Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 39 Sepolos itu


__ADS_3

"Apa mama sama ayah sudah pulang?"


Tanya Raja pura-pura tak tahu jika kedua mertuanya sudah pulang lagi.


"Barusan, apa tadi ayah menggangu istirahat kamu?"


"Tidak!"


"Kata ayah perut kamu sudah sembuh, apa benar?"


"Iya, kan aku sudah bilang karena kamu yang merawat ku!"


"Aisst,,"


Raja hanya tersenyum saja melihat wajah Bunga yang di tekuk.


"Mau kemana?"


Ucap Raja menahan tangan Bunga yang akan kabur dari hadapannya.


"Aku mau istirahat, tadi kan kamu jadi gantian!"


"What!"


Pekik Raja terkejut dengan apa yang Bunga katakan. Bagaimana bisa istri polosnya itu dengan enteng bicara begitu.


Jadi Bunga tak ikhlas ketika menjaga dia sampai harus ada kata gantian.


Jika saja Raja tak terikat janji sudah pasti dari tadi Raja menerkam Bunga.


Raja menyusul Bunga ke dalam kamar, di lihatlah ternyata memang benar. Bunga malah tidur bahkan posisi nya gak ada anggun-anggunnya.


Tidurnya sudah seperti laki-laki saja bahkan laki-laki pun tak seperti itu juga.


Tak mau ambil pusing Raja membiarkannya saja mungkin Bunga memang butuh istirahat karena semalaman sudah menjaganya.


Raja memilih membersihkan dirinya saja di dalam kamar mandi. Sudah membersihkan dirinya terlihat Raja nampak segar dari sebelumnya. Raja berjalan menuju ruang kerjanya guna melihat email dari sang asisten. Ternyata ada banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Raja duduk di kursi kebesarannya lalu segera mengerjakan pekerjaan kantor. Raja begitu fokus bahkan tanpa sadar dia sudah beberapa jam menghabiskan waktunya di ruang kerja. Raja menghentikan pekerjaan ketika merasa hari mulai gelap.


Entah Bunga sudah bangun atau belum Raja tak tahu. Raja memilih langsung masak saja sebelum membangunkan Bunga agar ketika Bunga bangun tidak lama menunggu lagi untuk makan malam.


Sudah selesai menyajikan di atas meja Raja langsung pergi ke kamar. Raja tersenyum ternyata Bunga sudah bangun bahkan sudah mandi juga.


"Makan malam!"


Bunga langsung berbalik mendengar Raja mengajak ia makan malam.


"Kamu masak?!"


"Iya, ayo makan!"


Bunga langsung beranjak dari kursi meja riasnya. Bunga mengikuti langkah Raja, Bunga melihat punggung lebar Raja. Kenapa dalam keadaan seperti ini saja Raja selalu mementingkan Bunga entah kapan Raja mementingkan dirinya sendiri.


"Silahkan!"


Bunga dengan ragu duduk di atas kursi yang Raja geser. Raja benar-benar memperlakukan ia dengan baik bahkan lebih dari baik.


"Terimakasih!"


Ucap Bunga kaku membuat Raja hanya mengangguk saja.


Mereka pun makan malam dengan tenang tak seperti biasanya Bunga berbuat rusuh.


Bahkan sesekali Bunga melirik Raja entah apa yang Bunga rasakan Bunga tak tahu. Bunga hanya merasa aneh pada dirinya sendiri.


"Aku tahu aku ganteng!"

__ADS_1


"Narsis!"


"Mau nonton?"


Bunga menautkan kedua alisnya ketika Raja mengajaknya nonton.


"Besok libur sekolah, mau nonton dengan ku?"


Tawar Raja lagi mengajak Bunga nonton masih ada waktu buat mereka nonton.


"Film apa?"


"Maunya apa?"


Raja malah balik bertanya pada Bunga karena ingin tahu film apa yang Bunga sukai.


Bunga terdiam karena bingung harus menjawab apa karena Bunga kurang suka nonton kecuali jika di aja belanja maka Bunga rajanya.


"Vampir!"


Asal Bunga karena nama itu yang terlintas di benaknya.


Raja menatap Bunga intens apa benar istri kecilnya menyukai film seperti itu sekalian saja film horor.


"Baiklah, kamu siap-siap saja biar aku yang bereskan!"


"Gak, biarkan aku belajar!"


Mendengar ucapan Bunga Raja terdiam membiarkan Bunga melakukan apa yang ia inginkan.


Bunga membereskan bekas makan dia dan Raja lalu mencucinya langsung. Sudah selesai Bunga baru siap-siap tak perlu waktu lama Bunga sudah siap.


Raja melihat penampilan istrinya dari atas sampai bawah.


Rambut yang di ikat asal, kaos oblong dan celana jens pendek. Bahkan wajah Bunga tak banyak memakai riasan.


