Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 48 unboxing


__ADS_3

Raja masih saja diam seolah dunia nya entah kemana.


Ungkapan perasaan sang istri sungguh membuat Raja benar-benar Shok.


Bahkan Raja sulit sekali berkata seolah tenggorokannya terhimpit sesuatu.


"Aku juga mencintaimu!"


Ucap Bunga memperjelas karena kesal Raja malah diam. Apa Raja tak suka ia membalas perasaan nya karena ada yang lebih cantik darinya.


"Sudah ah, aku pergi!"


Kesal Bunga beranjak namun dengan cepat Raja menahan bahunya membuat Bunga kembali duduk.


Raja menatap sang istri dengan tatapan bahagia akhirnya rencana ia berhasil.


"Bolehkah mengulang ucapan tadi?"


Mohon Raja membuat Bunga menghela nafas kasar. Dari tadi ternyata Raja malah tak mendengarkannya.


"Aku mencintai mu Jug-- emmz!"


Bunga tak bisa meneruskan ucapannya ketika Raja membungkam bibirnya. Hanya sebatas menempel dengan sedikit tekanan membuat Bunga meremas jas Raja.


Tak lama Raja menggerakkan bibirnya dengan sangat lembut namun penuh tekanan membuat Bunga terkejut ketika Raja mendorong hingga terlentang di atas ranjang dengan posisi Raja di atasnya.


Raja menatap inten sang istri dengan penuh cinta. Lalu Raja mengelus pipi Bunga dengan sangat lembut.


"Aku mencintaimu?"


"Aku juga!"


"Terimakasih sayang ,,,"


"Jangan pergi ketika kamu sudah mencuri hatiku. Siapa yang akan menyembuhkan hatiku jika aku sudah mencintaimu!"


"Harusnya kamu tak datang jika aku kau jadikan pelarian!"


Ucap Bunga penuh ketulusan dan ketakutan juga takut jika Raja hanya menjadikannya tempat pelarian saja.


"Bisakah kamu tetap memegang janjimu?"


Cup ...


Bukannya menjawab Raja malah membungkam bibir Bunga dengan bibirnya.


Nyatanya hari ini Bunga terlalu banyak bicara sampai Raja tak tahu harus berkata apa.


Raja mencium bibir Bunga sedikit rakus namun tetap mempertahankan lumatannya agar tak menyakiti sang istri.


Bunga hanya diam saja karena sulit membalas ciuman Raja. Rasa ini masih tabu bagi Bunga.


Raja melepaskan ciumannya ketika merasa sang istri kehabisan nafas. Bunga merasa heran lagi-lagi wajah Raja memerah dengan tatapan penuh gairah.


"Sayang, bolehkah aku meminta lebih?"


Izin Raja membuat Bunga terdiam, apa yang di maksud Raja seperti yang waktu itu pernah mereka lakukan sampai Bunga mengeluarkan suara aneh.


Jika iya, Bunga harus menjawab apa antara ragu dan penasaran.


Yang mamang tahu, non harus menyenangkan den Raja dan tak menolak apapun yang den Raja mau!

__ADS_1


Bunga terngiang ucapan mang Sup agar tak menolak keinginan Raja.


Itu salah satu agar Raja tak berpaling darinya.


Bunga mengangguk ragu membuat Raja tersenyum cerah. Raja membuka jasnya lalu membanting nya asal.


Raja mencium kening sang istri membuat Bunga perlahan memejamkan kedua matanya. Wajah Bunga tak luput dari ciuman Raja hingga sampai terakhir di bibirnya.


"Balas sayang!"


Perlahan Bunga mencoba membalas ciuman sang suami walau masih kaku. Membuat Raja senang ketika Bunga membalasnya.


Ahh ...


Bunga membekam mulutnya ketika suara aneh itu lagi terdengar ketika ciuman Raja mulai turun ke leher dan dadanya.


Raja memperlakukan Bunga sangat-sangat lembut karena ini yang pertama bagi mereka. Raja tak mau Bunga malah ketakutan nantinya.


Raja akan memberikan rangsangan demi rangsangan pada sang istri agar Bunga merasa nyaman dan menerima segala apa yang Raja berikan.


Raja tak mau terburu-buru yang nantinya malah membuat Bunga kabur. Raja akan melakukannya perlahan sampai Bunga yang memintanya sendiri.


Entah sejak kapan Raja membuka semua kancing seragam Bunga membuat Bunga refleks menutupnya kembali karena malu.


"Kenapa sayang!"


"Malu!"


