Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 51 Buah jatuh tak jauh dari pohonnya


__ADS_3

Raja dan Bunga mengendap-endap pulang karena takut masih ada karyawan yang belum pulang.


Untung saja Raja punya asisten yang handal membuat Raja tak kesulitan keluar dari kantor.


"Mas, kita kaya maling saja!"


Kekeh Bunga tersenyum lebar ketika sudah masuk kedalam mobil begitupun dengan Raja.


"Kan kamu yang ngajak mas seperti ini!"


"Iya juga ya, ya sudah ayo pulang!"


Raja langsung melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan.


Apa yang mereka lakukan benar-benar sangat konyol. Bagaimana bisa mengendap-endap di perusahaan sendiri.


Tak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di apartemen.


"Ah ,,, kangen!"


Teriak Bunga berlari memasuki kamar, Bunga langsung meloncat keatas ranjang. Bunga merebahkan tubuhnya di sana. Raja hanya bisa tersenyum melihat kelakuan istri kecilnya.


"Sayang, ganti baju dulu!"


"Tapi sudah ngantuk, mas!"


"Jangan gitu, atau mau mas gantiin!"


"No!"


Pekik Bunga langsung bangun, Bunga beranjak mengambil piyama timur lalu masuk kedalam kamar mandi.


Raja terkekeh melihat istri kecilnya, se-takut itukah Bunga terhadapnya. Padahal Raja tahu besok mereka masuk sekolah bagaimana mungkin Raja membuat sang istri kelelahan walau Raja menginginkan hal itu terjadi.


Tak lama Bunga keluar dengan pakaian berbeda. Bunga langsung merangkak naik keatas ranjang tanpa mau memakai cream malam dan sebagainya.


Bunga terlalu malas merawat diri toh Raja mencintai nya.


Kini giliran Raja yang mengganti pakaian nya dengan piyama tidur yang sama persis dengan yang Bunga pakai.


Raja merangkak naik mendekati sang istri dengan sekali tarikan Bunga sudah berada di pelukan Raja.


"Jangan jauh-jauh sayang,"


"Tapi gak gini juga mas, sesak tahu!"


Raja sedikit melonggarkan pelukannya membuat Bunga sedikit bisa bergerak bebas. Di peluk seperti ini memang terasa nyaman kenapa Bunga baru bisa merasakannya. Tahu begini mungkin dari dulu Bunga sudah menerima Raja.


Malah sekarang Bunga yang memeluk erat Raja sambil memejamkan kedua matanya berharap rasa nyaman ini akan selalu ia rasakan.


.


Bunga menggeliat pertanda sebentar lagi akan bangun.


Bunga meraba-raba tempat di sampingnya, Bunga tak menemukan Raja.


"Mas,"


Panggil Bunga sambil duduk menatap ke sekeliling ternyata Raja sudah tak ada.


Terdengar air yang mengalir membuat Bunga tahu ternyata Raja berada di kamar mandi.

__ADS_1


Bunga beranjak dari atas ranjang guna membersihkan tempat tidur. Sudah merasa rapih Bunga keluar kamar guna membuat roti bakar dengan selai kacang dan susu hangat.


Sudah selesai membuat sarapan Bunga berniat kembali ke kamar. Namun sebelum ke kamar Bunga melirik peralatan dapur kemudian berlalu begitu saja.


Bunga masuk ternyata Raja sudah rapih dengan seragamnya. Kenapa Raja terlihat tampan sekali apalagi memakai seragam SMA orang tak akan menyangka jika Raja adalah seorang sarjana.


"Dari mana sayang?"


"Buat roti bakar,"


Ucap Bunga sendu membuat Raja menautkan kedua alisnya bingung. Ada apa dengan Bunga kenapa mukanya di tekuk seperti itu.


"Ada apa?"


Tanya Raja menghampiri sang istri yang terlihat sedih.


"Aku ingin seperti mama yang bisa masak buat sarapan untuk mas,"


"Di artikel yang aku baca biasanya suami tidak akan pernah berpaling jika aku bisa dua hal. Manjain mulut kamu dengan masakan dan manjain kamu di ra--"


Bunga tak bisa meneruskan ucapannya ketika Raja membungkam bibirnya.


"Aku bukan orang seperti itu, cukup manjain aku saja di ranjang!"


Canda Raja namun bukannya terpancing Bunga malah semakin murung.


