Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 45 Terpengaruh


__ADS_3

Bunga mengerjakan kedua matanya pertanda Bunga sudah bangun.


Cup ..


"Morning kiss!"


Seketika Bunga membulatkan kedua matanya ketika Raja menciumnya tiba-tiba. Bahkan Bunga langsung merapatkan bibirnya. Bagaimana bisa Raja mencium bibirnya sedang dia baru bangun tidur.


"Ayo mandi!"


"Ak-aku bisa sendiri"


Tolak Bunga ketika Raja akan menggendongnya. Bunga langsung terbirit masuk kedalam kamar mandi.


Bunga tak sadar jika handuk yang ia ambil bukan punya dirinya melainkan punya Raja.


Raja hanya tersenyum saja melihat tingkah malu-malu sang istri. Bahkan Raja membiarkan Bunga memakai handuknya. Sudah jadi kebiasaan Bunga selalu ceroboh memakai handuk Raja. Bukan satu kali atau dua kali tapi sering.


Raja membereskan tempat tidur sudah selesai Raja memilih keluar guna menyiapkan sarapan.


Pagi ini Raja menyiapkan roti dengan selai kacang saja di padu susu hangat.


Tak membutuhkan waktu lama Raja sudah menyiapkannya.


Raja kembali ke dalam kamar ternyata Bunga sudah selesai mandi. Kini giliran Raja yang mandi mengambil handuk Bunga.


Tak membutuhkan waktu lama bagi Raja membersihkan diri. Raja tersenyum melihat Bunga sedang berias diri di hadapan cermin.


"Sayang!"


Bunga terkejutnya ketika tiba-tiba Raja sudah berada di belakangnya.


"Tak bisakah kau tak memakai ini!"


Ucap Raja sambil mengambil lif bam di tangan Bunga.


"Aisst, apa-apaan sih biasanya juga pakai!"


"Tapi aku gak rela milikku di lirik orang!"


Cetus Raja sambil mencebikkan bibirnya.


"Siapa yang bakal suka anak kecil seperti ku, hanya kamu saja!"


Kesal Bunga merebut lif bam miliknya. Bunga tak tahu jika sebenarnya banyak anak yang menyukainya namun karena Bunga dekat Amira membuat anak-anak tak berani mengungkap perasaannya.


Apalagi dulu Fatih selalu mem-buli Bunga membuat anak-anak cowo semakin tak berani.


Dan salah satunya Rijal, ya Rijal menyukai Bunga namun Fatih membuat Rijal pindah sekolah.


"Kamu merayuku!"


Plak ...


Bunga memukul lengan Raja karena kesal, siapa juga yang merayunya.


"Cepat pakai baju!"


"Pakaikan!"


"Kau!"


Geram Bunga langsung menodongkan gunting pada Raja membuat Raja terkekeh.


Raja memilih menyudahi godaannya melihat itu Bunga hanya bisa menggelengkan kepala.


Tak biasanya Raja bersikap seperti itu, apa karena Bunga sudah benar-benar membuka hatinya hingga melihat Raja manja padanya membuat Bunga terkesan sendiri.


Ada rasa yang menggelitik hatinya bahkan seperti nya Bunga mulai menyukai panggilan Raja padanya.


Ya, dari pertama Raja memanggilnya sayang sampai Bunga pingsan segala. Bunga memang tak melarang ataupun menyukainya. Tapi, kali ini seperti nya Bunga menyukai panggilan itu.


Bunga memilih menunggu Raja di meja makan saja.


Tak lama Raja keluar dengan penampilannya membuat Bunga seketika terpana.

__ADS_1


Pagi ini Raja terlihat tampan dan rapi, namun ada rasa kesal di hati Bunga.


"Kenapa seperti itu!"


Ketus Bunga membuat Raja menautkan kedua aslinya bingung mendengar ucapan Bunga.


"Apa nya sayang?"


Bunga berjalan menghampiri Raja lalu mengacak-acak rambut Raja berharap Raja tidak terlihat tampan.


Namun, bukannya mengurangi ketampanan Raja ketika rambutnya sudah berantakan malah Raja terlihat semakin tampan membuat Bunga semakin kesal.


Hingga ide gila terlintas di benak Bunga sambil menata rambut Raja menjadi terbelah.


Bunga mundur sedikit melihat penampilan Raja yang sedikit lucu.


"Sudah begini!"


"Apa-apa an sih sayang, masa rambutku begini!"


Protes Raja namun Bunga malah melotot ketika Raja ingin membenarkannya kembali. Bagaimana bisa Bunga membuat rambut Raja seperti si Cecep di film si Cecep yang tayang perdana 2004.


Raja mengerucut kan bibirnya sambil mengunyah roti melihat itu Bunga hanya bisa mengulum senyum. Sungguh sangat lucu sekali melihat penampilan Raja terlihat cupu.


