Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 91 Kebahagiaan


__ADS_3

Bunga dan Raja sendari tadi menghela nafas berat melihat bagaimana antusiasnya para orang tua memperebutkan menggendong baby Sekar.


Bahkan sampai baby Sekar menangis karena berisik mendengar suara nenek nya.


Jika sudah menangis begini mereka tak bisa menenangkan karena hanya Bunga yang bisa.


Bunga langsung mengambil baby Sekar dari gendongan sang mama.


"Ya ampun nek, bisa gak gantian gendongnya baby jadi begini!"


Kesal Bunga langsung menggendong baby Sekar penuh sayang. Beberapa detik baby Sekar berhenti menangis.


Jelita dan Raya saling pandang lalu mereka tersenyum melihat Bunga begitu telaten meminang. Sungguh Jelita sangat bahagia dan bangga melihat putrinya sudah tumbuh dewasa bahkan sudah jadi ibu pula.


Begitupun dengan tatapan yang Aldi dan Rijal yang tak menyangka jika Bunga mampu melakukan semuanya.


Aldi menatap sang putri dengan bangga. Putri yang dulu bar-bar selalu merengek saat pulang sekolah bahkan membanting tas dan sepatu sesuka hati dengan kaus kaki yang di buka di mana tempat.


Lihatlah kini putrinya telah tumbuh dewasa bahkan sudah menjadi ibu yang telaten di usianya yang sangat muda.


Suatu kebanggaan bagi Aldi mempunyai putri seperti Bunga.


Awalnya Aldi takut akan semuanya mengingat kelakukan putrinya dulu. Namun Raja ternyata mampu mengubah karakteristik seorang Bunga yang bar-bar dan ceroboh menjadi Bunga yang sopan penuh kelembutan bahkan sekarang sifatnya penuh keibuan.

__ADS_1


Aldi salah jika menyangka Raja yang melakukan nya pada dasarnya itu keinginan Bunga sendiri secara sadar jika ia ingin berubah menjadi lebih baik lagi. Apalagi memang Bunga sangat menyukai anak kecil di mana ia hidup seorang diri tanpa saudara.


Itulah yang menjadi keputusan Bunga untuk punya anak di usia muda tanpa takut akan resikonya.


Bunga hanya ingin punya teman sekaligus menjadi ibu.


Tentu semuanya tak luput dari bimbingan sang suami yang selalu sabar menghadapi sikap kekanak-kanakan dia.


Membuat Bunga sadar jika ia harus bisa menjadi istri yang baik pula.


Baby Sekar kembali tertidur setelah selesai Mimi membuat Bunga bernafas lega.


Raja membantu sang istri bangun dan merapihkan semuanya.


Mereka berdua keluar guna menemui kedua orang tua mereka.


"Gimana sayang?"


"Sudah aman, baby Sekar juga sedang tidur!"


Ucap Bunga membuat Jelita dan Raya bernafas lega ternyata Bunga benar-benar sudah jadi ibu.


"Terimakasih mah!"

__ADS_1


"Untuk!"


"Jadi mama yang baik untuk Bunga, terimakasih yah, sudah jadi papa tegas untuk Bunga. Bunga sayang kalian!"


Bunga memeluk Jelita membuat Jelita dengan senang hati membalas pelukan sang putri.


Aldi menggeser duduknya memeluk anak dan istrinya. Sungguh Aldi sangat bangga yang tak bisa di jabarkan oleh kata.


"Kamu memang putri kebanggaan ayah!"


Bangga Aldi membuat Bunga semakin mengeratkan pelukannya tak malu bermanja lagi pada kedua orang tuanya.


Raja hanya tersenyum saja melihat istrinya seperti itu. Wajar jika Bunga masih bermanja karena memang harusnya seperti itu.


Kebahagiaan yang sempurna bukan bahkan aku pun (Author) iri pada mereka. (He .. He ..)


Mereka pasangan yang sangat unik membentuk karakter yang luar biasa entah sesabar apa mereka nanti menghadapi putrinya yang akan tumbuh dewasa. Apakah akan tetap sabar atau akan berganti seiring dengan perubahan pertumbuhan baby Sekar.


Kita hanya bisa melihat alur takdir nya seperti apa.


Bersambung ...


Jangan lupa like, hadiah, komen dan Vote Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2