Cicit Bunga memerah bagaimana bisa barang berharganya di lihat orang lain walau itu suami Bunga sendiri.


"Jangan tutupi keindahan ini, aku ingin melihatnya,"


Raja kembali mencium bibir Bunga mengalihkan perhatian Bunga. Dan benar saja apa yang Raja lakukan berhasil.


Seperti nya Raja harus bekerja keras untuk semuanya. Raja tak akan melepaskan momen langka ini. Raja tak mau nantinya Bunga malah berubah pikiran.


Dengan cukup kerja keras pada akhirnya Raja berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan walau harus membuat Bunga menangis.


"Sakit hiks ,,,"


"Maafkan aku sayang, ini tidak akan sakit jika aku bergerak!"


"Apa begitu hiks ,,"


Polos Bunga dengan hidung kembang kempis membuat Raja ingin sekali tertawa namun Raja menahannya.


Raja melakukan apa saja agar rasa sakit Bunga teralihkan.


Perjuangan demi perjuangan Raja lakukan sampai pada akhirnya Bunga bisa menikmatinya.


Kenikmatan yang tak pernah Raja dan Bunga rasakan sebelumnya. Andai saja Raja tahu jika akan seindah ini dari pertama Raja akan melakukan nya.


Tapi otak Raja masih waras dia akan melakukan dengan Bunga jika mereka sama-sama menginginkan.


Bunga yang polos sudah berhasil Raja ajarkan menjadi istri sesungguhnya di usia Bunga baru menginjak enam belas tahun.


Walaupun begitu Raja masih bisa menahan kewarasannya agar tak membuat Bunga sampai hamil.


Sesudah Bunga mendapatkan pelepasan keduanya baru Raja mengeluarkan dirinya di luar.


Walau tak enak namun Raja harus melakukan jika tidak mungkin dia akan di gantung oleh ayah mertua.

__ADS_1


Andai saja waktu cepat berlalu mungkin Raja tak akan menahannya.


"Terimakasih sayang!"


Ucap Raja sambil menyembunyikan kepalanya di leher Bunga.


Bunga hanya diam saja dengan nafas memburu. Badannya terasa remuk dan lemas bahkan tak kuat untuk sekedar menjawab ucapan sang suami.


Raja menggulingkan badannya di samping tubuh Bunga lalu menarik Bunga kedalam pelukannya.


Walau tidak terlalu nikmat karena harus pelepasan di luar tapi Raja sangat puas karena dia menjadi satu-satunya orang yang berhasil meluluhkan Bunga.


Bahkan Bunga sampai menangis bak anak kecil membuat merasa kasihan dan juga gemas.


Istri kecilnya begitu nikmat dan mengigit membuat Raja ingin mengulanginya namun melihat kondisi Bunga yang kelelahan membuat Raja tak tega.


Bahkan Bunga kembali tidur di pelukan Raja karena Bunga tak tahu seberapa lama Raja menggempur nya.


"Cepatlah lulus!"


Gumam Raja karena tak sabar dengan semaunya.


Jika sudah lulus berarti usia Bunga tujuh belas tahun itu artinya sudah dapat KTP begitupun acara resepsi pernikahan akan segera di laksanakan membuat Raja tak perlu menyembunyikan lagi statusnya.


Dan Raja tak perlu pura-pura di kantor mengaku Bunga sebagai adik sepupu nya.


.


"Emmz ,,"


Gumaman kecil keluar dari mulut Bunga pertanda sebentar lagi Bunga bangun. Bunga mengerjap-enjap kan kedua matanya entah sudah berapa lama ia tidur.


Bunga merasa aneh dengan tubuhnya kenapa terasa sangat sakit sekali.


"Sudah bangun sayang!"


Bunga melirik Raja yang baru keluar dari kamar mandi.


Bunga terpaku melihat pemandangan indah di depan matanya membuat Bunga memerah.


"Jam berapa?"


"Jam 06:00!"


"What!"


Pekik Bunga terkejut mendengar jawaban sang suami. Bagaimana bisa Raja tak membangunkannya sedang ia harus sekolah.


Awwsss ...


Pekik Bunga kesakitan bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Sungguh kenapa Bunga merasa sakit di bagian sensitifnya. Bunga belum sadar apa yang ia lakukan membuat selimut yang ia kenakan melorot membuat Raja antara panik dan terpaku.


Raja bukannya membatu sang istri ia malah diam menatap satu objek yang sangat menggoda iman dan ia sudah merasakan buah tersebut.


Bunga sangat kesal pada Raja yang malah diam membuat Bunga mengikuti arah pandang suaminya.


Akhh ....


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2