Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 15 Sial!


__ADS_3

Pulang sekolah Tante Raya benar-benar menjemput Bunga dan mengajaknya berbelanja.


"Sayang, kamu pilih apapun yang kamu mau!"


Ucap tante Raya membuat lamunan Bunga buyar.


Sendari tadi memang Bunga melamun karena teringat kejadian tadi di sekolah dimana Raja berani mencium kening berharganya.


Laki-laki itu benar-benar tak waras padahal ganteng.


Karena mood Bunga sedang tak baik-baik saja membuat Bunga melampiaskannya pada Tante Raya.


Bunga mengambil apa saya yang ia lihat walau Bunga tak tahu apa ia suka atau tidak. Bunga berharap Tante Raya akan ilfil padanya dan membatalkan perjodohan gila itu.


Entah sudah berapa barang yang Bunga borong bahkan rasanya bagasi mobil Tante Raya tak cukup untuk menampungnya.


Bahkan sampai Bunga sendiri bingung harus memilih barang apa lagi.


Dari mulai topi, baju, celana, semua dale**n, perhiasan bahkan aksesoris Bunga borong.


"Ada yang mau di beli lagi, Nak?"


"Hah!"


Bunga melongo dengan apa yang Tante Raya ucapkan. Bagaimana mungkin masih menawarinya apa Tante Raya benar-benar tak marah.


Ini gila sangat gila, harusnya Tante Raya marah!


Batin Bunga menjadi kesal sendiri pasalnya rencananya gagal.


Padahal Bunga sendiri terkejut melihat hasil belanjaannya yang di bawa bodyguard Tante Raya. Entah sekaya apa Tante Raya sampai tak masalah dengan ulah Bunga.


"Ada yang mau di beli lagi, Nak?"


Tanya Tante Raya mengulang pertanyaan membuat Bunga menggeleng kaku tak lama mengangguk.


"Apa, katakan saja!"


"Bunga lapar Tan!"


Cicit Bunga malu membuat Tante Raya tersenyum lembut.


"Baiklah kita cari makan sekarang!"


Cara satu gagal, kini harus berhasil!


Batin Bunga tersenyum seringai menatap Tante Raya yang berjalan di sampingnya.


Tante Raya membawa calon menantunya ke salah satu restoran yang ada di mall.


"Pilih saja apa yang kamu suka!"


"Beneran Tan!"


Tante Raya hanya mengangguk saja membuat Bunga tersenyum cerah.


Bunga memesan menu makanan yang paling mahal di lestoran tersebut bahkan bukan hanya satu makanan tapi beberapa makanan membuat Tante Raya terdiam sejenak.


"Sayang, apa akan habis di perut kecil kamu?"


"Tenang Tan, perut Bunga kuat kok!"


Seperti nya rencana dua akan berhasil, yes!


Sorak Bunga dalam hati karena senang melihat wajah terkejut Tante Raya.


Pesanan datang membuat Bunga menelan ludahnya. Untung saja dari pagi tak sarapan begitupun siang jadi pasti makanan sebanyak itu akan muat di perut Bunga karena Bunga memang sengaja tak sarapan agar nanti bisa makan sepuasnya dengan Tante Raya.


Tante Raya hanya bisa menelan ludahnya kasar melihat Bunga makan dengan tenang bahkan menggunakan tangannya sendiri tak memakai sendok.


"Kenapa tak pakai sendok sayang!"


"Lebih nikmat pakai tangan Tan!"

__ADS_1


Jawab asal Bunga kembali fokus pada santapannya. Bahkan sampai Bunga menggunakan kedua tangannya dengan bibir belepotan.


Tante Raya hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah calon menantunya yang menggemaskan.


Bahkan apapun yang Bunga lakukan di mata Tante Raya tetap menggemaskan.


Bahkan sampai Tante Raya sendiri makan ikut-ikutan pakai tangan.


Bunga yang melihat itu masa bodo karena fokus pada makanya sendiri.


"Tan!"


"Iya sayang!"


"Boleh Bunga pesen lagi!"


"Hah!"


Tante Raya melotot karena terkejut mendengar permintaan Bunga. Bagaimana tak terkejut sepuluh piring berbagai menu sudah Bunga habiskan begitupun dengan sepuluh gelas jus belum lagi es krim dan sekarang minta memesan lagi.


"Gak boleh ya!"


Cicit Bunga memasang wajah memelasnya membuat Tante Raya tak tega.


"Ya sudah pesan saja, tapi janji ya habiskan!"


Bunga mengangguk bahagia karena Tante Raya mengizinkannya.


*Lihatlah, akan ku kuras habis isi kredit card nya


Ha .. ha* ..


Bunga tertawa dalam hati karena menganggap rencana kedua telah berhasil.


