Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 95 Dewasanya si Bunga


__ADS_3

Bunga merasa heran kenapa ponsel Amira sulit sekali di hubungi bahkan dari kemaren nomornya tak aktif.


Padahal sejak kemaren putrinya terus menanyakan keberadaan Amira tapi sampai saat ini tak ada tanda-tanda Amira nongol.


Biasanya Amira akan berkunjung di hari libur ini apalagi memang satu bulan yang lalu mereka sudah merayakan hari kelulusan.


Bunga yakin pasti ada sesuatu yang terjadi karena tak biasanya sahabatnya seperti ini.


Bunga langsung menelepon Moreo sialnya nomor Moreo juga tak aktif. Entah kemana dua manusia itu kenapa tak ada kabar membuat Bunga semakin mem-praduga jika ada sesuatu di antara mereka.


"Kenapa sayang!"


"Mas!"


Pekik Bunga terkejut karena Raja tiba-tiba memeluknya hampir saja ponsel yang ia pegang loncat.


"Kenapa?"


"Ini nomor Amira dan Moreo sama-sama tak aktif, sendari tadi Sekar menanyakan bunda nya terus!"


Rengek Bunga sambil membalikan badannya menghadap sang suami yang baru pulang kerja.


Sekar memang memanggil Amira dengan sebutan Bunda apalagi mereka sangatlah dekat.


"Amira kembali ke Indonesia!"


"What!"


Pekik Bunga terkejut bahkan matanya membulat sempurna membuat Raja menghela nafas berat. Sudah dia duga istrinya pasti akan bereaksi seperti ini.


"Dari kapan?"


"Kemaren lusa,"


"Mas baru memberitahu sekarang!"


Ketus Bunga kesal padahal sejak kemaren suaminya tahu jika ia terus menelepon Amira.


"Mas juga baru tahu tadi!"


"Beneran sayang, mas tadi menyuruh asisten mas mencari tahu dan hasilnya seperti itu!"


"Kenapa Amira tak pamit, apa terjadi sesuatu!"


"Jangan terlalu ikut campur, biarkan Amira memilih jalannya!"


"Tap--"


"Sayang, kau tahu Amira bukan! Dia tak suka di usik terlalu jauh, jika ingin Amira akan bercerita sendiri!"


Bunga terdiam memang benar adanya, Amira akan marah jika terlalu dalam Bunga ikut campur masalah asmaranya selebihnya Amira tak masalah.


Sulit bagi Bunga meyakinkan Amira jika Moreo benar-benar tulus namun nyatanya hati tak bisa di paksa.


Terkadang Bunga merasa sedih dan juga salut secara bersamaan.


Sedih karena begitu besar cinta Amira untuk Alam namun nyatanya Alam tak peduli. Salut karena cintanya itu begitu tulus bahkan tak bisa di geser oleh siapapun.

__ADS_1


Padahal begitu banyak laki-laki yang mendekati Amira bahkan Moreo kurang apa coba tapi nyatanya tak ada satupun dari mereka yang bisa mengetuk pintu hati Amira.


Hati Amira terlalu di kunci hingga enggan membuka nya. Amira yakin jika jodoh dia adalah Alam.


Terkadang Bunga tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu kenapa bisa seyakin itu terhadap Alam.


Sama seperti dia mencintai sang suami tanpa syarat.


"Fokuslah pada keluarga kecil kita!"


"Iya .. iya mas!"


"Bagaimana, kapan siap melanjutkan studi lagi?"


Tanya Raja karena memang mereka akhir-akhir ini membahas itu.


Putri mereka sudah besar tentu Bunga bisa melanjutkan studinya yang sempat tertunda.


Harusnya dari tahun kemaren tapi Bunga memilih tetap mengurus Sekar sampai Sekar sudah mengerti hal-hal kecil.


"Kurang tahu mas, bagaimana dengan Sekar!"


"Kan kita sudah membahasnya, mommy dan Daddy yang akan membantu apalagi memang perusahaan membuat cabang di sini!"


Bunga terdiam sambil berpikir apa ia tega meninggalkan putri cantiknya walau tak apa bersama mertuanya.


Tapi rasanya aneh jika Bunga meninggalkan putri cantiknya.


Apalagi Bunga sangat bahagia mendalami peran menjadi seorang ibu bagi Sekar. Sungguh Bunga sangat menikmatinya dan bahkan Bunga ingin punya banyak anak.


