
Dari kejadian Amelia Bunga semakin posesif pada sang suami bahkan setiap hari Bunga harus ikut Raja ke kantor apalagi di kantor ada Sindi sekertaris Raja yang super centil selalu menggangu suaminya.
Melihat perubahan Bunga Raja malah senang karena ia yang akan untung banyak. Sungguh Bunga benar-benar sang polos sekali.
Siapa yang tak senang jika kerja selalu di temani sang istri. Makan di suapin dan semuanya Bunga yang mengatur. Bahkan sekarang Bunga sudah mulai bisa menyiapkan sarapan untuk sang suami.
Sungguh ini sebuah keberuntungan bagi Raja ternyata dari kejadian Amelia membuat Bunga selalu mepet terus seolah takut Raja berpaling.
Tanpa sadar itu menjadi perubahan besar bagi Bunga dalam mengatasi phobia darahnya karena tak mau kehilangan Raja Bunga melawan rasa takut itu sampai mulai bisa menguasai phobia darahnya walau pada akhirnya Bunga akan merasa lemas di pelukan Raja tapi itu sebuah perubahan besar.
"Mas!"
Teriak Bunga membuat Raja langsung berlari masuk keruang ganti.
"Ada apa sayang,"
"Tolong pilihkan Bunga cocok pakai baju yang mana?"
Tanya Bunga bingung memilih baju untuk pergi ke acara ulang tahun Aurora. Raja terdiam sambil melihat baju-baju sang istri.
"Seperti nya ini cocok!"
Ucap Raja pilihannya jatuh pada dress long terlihat polos namun nampak anggun. Bunga merasa senang dengan baju pilihan sang suami.
Dengan cepat Bunga langsung bersiap ketika sudah mendapatkan baju yang cocok untuk nya.
Hari ini ulang tahun Aurora dan Bunga ingin tampil berbeda di hari ulang tahun Aurora, gadis manis yang selalu jutek pada orang yang tak kenal.
Sudah selesai mereka berdua segera berangkat karena takut acaranya sudah di mulai.
Sesampai di sana malah Shofi yang belum datang membuat semaunya menunggu terutama Aurora tak mau di mulai sebelum Shofi datang.
Namun, melihat kondisi Oma Adelia membuat acara nya harus segera di lakukan. Tak lama Shofi datang, Shofi terlihat cantik sekali dengan penampilannya yang berbeda.
Karena acara akan di mulai membuat Bunga tak banyak mengobrol dengan Shofi apalagi Shofi tiba-tiba ingin ke kamar mandi.
Bunga dan Amira pergi duluan sedang Aurora mengantar Shofi ke kamar mandi.
Acaranya nampak ramai oleh kerabat dan teman-teman Aurora sendiri. Kondisi Oma Adelia seperti nya kurang sehat membuat acara semakin di percepat.
Aurora di tarik paksa oleh Vinsen putra dari om Daniel mereka nampak lucu sekali.
Bunga celingak-celinguk mencari keberadaan Shofi namun tak datang dengan Aurora bahkan sampai selesai tiup lilin Shofi belum datang juga.
"Di kamar mandi Shofi ngapain sih, tidur atau berak!"
Bisik Bunga pada Amira membuat Amira menggeleng saja karena seperti nya fokus Amira tertuju pada orang lain.
Bunga mendengus kesal melihat Amira tak merespon ucapannya.
Tak lama Shofi datang namun dengan tatapan aneh.
__ADS_1
"Grandma!"
Bunga mengerutkan kening ketika Shofi memanggil satu nama. Bunga membulatkan kedua matanya ketika orang yang di panggil adalah Oma Adelia. Bagaimana bisa mereka saling kenal, pikir Bunga bingung.
Bruk ...
Tiba-tiba Oma Adelia tak sadarkan diri membuat suasana menjadi riuh. Ketegangan kembali menyengat ketika Oma Adelia mengalami pendarahan di hidungnya.
Semua orang nampak panik dan cemas membuat Bunga bingung harus menenangkan siapa.
Pasalnya Bunga juga merasa pusing melihat darah yang keluar di hidung Oma Adelia.
Grep ...
Raja menarik pergelangan lengan sang istri yang terlihat mulai tak baik-baik saja.