Raja tak banyak protes langsung mengangguk saja.


Ini pertama kalinya mereka nonton keluar selama menikah dan Raja tak mau banyak komentar tentang apa yang di pakai Bunga karena tak mau Bunga malah berubah pikiran.


Raja sengaja membawa motor sport agar terlihat romantis.


Raja tak langsung menjalankan motornya menunggu Bunga memegang pinggangnya.


Dengan ragu Bunga melingkarkan tangannya di pinggang Raja membuat Raja tersenyum. Sudah Bunga memeluk pinggangnya Raja baru menjalankannya.


Entah di mana Raja mengajaknya nonton, ternyata di mall Atrium yang ada di Jakarta pusat.


Raja menggandeng lengan Bunga bahkan memasukan lengan Bunga kedalam saku hoodie nya. Bunga hanya diam saja membiarkan apapun yang Raja lakukan.


Sudah membeli tiket, dan beberapa makanan dan minuman Raja tetap memegang tangan Bunga dengan satu tangan membawa makanan yang ia beli.


Raja memilih kursi paling atas agar tak terlalu dekat dengan layar karena Raja masuk ke dalam bioskop 3D.


Film baru saja mulai, awalnya Bunga biasa saja melihatnya lama-lama Bunga merasa tak nyaman. Bukan karena takut namun ada beberapa adegan tujuh belas tahun ke atas sedang Bunga merasa ia masih kecil untuk melihat adegan tersebut.


"Kita pulang yuk?"


Tiba-tiba Bunga mengajak Raja pulang karena merasa tak nyaman melihatnya walau filmnya sangat seru sekali.


"Film belum selesai!"


"Aku gak suka filmnya!"


"Kenapa?"


"Aisstt, aku masih kecil tak cocok lihat begitu an!"

__ADS_1


Kesal Bunga kenapa juga malah menanyakannya. Padahal harusnya Raja mengerti.


"Kamu yang pilih!"


"Aku gak tahu, pokonya kita pulang!"


Kesal Bunga karena Raja tak mengerti, Raja hanya bisa menghembuskan nafas kasar melihat Bunga bersikukuh mengajaknya pulang padahal filmnya baru setengah.


Dengan terpaksa Raja menuruti keinginan istri kecilnya. Kenapa Raja harus menyukai istri polosnya membuat Raja tersiksa sendiri.


Bunga yang melihat Raja hanya diam merasa aneh. Apa karena ia mengajaknya pulang atau ada hal lain.


Bahkan di sepanjang jalan pun Raja tetap diam membuat Bunga merasa bersalah.


Bunga semakin mengeratkan pelukannya karena Raja membawa motor nya sangat kencang.


Raja yang merasa Bunga semakin mengeratkan pelukannya merasa bersalah tiba-tiba Raja menghentikan motornya.


"Maafkan aku, apa kamu takut?"


Bunga hanya mengangguk saja karena tak mengerti dengan situasi nya kenapa Raja tiba-tiba seperti itu. Bukannya Raja sudah berjanji tak akan berubah apapun yang terjadi.


Rasa membuka hoodie lalu memakaikan nya pada Bunga lalu Raja menarik Bunga kedalam pelukannya.


"Maafkan aku!"


"Apa kamu marah, karena kita pulang!"


"Tidak!"


Jawab Raja erat sambil mengeratkan pelukannya. Raja bingung menjawabnya, Raja laki-laki normal jika melihat film tadi membuat Raja ingin menerkam Bunga namun Raja bingung mengutarakannya sedang istrinya sangat polos sekali.


"Maafkan aku, harusnya aku bilang dari awal jika aku kurang suka nonton dan aku juga tak tahu jika film tadi banyak adegan anehnya!"


Ucap polos Bunga membuat rasa kesal yang tadi sempat menyelimuti jadi hilang seketika.


"Bukan adegan aneh, itu wajar bagi suami istri!"


"Apa seperti itu!"


Raja mengangguk gemas ingin sekali mengecup bibir mungil itu. Bunga terdiam mengingat bagaimana sang ayah dan sang mama ketika berdua mereka juga suka bermesraan di hadapannya.


Apa memang seperti itu di lakukan suami istri!


Batin Bunga dalam kebingungannya sungguh Bunga benar-benar polos sekali.


"Apa kamu ingin mencobanya?"


"Hah!"


Bunga membulatkan kedua matanya mendengar apa yang Raja katakan.


"Kata Daddy itu bisa membuat hubungan suami istri menjadi romantis!"


"Apa seperti itu!"


"Hm, kita buktikan saja!"


"Tap--"


Bunga terdiam ketika Raja menarik pinggangnya semakin merapat pada tubuhnya.


"Wait, apa harus di sini!"


Yes!


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2