
Bunga merasa heran karena Shofi tak masuk sekolah.
Entah apa ada dengan Shofi apa semaunya gara-gara Fatih lagi.
Kenapa harus Fatih Fatih lagi membuat Bunga menjadi jengkel sendiri.
Bunga ingin sekali memarahi Fatih namun panggilan sang guru membuat Bunga dan Amira pergi keruang guru.
.
Sedang Ketiga teman Fatih hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Fatih yang uring-uringan bak orang bodoh. Sungguh mereka baru melihat sisi bodoh Fatih yang baru terlihat. Pasalnya Fatih belum pernah bersikap seperti ini pada siapapun kecuali keluarganya sendiri.
Bahkan pada Amira pun Fatih tidak segila ini. Dari tadi Fatih terus menunggu Amira dan Bunga keluar, namun dia gadis itu belum keluar juga.
"Tih, mau sampai kapan loe jadi orang bodoh!"
Cetus Raja menggelengkan kepala melihat tingkah Fatih yang uring-uring an. Bahkan dari tadi Fatih bulak balik di depan pintu ruang guru berharap Amira ataupun Bunga keluar.
"Ya ampun Fatih, bisa diam gak!"
"Gue gak nyangka seorang King bisa seperti ini!"
Fatih menatap malas pada ketiga sahabatnya yang terus mengatainya.
"Gue cuma khawatir, kemaren dia terluka karena gue!"
"Iya, kami mengerti. Tapi, rasa khawatir loe itu berlebihan!"
"Apa jangan-jangan loe beneran suka tuh sama si cupu!"
Celetuk Rangga memicingkan kedua matanya membuat Fatih langsung menghentikan langkahnya.
"Raja pasti sudah faham!"
Ketus Fatih kesal, kenapa bertanya kalau sudah tahu jawabannya. Rangga dan Moreo langsung menatap Raja, karena di sini yang paling berpengalaman yaitu Raja. Apalagi usia Raja paling tua di antara ketiganya, wong Raja sekolah hanya untuk menjaga Bunga saja. Bahkan Raja rela tak melanjutkan S2 nya demi bisa melindungi Bunga dari laki-laki.
Raja hanya mengangguk saja membuat Rangga dan Moreo langsung memeluk Fatih.
"Isstt, apa-apa an sih kalian!"
Kesal Fatih mendorong tubuh Rangga dan Moreo yang memeluknya erat.
"Akhirnya King kita suka juga sama namanya mahluk perempuan ha .. ha ... "
"Sialan, emang gue lelaki apa an!"
Tak ... tak ..
Umpat Fatih mentoyor kening Rangga dan Moreo. Memang di antara keempat laki-laki itu hanya Fatih yang anti dengan perempuan dan baru kali ini Fatih di buat gila oleh yang namanya perempuan.
Dulu Fatih tidak seperti ini terhadap perempuan. Namun, pandangan Fatih berubah ketika Fatih melihat Amelia melakukan ciuman dengan Aditya di toilet. Hingga membuat Fatih selalu menatap jijik dan tak suka.
"Berarti gue boleh dong, mendekati adik loe yang unyu itu!"
"Berani selangkah, gue potong kaki loe!"
Rangga mendengus mendengar ancaman Fatih. Kini giliran Rangga yang di tertawakan oleh Moreo dan Raja.
Rangga aneh-aneh saja suka sama Aurora, gadis itu masih kecil. Dan, tentu Rangga harus berhadapan dulu sama kakak gilanya.
Apalagi tingkah Aurora yang bar-bar dan tomboy di luar. Namun, gadis itu tetap akan manja pada kedua orang tua dan kakak nya.
"Mending loe, samperin saja ke rumah Tante Melati. Gue pusing lihat kelakukan loe!"
Fatih langsung menghentikan langkahnya mendengar usul Raja. Fatih terdiam memikirkan sesuatu.
"Istt, kenapa gak dari tadi bilangnya!"
Rangga, Raja dan Moreo melongo melihat Fatih yang langsung berlari meninggalkannya.
__ADS_1
Fatih memang benar-benar aneh bin ajaib.
"Tinggal loe, nih yang harus punya gebetan!"
Celetuk Raja menatap Moreo, yang paling datar di antara keempatnya.
"Hanya dia yang gue ingin, kalian tahu itu!"
"Gantilah Meo, dia itu susah!"
"Karena dia susah membuat gue tertantang!"
"Tapi, loe akan sakit hati!"
Rangga memperingati sahabatnya agar tidak terlalu jauh melangkah.
"Gue gak peduli, hanya dia yang membuat gue tertarik!"
"Loe tahu, Amira tak akan pernah memberi celah sedikitpun!"
Huh .....
Moreo menghela nafas berat, memang benar apa yang di katakan kedua sahabatnya. Amira terlalu sulit di dekati. Amira seakan membuat dinding besi yang kokoh agar tak ada siapapun yang boleh masuk kedalam hatinya. Seakan Amira memang sengaja menghalangi dan menguncinya.