Jika seorang suami yang rata-rata menginginkan anak banyak berbeda dengan Bunga, ia yang menginginkannya.


"Tunggu ajaran baru saja, ini tanggung!"


"Baiklah, mas hanya mendukung!"


"Terimakasih mas!"


"Sama-sama sayang!"


Mereka hanyut dalam suasana sunyi nya malam untung saja Sekar sudah tidur lebih awal.


"Seperti nya Sekar sudah pas jika punya adik!"


Celetuk Bunga membuat Raja melotot. Bagaimana bisa Sekar punya adik di usianya yang baru menginjak tiga tahun.


"Sayang, Sekar baru tiga tahun dan sayang juga akan lanjut studi!"


"Tapi Bunga ingin punya anak lagi mas!"


Rengek Bunga membuat Raja menghela nafas berat.


Terkadang Raja merasa heran kenapa istrinya ingin punya anak banyak sedang perempuan lain terkadang tak mau apalagi di usia Bunga yang masih muda.


"Boleh, tapi nunggu sayang selesai studi ya, supaya gak tanggung!"


"Lama mas!"

__ADS_1


"Tinggal dua setengah tahun, sayang kan tinggal melanjutkan studi!"


"Padahal Bunga ingin tahun ini, Sekar punya adik pasti sangatlah lucu. Rumah ini akan semakin ramai!"


" Sabar ya!"


"Kenapa sayang ngebet banget ingin adik untuk Sekar?"


"Bunga takut Sekar kesepian sama seperti Bunga dulu!"


Itulah yang menjadi alasan sendari dulu ingin punya anak banyak. Karena Bunga dulu merasa kesepian menjadi anak tunggal satu-satunya apalagi di usinya yang masih kecil ia sering di tinggal oleh sang mama dan sang papa sampai menginjak sekolah SMP baru sang mama berhenti kerja dan mengurusnya.


Tapi, jika Sekar punya adik pasti Sekar tak akan kesepian.


"Jangan samakan sayang, Sekar kan ada nenek dan kakek nya!"


"Tapi kalau itu boleh!"


"Ya ampun, kau memang Istri bar-bar mas!"


"SI BAR-BAR BUNGA ini memang istri siapa?"


"Raja Adelio!"


Ha .. Ha ...


Mereka berdua tertawa pelan dengan tingkah masing-masing. Sungguh Raja dan Bunga tak menyangka jika mereka akan melewati semua sampai detik ini.


Kedewasaan, saling mengerti dan percaya membuat hubungan mereka nampak harmonis walau ada pertikaian kecil, itu wajar.


Apalagi usia mereka terbilang sangat dini menjalani pernikahan. Namun, Raja memecahkan segala argumen bahwasanya menikah usia muda rentannya perceraian, emang betul tapi tergantung pada diri masing-masing bagaimana menyikapi dan menjalaninya.


Raja dan Bunga sama-sama belajar dewasa dalam hal apapun. Walau ada kalanya mereka tak mau mengalah karena wajar. Tapi, karena pembelajaran mereka berusaha mengerti satu sama lain sampai detik ini pun mereka masih belajar bagaimana cara menjadi ibu dan ayah yang baik untuk Sekar.


Belajar memahami pasangan dengan menekan ego. Sabar dengan segala tingkah, yang terpenting ikhlas menerima semuanya.


"Siap sayang!"


"Pelan-pelan mas!"


Walau mereka sering melakukan tetap saja Bunga tak mau kasar apalagi awal masuk selebihnya ya terserah.


"Mas!"


Pekik Bunga tertahan sambil menyembunyikan wajahnya di cekuk leher Raja.


"Sayang merasakannya!"


Bunga semakin mengeratkan pelukannya malu kenapa juga sang suami malah menggodanya.


Entah berapa lama mereka meneguk kenikmatan yang tak bisa di jabarkan, terlalu indah untuk di katakan.


Sungguh Raja merasa bahagia bisa memiliki Bunga. Begitu pun sebaliknya Bunga merasa beruntung mempunyai suami seperti Raja.


Mereka sama-sama beruntung dalam hal apapun apalagi hadirnya Sekar di antara mereka membuat cinta itu kian subur bahkan menantikan buah dari hasil cinta mereka.


Tak ada yang namanya SI BAR-BAR BUNGA lagi karena sejatinya nama itu telah terganti dengan Dewasanya si Bunga.

__ADS_1


Selesai ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ....


__ADS_2