Raja tahu apa yang di rasakan sang istri, mungkin jika Bunga tak takut pisau dan tak phobia darah mungkin Bunga setiap hari akan selalu melayani nya.


"Kita check up saja ya, siapa tahu ada cara untuk bisa menghilangkan phobia kamu!"


"Emang bisa mas!"


"Setahu mas bisa, nanti pulang sekolah kita langsung ke dokter!"


"Ya sudah, sekarang mandi ya mas tunggu di meja makan!"


Bunga mengangguk lesu berjalan masuk ke kamar mandi.


Raja hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah istri kecilnya.


Ayah mertua benar, Bunga akan berusaha melakukan yang terbaik untuk orang tercintanya dan Bunga akan menyerahkan seluruh hidupnya pada orang yang sudah Bunga percaya.


Sekarang Raja percaya akan ucapan itu, bahkan Raja tak pernah sekalipun mengajarkan Bunga untuk ini atau itu. Bunga akan melakukan dengan sendirinya jika hatinya sudah percaya.


Terbukti sekarang, Bunga selalu berusaha menjadi diri yang baru dan selalu berusaha menjadi istri yang baik.


Raja mengutak-atik ponselnya entah apa yang ia lakukan terlihat serius sekali.


Tak lama Bunga keluar dengan pakaian seragam sekolahnya.


Mereka berdua langsung sarapan bersama tanpa ada percakapan serius.


"Hati-hati ya di jalan, mas duluan!"


Ucap Raja sambil mengecup kening sang istri Bunga hanya mengangguk saja sambil mencium punggung tangan Raja.


Mang Sup yang melihat itu tersenyum geli apalagi mendengar Bunga memanggil Raja dengan sebutan Mas.


Sungguh nona mudanya banyak sekali perubahan nya. Bahkan sekarang terlihat dewasa dan anggun tak seperti tiga bulan lalu sebelum menikah.


Bahkan sikapnya sekarang terlihat sopan pada Raja tak seperti biasanya yang terlihat garang.

__ADS_1


Seperti nya mang Sup harus memberi tahu nyonya dan tuan besar. Mereka pasti bahagia melihat putri bar-bar mereka berubah menjadi menggemaskan.


Ting ....


Jelita yang sedang memakai kan dasi untuk Aldi terhenti sejenak ketika mendengar suara notifikasi pesan masuk.


Jelita membukanya seolah sudah tahu siapa yang mengirim pesan di pagi begini.


Jelita tersenyum melihat Poto yang di kirim mang Sup terlihat adem sekali.


"Kenapa ma?"


Tanya Aldi pada sang istri yang tiba-tiba malah tersenyum.


"Lihatlah yah, seperti nya putri kita sudah saling mencintai!"


Ucap Jelita tersenyum gemas melihat dimana Raja sedang mencium kening Bunga. Terlihat jelas pancaran cinta di mata keduanya.


"Yah, kok diam sih. Kenapa?"


"Gak apa, ayah hanya cemburu saja. Apa posisi ayah sudah tergantikan!"


Plak ...


Jelita memukul dada sang suami gemas bagaimana bisa bicara seperti itu.


"Raja kan suaminya yah, ayah kan ada mama!"


"Tapi ma, ayah kan ayahnya Bunga harusnya Raja tak merebutnya!"


"Aisst, ayah tuh kaya anak kecil saja!"


Ketus Jelita meninggalkan Aldi sendiri di kamar.


"Mah, pasang dasinya ini masih berantakan!"


"Pasang saja sendiri!"


"Kok gitu sih,"


"Mama!"


Rengek Aldi mengejar sang istri yang merajuk sudah tahu Jelita pencemburu.


"Mama pasangin dong,"


"Malas!"


"Kok gitu!"


"Ayah lebih sayang Bunga dari pada mama!"


Ketus Jelita cemberut kenapa suaminya malah cemburu melihat putrinya bersama orang lain. Harusnya cemburu pada dia bukan pada Bunga.


Sungguh entah keluarga apa mereka semuanya sama saja. Pantas saja sikap Bunga seperti itu karena tak jauh dari orang tuanya.


Seperti kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.


Benar saja, tingkah Bunga sama seperti Jelita jika sudah jatuh cinta cemburunya minta ampun. Bagaimana kalau Bunga punya anak apa anak sendiri akan dicemburu-i karena Raja lebih sayang anaknya nanti.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2