"Loe, sendiri ngapain suka sama bocil!"
"Loe tahu, bocil itu menggemaskan, tingkahnya lucu bikin gue gemes!"
"Dasar pedofil!"
"Pantas saja King melarang loe, ternyata loe lebih gila dari pada King!"
"Biarin, gak apa kalau Amira gue gak dapatkan tapi .,"
Rangga melirik Raja dengan alis naik turun membuat Raja melotot.
"Isst, siapa yang mau merebut sih!"
"Itu tatapan loe mencurigakan!"
"Loe sekarang bikin baby unyu, gak apalah beda tujuh belas tahun!"
Bugh ...
Raja langsung memukul lengan Rangga membuat Moreo tertawa.
"Hey, mau kemana loe!"
Teriak Raja mengejar Rangga yang malah kabur dan sialnya Rangga malah menarik tangan Moreo hingga ketiga manusia itu saling kejar mengejar bahkan sampai kelapangan menggangu orang yang sedang bermain basket.
"Serangga!!! berhenti kau!"
Teriak Raja benar-benar naik darah dengan ucapan sembarangan itu. Mana mungkin Raja memberikan anak gadisnya pada sahabat sendiri. Masa putrinya akan mendapatkan suami tua pedofil. Membayangkannya saja membuat Raja kesal.
"Ja, gue bercanda!"
"Tapi bercanda loe gak lucu!!"
Mereka terus kejar mengejar hingga membuat Moreo jadi pusing sendiri. Bagaimana tidak pusing jika tubuh dinya yang di jadikan tempat persembunyian Rangga. Bahkan tubuh Moreo di tarik sana sini membuat Moreo kesal.
"Tarik ucapan loe,"
"Gak mau!"
Raja semakin kesal dengan ulah Rangga.
Amira dan Bunga yang baru keluar selesai membicarakan tentang beasiswa S1 di London bersama pak kepala sekolah. Di buat terheran-heran mendengar teriakan Raja.
Amira dan Bunga melihat kearah lapangan dari lantai dua.
__ADS_1
"Kenapa dengan suami kamu?"
Tanya Amira menautkan kedua alisnya melihat tingkah ketiga manusia itu berantem.
"Aku juga gak tahu, tak biasanya Raja sekesal itu!"
"Tunggu! tapi di sana gak ada Fatih, kemana dia?!"
"Ah, mungkin Fatih malas melihat ketiga temannya berantem!"
Ucap Bunga santai dengan mata masih menatap Raja.
"Kita ke kelas yuk?"
Ajak Bunga di angguki Amira, apalagi memang sebentar lagi masuk kelas.
Bunga melirik kearah Raja yang memasang wajah masam. Bunga bertanya-tanya ada apa dengan suaminya. Tak biasanya Raja seperti itu. Padahal Raja orang yang paling kalem di antara yang lain. Sedang Rangga si pecicilan. Moreo si datar dan Fatih si garang.
Hingga tak terasa waktu pulang pun tiba, Bunga ingin sekali langsung menghampiri suaminya dan bertanya. Namun, Bunga berusaha menahannya karena masih banyak anak-anak yang belum keluar.
"Ra, aku pulang sama Raja ya!"
"Yakin!"
"Iya, aku gak tenang lihat wajah masam dia,"
"Ya sudah, ingat hati-hati!"
"Ok,"
Bunga sengaja pulang terakhir sedang Raja sudah menunggu di parkiran. Raja sendiri merasa aneh kenapa tiba-tiba Bunga ingin pulang bareng. Biasanya selalu akan menunggu dirinya di apartemen.
Suasana sudah aman, Bunga langsung naik ke motor Raja. Tanpa banyak bicara Raja langsung melajukan motornya menuju apartemen dirinya dengan suasana masih kesal.
Sesampainya di Apartemen Raja langsung mendudukkan bokongnya di atas shopa.
"Aku tak mau punya anak cewe!"
Uhuk ...
Bunga langsung tersedak minuman karena terkejut mendengar ucapan suaminya tiba-tiba.
Pasti ada yang gak beres ini mah,
Batin Bunga langsung menghampiri suaminya. Bunga duduk di pangkuan Raja, karena itu memudahkan Bunga menenangkan Raja.
"Kenapa, apa ada sesuatu yang terjadi!"
Ah, ini nih yang membuat Raja tak bisa kesal berlama-lama karena mempunyai istri yang lembut bisa menenangkannya.
"Pokonya kita gak boleh punya baby cewe!"
"Kenapa?"
"Pokonya gak boleh!"
"Mas...,"
"Maaf sayang, mas membentak mu!"
Bunga mengangguk, jika keadaannya seperti ini. Jalan satu-satunya menenangkan suaminya hanya dengan cara kelembutan.
"Jangan di ulangi!"
Cup ...
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah,, komen dan Vote Terimakasih ....
__ADS_1