"Sayang, lihat mas kamu pasti bisa mengendalikannya!"
Ucap Raja lembut di atas kepanikan yang ada. Raja menatap dalam sorot mata sang istri yang masih ketakutan melihat darah.
Bunga mencoba menatap sang suami dengan tangan mencengkram erat kemeja Raja.
Seperti nya Raja harus segera membawa sang istri pergi.
Dengan cepat Raja menarik sang istri dari kerumunan ke tempat sepi. Raja memeluk Bunga erat berharap Bunga bisa tenang.
Sudah merasa Oma Adelia sudah di bawa pergi ke rumah sakit Raja memutuskan membawa sang istri pulang apalagi semua orang di bubarkan.
Di sepanjang jalan Bunga hanya diam saja karena terkejut dengan apa yang terjadi barusan. Darah itu mengalir tiba-tiba membuat Bunga shok hingga kembali merasa ketakutan.
"Tak apa sayang, jangan takut ya!"
Ucap Raja menggendong sang istri turun dari mobil karena memang mereka sudah sampai.
Bunga masih tetap diam saja sambil menyembunyikan kepalanya di dada bidang Raja dengan Raja yang masih menggendong Bunga sampai di kamar mereka.
Raja membaringkan sang istri di atas ranjang dengan pelan.
"Mas,"
"Iya sayang!"
"Apa Oma Adelia akan baik-baik saja?"
"Kita doakan saja semoga beliau baik-baik saja!"
"Apa masih takut?"
Bunga menggelengkan kepala karena memang sudah tak takut lagi apalagi Raja terus menenangkannya.
"Syukurlah, tadi mas benar-benar takut!"
__ADS_1
"Maaf--"
"Suttt!"
Raja meminta sang istri diam karena memang tak perlu minta maaf.
"Mau tidur?"
"Malas ganti baju!"
"Mau mas gantiin?"
Bunga mengangguk saja karena ia benar-benar malas melangkah tepatnya Bunga merasa lemas.
Dengan senang hati Raja menggendong sang istri ke dalam kamar mandi lalu mendudukkan nya di atas kloset.
Raja keluar guna mengambil piyama tidur sang istri lalu kembali kedalam kamar mandi.
Raja seperti seorang ayah yang memakaikan baju pada putrinya bahkan Raja juga yang membantu menggosok gigi dan cuci muka.
Raja benar-benar memperlakukan Bunga dengan sangat baik. Sudah selesai Raja kembali menggendong sang istri dan menidurkannya di atas ranjang.
Bunga menarik selimut guna menutupi tubuhnya. Sedang Raja mengganti bajunya juga dengan piyama tidur yang sama dengan Bunga.
Raja menyusul sang istri masuk kedalam selimut.
"Hangat!"
Gumam Bunga ketika Raja menarik dirinya dalam pelukan Raja. Bunga merapatkan tubuhnya hingga kepala Bunga menempel di dada bidang Raja.
"Sudah nyaman?"
"Heem,"
"Selamat tidur sayang!"
"Selamat tidur juga mas,"
Gumam Bunga karena matanya sudah berat sekali. Tak membutuhkan waktu lama Bunga sudah terlelap duluan sedang Raja masih berjaga.
Raja terus mengelus-elus surai hitam indah sang istri sampai Bunga benar-benar tertidur pulas.
Lama kelamaan Raja juga merasa kantuk, Raja memejamkan kedua matanya menyusul sang istri.
Pasangan itu selalu membuat mata yang memandang iri. Bahkan rembulan di atas sana nampak mengintip malu-malu pasangan menggemaskan itu.
Walau usia mereka terbilang belia namun mereka berdua terlihat dewasa dalam menyikapi segala hal. Terbukti sampai sekarang tak ada yang tahu soal pernikahan agama mereka hanya keluarga dan sahabat saja.
Bahkan satu sekolahpun tak ada yang tahu termasuk kepala sekolah.
Walau Bunga di luar terlihat ke kanak-kanak kan tapi dalam menyikapi rumah tangganya Bunga sangat dewasa bahkan sikap mereka di sekolah pun wajib di acungi jempol.
__ADS_1
Bersambung ....
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...