"
"Rileks sayang, jangan gugup kaya perawan saja!"
Plak ..
Bunga langsung memukul lengan sang suami membuat Raja malah tertawa karena sudah berhasil menggoda sang istri.
Bersambung ...
Jangan lupa, Like, Hadiah komen dan Vote Terimakasih ....
__ADS_1