Bunga memesan menu makanan yang sama dengan yang ia makan tadi namun kali ini Bunga membungkusnya membuat Tante Raya menyerngit bingung.


"Buat siapa sayang!"


Jawab asal Bunga membuat Tante Raya menghela nafas. Tante Raya pikir Bunga akan memakannya kembali ternyata buat orang rumah.


Tante Raya tak mempermasalahkan itu baginya menyenangkan calon mantu itu wajib. Karena Bunga sebentar lagi akan jadi putrinya sendiri dan meninggalkan kedua orang tuanya.


Entah ada berapa bungkus makanan yang Bunga pesan Tante Raya tak mempermasalahkan itu.


Sudah selesai mereka langsung pulang.


Bunga melirik ke belakang melihat dua mobil mengikuti mobil yang ia tumpangi bersama Tante Raya. Di mana satu mobil berisi barang belanjaan Bunga satu mobil lagi isinya makanan.


"Tan, apa gak apa Bunga belanja sebanyak itu!"


Ucap Bunga pura-pura merasa bersalah dengan memperlihatkan wajah menggemaskannya.


"Tak apa sayang, bahkan kamu minta lebih dari itupun tak masalah!"


"Tapi Tan, itu pasti menghabiskan isi kredit card Tante!"


"Kamu itu lucu sayang, bahkan isi kartu itu tak akan pernah habis walau tujuh turunan!"


"Hah"


Sial!


Geram Bunga menahan kekecewaan nya Bunga pikir akan jadi masalah nyatanya rencana kedua juga gagal.


"Kenapa sayang, kamu jangan merasa bersalah. Kartu tadi kan milik calon suami kamu!"


Deg ...


Mata Bunga semakin melotot tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


*Sial ..


Sial* ...

__ADS_1


Bunga benar-benar tak menyangka jika rencananya akan gagal. Bunga pikir rencana keduanya sudah berhasil nyatanya tidak.


Jika tahu begini Bunga tak akan berkorban menahan perut lapar nya dari tadi.


"Sudah, jangan merasa bersalah kartu tadi nanti akan jadi milik kamu!"


Ucap tante Raya lagi membuat Bunga semakin tak bisa berkutik.


Bunga hanya bisa tersenyum kaku dengan perasaan campur aduk ya. Entah seberapa kaya keluarga Tante Raya Bunga tak tahu bahkan uang jajan dia saja belum habis Bunga pakai. Bagaimana nanti seperti nya Bunga akan menjadi bank mendadak.


"Tan boleh mampir ke tempat ini!"


Ucap Bunga pasrah memperlihatkan layar ponselnya.


"Laksanakan!"


Tante Raya langsung menyuruh supirnya menuju alamat yang Bunga kasih. Tante Raya akan diam saja apapun yang akan Bunga lakukan selagi Bunga senang.


Tante Raya menautkan kedua alisnya Bingung karena jalan yang mereka lewati jalan batu kerikil dengan pemukiman kumuh.


"Stop di sini!"


Ucap Bunga membuat sang supir langsung menghentikan mobilnya.


Bunga turun begitu saja tanpa peduli Tante Raya.


"Ali!"


Teriak Bunga memanggil salah satu anak yang suka ngamen.


"Kakak!"


Teriak Ali girang melihat Bunga kembali berkunjung.


"Panggil anak-anak yang lain ya, Tante itu mau ngasih kalian makanan!"


Bisik Bunga sambil menunjuk Tante Raya yang baru keluar dari mobil sambil memakai kaca matanya karena silau oleh trik matahari.


Ali langsung mengangguk lalu berlari memanggil teman-temannya yang lain.


Tak lama beberapa anak kecil muncul kurang lebih sekitar dua puluh orang.


"Sayang mereka siapa?"


Tanya Tante Raya ketika sudah menghampiri Bunga.


"Anak-anak yang suka ngamen Tan, mereka tinggal di sini!"


"Ayo anak-anak berbaris yang rapi ya!"


"Perkenalkan ini Tante Raya yang ingin memberikan kalian makanan dan baju!"


Deg ...


Tante Raya terkejut dengan apa yang Bunga katakan bahkan rasanya Tante Raya tak bisa berkata apa-apa lagi.


Bunga membagi rata satu persatu anak bahkan Bunga seolah sudah hapal ukuran berapa baju anak-anak.


"Sudah kebahagiaan semua!"


"Sudah!"


"Kalau sudah harus bilang apa!"


"Terimakasih, Tante baik!"


Ucap anak-anak serempak membuat Bunga tersenyum lepas.


Senyuman begitu indah sekali dengan mata yang berbinar.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan, Vote Terimakasih .....

__ADS_1


__ADS_2