Sudah selesai sarapan Bunga membereskannya kembali. Bunga melirik Raja yang sedang memakan buah dengan wajah muramnya.


Sungguh mengerjai sang suami menyenangkan juga dan parahnya Raja menurut saja.


Bunga mengelap tangannya lalu berjalan menghampiri Raja.


"Sebenarnya di apakan pun rambut kamu kamu tetap tampan!"


Ucap Bunga kembali merapihkan rambut Raja dengan tangannya.


Raja menahan pinggang Bunga yang akan menjauh. Raja dalam posisi duduk sedang Bunga berdiri di hadapan Raja.


Raja mengangkat kepalanya guna melihat jelas wajah cantik sang istri.


"Kiss nya mana?"


"Kiss dulu!"


"Nanti kita telat!"


"Jadi cepat!"


Bunga menghela nafas kesal dengan tingkah Raja kenapa malah manja padanya.


Cup ...


"Sudah!"


Ucap Bunga ketika selesai mengecup kening Raja.


"Di sini sayang!"


Protes Raja sambil menunjuk bibirnya membuat Bunga memerah.


"Sudah ah, nanti telat!"


Ucap Bunga malah kabur membuat Raja tersenyum. Raja mengikuti langkah istri kecilnya.


Bunga mencium punggung tangan Raja begitu pun Raja mencium kening Bunga cukup lama.


"Hati-hati sayang!"


"Pak jaga istriku!"


"Siap den!"


Jawab cepat mang Sup sambil berdiri tegap membuat Bunga tersipu.


Raja berangkat lebih awal dengan senyum mengembang di bibirnya.


Walau Bunga belum mencintai Raja tapi Raja merasa bahagia setidaknya Bunga tak pernah menolak apa yang ia lakukan.

__ADS_1


Ternyata Bunga benar-benar membuktikan ucapannya jika ia akan terus belajar menerima Raja dengan mengizinkan Raja melakukan apapun yang Raja inginkan.


Semakin terbiasa Bunga menerim segala perlakuan Raja semakin Bunga membuka lebar Raja hadir di hatinya.


Mungkin Bunga belum menyadari itu karena kepolosannya tapi Raja faham akan hal itu untuk itu Raja tak akan memaksa jika Bunga belum siap menyerahkan hatinya sepenuhnya untuk Raja.


Raja akan terus perlahan mendapatkan hatinya Bunga sampai Bunga tak akan bisa lepas darinya.


"Den Raja terlihat mencintai non muda!"


Celetuk mang Sup membuat Bunga mengulum senyum.


"Mamang berharap non selalu bahagia!"


Ucap mang Sup lagi sambil fokus menyetir.


"Namun non harus hati-hati seperti nya den Raja banyak yang menyukai!"


Seketika Bunga menghentikan senyuman nya lalu menatap mang Sup tajam lewat kaca spion.


"Non harus hati-hati zaman sekarang banyak orang ke empat!"


"Orang ketiga kali mang!"


"Ke empat non!"


Bunga menautkan kedua alisnya bingung baru mendengar istilah seperti itu. Padahal yang Bunga baca semalam itu orang ketiga bukan keempat terus siapa ketiganya.


"Yang ketiga syetan non baru yang keempat pelakor!"


"Iya juga ya mang, syetan kejam banget berarti sampai mendatangkan pelakor!"


Ucap polos Bunga membuat mang Sup tersenyum geli. Nona mudanya tetap saja polos.


"Betul non, jadi nona harus iket terus den Raja jangan sampai di tarik syetan!"


"Caranya gimana mang!"


"Yang mamang tahu, non harus menyenangkan den Raja dan tak menolak apapun yang den Raja mau!"


Deg ...


Bunga terdiam sambil berpikir apa harus seperti itu. Tapi ucapan mang Sup sama persis seperti yang ada di artikel.


"Gitu ya mang!"


"Iya non!"


Ujar mang Sup tersenyum girang dalam hati bahkan mang Sup bersorak ria.


*Seperti nya berhasil!


Asik punya motor baru!


Den Raja pasti senang rencananya berhasil*!


Girang mang Sup sambil melirik nona muda yang terlihat berpikir.


Seperti ucapannya benar-benar berhasil mempengaruhi Bunga.


Bunga menatap keluar jendela dengan pikirannya yang entah apa. Seperti nya Bunga harus membaca ulang artikel semalam guna menyakinkan hatinya.


Jangan sampai ucapan mang Sup salah, tapi jika benar apa Raja akan berpaling darinya.


Tidak ...


Tidak ...


Bunga menggeleng-gelengkan kepala membayangkannya saja membuat Bunga bergidik ngeri.


Walau Bunga kecil Bunga tak boleh kalah dengan yang namanya pelakor. Jika sampai itu terjadi maka orang yang pertama Bunga kuliti adalah Raja sendiri.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2